
" Pokok nya gue gak mau makan makanan dari rumah sakit yang hambar itu, yang ada cacing di perut gue malah demo kaya orang-orang di luar sana " Kata Adri dengan kesal.
" Siapa yang berani mendemo cucu kesayangan ku? " Tanya Alfred yang berjalan kearah Adri.
" Kakek, bang Arja memaksa aku buat makan bubur hambar itu. Padahal tadi pagi dia janjiin aku buat beli makanan keinginanku, tapi dia gak jadi beliin dan katanya nunggu sembuh. Kan bang Arja ingkar sama janjinya " Kata Adri kepada Alfred.
" Apa itu benar Arja " Kata Alfred bertanya sama Arjanta.
" Tapi kek, Oni kan masih sakit dan gak bisa makan junkfood dulu. Dia dari tadi ngotot buat makan makanan itu " Jawab Arjanta membela dirinya.
" Tak apa Mami kalian sudah masak banyak, dan itu khusus di buat buat cucuk kesayangan kakek ini " Jawab Alfred dengan santai. Ia memeluk Adri dan melepas kerinduan yang lama tak tercurahkan kepada Adri sang cucu kesayangan.
Sedangkan Katrina dan Abimanyu berjalan menuju sofa dan menaruh paperbag yang berisi makanan di atas meja. Adri yang mencium bau masakan yang sangat enak dan menggairahkan pun segera melepaskan pelukan Alfred dan beranjak turun tanpa memperdulikan kaki nya yang masih di perban akibat luka dari pecahan beling botol.
Adri duduk di bawah karpet dan langsung mengambil paperbag itu lalu mengeluarkan semua isi di dalam nya. Sedangkan Arjanta hanya pasrah memegangi tiang infusan agar tidak jatuh karena tangan Adri tak bisa diam. Katrina dan Abimanyu juga sangat kaget melihat Adri yang sangat kegirangan menghampiri kearah mereka, padahal mereka yang akan membawakan makanan kepada adri tadi.
Adri kemudian membuka semua wadah yang berisi berbagai makan makanan dan juga ada cemilan. Adri nampak sangat berbinar melihat ada sosis bakar dan juga ayam krispi kesukaannya. Tak menunggu waktu lama lagi, Adri langsung menyantap makanan di sana satu persatu seperti orang kelaparan. Sedangkan yang lainnya hanya menatap ngiler melihat betapa nikmatnya Adri saat makan.
" Makanan nya sangat enak, masakan Mami emang selalu menjadi yang terenak buat ku " Puji Adri di sela-sela makannya.
Katrina lantas duduk di samping Adri dan membantu Adri untuk membersihkan saus yang belepotan di pipi nya. Ia sangat bahagia saat Adri dengan jelas memuji masakan dirinya. Hingga tak lama kemudian Max juga datang sambil membawa kotak makanan yang hendak ia bagi dengan Adri. Karena Max kira Adri pasti belum memakan bubur buatan rumah sakit itu.
" *****.. Loe makan udah kaya apa aja dek, santai kek. Gue padahal bawain loe makan, soalnya gue tau loe pasti gak suka bubur tawar rumah sakit. Eh nyatanya loe lagi enak-enakan di sini " Tegur Max sambil ikut gabung dengan Adri.
" Bisa gak loe gak usah banyak bacot, kalo loe mau ngasih gue makanan, loe tinggal taro aja bang. Gak usah ngegas juga, ganggu orang makan aja loe " Jawab Adri ketus.
" Kau lihat kan Mam, dia emang seperti itu. Seenaknya nuduh orang padahal dirinya sendiri yang ngomongnya ngegas" Kata Max mengadu sama Katrina.
Tanpa bertanya Max lalu ikut mengambil sosis bakar yang tinggal satu doang, tanpa pikir panjang Max lantas memakan sosis itu hingga habis setengahnya.
" Bang Max.... Loe udah makan punya gue anjirrr, sini balikin punya gue. Enak aja maen embat loe " Kata Adri kesal.
" Disana gak ada plang tanda kepunyaan elo dek, jadi bebas kan " Kata Max yang langsung melahap habis sisa sosis bakarnya.
