
Semua orang terdiam mendengarkan penjelasan dari Max, tak lama nada sambungan panggilan mereka terputus dan munculah gambar ponsel Adri dan satu vidio yang sempat Max tonton tadi di ponsel mereka masing-masing.
π§ π§ π§ π§ π§ π§
Di kediaman Haryanto, terlihat seorang pemuda yang sedang bergulung dengan selimut kini bergegas masuk kekamar mandi. Ia mencuci mukanya dan menganti pakaiannya dengan kaos oblong dan juga celana jeans lusuh yang bolong Kaya bekas di gigit anjing yang sempat ia beli bersama Adri ( πππ ). Setelah selesai dengan stelan yang ia kenakan, ia bergegas pergi keluar kamar dan menuruni tangga. Tanpa ia sadari gerak gerik nya itu diketahui oleh sang ibu yang habis dari dapur.
" Git, kamu mau kemana malam-malam gini. Lalu pakaian dari mana itu, sejak kapan kamu punya pakaian jelek kaya gitu " Kata sang ibu sambil memandang curiga anak nya.
" Ma, Mama punya pipa besi panjang gak. Boleh Igit pinjam dulu gak, soalnya teman Igit lagi minta tolong karena di kejar anjing " Kata Sigit berbohong.
" Bukannya di luar sedang hujan ya, ada sih di samping rumah dekat pos security. Kamu pinjam aja " Kata sang ibu tidak curiga.
" Good mah, kalo gitu aku ijin pergi dulu. Entar kalo gak pulang aku nginep di rumah temen ya Ma " Teriak Sigit dengan senang.
( Anak baik nih, calon pak presiden πππππ ).
π§ π§ π§ π§ π§ π§
Sementara Di kediaman Mahardika, Garda segera turun ke lantai bawah dengan rambut acak-acakan dan hanya mengenakan kolor di atas lutut serta hoodie yang sempat ia ambil di lemari. Ia kemudian menggunakan sepatu dan hendak pergi, Namun sang ayah sudah melihat tingkah aneh Garda pun menghalanginya dan bertanya kemana ia akan pergi.
" Mau kemana kamu Da, tumben malam gini kamu keluar " Tanya Edi.
" Mau kerumah si Adri pah, katanya dia demam " Jawab Garda asal.
" Loh kok gak di bawa kerumah sakit aja, biar Max yang rawat. Kalo gitu papa ikut sama kamu " Kata Edi bergegas pergi kekamar.
" Pah, aku mau nginap disana. Kalian nyusul aja besok, aku berangkat dulu " Teriak Garda sambil pergi dari sana. Tak lupa ia mengambil satu tongkat bisbol dan membawa nya pergi.
π§ π§ π§ π§ π§ π§
Di kediaman Sanjaya, Radit terlihat tergesa-gesa sambil membawa senjata pedang milik nya. Namun ketika menuruni tangga rumahnya, sang Mami sudah berdiri menatap tajam kearah Radit.
" Mau kemana kamu, kenapa bawa barang itu lagi " Teriak Tia dengan keras. Hingga suami dan anak sulung nya terbangun.
" Aku ada kepentingan yang mendesak mi, tolong izinin aku buat keluar ya " Bujuk Radit.
" Apa sih Mi teriak-teriak mulu, ini bukan hutan tau " Kata Ahmad anak pertama nya.
" Mau kemana kamu Dit, kalo mau keluar gak usah bawa barang itu. Kalo tetep masih ngotot kau boleh keluar tapi gak boleh balik lagi kerumah ini " Ancam Raihan kepada Radit, karena ia tahu jika Radit pasti akan tawuran jika sudah membawa senjata itu.
( contoh gak baikππ, jangan ditiru entar di kira anak durhaka π― ).
π§ π§ π§ π§ π§ π§
Di kediaman Doni dan Alif mereka terlihat begitu santai keluar dari rumah mereka, karena orang tua mereka sedang sibuk tugas di luar kota.
( jiwa santuy nih ππ )
Sedangkan di rumah kost'an Rido membangunkan semua temannya dan menyuruh bersiap untuk pergi ketempat yang di sebutkan di vidio. Mereka bersiap dengan senjata dan perlengkapan masing-masing dan juga sudah stay dengan kendaraan mereka.
