BAD???

BAD???
Pengecut



Garda dan Radit langsung membantu Adri untuk bangun dan berusaha menahan emosi mereka. Namun tanpa disangka, Niken lebih cepat dari mereka dan sudah lebih dulu mencengkram kuat kerah baju adri dan mengangkat nya hingga wajah mereka bertemu. Terlihat wajah yang sudah di penuhi emosi dan kemarahan yang tak dapat di bendung lagi oleh Niken.


Sementara, teman Adri dan rekan Radit hendak melawan Niken dan membuat dia meminta maaf karena ulah nya itu. Namun Adri yang memang sudah menduga dari awal akan terjadi hal seperti itu, langsung menghentikan teman-temannya untuk tidak melawan balik Niken dengan memberikan kode dengan tangannya.


Adri tidak menyangka jika dugaan nya itu akan terjadi secepat ini, ia juga tidak menyangka jika Saputra begitu lancar menjalankan trik nya dengan menghasut Niken kali ini. Adri nampak tersenyum kecut dan seringaian penuh kebencian pun ia tunjukan.


" Maksud loe apa Ken, kenapa tiba-tiba loe nyerang si Adri " Tanya Radit dengan tenang dan berusaha menahan emosinya. Karena ia sangat ingat dengan perkataan Adri yang menyuruhnya untuk tidak berpihak padanya saat berkumpul di ruang pribadi saat pesta di rumah Adri.


" Ini bukan urusan loe, lagian cewek sialan ini sudah berani membuat adik sepupu gue sempat ngalamin kritis karena luka cedera di kepalanya " Ucap Niken dengan penuh emosi dan penekanan di setiap katanya.


" Jadi si Ruly itu adik sepupu loe " Kata Adri dengan sinis dan masih bersikap santai. Padahal dirinya dalam posisi yang sangat rentan dan bahaya. " Gue rasa cowok pengecut kaya dia emang pantas buat di perlakukan seperti itu. Lagian cowok yang suka menyerang di belakang itu tak lebih menjijikan dibanding mereka yang terlihat sangat cupu dan lemah " Kata Adri sambil menatap sinis dan memberikan seringaian puas pada Niken.


" Kau... " Teriak Niken dengan emosi yang semakin menggebu setelah mendengar ucapan Adri.


Bukh... Niken memberikan bogeman mentah di pipi kiri Adri, hingga Adri kembali jatuh tersungkur di hadapan teman-temannya. Adri terdengar mengerang menahan sakit dan ia menyeka sudut bibirnya yang sudah mengeluarkan darah. Di sekolah itu juga terlihat sangat sepi, karena semua murid, panitia dan guru sudah pulang.


Sedangkan rekan se-tim Niken terlihat diam dan tidak mengatakan apapun, padahal mereka sudah mewanti-wanti pada Niken untuk menunggu jawaban kebenaran dari adik sepupunya itu. Namun, karena Niken sudah termakan hasutan dan di penuhi rasa emosinya. Hingga membuat ia tuli dengan perkataan atau lebih tepatnya saran dari temannya itu.


" Loe harus membayar semua perlakuan serta rasa sakit yang udah loe berikan pada adik sepupu gue hingga terbaring di rumah sakit " Kata Niken dengan keras sambil menunjuk Adri. " Jangan salahkan gue, kalo sekolah kita kembali melakukan aksi tawuran setelah sekian lama damai. Karena gue bakal menuntut atas perlakuan dari salah satu murid sekolah ini dan itu tak lain adalah kau " Ucapnya dengan penuh amarah.


Setelah mengatakan itu, Niken langsung berbalik hendak pergi dari sana dan langsung pulang menuju ke rumahnya. Namun langkah nya terhenti tatkala mendengar tawa keras yang berasal dari Adri, ia semakin kesal karena Adri malah menertawakan perkataan ancaman nya barusan. Sedangkan teman Adri tidak ada yang berbicara lagi dan memilih bungkam serta berjaga jikalau ada hal yang tak diinginkan terjadi, hal itu juga mereka lakukan karena perintah dari Adri.


Adri kemudian bangkit berdiri dan mengabaikan semua rasa sakit yang di alami tubuhnya. Begitupun Niken yang terlihat tambah emosi pun berbalik dan menghadap Adri.


