BAD???

BAD???
Akhirnya terbongkar..



" Apakah kalian melakukan hal yang sama, seperti seorang pengecut. Menjebak diriku dan mengeroyok ku dengan pasukan culun kalian ini " Sapa Adri dengan tatapan dingin dan datarnya.


Sementara kedua pemuda yang ada dihadapannya hanya mampu meronta dan menggelengkan kepalanya, mencoba memberitahu Adri tentang bahaya yang sedang mengincarnya.


" Kenapa, bukankah kau ingin menyelamatkan mereka Adri. Ah sorry maksud gue ADRIANI ALESKEY BHAGAWANTA, pewaris dari pengusaha terkaya seasia Bahkan RAJA Dunia bisnis dan juga anak dari keluarga yang menghilang dari publik. Bukan kan begitu Adri " Ucap seorang pemuda yang tak lain adalah Saputra. " Kenapa? Kau terkejut aku mengetahui identitas loe itu. Aku sangat berteri makasih kepada nyonya Mahardika dan juga pembantu yang loe suruh jadi Mami loe itu, berkat mereka aku mengetahui tentang identitas asli loe itu. Bukankah ini semakin menarik, hahahaha.... " Saputra tertawa begitu keras karena senang dengan pencapaian rencana nya itu.


Flashback...


" Nyonya apakah yang barusan telpon itu tuan besar Aleskey? "Tanya Suni dengan wajah cemasnya.


" Kau benar Suni, barusan tuan Aleskey menelpon ku dan menanyakan kabar Adri. Sepertinya mulai sekarang aku harus merahasiakan tentang kedua orang tua nya dari Adri " Jawab Nia dengan wajah lesu dan sedih.


" Apa yang sudah terjadi dengan tuan dan nyonya Bhagawanta, apa mereka Baik-baik saja. Lalu apa yang harus dirahasiakan dari Nona Adri, bukankah lebih baik dia mengetahuinya " Tanya Suni dengan cemas, kini dirinya sudah melupakan kekesalan terhadap Adri dan berubah menjadi rasa khawatir tentang keadaan Nona muda nya.


" Aku mendapat kabar jika Katrina sama Bima akan menetap di Eropa dan tidak akan kembali lagi ke Indonesia, mereka Benar-benar tak memperdulikan lagi tentang keadaan anaknya. Dan satu hal lagi, beritahu mbak Nita jika tuan Aleksey akan datang kesini untuk bertemu dengan cucu kesayangannya, kemungkinan ia akan tinggal agak lama di sini. Jadi kalian persiapkan lah penyambutannya, dan jangan sampai semua hal yang aku ceritakan terdengar oleh Adri. " Ucap Nia dengan wajah serius.


" Baiklah nyonya, nanti sepulang dari sini, aku akan memberitahukan semuanya pada kepala pelayan " Ucap Suni.


Brughh... Suara benda jatuh tak jauh dari tempat Nia dan Suni berada, mereka sontak kaget dan segera menghampiri asal suara tersebut. Mereka mencari dan melihat kesegala penjuru, namun mereka tak kunjung menemukan apapun. Hingga suara pengumuman memberitahukan jika rapatnya akan di mulai.


Sedangkan tepat di depan lorong sepi tempat Nia dan Suni berada tadi, disana ada seorang siswa tengah bersembunyi dengan wajah syok nya. Ia baru saja mendengar percakapan antara Nia dan juga Suni barusan. Beruntungnya dia segera bersembunyi setelah tak sengaja terpeleset dan jatuh.


" Jadi selama ini sosok Adri itu ternyata anak seorang milyarder. Dia anak dari keluarga Bhagawanta dan Aleskey, lalu kenapa selama ini dia menyembunyikan hal sebesar ini kepada publik. Dan dengan bodohnya malah menyamar menjadi orang miskin dan dihina semua orang. Apa yang sebenarnya ia inginkan?? " Ucap siswa tersebut sambil mengamati sekitaran tempat ia bersembunyi.


( kalian bisa baca ulang di chapter 43 " Rasa Khawatir " ).


Siswa yang tadi itu tak lain adalah Saputra, kebetulan waktu itu ia sedang melewati koridor itu karena habis ngasih kabar kepada sang seseorng yang ia kenal. Namun betapa terkejutnys saat mendengar percakapan antara nia dan juga Nina tentang orang yang selama ini ia cari tahu tentang identitasnya, dan dewi keberuntungan sedang berpihak padanya hingga dirinya bisa mengetahui hal penting seperti itu.


Namun saat hendak pergi dari sana, Saputra malah terpleset dan membuatnya jatuh. Ia kemudian bergegas bersembunyi di balik pohon agar Nia dan Suni tidak menemukan dirinya.


Back again...


" Jadi gimana, bagaimana dengan ceritaku barusan. Bukankah aku sangat hebat " Ucap saputra dengan begitu bangga nya.


