
Hai, kakak-kakak Reader's tersayang...
Aku minta maaf sebelum nya pada kalian semua, karena telah mengecewakan harapan kalian tentang gambaran pemeran Adri. Aku kan sudah memberi cast yang emang sesuai dengan karakter Adri, namun jika kalian lebih suka karakter Adri di perankan oleh pilihan ataupun idola kalian. Aku sangat senang, dan aku minta buat kalian enggak terlalu mengambil hati cast yang aku berikan.
Di awal aku udah mengatakan, kalo Adri itu berperawakan dan berwajah Bule kaya ibunya. dan aku juga mengambil Cast aktris dari Hollywood, begitupun dengan Cast nya Max dan Jess yang aku ambil dari orang bule.
Nah untuk peran sisanya, aku menggunakan cast dari Aktris Jepang dan juga China. karena aku memang pencinta film gangster dari negara Jepang, aku mengambil poto mereka dari pemeran film gangster bertemakan sekolahan. Aku juga mengambil cast dari aktris Korea, seperti pemeran Galuh. Karena dapat informasi dari Google, kalo aktris pemeran Galuh dan Galih itu ada sedikit kemiripan ( katanya). Lagian sangat susah mencari aktris kembar yang sesuai dengan kriteria mereka, sebenarnya banyak yang masuk sebagai kriteria yang cocok. tapi hampir kebanyakan dari artis Hollywood.
Aku harap Kakak semuanya memahami maksud aku. Sekali lagi aku minta maaf karena sudah mengecewakan gambaran Cast pemeran tokoh yang aku berikan.
Aku juga berterimakasih untuk kalian yang selalu mendukung dan memberikan masukan serta support kalian padaku, aku semakin semangat untuk menulis karya aku hingga akhir.
Salam Hangat Dari Author... ☺❤
Kembali ke cerita ⏮ ⏸ ⏭
_________________________________________________
Adri nampak begitu kelelahan setelah bermain dalam dua pertandingan sekaligus, ditambah lagi ia pemain paling aktif dan lincah dibanding dengan yang lainnya. Sedangkan mereka masih berbincang dan bercerita tentang sekolah mereka masing-masing.
" Oh iya Dek, dari tadi kita cuman ngebahas sekolah mulu. Padahal dari tadi kita belum berkenalan " Kata salah satu teman Radit.
" Hemm.. Kalo gitu kenalin gue Adri, dan mereka semua teman tongkrongan gue termasuk dia juga " Kata Adri sambil menunjuk ke empat temannya dan juga Radit.
" Kenalin gue Alif, salam kenal ya " Kata Alif dengan ramah.
" Kalian panggil gue Garda, salam kenal " Kata Garda.
" Panggil aku Sigit, senang berkenalan dengan kakak semua " Kata Sigit dengan sopan, ia juga dapat pujian dari teman-temannya Radit karena sikapnya itu.
" Gue Doni, salken ya bang. Oh ya, kalo di sekolah kalian ada ciwik cantik sama mulus, boleh lah Abang-abang ini comblangin gue " Ucap Doni sambil menaik turunkan kedua alisnya.
Perkataan Doni pun langsung disambut dengan anggukan dan juga acungan jempol dari mereka. Karena mendapat respon yang sangat baik dan berpihak padanya, Doni pun tertawa kegirangan dengan apa yang ia dengar.
" Oh ya, nama gue Sandy. Salam kenal ya, gue satu kelas sama si Radit " Kata siswa yang duduk di samping kanan Radit.
" Gue Choky, gue sama kaya si Sandy " Kata Choky.
" Gue Ali, gue seangkatan sama si Radit. Cuman beda kelas aja " Kata Ali dengan ramah.
" Gue Rahmat, sekelas sama si Radit. Salken ya " Kata teman Radit yang terakhir.
Adri dan teman-temannya nya pun mengangguk dan mengerti dengan apa yang di katakan mereka, Namun dari tadi Radit terlihat tidak senang karena sudah di acuhkan oleh Adri.
" Cih.. Udah ada yang baru aja, yang lama di lupain " Sindir Radit.
" Cie elah bang, loe kaya anak kecil aja. Dikit-dikit cemburuan, dasar gak nyadar umur " Jawab Alif dengan menyindir balik Radit.
" Entah loe bang, sentimen amat jadi cowok. Lebay loe " Cibir Adri sama Radit.
" Kok malah ngatain gue sih Dek, bukannya di belain " Kata Radit dengan kesal.
" Loe kesambet apa Dit hari ini, sumpah gue kaget liat loe jadi lebay sama manja ke ginian.. " Ucap Rahmat dengan menatap tak percaya pada Radit.
" Gila Dit, loe harus dirukyah kaya nya. Gue rasa loe ketempelan hantu sekolah ini deh Dit, secara sikap loe beda jauh sekarang sama yang sebelum kita kesekolah ini " Kata Ali dengan penuh keheranan.
Sedangkan Choky, dan teman Adri pun hanya mengangguk menyetujui perkataan ketiga teman Radit yang tadi. Sedangkan Radit semakin di buat kesal dengan tuduhan dari teman-temannya sendiri, bahkan membuat ia tersudut dengan perkataan mereka.
