BAD???

BAD???
You Are Stupid



Kini Adri telah sampai di depan sebuah rumah kontrakan, disana sudah terparkir puluhan motor dengan jenis berbeda. Di mulai dari jenis motor Ninja Kawasaki, Yamaha RX king, dan jenis motor lainnya. Adri segera memarkirkan mobilnya di depan rumah itu, ia pun langsung masuk kerumah tersebut.


" Malam, sorry gue telat dateng " sapa Adri pada semua orang yang ada disana.


" Malam juga Adek manis " jawab semua orang serempak.


" Lu mah kebiasaan deh, janji jam berapa datengnya tahuan kapan. Habis dari mana dulu loe " ucap Laki-laki yang bernama Rido.


" Ya biasa bang, kaya loe baru kenal aja sama gue "jawab Adri dengan wajah datarnya lagi.


Adri segera duduk di samping Rido, dan menaruh katana nya di meja tempat ia duduk. Adri menyenderkan tubuhnya di sofa tersebut dan sejenak istirahat. Rido juga sesekali mengelus kepala Adri, ia Benar-benar menyayangi Adri bak adik kandungnya sendiri.


" Loe habis bantai siapa dri, katana milik loe sampe ada darahnya gini " tanya salah satu temannya.


" Biasa cuman iseng doang, Lagian tu benda masih belum puas kayak nya. Tolong bersihin Cup " titah Adri pada orang yang bernama Ucup.


" Anak mana lagi yang loe babad habis kali ini dek, oh ya gue baru denger kalo si malik di bawa ke RS Gara-gara anak tengkroak ya " tanya Rido ke Adri.


" Hemmm.. Lagian bang malik udah sembuh juga, cuman gue masih nyari markas tempat gang tersebut kumpul. Gue mau minta bantuan elo bang buat nyari tempat nongkrong anak buah nya. Biar gue bisa bikin mereka jera buat ganggu orang-orang kita " Adri cuma berdehem dengan menampilkan ekspresi kesal nya.


" Hemm baiklah, ingat kalo loe butuh bantuan kita langsung hubungi aja " ucap Rido sambil tersenyum.


Adri kemudian bangkit dan berjalan menuju dapur, ia sedang mencari cemilan atau makanan yang bisa ia makan dan mengambil minuman soda di kulkas. Namun Adri tidak menemukan satu jenis makanan pun di sana, ia cuman nemu satu kaleng minuman bersoda. Ia pun segera beranjak dari dapur dan kini ia duduk di karpet bulu.


" Bang loe gak punya makanan ya, gue laper loh bang. Minumannya juga cuman yang ginian doang, itu juga cuman sisa satu ini doang" tanya Adri.


" Iya belum sempat belanja dek, lagian abang kan sibuk di bengkel kalo siang hari " jawab Rido.


" Cup loe belanja cemilan sama minuman gih, sekalian beli makanan di KFC. Nih loe bawa kartu ini, sekalian bawa mobil gue aja " titah Adri, ia langsung melempar kunci dan kartu kredit kearah Ucup.


" Oke siap, Jang ayok kita benja bro. Kali-kali kita nyobain mobil sama belanja kaya orang kaya " kata Ucup dengan semangatnya. Ia juga tak lupa mengajak salah satu temannya yang bernama Ujang.


" Inget kalo beli makanan itu gak usah tanggung, beli sekalian buat stok " ingat Adri.


" Oke siap adek baek " Ucup memberikan acungan jempol kearah Adri.


" Loe emang gak berubah dek, di awal pertemuan kita sampe sekarng sifat loe masih sama. Bukan hanya karena harta dan tampang loe yang bagus, tapi karena perlakuan dan solidaritas yang selalu loe tunjukan pada kita. Pantas saja setiap orang yang loe temui pasti bakal ngerespon baik dan menjadi energi positif buat loe sendiri. ******, bodoh dan anjing sebutan pas buat orang yang membuat dirimu sakit hati dan kecewa " ucap Rido dalam hatinya.


" Awas loe Bang sekarang giliran gue maen, Loe sekarang duduk aja di samping gue dan perhatikan cara gue maen Oke " Adri merebut stik PS4 dari tangan Ciko.


" Yah dek, loe mah ganggu kesenangan gue aja " gerutu Ciko.


Akhirnya ciko mengalah dan hanya duduk di samping, ia hanya memperhatikan Adri yang sedang asik memainkan stik nya dengan lincah. Adri dengan santai pun terus memainkan game kesukaan nya yaitu Taken.


Namun seketika pendengarannya menangkap suara ribut di depan rumah, Adri segera menghentikan permainan nya, ia langsung bangkit untuk bangun dari duduknya dan pergi untuk melihat keributan tersebut. Rido yang melihat Adri berjalan keluar merasa bingung dan langsung mengikuti Adri.


Kini Adri tengah berada di luar, disana ada dua orang pemuda yang sedang cekcok dan saling mendorong. Awalnya Adri hanya ingin menonton, hingga kedua matanya menangkap suatu benda yang di bawa oleh salah satu pemuda itu. Adri pun segera menghampiri kedua pemuda yang tengah saling memukul. Rido yang sudah berada di luar juga bisa melihat jika salah satu dari pemuda tersebut membawa pisau. Ia segera memanggil temannya yang ada didalam rumah dan mencoba untuk memisahkan mereka.


B**raak**kk.. Adri langsung menendang kedua pemuda itu hingga jatuh tersungkur, Adri menghampiri satu pemuda yang membawa pisau dan melangkahi tubuhnya. Namun tanpa di sangka jika pemuda tersebut mengibaskan lengannya yang memegang pisau kearah Adri. karena terkejut, Adri segera mengelak sebisa mungkin, sayangnya ia sedikit telat. Kini tangannya terkena sabetan pisau tersebut, hingga jaket kulitnya juga ikut sobek.


Karena merasa geram, Adri langsung menendang tangan pemuda tersebut dengan kencang. Hingga pisau yang di pegangnya terlempar jauh. Krakkk...Pemuda tersebut juga langsung meringis kesakitan karena tangannya patah. Dengan darah yang mengucur di tangan Adri sampai menetes di ujung Jari-jari tangannya.


" You Are Stupid Boy " ucap Adri dengan ekspresi datar nya. ia menekan telunjuknya di kening pemuda tersebut, sampai darah Adri mengalir di antara pelipis pemuda tersebut.


Pemuda tersebut hanya meringis kesakitan dan merasa ketakutan dengan Apa yang telah Adri lakukan kepadanya. Adri segera pergi dari sana dan meninggalkan kedua pemuda tadi. Rido juga terlihat sangat marah saat melihat kejadian barusan. Karena ulah pemuda tersebut orang kesayangannya sampai terluka.


" Dek loe gak papa kan " tanya Rido pada Adri.


" Bawa mereka kedalam sebelum ada orang lain yang melihat, gue lagi males ribut sekarang " jawab Adri dengan wajah datar nya. ia lalu melenggang pergi meninggalkan Rido dan Teman-temannya.


Rido hanya pasrah dan ia mengerti kondisi Adri saat ini, jadi ia enggak banyak bertanya lagi. Ia langsung memberi kode untuk membawa kedua pemuda tersebut pada temannya. Setelah itu Rido menyusul Adri masuk kedalam karena merasa khawatir saat melihat Adri terkena serangan dadakan tadi.


_________________________________________________


Oke jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan like, komen dan vote. πŸ‘


See next chapter kakak πŸ˜„ πŸ‘‹