
" Oh iya Dri, apa yang loe minta udah gue lakuin. Terus rencana loe setelah ini mau ngapain? " Tanya Alif pada Adri.
" Entahlah, biarkan mereka membenci gue terlebih dahulu, karena itu jalan yang terbaik dan akan membuat mereka terhindar dari ancaman marabahaya " Kata Adri.
" Gue ngerasa kalo dia udah banyak berubah Dri, lagian si Jo juga udah bahagia dan tenang dialam sana. Sekarang giliran loe untuk merasakan kesenangan dan juga kebebasan dalam hidup loe " Kata Doni.
" Gue tau, untuk itu gue ingin dia jauh dari hidup gue dan terhindar dari masalah yang selalu ada di kehidupan gue. Gue gak mau kehilangan orang-orang yang gue sayang kali ini, sudah cukup untuk Arja dan Galih saja yang pergi meninggalkan gue " Kata Adri dengan lirih. Adri merasa kesal terhadap dirinya, ia berfikir jika dirinya lah yang sudah membuat orang terdekatnya selalu dalam bahaya.
Karena terbawa suasana, tanpa disadari oleh Adri. Roti yang ada ditangannya sudah hancur karena Adri meremasnya dengan kuat. Tak menunggu lama ia pun bangkit dan pergi menuju kelasnya dan membuang roti yang tadi ke tong sampah.
Alif dan Doni hanya bisa terdiam dengan perkataan Adri, mereka hanya bisa mengikuti apapun rencana Adri karena mereka tahu jika itu semua demi kebaikan semua orang. Namun dalam hati, mereka berjanji akan selalu ada untuk Adri dan membuatnya bisa terlepas dari permasalahan kelamnya masa lalu.
Dengan cepat, mereka berdua mengikuti Adri untuk menyusul ke dalam kelas dan mengikuti pelajaran. Walau sebenarnya Alif dan Doni malas untuk mengikuti pelajaran, namun karena perintah Adri dan juga waktu ujian semester yang sudah dekat. Membuat mereka harus rajin dan tidak terlalu membuat masalah terlebih dahulu, dikarnakan mereka adalah murid yang baru saja masuk kesekolah itu.
Akhirnya Adri dan kedua temannya kembali mengikuti pelajaran sekolah seperti biasanya, dan di jam istirahat mereka menongkrong di warung bi sumi. Disana mereka bercanda dan tertawa dengan sangat riang dan penuh kebahagiaan.
Setelah pulang sekolah, Adri meminta Sigit untuk mengantarkan Garda kerumahnya dan Adri pergi nongkrong dengan kedua temannya itu. Disepanjang jalan, Adri dan kedua temannya saling mengadu kecepatan dan juga kelihaian berkendara motor mereka. Dan pada akhirnya yang keluar menjadi pemenang nya tak lain adalah Adri, disusul oleh Doni lalu Alif yang terakhir.
π π π π π π
Selang beberapa hari kemudian, tepat hari itu akan diadakan turnamen basket antar tiga sekolah. Sekolah itu tak lain adalah SMA Bakti, SMA Harapan dan SMA Kencana. Turnamen tersebut dilaksanakan tepat di sekolah Adri, dan dari pihak sekolah Adri. Tim basket akan di pimpin oleh Samudra Dkk, karena tim mereka sudah memcetak prestasi dan selalu menjadi juara bertahan. Dan itu juga akan menjadi pertandingan terakhir mereka, karena sebentar lagi akan lulus dan menjadi Alumni Sekolah tersebut.
Kini murid perwakilan dari masing-masing sekolah sudah hadir dan berkumpul di lapangan sekolah SMA Harapan. Wakil guru olahraga dari SMA bakti juga sudah memberikan arahan dalam pertandingan itu. Setelah apel pagi selesai dan di bubarkan, mereka langsung berhambur untuk berkumpul dengan teman dari masing-masing sekolah nya.
" Wah cowok dari SMA bakti ganteng-ganteng ya, gak nyesel aku berangkat sekolah hari ini " Kata seorang siswi dari sekolah Adri.
