BAD???

BAD???
BUCIN...



Sementara di rumah Adri, ia terlihat sudah bersantai di rumahnya sambil tiduran di ranjang empuknya. Barusan ia baru saja selesai memberi kabar sama Tia jika dirinya sudah ada di rumah, karena tak percaya dengan ucapan Adri. Tia meminta videocall dengannya dan melihat dimana Adri berada, beruntung Adri tadi memacu mobilnya dengan sangat cepat hingga dirinya bisa mencari alasan lain untuk mengelabui Mami angkat super cerewetnya itu.


" Mom.. Dad... Kapan kalian akan kembali dan melihat ku kembali, apa kalian tidak peduli lagi kepada ku... " Ucap Adri dengan lirih.


Adri melipat kedua tangannya di bawah kepala dan menjadikan bantal, ia menatap langit-langit kamarnya yang berwarna abu. Melodi musik yang ia putar melalui ponselnya terdengat begitu merdu dan mengayat hati, suasana yang sangat menyedihkan mewakili perasaan Adri malam itu.


Dibalik kehebohan, kebrutalan, kebahagiaan dan kehangatan yang ia ciptakan dalam kebersamaan. Sebenarnya Adri menyimpan begitu banyak kesedihan serta kepedihan yang begitu mendalam. Perasaan kehilangan serta rasa sepi yang selalu menutupi hati Adri, sikap acuh dan wajah datarnya hanya lah topeng untuk menutupi sisi lain dari sosok Adri yang tak di ketahui orang lain. Dunia memang sungguh kejam dan akan membuat semua hal hancur jika tak mampu bertahan.


β˜€... πŸƒ... β˜€... πŸƒ... β˜€... πŸƒ...


Keesokan pagi nya, Adri sudah bersiap untuk berangkat sekolah. Namun ia tidak membawa tas dan juga memakai seragaman sekolah nya, ia hanya mengenakan celana olahraga dan menggunakan jaket hoodie besar beserta Topi nya. Tak lupa ia mengambil dua bungkus rokok dari dalam kamar pribadinya dan memasukannya kedalam saku jaket miliknya. Tak lupa juga ponsel serta beberapa lembar uang yang ia ambil dari dalam dompet untuk berjaga-jaga, lalu ia menaruhnya di casing HP dan kembali memasukannya ke dalam saku jaketnya.



( Bayangkan saja seperti itu, wkwkwk😁😁. hilangin tas nya, ganti celananya dan tupluk nya juga dengan topi, rambutnya juga versi pendek ya πŸ˜„πŸ‘).


Setelah selesai, ia kemudian keluar dari rumah dan langsung mengeluarkan mobilnya dari garasi untuk di pakai. Karena ia bosan, Adri berniat untuk pergi terlebih dahulu kerumah utamanya untuk menukarkan mobil miliknya. Setelah selesai mengeluarkan mobil sport Honda Accord nya, ia kemudian melajukan keluar dari gerbang rumahnya dan mengunci semua pintu dengan rapih begitu pun dengan gerbang rumahnya itu.


Adri melajukan mobilnya dengan santai, karena pertandingan masih berlanjut antar tim SMA kencana dengan SMA Bakti. Adri sih udah santai aja, karena emang sudah keluar menjadi juara pertama, dan hari ini menentukan juara yang kedua dan yang terakhir.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, Adri sampai tepat di depan gerbang utama yang mewah nan megah menjulang tinggi di hadapannya. Terakhir kali Adri kesini saat meminta bantuan untuk acara rapat orang tua dengan salah satu pelayan di rumahnya. Setelah gerbang terbuka dengan otomatis, Adri masuk kedalam halaman depan rumah yang begitu luas dan segera pergi menuju garasi untuk menukarkan mobilnya.


Sebelum Adri pergi lagi, Adri menyempatkan untuk masuk terlebih dahulu dan menyapa orang yang ada disana. Setelah melihat situasi aman dan terkendali, Adri pamit untuk berangkat sekolah lagi. Ia mengambil salah satu koleksi mobil mewah nya dari perusahaan Lamborghini, ia mengambil warna putih seperti warna mobil sebelumnya.


Adri nampak begitu santai menjalankan mobil menuju keluar dari halaman rumah mewahnya itu, tak lupa Adri membunyikan klaskson pada security sebelum ia benar-benar pergi meninggalkan tempat itu. Setelah berada di jalanan, Adri membawa mobilnya dengan kecepatan sedang, karena ia membuka penutup bagian atas mobilnya dan membiarkan angin menerpa tubuhnya.


Tak lupa tatapan kagum setiap orang yang melihat mobil Adri melewati mereka, namun ada juga yang mencibirnya karena menurut mereka Adri hanya ingin pamer di hadapan mereka. ( well, manusia itu punya pemikirannya masing-masing bukan.. 😏).


Saat berada di dekat sekolah, dari arah belakang mobil Sigit dan Garda membunyikan klakson nya memanggil Adri. Sedangkan orang yang mereka maksud malah cuek dan terus menjalankan mobilnya hingga memasuki gerbang sekolah, Adri kemudian menaruh mobil nya di tempat parkir guru yang memang berdekatan dengan tempat parkir murid.