" Lalu apa yang harus aku lakukan hah... " Tanya balik Adri dengan wajah datar dan suara yang terkesan terdengar malas.


" Aku tau kau sangat cerdas dan kau pasti sudah merencanakan sesuatu bukan, aku tahu kau pasti sudah mengetahui rencana kami ini bukan kah begitu Adri " Kata pemuda yang tak lain adalah Roky.


" Aku memang sudah tau, aku tahu kalau kau adalah Saputra Handika dan kau Roky Handika, kalian adalah anak dari tuan Handika dan juga adik serta kakak dari Aldi Handika. Bukankah begitu " Ucap Adri santai. " Oh satu lagi gue hampir lupa, si Rossa amelia saputra itu adalah kekasih, maksud gue ****** loe kan Roky. Dan untuk gadis sok imut dan lugu bernama Devi Anatasya bukankah dia kekasih loe Saputra " Ucap Adri sambil menampilkan smirks yang menakutkan.


" Gue ingin balas dendam atas kekalahan tanding kemaren dan untuk membalaskan dendam adik sepupu gue " Kata Niken dengan percaya diri. Sedangkan Adri hanya menatap dan tersenyum tipis di balik wajah dinginnya itu.


" Ternyata loe sudah begitu hapal dengan kami, kau benar Rosa adalah kekasih ku. Dan aku sendiri yang menyuruh nya untuk mendekati Garda dan memerasnya, dan juga membuat ia membenci loe. Dan dengan bodohnya anak itu, dia mengikuti apa saja yang dikatakan oleh Rosa, lucu bukan " Ucap Roky sambil tertawa penuh kemenangan.


" Kau salah mengenai ku Adri, aku sangat mencintai mu bahkan aku sudah menyukai mu saat dulu kau menolongku dari anak ini. Aku gak suka melihat kau dekat dengan yang lainnya, dan aku akan menghancurkan siapa saja yang sudah mencoba merebut mu dari ku " Kata Saputra dengan wajah kecewa.


" Kau tahu, Devi hanya lah alat untuk merebut Galuh dan mencoba menjauhkannya dari mu. Dan rencana ku itu ternyata berhasil dan berjalan mulus, tapi setelah Galuh berhasil di singkirkan. Dia datang dan terus saja mencoba mendekatimu, walau diriku sudah menyebar gosip buruk tentang loe, dia tetap akan kembali mengejar loe walau dia sempat berhenti dan menghujat loe " Kata Saputra sambil berjalan mendekati Adri.


" Apa elo masih ingat saat dulu loe nyelamatin gue dari si Samudra dan temannya itu, aku sudah menyukai mu sejak saat itu dan terus mencari tahu tentang mu. Bahkan aku berusaha mencari identitas loe dan selalu gagal karena sistem untuk melacaknya seperti terkena virus dan selalu berakhir gagal " cerita Saputra dengan kecewa.


Flashback...


" Wah gantungan kunci punya loe masuk got Za, mana itu pemberian gebetan baru loe " Tawa Tirta dengan keras, mengejek Reza yang menatap malang benda kesayangannya itu.


" Ini semua salah loe Dra, loe yang udah mainin gantungan kunci milik gue sampe jatuh ke sana " Kata Reza dengan emosi.


" Santai bro, gak usah emosi lagian gue gak sengaja kelepasan pas mau ngelempar kearah si Wirya " Kata Samudra sambil ketawa.


" Pokok nya loe harus ngambil barang itu dan cuci hingga bersih " Kata Reza kepada temannya.


Kebetulan Saputra ( versi culun X cupu ) lewat di hadapan mereka, Samudra lantas menarik kerah bagian belakang baju Saputra hingga sang empunya menggaduh kesakitan akibat kerah bagian depan mencekik lehernya. Sementara Samudra dan ketiga temannya hanya ketawa puas melihat aksi mereka itu dan berhasil menakuti Saputra yang notabenya anak baru.


" Ampun Kak, aku gak buat salah jangan sakiti aku. Aku mohon " Ucap Saputra dengan raut wajah ketakutan, terlihat dari wajah yang sudah pias dan juga tubuh yang gemetaran.


" Loe emang gak buat salah, tapi karena loe barusan lewat di dekat kita, itu adalah sebuah kesalahan besar " Kata Samudra sambil tertawa puas.


" Maaf kak, maafin saya " Ucap Saputra merengek dan hampir nangis.


" Cih, dasar anak cengeng baru di gertak sedikit saja udah nangis " Ledek Wirya sama Saputra.


" Sekarang loe ambil barang itu dan loe cuci hingga bersih dan harum, jangan mencoba buat kabur atau kau akan menerima akibatnya " Ancam Samudra sama Saputra.


_________________________________________________


Bakalan banyak adegan flashback nih, soalnya inti masalahnya ada di masa lampau..


semangat buat kalian semua, dan dukung terus ya cerita ini πŸ˜˜πŸ‘‹πŸ‘‹