Adri menatap Max dengan sangat datar karena ulah nya itu, Adri tetap melanjutkan makanan nya dan melupakan jika mereka sedang menjadi tontonan dari tadi. Katrina juga dari tadi hanya tersenyum melihat tingkah Adri dan Max yang terus saja berdebat soal makanan. Hingga tinggal satu tempat makanan lagi, dan itu bekal makan yang Max bawa untuk Adri.
Max yang melihat arah mata Adri menuju kearah ke arah bekal makanan yang ia bawa, ia memiliki ide untuk menjahili Adri. Saat tangan Adri hampir sampai, dengan cepat Max juga mengambil tempat makanan itu. Hingga terjadilah acara rebut-rebutan antara mereka berdua.
" Eh bang, loe udah ngomong kalo tadi loe bilang ini buat gue. Ngapain sekarang loe rebut ini dari gue " Ucap Adri dengan ngotot.
" Loe udah makan banyak juga, biar ini buat gue aja " Ucap Max sambil ketawa.
" Jilat ludah sendiri loe bang, gak tau malu " Cibir Adri sama Max.
" Masa bodo.. " Cibir Max balik.
Hingga akhirnya Arjanta menghentikan mereka berdua karena melihat selang infus di tangan Adri sudah mengeluarkan darah dan itu terus semakin mengarah keatas. Ia yang panik pun lantas menghentikan Max dan memberitahu tentang selang infus yang berdarah tadi.
" Bang, selang infus nya berdarah. Kayaknya tangan Adri terlalu menekan kuat hingga darahnya malah naik keatas selang " Ucap Arjanta pada Max.
" Astagah.. Kenapa gue sampe lupa, sorry dek " Kata Max sambil menghentikan kegiatan berebut mereka.
" Cih, cuman kaya ginian doang ribet amat sih. Ini juga ngalangin gerakan gue mulu, heran gue sama elo bang. Ngapain pakein alat ginian sama gue sih, udah tau gue gak suka yang ribet " Ucap Adri dengan kesal. Lantas ia malah mencabut selang infus dan menyebabkan punggung tangannya berdarah.
Katrina yang melihat itu sangat kaget dan langsung menutup bekas luka di tangan Adri dengan tissue. Max juga langsung mengambil plester di saku jas putihnya dan langsung memasangkannya di tangan Adri.
" Apa kau tidak apa-apa nak, kenapa kamu suka sekali ceroboh seperti itu. itu sangat berbahaya, bagaimana kalo kamu terluka " ucap Katrina dengan gelisah.
Adri menatap Katrina yang sedang mengelus punggung tangan nya yang terluka tadi, Adri hanya tersenyum karena sekarang dirinya mendapat kasih sayang dan bisa melihat betapa khawatirnya sang ibu kepada dirinya. Tanpa bicara lagi, Adri langsung memeluk Katrina dengan erat dan menangis di pelukannya, begitupun Katrina yang sempat kaget dengan tindakan Adri malah ikut menangis dan memeluk Adri pelan.
" aku sungguh merindukan mu Mam, aku sangat merindukan kalian " ucap Adri sambil menangis.
" Maafkan Mami sayang, Mami sudah meninggalkan kamu dan memembuatmu menderita seperti ini. Mami juga sangat sayang dan sangat-sangatlah merindukan dirimu nak " kata Katrina sambil menghujani Adri dengan ciuman kasih sayang seorang ibu.
Adri terlihat begitu lama berada di dalam pelukan Katrina, ia meluapkan rasa rindu yang selama ini ia pendam sendiri. semua orang juga ikut terharu dan terbawa suasana yang sangat mengharukan itu.
Tak lama kemudian Adri melepaskan pelukannya dan bangkit lalu berjalan kearah sofa, ia langsung memeluk Abimanyu dan duduk di pangkuan sang ayah tercinta. Adri kembali meluapkan rasa rindu dan kasih sayang yang selama ini ia tak dapatkan dari dirinya. Abimanyu juga terlihat begitu bahagia saat mendapatkan pelukan hangat dari Adri, karena ia pikir jika Adri tidak akan memaafkan dirinya dan malah membenci dirinya dan juga sang istri. Justru hal ini adalah kejutan yang paling besar di kehidupannya, dan ia merasa sangat bahagia saat ini.