" Iya gue juga tambah kagum sama mereka, apalagi kapten basket dari SMA kencana. Uh.. Bikin hati eneng Deg-degan " Tawa temannya dengan girang.
" Tapi tetap aja sang kapten kita gak bakalan kalah dari siapapun, dia kan yang paling ganteng " Bela temannya yang lain.
Tak lama kemudian, siswa yang mereka maksud itu datang dan menghampiri mereka, hanya untuk sekedar berkenalan. Namun siapa sangka, siswi yang sedang berkerumun itu malah berteriak histeris karena anak cowok itu tersenyum sambil mengedipkan matanya sebelah dengan manja.
Tak jauh dari lapangan, Adri dan teman-temannya melihat kondisi dan juga keadaan disana. Adri yang tak sengaja melihat orang yang ia kenal sedang melakukan aksi genit dengan teman dari sekolahnya itu.
" Kenapa Dri..? " Tanya Sigit dengan penasaran.
" Tuh abang loe lagi tebar pesona tuh Git " Kata Adri menunjuk dengan dagu kearah seseorang yang ia maksud.
Sontak mereka pun mengikuti petunjuk Adri dan melihat orang yang Adri maksud. Seketika, mereka langsung menepuk jidatnya masing-masing setelah melihat apa yang dilakukan oleh orang tersebut.
" Ganteng dikit aja udah sok pamer, gimana kalo wajahnya mirip kegantengan nabi Yusup. Kayaknya, cewek di muka bumi bakal habis di embat sama tu anak " Kata Alif dengan ekspresi tak percaya.
" Gue kira dia anak kalem, kok jadi kaya gini ya. Gak sesuai dengan ekspektasinya " Ucap Doni.
" Gak papa, punya kelebihan dikit tuh emang wajib di tonjolkan. Ya kan " Kata Garda dengan bangga. Lalu ia menyirlsir rambutnya sama jari tangannya dengan gaya super cool,( bagi dia sendiri ).
" Ck, gantengan juga yang disana. Dibanding sama dia atau pun kalian " Kata Adri sambil menatap seseorang yang tak asing lagi baginya.
Tak lama kemudian Adri pergi menuju keluar sekolah untuk nongkrong di warung bi Sumi, ia sangat malas mendengar teriakan anak cewek yang menjerit-jerit karena melihat para anak cowok yang main basket. Lagian ia juga tidak tertarik jika disana tidak ada masalah dan hanya sibuk menonton permainan basket itu.
Sementara, keempat temannya sedang kebingungan dengan apa yang Adri maksud. Karena dalam penglihatan mereka, disana banyak anak cowok yang sedang bersiap untuk mengikuti pertandingan dan juga menontonnya. Disana ada Samudra dkk, lalu ada anak SMA Bakti, lalu anak SMA Kencana dan juga Galih dan Leksana yang sedang bersama dengan pacarnya.
Namun Alif dan Doni langsung paham dengan apa yang Adri maksud, lalu mereka bergegas pergi untuk mengikuti Adri nongkrong di warung bi Sumi. Sedangkan Sigit dan Garda masih dalam mode kebingungan, namun mereka tetap pergi dan mengikuti Adri untuk keluar dari sana.
Sesampai di warung bi Sumi, keempat anak cowok itu langsung duduk di meja dan memesan bakso spesial seperti biasa yang mereka pesan. Sedangkan Adri masih setia dengan makanan gorengan nya dengan dicampur saus yang dituang dari botolnya langsung.
" Loh, kenapa malah pada nongkrong disini. Bukannya sekolah sedang ngadain turnamen antar sekolah ya " Tanya bi Sumi.
" Males bi, gak seru " Jawab Adri santai.
" Iya bi, cuman nonton orang lari sambil loncat terus pada rebutin bola. Kan gak seru " Kata Alif sambil memakan gorengan di hadapannya.
Bakso yang mereka pesan pun sudah jadi dan langsung di hidangkan. Melihat hal itu, Adri juga sangat tergoda dan langsung memesan dua mangkok bakso seperti biasanya ia pesan.