BAD???

BAD???
Gagal Romantis



Saat Samudra tengah menggendong adri, ia sesekali melihat wajah Adri yang sedang tak sadarkan diri itu. Ia merasa jantung nya berdetak sangat kencang dan cepat saat melihat kedua pipi yang memerah akibat kepanasan, ditambah lagi bibir tipisnya yang berwarna pink terkesan begitu sexy.


" Ternyata cewek ini sangat cantik saat melihat nya dari jarak yang dekat, bahkan jantung ku pun sudah berdetak tak karuan karena nya. Dan lihat lah bibir tipis berwarna pink alami ini, begitu menggairahkan untuk ku gigit. Hey Samudra sadarlah, apa yang kau pikirkan barusan " Batin Samudra. Ia merasa jika hati dan pikirannya tengah berperang saat ini.


Di sepanjang jalan yang Samudra lewati, ia selalu tersenyum dan sesekali menatap wajah polos milik Adri. Namun tak jauh dari tempat Samudra lewat, ada seorang siswi yang nampak sangat kesal dan marah saat ia melihat Samudra menggendong seorang wanita.


Bahkan dirinya sangat mengenal Samudra, ia akan bersikap acuh kepada siapapun kecuali ketiga temannya. Dirinya sangat jarang melihat Samudra tersenyum kepada seorang wanita, namun melihat kejadian yang telah lewat di depan mata kepalanya sendiri. Ia merasa sangat benci terhadap wanita yang ada di pangkuan Samudra, bahkan dirinya telah membuat Samudra tersenyum manis kepadanya. kemudian ia segera pergi dari sana dengan perasaan yang sudah di penuhi amarah.


Kini Samudra telah sampai di ruang UKS, ia dengan sangat Hati-hati segera membaringkan tubuh Adri di atas brangkar yang ada di dalam ruang UKS tersebut. Ketiga teman Samudra juga sudah sampai dan melihat kondisi Adri yang tergeletak tak sadarkan diri di atas brangkar.


" Heh Za loe harus jelasin ke gue, gimana ni anak bisa sampe gak sadar kayak gini " gertak Samudra saat melihat Reza dan kedua temannya sudah masuk kedalam ruangan tersebut.


" Maafin gue Dra, gue ngaku salah karena udah berlebihan ngasih hukuman sama ni bocah. Gue kira dia bakal kuat ngelilingin lapangan 50 puteran, secara kemaren dia naek dan loncat dari atas tembok pembatas sekolah yang cukup tinggi" jawab Reza dengan suara pelan, namun masih bisa di dengar oleh ketiga sahabatnya tersebut.


" Apa loe bilang, 50 puteran. Lu kira dia Usain Bolt apa, lu aja yang yang selalu juara lari cuman bisa 20 puteran aja. Gimana dengan nih bocah, wah lu gak bener Za " Samudra sangat terkejut dan merasa kesal juga marah disaat yang bersamaan. Ia tidak menyangka jika kawannya tersebut bisa se gila itu ngasih hukuman pada Adri.


" Ya gue minta maaf Dra, gue Bener-benar ngaku salah dan menyesal karena ulah ku tadi " Reza nampak begitu bersalah dengan para sahabat dan terlebih pada Adri yang telah ia hukum.


" Ya udah kalian pergi aja kesana, biar gue yang jaga dia disini. Lagian di Aula pasti udah heboh gara-gara kita tinggalin mereka tanpa memberikan arahan pada pembimbing yang lain. Jadi kalian yang harus jelasin kepanikan yang tadi " jelas Samudra kepada ketiga sahabatnya.


Reza, Tirta dan Wirya. Mereka segera pamit untuk kembali ke Aula tempat dilangsungkannya mos. Disana pasti sudah sangat heboh dengan kejadian yang terjadi barusan.