" Kenapa, masih kurang hah " Kata Adri dengan tawa penuh ejekan.


" Gue tunggu kedatangan kalian jika kalian berani sama gue " Ucap Adri dengan datar dan tajam.


Sedangkan rekan-rekanya si Radit nampak begitu geram dan kesal pada Radit, mereka ingin sekali bergerak dan membantu Adri. Namun Radit malah menghentikan niat mereka dan membiarkan Adri menerima bogeman mentah dari Niken. Namun setelah mendengar perkataan dari Niken yang mengancam akan melakukan penyerangan yang berpotensi menyebabkan sejarah besar tawuran seperti dulu akan terulang kembali.


Mereka tidak ingin membuat hancur persahabatan antar sekolah itu, walau mereka di cap anak berandalan dan suka berkelahi. Tapi mereka selalu menginginkan kedamaian untuk sekolah tercinta mereka. Tak lama kemudian mereka begitu terkejut melihat sikap santai serta melongok saat mendengar Adri malah tertawa meremehkan. Namun keterkejutan mereka semakin bertambah, tatkala penglihatan mereka di manjakan dengan sosok Adri yang terlihat begitu kuat. Setelah melihat hal itu, menambah rasa kagum serta rasa penasaran tingkat tinggi dengan sosok wanita yang tak lain adalah Adri sendiri.


Adri kemudian berjalan menghampiri Niken dan segera berjongkok tepat di hadapan wajah nya. Adri tampak menyeringai saat melihat sorot mata dari Niken yang di berikan kepadanya sangat di penuhi kebencian.


" Kenapa, apakan masih kurang? " Tanya Adri dengan santai.


Sedangkan Niken hanya terdiam membisu dan sesekali meringis kesakitan, namun dalam hatinya ia menggeram emosi, akibat pukulan Adri di wajah nya serta tendangan di bagian perut sampingnya. Karena sudah cukup bosan, Adri pun segera memberikan pesan peringatan kepada Niken dan akan segera pergi dari sana.


" Ingatlah untuk tidak bermain kasar dengan wanita, karena tidak semua wanita lemah dan mudah untuk di tindas " Kata Adri dengan penuh penekanan. " Dan satu lagi, jangan mudah terhasut dengan perkataan orang lain. Dan malah menyerang orang yang salah, loe sudah tau akibatnya kan " Kata Adri sambil menepuk pipi Niken seraya tersenyum puas. Ia kemudian bangkit dan berjalan untuk pergi meninggalkan lapangan itu.


" Sebaiknya loe tanya dulu kebenarannya langsung pada si Ruly, atau loe dengerin saran dari salah satu rekan se-tim loe itu. Dan untuk ancaman loe tadi, gue tunggu kedatangan kalian semua dengan senang hati, jika kalian masih sayang dengan nyawa kalian, maka urungkanlah khayalan ambisi konyol mu itu " Teriak Adri dengan keras sambil berjalan meninggalkan tempat itu dan tak lupa melambaikan tangannya.


Begitupun dengan teman Adri dan Radit serta rekannya yang hendak pergi mengikuti Adri untuk pulang. Mereka segera beranjak pergi meninggalkan Niken dan rekannya begitu saja.


Namun siapa sangka, karena perasaan kesal dan sudah di makan emosi, ia merasa jika perkataan Adri hanya mengoloknya dan menghina dirinya di hadapan rekan setimnya, lalu di hadapan teman Adri dan juga Anak dari SMA kencana. Niken kemudian bangkit dan berlari mengejar Adri, dan langsung akan menyerangnya dari belakang.


Adri yang sudah menduga akan ada serangan balik pun segera berbalik dan memberikan serangan terlebih dahulu sebelum orang lain menyerangnya. Ia mendaratkan dua bogeman di wajah Niken dan memberikan tendangan hingga Niken kembali jatuh tersungkur di lantai lapangan. Sedangkan Niken yang terkejut dan tidak menyangka jika dirinya malah mendapat serangan dadakan pun langsung jatuh tak sadarkan diri di lantai lapangan itu.


_________________________________________________


Jangan lupa untuk: VOTE, LIKE AND KOMENT...