" Sudahlah, emang dia mah anak manja, namanya juga anak Mami. Ya kan bang " Kata Adri menyudahi perdebatan mereka.
" Kok loe malah ngomong gitu sih dek, loe sama aja kaya mereka " Kata Radit dengan ekspresi marahnya.
" Lah emang loe manja kan kalo deket sama Mami dan gue, loe gak inget apa pas pesta malam itu. Loe dan dia-dia ini berebut buat ngasih makanan sama gue, bahkan gue sampe di olok-olok sama anggota yang lain. Cih... Gak sadar diri loe " Jelas Adri dengan gamblang dan nada bicara yang kesal.
" Emang manja sama adek sendiri gak boleh apa " Ucap Radit membela dirinya.
" Oh, jadi si Adri adek loe Dit. Pantas aja sikap loe beda pas deket sama dia, ditambah tadi juga sempet ngasih minum pas di pertandingan pertama " Kata Ali dengan ekspresi terkejutnya.
" Lah kenapa gak satu sekolah aja, kan bisa tuh di comblangin sama gue " Kata Sandy dengan memberi kode dan gaya cool nya.
" Gak sudi gue comblangin cowok burik kaya kalian, secara adek gue cewek langka " Ucap Radit pada temannya dengan nada mengejek.
" Sejak kapan loe punya adek, bukannya elo anak tunggal ya Dit " Ucap Choky sambil menatap tajam Radit.
" Adek baru gue, Mami juga udah angkat dia jadi anak keduanya kok. Bahkan lebih di sayang dibanding gue, bahkan papi gue juga melakukan hal sama kaya Mami gue " jawab Radit sambil nyengir.
" Haha loe di katain cewek langka Dri " Kata Garda sambil ketawa.
" Cewek purba kah " Timpal Doni sambil ketawa ngakak.
" *****... Parah loe berdua, loe dengan sengaja mancing singa yang lagi santai dengan perkataan kalian barusan " Ucap Sigit dengan perasaan was-was setelah melihat ekspresi wajah Adri yang semakin dingin dan datar.
Seketika Doni, Garda dan mereka yang ketawa ngakak seketika terhenti setelah mendengar ucapan Sigit yang terdengar seperti bunyi alarm peringatan bagi mereka. Mereka langsung menelan saliva mereka dengan susah payah setelah melihat tatapan tajam nan menusuk dari Adri.
" Sial, gue lupa kalo si Adri punya jiwa macan kalo kena sindiran. Hah, bisa mati konyol gue " Keluh Doni dalam hatinya.
" Huh... Ngapain bisa lupa sih, kalo gue punya adek beringas kaya dia. Tuhan tolong selamatkan aku, huhuhu... " Jerit Garda dalam hatinya.
Mereka hanya bisa meringis membayangkan apa yang akan mereka dapat dari Adri, dan mereka hanya bisa pasrah menerima konsekuensi dari perkataan mereka sendiri.
" Gue mau pulang, udah sore nih. Lagian gue ada urusan, kalo gitu gue pamit " Kata Adri dengan ekspresi santai tanpa memperlihatkan gerak-gerik mencurigakan.
Seketika Garda dan Doni bernapas dengan lega karena Adri tidak memarahi mereka dan selamat dari kemarahan Adri yang diberi julukan sang singa betina. Namun harapan mereka pupus seketika, karena Adri bangun untuk berjalan mendekati kedua orang itu dan mendaratkan beberapa jitakan di kepala mereka. Sontak mereka berteriak minta ampun dan berusaha melindungi kepalanya dengan tangan sambil meringis kesakitan.
Sedangkan yang lain hanya bisa ketawa melihat wajah menyedihkan Garda dan Doni, terlebih Radit yang dari tadi tersudut dan di acuhkan. Dia ketawa dengan keras dan puas melihat penderitaan yang mereka rasakan sama seperti rasa kesal dan malu padanya tadi.
Tanpa di sangka, rombongan dari tim Bakti ternyata belum pulang. Mereka masih ada di sekolah itu dan sedang berjalan kearah Adri Dkk. Karena mereka tak pokus dengan keadaan sekitarnya, mereka tak tahu jika rombongan yang di ketuai oleh Niken sudah berada dekat di belakang Adri. Adri yang biasanya peka juga malah tidak menyadari keadaan orang lain selain mereka disana, mungkin karena efek kelelahan dan juga rasa kesal pada dua sahabatnya yang sudah berani menyindirnya tadi.
Brughhh.... Suara keras itu menghentikan tawa dan juga rintihan minta ampun dari teman-temannya Adri, mereka terlihat begitu terkejut Dan langsung melihat kearah sumber suara. Seketika mereka melotot dan semua nya bangkit berdiri dan ekspresi mereka langsung berubah drastis menjadi penuh emosi.
Asal suara tadi tak lain adalah dari Adri, ia jatuh setelah Niken menarik bahu Adri dari belakang lalu membantingnya ke lantai lapangan itu dengan keras. Adri juga begitu terkejut dan merasakan sakit di bagian bahunya karena tarikan secara mendadak dari Niken.
_________________________________________________
Jangan lupa untuk memberikan : VOTE, LIKE DAN KOMENT
See you next chapter Kak...❤❤