Di tempat yang lain, Malik, Robi dan Tesa sudah berada di perjalanan menuju tempat yang mereka akan datangi. Mereka juga sudah menghubungi teman mereka untuk segera datang dan menyergap penyanderaan itu.
π§ π§ π§ π§ π§ π§
Sementara di tempat Adri berada sekarang, kini sudah banyak anak gang Ancora yang sudah berjatuhan mereka semua kalah dan berhasil Adri lukai walau gak sampai meninggal. Sedangkan keadaan Adri terlihat sudah sangat kacau, luka gores yang manghiasi lengan dan kaki nya yang tembus menyobek celana jeans nya juga terus mengeluarkan darah yang bercampur dengan air hujan dan tanah. Bahkan di pipi sebelah kanan nya terdapat luka sayat yang masih mengeluarkan darah dan menetes melalui dagu bersamaan dengan air hujan yang mengguyur mereka. Wajah di penuhi lebam kebiruan dan sebelah mata yang sudah membengkak akibat kena hantaman pukulan secara terus menerus.
Sedangkan Katana milik Adri kini sudah berhiaskan darah yang menetes dengan air hujan yang mengalir melalui tangannya. Genangan air disana juga sudah menjadi merah kecoklatan berasal dari luka mereka saat berkelahi.
" Wah, ternyata julukan PANGLIMA IBLIS memang sangat cocok untuk loe Dri " Kata Saputra sambil bertepuk tangan.
" Kenapa... Kenapa kau melakukan ini Saputra, kau lihat mereka terluka karena ulah yang kau lakukan " Kata Adri sambil terengah-engah merasakan sakit dan lelah yang memenuhi sekujur tubuhnya.
" Aku... Sebenarnya aku hanya ingin membalaskan dendam keluarga ku pada mereka, tapi karena kau telah membunuh kakak ku. Maka aku dan kakak ku melanjutkan balas dendam itu dan akan membuat kedua orang tua dan kakak ku tenang " Ucap Saputra dengan begitu emosi.
" Maksudmu, kau tahu aku hanya melakukan pembelaan karena kakak mu telah menjebak ku dan dia sudah banyak membunuh anggota kelompok lain hanya karena ingin di takuti oleh semua orang. Dia terlalu serakah dan membuat Aldi dan Gang nya hancur karena ulah sendiri. Kita bahkan tidak mempunyai masalah dengan keluarga mu Saputra " Ucap Adri dengan emosi yang ditahan.
" Kau jangan pura-pura bodoh Adri, keluarga gue hancur karena perusahaan dari keluarga Batara mengambil seluruh saham milik perusahaan keluarga gue. Karena hal itu, kedua orang tua gue bunuh diri karena tak Terima dengan yang mereka lakukan, untuk itu lah kenapa bang Aldi membunuh kekasih mu itu. Lagian aku senang karena dia mati, jadi tidak ada lagi halangan untuk mendekati loe Adri " Kata Saputra dengan tangan mengepal. " Dan untuk dia, loe sudah tau apa yang dia lakukan kepada ku sewaktu dulu. Dan ini lah saat nya untuk membalas rasa sakit yang aku dan keluarga ku derita " Ucap Saputra dengan di barengi tawa yang keras.
" Loe udah gila Put, loe udah teobsesi sama gue dan loe adalah seorang psikopat Saputra " ucap Adri sambil menggeram marah.
Sementara sisa yang lain nya kembali menyerang Adri, dan itu karena perintah dari Roky. Adri berusaha menghajar mereka semua dengan kemampuan dan tenaga yang sudah semakin terkuras habis. Namun Adri dengan pendirian dan tekad yang kuat, ia berjuang untuk mengakhiri kebencian yang berkepanjangan itu. Ia tidak ingin dampak dari masalah yang di akibat kan di masa lalu akan menjadi bom waktu di masa depan.
_________________________________________________
Oke bagaimana nih..
jangan lupa untuk dukung terus karya aku ya π π