
Akhirnya dengan terpaksa Adri mengikuti saran dari Raihan dan membersihkan badan di kamar tamu rumah itu. Radit juga meminjam kan baju serta celana ganti untuk Adri, walau awalnya Mami nya menurut Adri untuk memakai pakaian miliknya. Namun dengan sopan Adri menolak dan hanya mengambil dalaman yang dikasih untuknya, lalu ia mengambil pakaian milik Radit. Adri jelas menolak pakaian dari Tia, karena Tia ngasih pilihan gaun dan juga dress panjang yang paling gak Adri sukai. Lagian Adri berfikir, untuk apa memakai pakaian itu saat itu.
Setelah selesai membersihkan badannya, Adri kembali bergabung di ruang keluarga. Namun disana hanya ada kakak Radit yang sedang nonton televisi, Adri kemudian duduk di sopan panjang tempat ia duduk tadi.
" Nama kamu siapa dek, sorry ya Mami emang kaya gitu orang ya. Bahkan aku aja sebagai anak nya kadang suka kesel sendiri sama sikap berlebihan nya itu, tapi di balik sikap nya itu Mami sangat sayang sama kita " Ucap pemuda tersebut sambil tersenyum, setelah menjelaskan pada Adri.
" Iya bang, aku ngerti kok. Lagian aku seneng sama Mami yang selalu perhatian sama Adri. Oh ya kenalin nama ku Adriani, panggil aku Adri saja ya bang " Kata Adri sambil menyediakan tangannya sama tersenyum ramah.
" Baiklah dek, panggil aku bang ahmad saja. Dan kau jangan sungkan kalo ada di dalam rumah ini, anggap aja seperti di rumah sendiri dan jangan terlalu ambil hati perkataan kami " Kata pemuda yang di panggil ahmad itu.
" Siap santuy aja bang " Tawa Adri.
" Ternyata kamu orangnya asik juga ya, kirain kamu tipe cewek pendiam gitu. Soalnya aku perhatiin dari tadi kamu cuman diam saja dan gak berbicara sedikit pun " tawa Ahmad dengan lucu.
" Mau gimana lagi bang, posisi aku terjepit kaya tadi. Aku gak terbiasa menyela perkataan orang tua, terlebih itu orang yang menyayangi kita. Tapi gak semua dapet perlakuan istimewa juga sih " Kata Adri dengan santai.
" Maksudnya.. ??" Kata Ahmad tak mengerti.
" Dek, kirain loe udah balik. Loe mau nginep disini atau gimana, ini udah malam apa perlu gue anterin loe balik " Kata Radit memotong perkataan sang kakak sambil berjalan kearah Adri dan duduk di dekatnya Adri.
" Loe gak sopan amat maen potong omongan orang " Cibir Ahmad dengan kesal.
" Gue gak bermaksud gitu bang, jadi sorry aja " Jawab santai Radit.
" Sebaiknya gue balik sekarang aja, Mami sama Papi dimana?, gue mau pamit pulang dulu. Gue juga ada keperluan di luar tadi, sampe lupa kan! " Kata Adri sambil bangkit dan menaruh pobselnya di saku jaket hoodie yang ia pakai.
" Bentar aku pangil dulu Mami sama Papi " Kata Ahmad sambil beranjak bangun dan pergi menuju ruang kerja papinya.
Adri dan Radit pergi terlebih dahulu keluar rumah dan menunggu mereka di luar, tak lama kemudian mereka bertiga sudah keluar dari rumahnya dan mengucapkan perpisahan. Walau pun harus ada sedikit perdebatan dan drama sedih dari Tia untuk membujuk agar Adri menginap, tapi dengan sabar Adri menjelaskan jika dirinya ada keperluan penting jadi harus pulang.
" Maaf ya Mi, Lainkali aja Adri nginap disini. Malam ini Adri ada sedikit urusan penting dan gak bisa ditunda " Bujuk Adri.