Tanpa disangka, Samudra dan temannya juga ternyata masih tinggal disana dan sedang asik berbincang mengenai rencana penyelidikan Adri. Namun mata mereka begitu terpana dan termanjakan dengan mobil sport mewah yang melintas di depan mereka, namun setelah melihat sosok pengendara nya, mereka berempat begitu syok dan terkejut tak percaya.


" Gila cuyy... Mobil punya loe kalah Dra, mobil keluaran terbatas dan hanya ada beberapa unit di Dunia " Beo reza dengan tatapan tak lepas dari mobil milik Adri.


" Anjirr... Makin penasaran aja gue sama nih anak, apa dia anak pak presiden ya " Tanya Wirya.


" Gue juga semakin penasaran sama dia, siapa sebenarnya marga keluarga dia, dan siapa orang tuanya " Ucap Tirta dengan wajah penasarannya.


Sedangkan tatapan Samudra tak lepas dari sosok Adri yang terus saja ia lihat, bahkan temannya mengajak berbicara pun ia tak mendengarnya. Namun perhatian mereka langsung buyar seketika, saat teriakan Sigit menyadarkan apa yang sedang mereka lakukan kecuali Samudra yang tak berkutik.


" Wah.. Gila, perasaan gue kemaren lihat si merah Aperta. Sekarang loe bawa Roadster putih, gila keren banget... Pengen ikut boleh gak sih " Ucap Sigit sambil mengelus mobil milik Adri.


" Kampungan amat sih loe Git " Ucap Garda.


" Biarin atuh Da.. " balas Sigit.


" Yang lain belum dateng ya, si Doni sama si Alif juga " Tanya Adri sama duabtemannya itu.


" Mana gue tau, kan gue barengan sama elo barusan " Jawab Garda.


" Belum kayaknya, gue gak lihat mobil mereka di parkiran " Ucap Sigit.


" Oh.. " Kata Adri santai.


Adri kemudian turun dari mobil dan melemparkan kunci nya kepada Sigit.


" Kalo barang koleksi gue ampe lecet, loe harus ganti rugi " Kata Adri santai.


" Akh, loe emang teman ter the best deh. Thank's my Buten quh, gue bakal hati-hati kok bawanya " Ucap Sigit sambil menaiki mobil Adri.


Sesaat kemudian mobil menyala dengan suara yang sangat keras, namun Sigit begitu bahagia mendengar deruan mesin mobil tersebut. Sedangkan Garda hanya mendengus kesal karena ulah tingkah konyol Sigit dan membuat Garda menutup telinganya karena suara bising mobil milik Adri.


Sedangkan di tempat Samudra, ia masih belum sadar dan terus saja memperhatikan Adri dengan memandanginya.


" Gila, segitu care nya kah bahkan sampe mobil mewah seperti itu bebas di pinjamkan tanpa takut lecet " Ucap Reza tak percaya.


" Namanya juga orang kaya " Jawab Wirya enteng.


" Tuh temen loe sadarin, ampe dia ileran gitu lihatin gebetan nya " Tegur Tirta.


" *****.. Woy Dra sadar loe, gak usah sampe ileran juga kali. Loe gak malu apa kalo ketahuan kaya ginian sama anak laen, dasar BUCIN loe " Tegur Reza sambil menepuk pundak Samudra.


" Dia cantik kan… kalian Kenapa...? " Beo Samudra sambil melap sudut bibirnya.


" Semenjak Loe kesemsem sam si Adri, loe jadi jorok ya. Loe segitu cinta nya sama dia sampe ileran dan hampir ngeces, itupun baru ngejar belum PDKT'an. Gimana kalo loe udah jadian, bisa banjir iler loe kota Jakarta ini " Tawa Tirta mengejek Samudra.


" Ck... Dasar kalian ini emang temen gak guna, bukannya kasih solusi malah ngejekin " Kata Samudra dengan kesal. Ia kemudian pergi meninggalkan ketiga temannya yang menggeleng melihat tingkah bucin Samudra yang sudah kelewat batas.


" Gila ya nih anak, udah kelewat batas banget sampe sikapnya berubah total. Apa perlu kita ruqyah sama pak ustad, siapa tau dia ketempelan hantu disini " Ucap Reza sambil bergidik ngeri.


" Entah tuh anak, semenjak pernyataan cinta nya tak terbalas dan berujung cinta yang bertepuk sebelah tangan. Sikap nya jadi kaya anak idiot gitu " Ucap Wirya.


" Jangan-jangan itu karma dari sikap bullying dia sama anak-anak dulu, gawat kalau iya. Kita harus cepet ngobatin si Samudra biar dia gak jadi seperti itu selamanya " Ucap Reza dengan panik.


" Loe berdua ada-ada aja, itu tuh efek dari jatuh cinta. Entar kalian juga bakal ngerasain " Kata Tirta dengan kesal.



( Nih mobil nya, siapa tau pada penasaran juga.


Asli aku juga sering berandai punya mobil kayak ginian, terus ajak jalan sama kekasih bayangan Aku ( YA, aslinya jomblo ngenes aku😭🀫). wah senang nya hati ku πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ˜πŸ˜


efek kebanyakan menghalu..wkwkwk πŸ˜…πŸ˜‚πŸ˜‚ )


_________________________________________________


Jangan lupa dukungan kalian ya, like vote dan komen..


Semangat terus buat kalian semua..


Jangan lupa jaga kesehatan kalian semua ya..


see you next chapter.. πŸ˜„πŸ˜„πŸ‘‹πŸ‘‹