BAD???

BAD???
kambing congek



Kini Adri tengah berada di rumahnya, suasana yang sepi dan lampu rumah yang belum di nyalakan. Bi Supiyem juga masih belum pulang kampung, karena Adri memang sengaja menyuruhnya untuk berlibur sekalian. Setelah masuk dan menyalakan lampu, Adri segera naik dan masuk kedalam kamarnya. Ia kemudian segera melepas seluruh pakaiannya dan berendam air hangat.


Setelah selesai, Adri kemudian memakai bathrobe dan berjalan ke walk in closet. Ia memakai pakaian dalam nya saja dan tetap menggunakan bathrobe tadi. Ia turun ke ruang tengah untuk pergi makan, ia tadi sempat membeli fried chicken dan minuman soda. Sesampai di bawah Adri menghidupkan PS 4 nya dan memainkan game kesukaannya sambil memakan makanannya.


Jam menunjukan pukul 2:30 pagi karena Adri merasa ngantuk ia menyudahi game nya dan tertidur disana, bahkan cup bekas makanan nya masih berada di samping tempat ia tertidur. Adri memang baru sampai dirumahnya jam 12 malam.


πŸƒβ˜€πŸƒβ˜€πŸƒβ˜€πŸƒβ˜€


Matahari mulai menampakan cahayanya, sedangkan Adri masih sibuk dengan mimpinya. Adri pun terbangun karena bel rumahnya berbunyi, ia tidak mencuci muka ataupun merapikan rambutnya. Ia masih merasa ngantuk dan tak memperdulikan lagi jam, Adri berjalan dengan sempoyongan dan mata yang masih merem.


" Akhh.. Siapa sih yang bertamu jam segini, ganggu orang lagi tidur aja " Gerutu Adri sambil menggaruk kepalanya.


Adri langsung saja membuka pintu tanpa melihat siapa yang datang, Adri menyangka jika yang datang adalah salah satu pelayan dari rumah utamanya. Namun ia sangat terkejut saat mendengar teriakan yang seakan menusuk telinganya. Adri langsung memekik kesakitan dan menutup telinganya. Ia pun membuka kedua matanya dan melihat orang yang datang dan berteriak kencang di hadapan Adri.


" Apa Mi, apa yang Mami lihat sampe teriak begitu, apa ada maling " Ucap lelaki parubaya, ia terlihat sangat terkejut mendengar teriakan sang istri.


" Eheh... Maafin Mami barusan refleks karena kaget lihat penampilan putri aku kaya setan " Wanita yang teriak barusan ketawa pelan saat melihat Adri yang masih merem dengan rambut yang Acak-acakan.


" Eh tante kok pagi pagi udah dateng kesini sih, Adri kan masih tidur " Jawab Adri dengan wajah datarnya.


" Kamu ini ya bandel, anak gadis tuh bangun pagi terus mandi biar seger. Lah ini jam setengah tujuh masih tidur " Wanita tersebut berkacak pinggang sambil menggelengkan kepalanya melihat Adri.


" Mami jangan gitu ih, mungkin nak Adri lagi sakit. Lagian Mami Pagi-pagi udah bikin heboh satu komplek, bikin malu aja deh " Ucap lelaki parubaya.


" Papi diam deh, jangan banyak komen. Ini urusan antar wanita, lelaki mah mana tau " Gerutu wanita tersebut.


" Ck selalu aja laki-laki yang disalahin " Kesal lelaki itu.


" Emang lelaki itu selalu salah, dan wanita yang harus selalu benar. Mengerti " Marah wanita itu.


" Gak nyadar apa kalo dia yang udah bikin keribuatan " Gumam lelaki parubaya itu.


" aku masih bisa denger papi " marah sang istri.


" ck kau ini sangat menyebalkan Mih "


Adri berdiri mematung mendengar pertengkaran antara sepasang parubaya di hadapannya, ia tidak habis fikir jika pagi hari yang cerah ini harus diawali dengan menjadi kambing congek. Adri hanya mampu meringis membayangkan jika wanita dihadapannya tinggal satu rumah dengannya.


" Khem.. Sebaiknya Om sama tante masuk dulu, gak enak sama tetangga di lihatin " Tegur Adri.


" Maafin Mami ya sayang, Mami udah ganggu kamu. Mami bawain sarapan buat kamu dan Mami lagi kangen banget sama kamu " Ucap wanita tersebut.


" Huh sungguh kenyataan yang sangat pahit, bahkan kedua orang tuaku saja tidak memperdulikan ku. Dan mereka yang notabenya orang asing dengan ikhlas datang menjenguk dan bilang merindukanku " Gumam Adri dengan sinis dalam hatinya. Adri terlihat melamun dan tidak mendengarkan perkataan dari sepasang parubaya di depannya.