" Maafkan Papi nak, karena aku sudah menelantarkan mu dan membuatmu menderita seperti ini. Sungguh ini adalah penyesalan terbesar dalam hidup ku, aku minta maaf kepadamu nak " ucap Abimanyu kepada Adri.
" Tidak Pah, Papa adalah cinta pertamaku dan selalu menjadi pahlawan dalam hidup ku. aku sangat merindukan dirimu dan akan selalu menyayangi dirimu " kata Adri dalam pelukan Abimanyu.
Mereka semua terhanyut dalam ungkapan kerinduan yang mereka simpan selama ini, dan karena keegoisan mereka juga, akhirnya orang yang mereka cintai menjadi korbannya. Adri tak beranjak dari pangkuan sang ayah tercinta, bahkan saat Abimanyu berbicara pada Adri. Adri tidak menyahut perkataan nya, dan beban Adri juga bertambah semakin membuatnya keberatan. setelah ia lihat, ternyata Adri kini sedang tertidur pulas di pelukan dirinya dan Abimanyu terlihat begitu bahagia melihat Adri yang tengah tertidur di pelukannya.
Tiba-tiba Galuh memotret kebersamaan yang sangat langka itu dan malah mengajak yang lain untuk berselfie ria bersama Adri yang tengah tertidur pulas di pangkuan sang ayah.
💖..💖..💖..💖..💖..💖
Beberapa bulan setelah kejadian yang sangat mengharukan sekaligus membahagiakan itu, kini kehidupan mereka sudah berjalan seperti biasanya. namun ada yang sedikit berbeda, Katrina sekarang memilih untuk menjadi seorang ibu seutuhnya dan meninggalkan dunia bisnis, sedangkan sang kakek juga memutuskan untuk pensiun dari dunia bisnis dan memilih untuk menetap di Amerika dan menghabiskan masa tua nya disana. Max sekarang sudah menjadi pemimpin dari rumah sakit tempat ia bekerja saat ini dan Abimanyu semakin sukses dengan bisnis nya yang berkembang di hampir semua penjuru benua, berkat bantuan Alfred sang ayah mertua.
Kini di sebuah gedung hotel berbintang tengah di adakan pesta peresmian yang sangat meriah, banyak para wartawan yang meliput meriahan nya pesta peresmian hotel berbintang yang di gadang-gandang menjadi hotel terbesar dan termewah SE-INDONESIA itu. Tak sedikit para pejabat negara, para pengusaha kaya, dan sederet aktris papan atas turut memeriahkan acara itu.
Hingga acara inti pun di mulai, dimana sang MC menyebutkan pemilik dari hotel tersebut dan memberitahukan jika keluarga Aleskey Bhagawanta yang selama ini hilang kini telah kembali. Kedua orang tua Adri dan juga Alfred kini menjadi sorotan publik dan menjadi berita paling trending di tanah air bahkan mancanegara, dengan kesuksesan serta kekayaan yang begitu berlimpah di keluarga Adri.
Sedangkan Adri kini tengah berada di mansion nya, dia terlihat hanya memakai celana jeans rapids dan kaos oblong biasa. Dia tidak tertarik untuk menghadiri acara pesta yang sangat membosankan seperti itu, dan memilih dirumah saja.
Setelah menyiapkan semuanya, sedikit demi sedikit teman Adri pada berdatangan. mereka datang dengan berbagai kendaraan dan juga pakaian, karena teman Adri termasuk dari semua golongan dan ia tidak mempermasalahkan hal itu.
Arjanta juga ikut bergabung setelah menghadiri acara peresmian hotel, begitupun dengan Galih dan Galuh juga. semua orang yang Adri kenal sudah ada disana dan kini musik keras menggema memeriahkan acara tersebut dengan berbagai jenis minuman dan makanan serta cemilan yang disiapkan.
Adri terlihat sedang duduk di ayunan dan tengah menikmati sebotol wine yang berada di genggamannya, terlihat Samudra datang menghampiri Adri sambil membawa sebungkus cemilan lalu ikut duduk di samping Adri.
" Hai, lama ya gak ketemu. Tiba-tiba aja dapet undangan pesta BBQ, gimana kabar loe saat ini " tanya samudra basa basi kepada Adri.
