
Adri melihat semua temannya tengah berkumpul dan bercerita dengan penuh canda dan tawa. Karena waktu sudah lumayan larut, Adri mempersilahkan mereka untuk memulai acara BBQ nya. Mereka membawa separuh minuman beralkohol dan soda ke halaman belakang, begitupun dengan bahan makanan nya dan juga cemilan.
Mereka begitu sibuk dan antusias dengan acara yang di gelar Adri, bahkan Sigit dan Garda sudah mulai terbiasa dan ikut bergabung serta berbaur dengan mereka. Adri juga memperingatkan kepada semua temannya untuk tidak memberikan banyak minuman beralkohol pada Garda dan juga Sigit. Beberapa teman Adri ada yang sedang bermain gitar sambil bernyanyi bersama, ada yang sibuk berpacaran dan berduaan dengan pasangan romantisnya, sebagian ada yang duduk santai di gazebo dan juga ayunan sambil memakan cemilan dan minuman beralkohol. Adri juga membiarkan bebas apa yang mereka lakukan, asal jangan sampai membuatk kacau dan merusak barang yang ada disana.
Sementara yang punya rumah masih asik duduk di ruang tengah sambil menonton film action, Adri terlihat sedang menikmati cemilan dan minuman soda nya. Adri juga terlihat menikmati keramaian yang terjadi di rumahnya, ia sedari tadi menyandarkan tubuhnya di dada Max. Ia juga sangat senang karena Adri bersikap manja padanya, Max mengelus dan memainkan rambut Adri. Sesekali Max meminum minuman alkohol dan melahap cemilan yang Adri kasih padanya.
Adri melihat suasana nampak sangat ramai, bahkan mereka tengah sibuk dengan apa yang mereka lakukan. Adri segera mengambil ponselnya dan mengetik sebuah pesan lalu ia kirimkan kepada beberapa temannya. Max yang melihat itu sedikit heran dengan apa yang Adri lakukan barusan.
" Loe mau ngapain dek, kenapa gak suruh mereka langsung nemuin loe aja. Lagian yang lain juga sibuk sama urusan mereka Masing-masing " Kata Max sambil meminum minumannya kembali.
" Gue gak mau ada orang lain yang dengar pembicaraan kita, termasuk Garda " Kata Adri pelan.
" Baiklah, aku mengerti sekarang. Jadi dimana kita akan berbicara, di ruangan bawah kayak nya gak mungkin. Soalnya disini kita gak bakal pokus sama suara berisik mereka " Kata Max.
" Kita bicara di ruangan gue aja bang, disana tempatnya kedap suara kok. Lagian gak bakal ada yang berani buat naik ke lantai atas juga " Kata Adri.
Adri segera bangun dan di ikuti Max yang bangkit dan mengikuti kemana Adri pergi, setelah menaiki tangga dan hampir sampai di ruangan private nya. Adri mengeluarkan kunci nya dari dalam saku, dan langsung membuka pintu tersebut.
" Pantas saja ruangan ini gak bisa di buka, kuncinya sama kamu toh dek " Kata Max sambil menatap heran Adri.
" Emang abang mau ngapain masuk kesini " Tanya Adri penasaran.
" Gak cuman abang penasaran aja, soalnya abang belum pernah masuk keruangan ini " Kata Max sembari mengelus kepala Adri.
Adri diam dan tak meneruskan percakapannya, ia kemudian membuka pintu dan masuk kedalam ruangan gelap tersebut. Max juga mengikuti Adri masuk kedalam ruangan gelap tersebut, ia merasa aneh dengan Adri karena tidak menyalakan saklar lampu terlebih dahulu.
" Dek, kenapa gak dinyalain saklar lampunya, entar kaki gue kesandung gimana " Kata Max sambil berjalan di depan Adri.
" Lagian yang kesandung kan kaki elo bang, bukan kaki gue " Jawab Adri santai.
