
Radit yang merasa heran dengan sikap Adri, ia juga sangat khawatir dengan raut wajah gelisah nya. Radit segera mengambil ponsel yang tak sengaja Adri tinggal di sofa, ia melihat isi pesan WA nya dan seketika terkejut.
" p
p
p
p
Dek, lo lagi ngapain, kalo loe gak sibuk bisa
enggak loe dateng ke RS loe. Keadaannya
semakin drop, dia tadi sempet sadar dan
nanyain loe dek " ( Tessa)
"oke gue kesana sekarang " ( Adri ).
Radit kebingungan saat melihat ponsel tersebut, terlebih isi pesan nya tentang orang yang sedang kritis.
" Siapa mereka, apa hubungannya dengan Adri. Dan siapa yang sedang sakit, bukannya seluruh keluarga Adri ada di luar Negeri, dan di pesan ini jelas nama Rumah Sakit di sini " Cuman Radit, ia merasa heran serta penasaran.
Radit pun segera berlari kerah tangga dan menaikinya, lalu ia mengetuk pintu kamar Adri dan menunggu nya. Setelah mendengar suara Adri yang mengizinkan nya masuk, ia langsung membuka pintu kamar dan berjalan memasukinya.
Pertama kalinya ia melihat kamar yang sangat menawan, dengan aksen warna abu dan hitam di sekeliling ruangan tersebut. Cahaya lampu yang temaram juga memperlihatkan gaya kamar anak cowok, Atau ini lebih kearah metal. Dengan beberapa bingkai poto dan poster milik Adri dan juga artis Hollywood.
" Loe mau kemana dek, gue ikut ya. Lagian gue gak ada temen disini kalo loe pergi, sekalian Jilong-jilong malam " ucap Radit saat melihat Adri sudah berganti pakaian.
Adri pun hanya pasrah, dan membenarkan ucapan Radit. Karena Radit pasti merasa kesepian dan juga bosan jika ditinggal sendiri, Adri pun mengiyakan dan akan mengajak pergi Adit. Setelah itu Adri segera kembali ke walk in closet untuk mengambil sweater untuk dirinya dan juga Radit.
" Nih loe pake ini dulu, biar loe gak kedinginan nanti. Lagian gue gak mau loe sakit dan tinggal disini terlalu lama " ucap Adri sambil memberikan sweater abu yang lumayan besar kepada Radit.
" Ck.. gue kira karena loe perhatian sama babang tampan ini, ternyata biar gue cepet pergi dari sini " jawab Radit dengan kesal.
" Ya udah loe gak usah ikut aja lah, lagian buat apa loe ngikut gue. Yang ada entar loe malah sakit Gara-gara keluar malam, loe diam aja di rumah. Kalo ada yang ingin di beli tinggal sebut aja entar gue beliin sekalian " jawab Adri dengan nada kesal.
Radit pun segera menolak nya dan tetap ingin mengikuti Adri untuk pergi keluar, tanpa memperhatikan penampilan Radit, Adri segera mengajak nya keluar kamarnya dan bergegas turun.
" Wih keren banget mobil loe dek, lain kali gue pinjem ya mobil loe. Lumayan kan buat pamer sama Anak-anak di sekolah gue " Radit sangat terpesona melihat mobil yang di pakai Adri. Ia pun segera membuka pintu mobilnya dan duduk di samping adri.
" Licin bener tuh mulut, perasaan di dapur gue gak nyediain oli " ucap Adri sedikit menyinggung perkataan Radit.
" Hehehe.. sorry gue cuman bercanda kok, lagian Mami gue gak pernah beliin gue mobil kayak gini, Paling juga dia beliin gue mobil Honda Jazz kalo enggak motor sport " eluh Radit pada Adri.
Adri pun hanya mendengarkan keluhan Radit dan segera menginjak pedal gasnya. Jangan lupa di sepanjang jalan Radit bercerita mengenai keluarganya, ia menyebutkan jika keluarganya sibuk berbisnis. Adri pun hanya acuh dengan apa yang di bicarakan Radit, namun sesekali ia juga menyahuti nya walau ia sudah sangat bosan.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, mobil Adri sudah sampai di depan Rumah Sakit milik keluarga Adri. Kemudian ia memarkirkan di parkiran khusus untuk para karyawan atau staff yang kerja disana.
Adri dan Radit segera keluar dari dala mobil nya, mereka berdua berjalan memasuki RS tersebut. Tak lupa Adri menanyakan letak ruangan kepada Resepsionis, setelah menemukannya Adri segera berjalan menuju kesana.
Tak lama kemudian Adri sudah sampai tepat di ruangan yang di sebutkan oleh Resepsionis tadi, ia juga langsung menghampiri orang yang mengirimkan pesan padanya.
" Hai bang, gimana keadaan nya sekarang. Apa sudah stabil, gimana dengan kedua orang tuanya. Sorry ya gue baru dateng jenguk, kalo aja gue gak lagi MOS, mungkin gue juga bisa jaga dia disini " ucap Adri pada Tessa, ia langsung memeluk nya.
" Siapa sebenarnya orang yang sedang di rawat disini, lalu apa hubungan Adri dengan orang tersebut. Hingga ia bicara mau menjaganya segala, apa jangan-jangan pacarnya Adri ya " gumam Radit dalam hatinya.
" Tak apa dek kita juga ngerti kok, lagian kita juga harus kuliah kalo pagi. Lagian ibunya juga ada disini jagain dia, oh ya, dia siapa?. Tumben banget loe bawa jalan bareng sama cowok, apa Jangan-jangan dia pacar loe ya " Tessa menatap kearah Radit dengan tatapan seperti mengintimidasi.
" Bukan, dia cuman orang yang gue selamatin dari keroyokan para cecunguks. Kalo aja dia gak Teler di jalan, mana mau gue bawa sama ngerawat nih orang " ucap Adri dengan santai.
Ia bahkan tidak melihat wajah masam sari Radit yang tidak menyukai perkataan Adri, tapi mau bagaimana lagi, dia juga harus berterima kasih kepada Adri karena sudah mau menolong bahkan rela merawat dirinya dirumah.
" Sikap loe memang gak pernah berubah yak dek, loe masih suka nolongin orang. Gue jadi inget Masa-masa pas kita kenal dulu, gue bahkan gak akan pernah menyesal bisa di tahan di penjara bareng loe. Andai saja gue bisa ngelakuin hal yang sama lagi, gue mau banget bernostalgia lagi dengan Pak amir " Tessa tertawa mengingatkan kejadian dirinya dan Adri saat awal bertemu dulu.
Mendengar ucapan Tessa, Adri hanya diam acuh dan tidak memperdulikan tentang omongannya. Namun dalam hatinya, ia merasa sangat senang jika abangnya tersebut masih mengingat kejadian dulu.
" Kenalin gue Abang nya adri, panggil aja gue Tessa. Oh ya jangan diambil hati ya jika adek gue marah atau tiba-tiba bersikap dingin dan cuek. Dia memang seperti itu orang nya, tapi dia orang yang baik kok, malahan dia itu sangat hangat dan humbel bahkan dia sering bertingkah absurd " ucap Tessa sambil melirik Adri dan menawainya.
Adri hanya diam dan tak berkomentar dengan apa yang dikatakan oleh Tessa.
" Iya bang tak apa, salam kenal juga. Nama gue Radit, abang panggil aja gue Adit " Radit menjabat tangan Tessa sebagai salam perkenalan mereka.
_________________________________________________
See next chapter😘👋