
Adri sedang berjalan tepat di depan ketiga siswa yang tengah di hukum oleh Samudra. Ia memang sengaja melakukan hal tersebut, bahkan tak hanya lewat saja. Adri juga berjalan sambil meminum minuman yang ia ambil dari siswi yang lewat tadi.
" Sialan loe Dri, loe malah seenaknya jalan di depan kita sambil minum. loe gak liat kita lagi kepanasan huh " teriak Leksana
" Eh Buten, loe bantuin kita kek. Kita udah kepanasan dari tadi, loe bujuk deh calon suami loe yang kejam itu " ucap Garda.
" Dri loe denger gak sih, loe malah Enak-enakan minum di depan kita yang lagi kepanasan. Dasar teman laknat loe " cerca Galuh pada Adri. Sebenarnya ia sangat marah dan kesal saat Garda nyebut Samudra sebagai suami Adri, namun ia mencoba menyembunyikan perasaan nya dengan ikut mengumpat kearah Adri.
Adri yang sedari tadi mendengarkan rengekan dan juga cercaan mereka tersenyum puas. Ia kemudian melihat kearah mereka dan meneguk habis minuman botol tersebut, lalu ia mengusap leher nya dari bawah dagu hingga dadanya. Seperti memperagakan iklan minuman penyegar.
Ide jahil tersebut sangat ampuh, Adri bisa melihat wajah pasrah dari ketiga temannya tersebut. Sedangkan Galuh, Garda dan Leksana, mereka hanya mengegak ludah mereka secara kasar. Tatapan mereka bahkan seperti ingin menerkam Adri, namun hal tersebut tidak akan pernah terjadi. Karena Samudra dari tadi memperhatikan mereka. Bahkan Samudra sampai Geleng-geleng kepala karena tingkah jahil Adri, ia tak habis pikir jika Adri bisa se tega itu terhadap temannya sendiri.
" Rasain pembalasan gue, emang enak apa dihukum. Makanya kalo teman kesusahan itu bantuin, bukan malah di ledek " teriak Adri sambil membuang botol kemasan tersebut ke tong sampah. Adri tertawa puas melihat wajah yang sangat menderita dari ketiga temannya tersebut.
" Awas aja loe Dri, tunggu pembalasan kita entar " teriak Garda pada Adri.
Adri tidak mendengarkan teriakan Garda, dan ia lebih memilih untuk pergi dari sana dan ikut pelajaran pak Budi.
Bel istirahat pun sudah berbunyi, kini semua murid Berbondong-bondong keluar kelas dan pergi ke kantin. Namun ada juga yang izin buat ke luar sekolah karena ada kepentingan atau sekedar main ke warnet.
Begitu pun Adri yang sudah dari tadi ngoceh sambil makan bakso yang di pesan nya. Sigit pun heran dengan porsi makanan Adri, ia sangat heran jika Adri memiliki daya nafsu makan yang sangat besar. Namun tubuhnya yang tidak melar walau pun ia menghabiskan dua mangkok bakso dan gorengan dalam jumlah banyak.
" Bi baksonya semakin enak aja yak, bibi buat nya pake apa sih bisa seenak ini " tanya Adri sambil mengunyah bakso dan juga tahu isi.
" Buketu kalo mulut lagi penuh tuh jangan ngomong, entar hujan lokal jijik tau " Sigit berusaha menjauhi Adri dan menutup mangkuk baksonya karena sedari tadi ia mengoceh.
" Ya dari daging sapi atuh neng, terus dari daging apa lagi " Jawab bi sumi. Ia sangat senang karena setelah Adri sering nongkrong di sana, warung bi sumi jadi ramai sama murid yang sengaja untuk makan disana karena kantin penuh. Namun murid cowok yang lebih mendominasi warung bi sumi, kecuali Adri seorang yang berjenis kelamin betinanya.
" Oh kirain dari daging unta atau enggak daging dinosaurus, kan karena hewannya langka jadi baksonya juga enak " ucap Adri ngasal sambil ketawa.