" Ck loe mah gak asik dek " Gerutu Max dengan kesal. " Eh disini ada sofa ya, emang tempat apaan sih ini dek. Jangan bilang ini tempat buat elo nyantet ya " Tuduh Max yang mendapat hadiah gerakan dari Adri.
" Gak usah ngelantur loe bang " Kesal Adri.
" Loe kasar banget sih dek sama abang sendiri, entar loe gak laku loh dan jadi Jones Gara-gara di tinggal si Jo " Kata Max.
" Loe duduk aja deh bang, gak usah banyak bacot " Kata Adri.
" Nah itu loe tau bang, makanya diam gak usah banyak bacot " Kata Adri sambil menahan ketawanya.
Max hanya menggerutu kesal karena Adri selalu saja menang dalam perdebatan. Tak lama kemudian pintu ruangan itu terbuka dan masuk lah Jess, Rido, Malik, Tessa dan Robi. Mereka juga nampak kesal karena ruangan tersebut gelap tanpa cahaya sedikitpun. Mereka lebih memilih berdiri dibanding terus melangkah dan malah menyenggol barang berharga di dalam ruangan tersebut. Tak lama kemudian ada Doni, Alif, Sigit dan disusul oleh Radit. Mereka secara bergantian masuk kedalam ruangan gelap itu, hal pertama yang mereka lakukan adalah menggerutu dan mengumpat kesal kepada Adri.
" *****.. Siapa sih yang udah injek kaki gue " Umpat Alif dengan kesal.
" Sorry gue gak lihat bro " Jawab Tessa sambil cengengesan.
" Dek, loe ngapain sih nyuruh kita masuk keruangan gelap kaya gini " Tanya malik pada Adri.
" Entah dek, loe gak takut apa kalo ada dedemit yang diam di samping elo " Kata Radit sedikit ketakutan.
Tanpa menjawab Adri langsung menekan tombol remot untuk menghidupkan semua lampu hias yang ada di dalam ruangan tersebut. Semua orang yang ada didalam terlihat kaget dan sontak menutup mata mereka karena sangat silau dengan cahaya yang tiba-tiba masuk kedalam retina mata mereka.
" Astaga...are you Krazy " Pekik Jess kaget.
" ***** Dri, gue gak nyangka loe punya tempat kaya ginian " Kata Radit dengan tatapan kagum.
" Jadi ini alasan loe mengunci rapat tempat ini dek " Kata Max sambil berdiri.
" Loe juga nyimpan kenangan sama Jo disini Dri " Kata Alif sambil berjalan kearah nakas tempat barang-barang dari Jo Adri sengaja Adri pajang, termasuk buket mawar hitam yang terakhir kali Jo kasih untuk nya.
" Hemm.. Dia selalu gue tempatin di tempat khusus seperti disini " Kata Adri sambil memegang dadanya.
" Kita akan selalu ada bersama elo Dri " Kata Doni lirih.
" Jadi apa yang mau loe bicarakan sama kita dek " Kata Malik mengalihkan pembicaraan yang membuat Adri sedih.
" Dek gue mau coba minuman itu, bolehkan. Setidaknya seumur hidup aku bisa merasakan minuman termahal di dunia itu " Kata Jess dengan tatapan kagum dan penuh harap.
Disana memang ada beberapa jenis minuman langka yang Adri dapatkan dari sang kakek yang di belinya di acara pelelangan di USA. Minuman itu diantaranya adalah : The Dalmore 62 (whiskey ) hanya diproduksi 12 botol aja, satu botolnya harganya setara dengan Rp 300 juta. Penfolds Ampoule ini dihargai 170.000 USD (Red Wine), Diva Vodka 1 juta USD (vodka), Legacy by Angostura US$25.000 (Rum) dan masih banyak jenis lainnya lagi. Semua itu adalah pemberian dari sang kakek yang begitu menyayanginya, dan tidak pernah menolak apapun permintaan dari nya.
_________________________________________________
Jangan lupa untuk meninggalkan jejak kalian...