" Apa perlu Mami nyuruh Radit atau bang Ahmad buat anterin kamu, atau kalo enggak biar supir kita yang anter ya. Mami khawatir kamu kenapa-napa di jalan nak, kamu kan anak cewek " Ucap Tia dengan raut wajah khawatir.
" Dia bakal aman kok mih, percaya deh sama Adit " Ucap Radit menenangkan Tia.
" Baiklah, Hati-hati ya nak dan jangan lupa kabarin Mami kalo udah sampai di rumah " Kata Tia sambil mencium kening Adri dan melepas kepergian nya.
" Bang inget ya buat janji barusan, besok aku tunggu " Kata Adri sambil memberi kode pada Radit.
" Oke siap tenang aja, sampe puas deh besok " Kata Radit sambil tersenyum.
" Kalo gitu aku pamit ya, semalam malam semua " Kata Adri sambil memasuki mobilnya dan pergi meninggalkan rumah tersebut.
" Buang deh pikiran negatif Mami, udah tua juga " Cibir Radit pada Tia dan langsung dapat hadiah jeweran di telinganya oleh Tia.
" Anak kurang ajar ya kamu, ibu sendiri di katain udah tua. Dasar anak gak tau diri " Marah Tia dengan galak.
" Udah lah Mih, lagian yang dikatakan Adit juga ada benarnya kok " Bela sang Raihan.
" Aku cuman mau traktir si adek makan besok Mih, soalnya tadi sore aku sudah janji buat traktir dia makan sepuasnya. Eh malah dompet aku ketinggalan di mobil yang aku titipkan di si sandy, jadi malah si adek yang bayarin tagihannya. Jadi ampun Mih lepasin jeweran nya " Kata Radit memohon.
" Dasar bikin malu saja kamu ini " Kata Raihan pada Radit.
" Aku lupa pih, jadi itu bukan kesengajaan " Kata Radit membela dirinya, ia juga mengusap telinga nya yang berdenyut sakit akibat jeweran dari Tia.
Akhirnya mereka semua masuk kembali kedalam rumah, dan pergi beristirahat. Sedangkan Adri sudah melakukan mobilnya menuju klub biasa yang ia kunjungi. Adri sadar jika ada mobil sport mewah yang selalu mengikutinya sejak keluar dari rumah radit, hanya saja Adri tidak mempermasahkannya dan cuek saja.
Sesampai disana, Adri memarkirkan mobilnya di tempat parkir milik owner dan segera masuk lewat pintu khusus yang ada disana. Adri berjalan menghampiri Jess dan duduk di kursi depan meja bartender, namun orang yang Adri maksud sedang tak ada disana.
" Malam bang.. " Sapa Adri.
" Malam juga dek, tumben baru dateng. Katanya kemaren habis rayain pesta besar ya, sampe si Jess bawa banyak minuman " Kata seorang bartender yang dekat sama Jess.
" Iya bang, buat lunasin hutang janji sama temen " Jawab Adri santai.
" Wah gak ngajak nih, padahal kita berharap di ajakin " Canda pemuda tersebut.
" Iya kalo ada waktu lagi aku ajakin, oh ya, kemana bang Jess tumben dia gak ada " Kata Adri.
" Lagi di gudang penyimpanan dek, ada barang baru dateng tadi sore. Kayaknya sih sebentar lagi dia bakal kesini, soalnya minuman yang dateng banyak banget. Biasa lah buat stok tahun baruan yang tinggal beberapa bulan lagi " Kata pemuda tersebut. " Tuh si Jess udah selesai kayak nya " Tunjuk pemuda itu sama Adri.
" Ck.. Lama amat loe bang, gue udah nunggu loe dari tadi " Ucap Adri dengan wajah kesalnya.
" Tumben jam segini loe nongkrong kesini, biasanya juga agak sorean loe kesini. Ada apa " Kata Jess sambil meletakan kotak yang ia bawa dari gudang di bawah meja bartender.
_________________________________________________
Hai Kak, maaf ya kalo jarang update, karena emang di dunia nyatanya aku benar-benar sibuk banget...
So.. jangan lupa buat like, koment dan juga vote..
Terimakasih kak😘