BAD???

BAD???
Genderuwo ganteng??



Seketika teman Adri langsung menengok kearah yang Adri tunjuk dan mereka langsung bergidik ngeri saat menatapnya.


" Loe kalo bercanda suka berlebihan Dri, masa iya gue di jodohin sama kuntilanak " Kata Doni dengan wajah kesal.


" Emang loe udah pernah lihat hantu disini Dek " Tanya reza dengan penasaran.


" Oh, kalo lihai sih belum Kak. Tapi kalo di gendong pernah " Jawab Adri sambil Mengingat-ingat.


" *****... Loe serius Dri pernah di gendong mbak Kuntil, emang gimana rasanya. Ada bau aneh gak atau gimana gitu " Tanya Doni dengan semangat.


" Alah, loe pada mau aja di kibulin sama si Adri, paling dia cuman omong kosong doang " Ucap Garda membantah perkataan Adri. Karena ia setahu dirinya kenal Adri dan dia tidak pernah menemukan hal-hal aneh apalagi berkaitan dengan mahluk astral.


" Gue serius kali ini " Kata Adri ngotot.


" Udah lah, gak usah bahas yang gituan mulu. Lagian hantu gak akan muncul di siang hari " Kata Samudra ikut berbicara.


" ***** pada gak percaya, gue serius " Kata Adri dengan pendirian teguh.


" Emang loe lihat bentukan hantunya " Tanya Garda tak percaya dan memilih membenarkan perkataan Samudra.


" Ck, serius Da. Waktu itu gue kan habis di hukum, nah gue tiduran karena emang malam nya gue habis gadang sampe dini hari, ditambah juga gak sarapan. Jadi gue mutusin buat tiduran di bawah pohon itu, eh pas bangun udah ada didalam UKS. Padahal kelas udah pada masuk, mana gue di mimpiin di cium sama genderuwo lagi " Cerita Adri dengan kesal.


Setelah mendengar cerita penjelasan dari Adri, seketika mereka tertawa lepas sambil meledek Adri. Sampai-sampai orang yang ada di dekat kerumunan mereka juga terlihat ketawa saat tak sengaja mendengar cerita Adri.


" *****, gue kira loe mimpi di cium malaikat ganteng, tau nya genderuwo " Ledek Garda dengan puas.


" *****, hebat bener tuh jin somplak. Bisa-bisa nya maen nyosor elo Dri, gak takut apa tu hantu di tebas sama katana milik loe " Tawa Alif tak kalah dari Garda.


" Emang kejadiannya kapan Dek " Tanya Reza penasaran.


" Kayak nya sih pas di hukum sama elo waktu itu deh " Kata Adri sambil mengingat waktu kejadiannya.


Seketika Samudra yang sedang ketawa karena kelucuan dari Adri dan temannya langsung terdiam kaku, ia terlihat sangat muram setelah mendengar perkataan dari Adri barusan. Begitu pun dengan Reza, Wirya dan Tirta yang langsung terdiam dan menatap Samudra dengan penuh selidik.


" Loe ngatain gue genderuwo, dasar anak ini gak tau diri. Cowok ganteng kaya gue disamain sama hantu jelek kaya dia " Gerutu Samudra dalam hatinya.


" Apa jangan-jangan dia udah ngelakuin itu sama si Adri. Wah perlu di introgasi nih bocah sialan " Batin Reza sambil menatap penuh selidik kearah Garda.


" Wah, loe udah maen grepek sama anak ini Dra, gimana kalo dia tahu nanti. Bisa-bisa pala loe buntung sama si Adri " Batin Wirya sambil bergidik ngeri membayangkan kengerian itu.


Sigit yang merasa heran dengan tingkah laku ke-empat kakak kelasnya itu pun langsung menegur nya dan membuat mereka kembali tersadar dari lamunan mereka.


" Kenapa bang, apa ada hal aneh sama kita. Kok malah diam sih " Tanya Sigit.


" Oh gak papa kok " Jawab Reza dengan tersenyum kecil.


" Oh, waktu itu si Samudra yang udah pindahin elo ke UKS. Karena kebetulan pas waktu itu ada seseorang yang gak sengaja lihat loe jatuh pingsan, makanya kita maksud gue si Samudra langsung membawa loe sambil lari ke UKS " Jelas Tirta dengan santai.


