BAD???

BAD???
Kaset Rusak



Adri baru saja tiba di rumahnya, ia memang sangat cepat kalo sudah berurusan tentang pulang sekolah. Adri segera memasukan motor sport miliknya kedalam garasi mobil. Setelah itu ia segera masuk kedalam rumah dan merebahkan tubuhnya di sofa.


Kebetulan rumah nya kali ini sangat sepi, bi Supiyem meminta izin cuti untuk pulang kampung. Dia memang tidak pernah meminta izin cuti sudah lama, namun karena kali ini cucunya akan melangsungkan pernikahan di daerah Jawa. Adri memberikan liburan pada Bibi selama sebulan, tanpa adanya potongan gaji.


Lalu untuk si Radit, ia sudah pulang sehari setelah di ajak menjenguk Malik di rumah sakit. Ia tidak ingin membuat keluarga nya merasa khawatir atas kehilangan dirinya. Namun bukannya tenang setelah pulangnya Radit, ia malah di kejutkan dengan kedatangan kedua orang tuanya di rumah Adri. Mana ibu sama anak sama rempongnya dan lebih cerewet, membuat Adri merasa pusing dan kelabakan sendiri.


Flashback....


" Dek gue mau pulang ya, gue udah terlalu lama ngilang dari rumah gue. Gue takut mereka stres Gara-gara hilangnya gue, sorry ya babang tampan gak bisa nemenin lagi loe, tapi gue janji gue bakal sering dateng kesini kok " ucap Radit pada Adri.


" Iya sana kalo mau balik ya tinggal balik aja, apa susah nya sih. Lagian gue juga udah bosen liat wajah so ganteng milik loe itu " jawab Adri dengan cuek, ia lebih pokus memainkan tombol di stik ps miliknya.


Namun sebenarnya Adri merasakan gemuruh di hatinya, saat mendengar ucapan Radit. Ia kembali mengingat kedua orang tuanya yang tak pernah pulang kembali ke Indonesia, setelah janji akan pulang saat menelponnya. Adri juga merasa keberatan saat Radit ingin kembali, karena ia sudah merasa nyaman karena keberadaannya.


" Kok gitu sih dek jawabnya, loe juga cuek bener deh. Harusnya loe itu anterin gue ke rumah, kan gue gak punya duit buat balik kerumah " ucap Radit.


Ia mengerti jika saat ini Adri sedang menutupi rasa sedihnya, walau ia baru ketemu dengan Adri. Ia merasa mereka sudah Benar-benar seperti seorang adik kakak, dimana Radit bisa mengerti dan paham kondisi Adri.


" Ya udah tuh ambil aja di dompet gue, sana loe balik ganggu permainan gue aja loe " ucap Adri dengan nada tegas.


" Ya udah aku pamit pulang dulu ya " ucap Radit sambil mencium kening dan kepala Adri.


" Sana loe, gak usah pake ciuman segela. Jijik tau gak " jawab Adri dengan wajah kesal.


Akhirnya Radit pun segera beranjak dari ruang tengah dan menemui bi Supiyem untuk pamit pulang. Setelah itu Radit Benar-benar pergi dari sana setelah memesan taksi melalui aplikasi online.


πŸƒβ˜€πŸƒβ˜€πŸƒβ˜€


Jam menunjukan pukul jam 10 : 30 pagi, Adri masih enggan untuk bangun dari tempat tidurnya. Ia merasa sangat lelah dan tubuhnya seakan remuk, ia juga berpesan untuk tidak membangunkan tidurnya pada bi Supiyem. Semalam Adri memang terlibat perkelahian antara anak geng tengkroak, untung saja tidak semua gang nya yang terlibat dalam baku hantam semalam. Wajah Adri juga terdapat beberapa luka lebam dan lecet, yang ia dapat dari perkelahian semalam.


Tak lama kemudian, pintu kamar Adri ada yang mengetuk, ia tak lain adalah bi Supiyem. Sebenarnya ia enggan mengganggu tidurnya Adri, tapi karena ada tamu jadi ia pun segera membangunkan Adri.