" Eneng Ada-ada saja, lagian Bibi mana mampu beli daging hewan itu. Pasti harganya lebih mahal ketimbang daging sapi " jawab bi Sumi.
" Entah Buketu ini asal ngomong aja, lagian kalo bi sumi pake daging dinosaurus, yang ada harga baksonya bukan 10.000 melainkan 1 M buat semangkok " ucap Sigit dengan gaya sok benarnya.
Bi Sumi hanya menggelengkan kepalanya saat mendengar percakapan dua orang yang tak pernah absen dari warungnya. Adri kini tengah menikmati bakso ke dua nya, saat ia menyuapkan bakso kedalam mulutnya. Seketika ia kaget saat ada orang yang menepuk pundaknya hingga bakso yang sudah ada di dalam meloncat keluar dari dalam mulutnya. Sigit bahkan menatap jijik kearah Adri, dan semua orang yang ada disana ketawa akibat hal tersebut.
" Hahaha rasain loe, itu balasan loe karena udah bikin gue emosi tadi " Garda tertawa puas melihat wajah kesal Adri yang menatap kearahnya.
" Eh neng, gak boleh gitu itu gak baik tau anak cewek bawa ragunan pas lagi ngomong " bi Sumi menasehati Adri saat mendengar perkataan kasar Adri. Garda langsung ketawa keras saat mendengar ucapan bi Sumi.
Tanpa di sadari semua orang, Galuh langsung duduk di samping Adri dan ia menghadap kan badanya kearah Adri. ia langsung mengambil es teh dan mangkok bakso milik Adri dan langsung melahapnya.
" Hehehe maaf bi, Adri gak sengaja. Barusan keceplosan " Adri hanya cengengesan seperti orang gak bersalah.
" Alesan aja luh, biasanya juga tiap hari loe bawa binatang kalo loe ngomong " cerca Garda.
" Terserah loe deh " jawab Adri acuh.
Adri hendak melanjutkan makan baksonya, namun alangkah terkejutnya saat ia melihat mangkok bakso dan es tehnya sudah ngilang. Lalu ia menoleh kearah samping melihat Galuh yang tanpa dosa sedang melahap bakso dan gorengan miliknya.
" Loh kok bakso punya gue loe makan sih, es teh gue juga loe minum " Adri sangat kesal saat melihat es teh nya di minum Galuh.
" Hehehe habis gue laper " ucap Galuh sambil nyengir menampilkan deretan giginya, ia juga malah ngelanjutin makan bakso nya dan menghiraukan tatapan Adri.
" Sini in bakso punya gue, beli sendiri kenapa " ucap Adri sambil merebut mangkok bakso dan melanjutkan makannya.
Galuh hanya tersenyum dan meminum es teh nya, namun tak lama kemudian Adri merebut kembali dan meminumnya. Semua orang yang disana sontak kaget melihat Adri yang nampak acuh makan dan minum bekas Galuh.
" Eh Buten, loe kesambet apa sampe loe makan dan minum bekas Galuh. Loe gak jijik ya " tanya Garda dengan mimik wajah penasaran.
" Luh loe juga tumben mau makan makanan bekas orang, setau gue loe paling anti yang gituan " ucap Leksana tak kalah penasaran.
" Apa jangan jangan kalian ada hubungan... " ucapan Sigit terhenti saat ia menutup mulutnya dan membulatkan matanya kaget.
" Apa sih, lagian gue bukan tipe orang yang jijik an. Loe inget kan Cok dulu loe sering makan dan minum di wadah yang sama dengan gue, terus loe juga sering makan permen bekas gue jilat dan loe Baik-baik aja kan sampe sekarang " ucap Adri santai.
Sontak semua orang kaget, bahkan Galuh udah menatap Garda dengan tatapan tak suka. Dan Garda langsung menyesal karena sudah mengucapkan Kata-kata yang tadi. ia memang tak bisa menyangkal omongan Adri, karena kedekatan mereka itu sudah seperti sodara dan lebih tepatnya Garda takut pada Adri jadi ia terpaksa melakukan hal itu.
_________________________________________________
See next chapter😘