Sepeninggal ketiga temannya, Samudra kini telah mengambil minyak angin dari kotak P3K yang ada disana. Ia kemudian mengoleskan di bawah hidung dan kedua sisi dahi nya Adri. Samudra terus memperhatikan wajah Adri yang begitu cantik dan polos saat ia tertidur. Bahkan dalam hatinya Samudra, kini sudah tercetak wajah cantik kan imut milik Adri.


Samudra sudah jatuh cinta kepada Adri saat pandangan pertama kalinya. Bahkan kini wajah Samudra hampir mendekati wajah Adri, ia sudah sangat tergoda dengan bibir sexy berwarna pink milik Adri.


" Khem, Maaf kak. Kepala sekolah ingin bertemu dan berbicara sama kak Samudra. kalo begitu saya pamit dulu, maaf sudah mengganggu waktu kak Samudra " Seorang siswa berdehem saat ia melihat Wajah Samudra yang yaris sekali menempel di wajah nya Adri. Setelah menyampaikan pesan dari Pak Kepala Sekolah, ia langsung pamit dan tak lupa meminta maaf karena sudah mengganggu Samudra.


" So.. sorry, baiklah nanti, em maksudku sekarang aku akan menemui Pak Kepala Sekolah. Terimakasih karena sudah memberi tahu ku " Samudra sangat gugup saat ada orang lain yang menghentikan aksinya dan juga mengagalkan momen romantisnya.


" Sial, padahal kan tinggal sedikit lagi gue bisa rasain itu bibir peach. Akh membayangkan nya saja sudah terasa sangat manis " batin Samudra menggerutu pada dirinya sendiri.


Setelah kepergian Samudra, yang harus menemui Kepsek di ruangan nya. Kini Adri sudah sadar, karena ia merasa terganggu dengan aroma minyak angin di pangkal hidungnya. Ia juga meraba-raba tempat ia berbaring dan ia langsung mendudukan badanya.


" Loh kok gue ada disini sih, perasaan tadi gue tiduran di bawah pohon deh. Dan apalagi ini, udah bau panas lagi " Adri merasa terkejut saat ia membuka matanya dan melihat ruangan UKS. Ia bahkan mengusap-usap pangkal hidungnya karena masih terasa panas.


" Tunggu dulu, bukannya gue tadi tiduran di atas rumput yang empuk ya, kenapa jadi pindah ke UKS. Apa jangan-jangan hantu penunggu pohon itu gak suka pas gue tiduran disana, jadi mereka gendong gue sampe ke sini " Adri bergumam dan terus bertanya-tanya tentang perpindahan dirinya.


Flashback


Adri sudah merasa sangat kelelahan dan juga sangat mengantuk, ia pun langsung menjatuhkan badannya diatas rumput di bawah pohon rindang yang ada di pinggir lapangan.


Tanpa sengaja, ada seorang siswi yang melihat Adri jatuh. Karena ia terkejut dan panik, ia langsung pergi dari sana tanpa melihat kondisi Adri dan langsung melaporkan hal tersebut pada ketua OSIS.


Sementara di tempat Adri, ia kini tengah asik mengepak-ngepakan kedua tangannya diatas rumput, seakan-akan dirinya sedang bermain salju.


" Angin sepoi-sepoi, terus pohonnya juga sangat rindang bikin hati sama pikiran adem aja " gumam Adri.


" Akh kenapa tempat ini sangat nyaman sekali, bahkan springbad yang ada di rumah sama mansion ku aja kalah lembut di bandingkan disini. Apa aku ganti aja ya springbad nya dengan rumput ini " Adri terus saja meracau karena ia sudah merasakan kantuk yang sangat berat dan juga kelelahan akibat berlari 50 putaran.


Tak menunggu waktu lama, Adri sudah terlelap di bawah pohon rindang tersebut. Ia bahkan tak menghiraukan dengan suara bising kendaraan yang berlalu lalang di jalan raya. Kini Adri sedang sibuk dengan dunia mimpinya.


Hingga kedatangan reza yang sangat panik setelah mendengar ada siswi pingsan di pinggir lapang.


**Back Again


_________________________________________________


jangan lupa ya like dan komentar.


See you next episode😘**