Mendengar hal tersebut, Adri begitu kaget dan langsung menatap tajam kearah Samudra seakan sedang mengintimidasi atas perkataan dari Tirta. Suasana yang awalnya hangat dan penuh kekocakan, kini kembali menegang dan kaku seperti tidak terjadi percakapan antar mereka.


" Hahaha, ternyata genderuwo nya dia toh " Doni langsung ketawa sinis.


" Khemm.. Sebaiknya kita ke kantin dulu Dri, gue ngerasa laper lagi deh " Kata Alif untuk mengalihkan suasana yang menjadi tegang itu.


Mereka hampir lupa dan malah dekat dengan Samudra Dan gang nya itu, sedangkan rencana mereka adalah membantu adri untuk membuat Samudra menjauhinya.


Akhirnya adri dan keempat kawannya memutuskan pergi dari sana dan meninggalkan garda Dkk. Mereka memutuskan untuk pergi ke gudang tempat mereka berkumpul seperti biasanya, dan Adri menyuruh Sigit dan Doni untuk membeli makanan, minuman serta rokok untuk mereka disana.


Kini Adri, Alif dan Garda sudah sampai di gudang dan langsung duduk di tempat biasa mereka tempati. Adri menyenderkan tubuhnya dan menengadahkan kepalanya sambil memejamkan kedua matanya. Sedangkan Garda dan Alif sedang pokus memainkan ponsel mereka masing-masing.


Tak lama kemudian, Doni dan Sigit muncul sambil membawa dua kantong plastik ukuran sedang yang berisi minuman serta makanannya.


" Aku sampai.... " Teriak Sigit.


" Berisik *****, mulut loe udah kaya emak nya si Radit aja " Bentak Alif dengan kesal.


" Sepi amat bro, gak kaya disana " Kata Doni sambil memberi kode pada Alif yang mengarah pada dua pasangan kekasih yang sedang bermesraan di tempat yang agak jauh dari mereka.


" loe iri, sono ikutan aja sama dia " ejek Alif pada Doni.


" Kok gue disamain sama emak nya bang radit sih " Kata Sigit tak Terima.


" berisik ***** " kata Garda kesal.


Sigit pun menaruh plastik yang ia bawa dan disusul oleh Doni yang menaruh plastik yang ia bawa juga. Setelah itu, mereka duduk di posisi masing-masing dan Doni langsung mengeluarkan dua bungkus rokok dari saku celananya.


" Kenal dia..? " Tanya Doni sambil menatap Alif.


" Lagi meditasi buat jodohin elo sama penunggu disini " Jawab Alif sekenanya..


" Loe kalo ngomong gak pake saring dulu Lif, entar kalo iya gimana. Bisa berabe gue " jawab Doni dengan kesal.


" Dri, tuh makanan sama minumannya udah ada " Kata Sigit.


" Hemm, kalian makan aja. Gue mau tidur bentar " Jawab Adri.


Akhirnya mereka pun membuka belanjaan mereka termasuk rokoknya juga. Setelah memegang cemilan nya masing-masing, mereka langsung bermain game online dan mabar bersama. Sambil sesekali memakan cemilan dan ada juga yang menghisap rokoknya, mereka terus saja pokus pada game nya dan sesekali berteriak kesal.


" *****, gue bilang apa, ngeyel sih loe " Bentak Doni dengan kesal, karena mereka kalah main game.


" Gue gak liat bege, orang dia diatas kok " Jawab Garda tak mau Terima.


" Kalian aja yang gak becus maen nya " Ucap Sigit dengan bangga. Karena tim nya dia yang menang.


" Apasih kalian ini, berisik amat. Udah ada makanan juga masih ngebacot " Kata Adri dengan kesal karena sudah mengganggu tidur singkatnya.


_________________________________________________


Happy weekend Kak...


Semoga di beri kelancaran serta kesehatan untuk kita semua, Aminn... πŸ™πŸ˜‡


Jangan lupa ya tinggalkan komen, like dan juga vote..


Agar aku semakin semangat untuk menyelesaikan cerita ini hingga akhir ☺😘


see next chapter, bye πŸ‘‹πŸ‘‹