" Permisi neng, ada tamu yang ingin ketemu sama neng Adri " ucap bi Supiyem.


" Iya bi, tunggu sebentar aku mau mandi dulu " ucap Adri dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.


Setelah bangun dan menyelesaikan ritual mandinya, Adri segera keluar kamar dengan hanya memakai kaos oblong berukuran besar dan celana kolor di atas lutut. Ia langsung menghampiri orang yang sedang menunggu nya di ruang tamu. Namun saat ia sampai disana, ia sangat kaget dan meringis.


" Akh ternyata calon menantu ku sangat cantik, kok mirip kaya orang bule ya. Wah kayaknya kita bakalan punya cucu belasteran pih " ucap seorang wanita yang langsung menghampiri Adri.


" Nama kamu siapa sayang, terus mana orang tua mu. Mami mau bicara soal pernikahan kalian, biar cepet dapet cucu dari anak cantik seperti kamu sayang "


" Loh kok kamu malah diam sih sayang, mami dari tadi ngomong panjang lebar loh. Masa kamu cuman diam gitu aja sih "


Wanita yang memeluk Adri terus saja mengoceh dan berbicara di hadapan Adri. Sedangkan sang tuan rumah hanya diam melongok kaya orang **** saat ini. Adri merasa kebingungan karena baru pertama kalinya ia berhadapan dengan mahluk kaya kaset butut yang terus di paksa buat dimainkan. Bahkan Adri terlihat beberapa kali menelan ludahnya secara kasar. Ia tidak habis pikir jika hidup serumah dengan mahluk yang sedang ngoceh gak jelas itu.


" Mi udah dong, kasian tuh si adek nya sampe melongok gitu Gara-gara ocehan mami " ucap seorang Laki-laki parubaya.


" Iya mi, lagian dia itu adek aku, bukan pacar aku ya mi " timpal seorang pemuda yang duduk di samping bapak yang ngomong tadi.


Adri merasa kenal dengan suara pemuda tadi, ia pun segera mengembalikan kesadaran dari keterkejutannya. Ia menghampiri Radit dan langsung menampol kepala nya tepat di depan kedua orang tuanya. Adri gak merasa malu atau takut melakukan hal tersebut, bahkan ekspresi santai dan wajah datarnya yang membuat orang heran.


" Sialan loe Cek, ngapain sih loe dateng lagi kesini. Loe udah ganggu tidur gue tau, ditambah lagi suara Bibi itu membuat telinga gue harus di cek ke THT " gerutu Adri pada Radit.


" Sakit **** sorry ya dek, lagian kedua orang tua ku maksa buat ketemu sama elo. Ya udah gue bawa aja kesini, lagian ini juga hari minggu " jawab Radit dengan santai.


Kedua orang tua Radit sangat terkejut atas perlakuan Adri pada Radit, mereka sangat heran jika seorang Radit yang mereka anggap anak berandalan bisa di geplak dengan gampang tanpa membuat Radit emosi.


" Jadi nama adek siapa, oh ya om ayahnya Adit. Om mau berterimakasih karena udah nyelamatin anak badung om ini, sekali lagi Terima kasih ya dek " ucap ayahnya Radit.


" Iya om tak apa, panggil aku Adri saja om " ucap Adri dengan ramah dan tak lupa senyuman manisnya.


" Ck, loe kalo ke papi gue aja senyum. Lah kalo sama gue muka udah kaya tembok aja, Sama-sama datar " ejek Radit.


Adri pun langsung menghadiahi Radit dengan sebuah toyoran di kepalanya, ia juga langsung meminta maaf pada kedua orang tua Radit atas sikap dirinya yang barusan.


Mereka terlibat dalam perbincangan, bahkan mami Radit terus saja ngoceh gak karuan membuat Adri pusing dan jengkel mendengarkannya. Setelah itu mereka juga meminta izin untuk sering berkunjung kerumah Adri dan tak lupa mereka juga mengundang Adri secara khusus untuk datang main kerumahnya.


Back Again...


_________________________________________________


See next Chapter ya kak 😁


Usah kelupa ye tekan tombol jempol sama coret coret nya.


Makaseh semuanye 😘