" Akh.. Maafkan aku tante, ayok masuklah dulu. Adri juga harus mandi dulu, nanti takutnya Mami teriak ketakutan lagi kalo ngeliat Adri masih begini " Kata Adri sambil tersenyum kikuk.


" Hehehe maaf Mami sama papi ya sayang, kami gak bermaksud seperti itu. Tadi Mami terlalu kaget dan refleks berteriak, ayok biar Mami bantu menghidangkan makanan nya " Ucap wanita tersebut.


Adri kemudian mempersilahkan kedua pasangan parubaya tersebut untuk masuk, ia pun segera menutup kembali pintu dan menyusul masuk kedalam. Adri pun berpamitan untuk mandi terlebih dahulu, setelah itu ia baru akan sarapan dan berangkat sekolah.


Setelah kepergian Adri, lelaki parubaya yang bernama lengkap Muhammad Ali sanjaya tersebut duduk di depan sofa ruang tengah. Ia melihat stik PS tergeletak di bawah kakinya, begitupun dengan beberapa cup bekas makanan cepat saji yang masih tergeletak diatas meja depannya. Lelaki parubaya yang sering di panggil dengan sebutan Ali pun mengambil sampah tersebut dan membuangnya kedapur, setelah itu ia merapikan stik PS pada tempatnya.


Sedangkan sang istri nya sibuk berkutat di dapur untuk menghidangkan makanan yang ia bawa untuk sarapan Adri. Tak lama kemudian Adri turun dan langsung menghampiri meja makan, Adri langsung makan makanan yang dibawakan oleh nyonya sanjaya.


" Makanan nya sangat enak tante, Om sama tante kenapa gak ikut sarapan " Adri menatap kedua parubaya itu secara bergantian.


" Kita sudah sarapan sayang, dan kamu jangan terlalu sungkan seperti itu, panggil aku dengan sebutan Mami Tia. Dan dia panggil dengan sebutan Papa Ali, kamu sudah kita anggap seperti putri kita sendiri. Apalagi kami berhutang nyawa karena kamu sudah menolong Radit dari kejadian yang hampir merenggut nyawanya " Ucap wanita yang bernama Tia itu.


" Baiklah Mami, lalu apa kabar bang Encek saat ini " Tanya Adri sambil mengunyah makanan nya.


" Dia Baik-baik saja nak, dia itu benar-benar anak nakal. Dia tak pernah absen pulang tengah malam setiap harinya, dia juga tadi titip salam karena beberapa hari ini tak mengunjungi mu " Kata Ali.


" Maklum Pah anak cowok emang kaya gitu, Adri juga sama kok biasanya pulang larut malam. Habisnya suka lupa waktu kalo udah kumpul sama temen-temen " Ucap Adri berusaha membuat tenang dia parubaya di hadapannya itu.


" Kamu memang benar nak, Papi kamu aja yang terlalu berlebihan. Padahal kan dia juga pernah merasakan muda, masa ia gak tau arti kebebasan sih " Gerutu Tia pada suaminya.


" Bukan gitu mi, setiap orang tua menginginkan yang terbaik buat anak nya. Oh ya nak, apa kamu tidak punya pembantu di rumah ini. Biar papa cariin ya buat bantu kamu ngurus rumah ini " Ucap Ali sambil menatap adri.


Adri kemudian melirik kearah meja tempat ia menaruh sampah bekas makanannya, ia kemudian menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal dan tersenyum kecut kearah dua parubaya di hadapannya.


" Gak usah Pah, aku emang sengaja sedang meliburkan Bibi. Kasihan dia sudah hampir dua tahun tak pernah pulang kampung, jadi Adri memberikannya bonus buat liburan selama sebulan. Lagian Bibi juga ada kepentingan keluarga, jadi aku mengijinkannya. Maaf ya Adri sudah merepotkan kalian, Adri semalam ketiduran pas main game " Ucap Adri.


" Sudahlah tak apa nak, aku sangat senang melihat anak seperti dirimu. Aku sangat bangga walau pun aku bukan ayah kandungmu, tapi aku merasa bangga dengan sikap mu ini " Ali tersenyum kearah Adri.


" Ayok cepet habiskan makanan nya, kamu harus sekolah kan sayang " Ucap Tia sambil mengelus kepala Adri.


_________________________________________________


Jangan lupa tinggalin like vote dan komentarnya ya.😘


tunggu kelanjutannya kakπŸ‘πŸ˜„


see next chapter πŸ‘‹β˜Ί