" Baik kak, kakak sendiri gimana? " ucap Adri dengan ramah.
" Syukur lah kalo loe baik, gue juga baik. by the way, gue mau ucapain terimakasih banyak sama elo dek, loe udah ngorbanin diri loe dan nyelamatin gue. padahal gue itu sangat jahat sama elo " kata samudra kepada Adri.
" Tak apa, lagian gue gak pernah gak tulus buat nolongin orang. Setidaknya kesalah pahaman dulu gak berlanjut sampe sekarang bukan " kata Adri kepada Samudra.
Dari kejauhan Galih terus saja memperhatikan Adri yang dekat dengan Samudra, ia terlihat kesal dan cemburu melihat sang kekasih begitu dekat dengan lelaki lain.
" Kalo gitu, gue pergi buat nyapa yang lain ya. Semoga pertemanan kita akan terus berlanjut " ucap Samudra sama Adri.
" Tentu saja, kenapa gue gak bisa ngelakuin hal itu " jawab Adri santai.
Samudra kemudian pergi bergabung dengan yang lainnya, namun tiba-tiba Galih datang dan merebut botol wine yang hendak Adri minum dengan cepat dan duduk di samping Adri.
" Jo ngapain sih loe rebut minuman gue, balikin gak " kata Adri dengan kesal.
" Gue udah bilang yang, jangan minum benda kaya gini lagi. Loe masih sakit dan dari tadi gue perhatiin loe minum ini mulu " ucap Galih dengan kesal karena terbawa rasa cemburu.
" Apa?? gue belum minum banyak ya Jo, karena dari tadi mereka ngajakin gue ngobrol mulu. Atau, jangan bilang kalau loe cemburu sama gue " kata Adri penuh selidik pada Galih.
" Emangnya siapa yang cemburu sama elo, enggak kali " kilah Galih sambil memalingkan mukanya kearah lain agar Adri tak curiga.
" Kirain loe gak bisa cemburu Jo, ternyata loe sama aja kaya cowok yang lain " kata Adri memancing Galih.
" Wajar kan kalo gue cemburu sama pacar sendiri " ucap Galih yang terpancing dengan emosi, lalu ia meneguk air wine itu dengan sangat banyak karena kesal dengan Adri.
Adri yang melihat tingkah konyol Galih hanya tersenyum, lantas Adri langsung membalikan wajah Jo hingga berhadapan dengan wajahnya dan ia langsung mencium Jo hingga air yang Jo minum pindah ke mulut Adri.
" Loe gak ngelarang gue buat minum dari sana bukan " kata Adri dengan santai.
Galih masih terpaku dengan apa yang barusan ia dapatkan, dan menatap Adri tanpa berkedip. Melihat hal itu Adri hanya terkekeh geli karena Galih terlihat seperti orang bodoh saat ini. Galih akhirnya sadar dan tersenyum malu kearah Adri yang sedang menertawakannya.
" Loe emang sangat pandai mencari alasan, tapi gue suka cara loe tadi " kata Galih sambil meneguk kembali wine milik Adri.
" Terimakasih Jo, untuk semuanya dan rasa sayang serta perhatian yang selama ini loe berikan untuk gue. Gue ngerasa sangat beruntung karena sudah kenal sama loe sejak dulu " uangkao Adri sambil bersender di dada Galih dan memeluknya dari samping.
" Gue yang harusnya ngomong kaya gitu sama elo Dri, loe adalah bagian dari jiwa gue dan separuh hati gue adalah loe Dri. Tanpa loe gue gak ada artinya disini " jawab Galih.
Adri memandang Jo dengan penuh kebahagiaan, begitupun dengan Jo yang sudah melingkarkan tangannya di pinggang Adri. Hingga akhirnya mereka berciuman dengan sangat mesra dan saling menyatukan rasa kasih dan cinta mereka. Dibawah rembulan yang menyinari, mereka saling melengkapi dan meluapkan kisah kasih mereka selama ini.
" Khem.. sampe lupa kalo disini masih banyak rakyat jomblo " ucap Doni dengan jahil.
" Acie... Buketu gak jomblo lagi nih, siapin lambung cadangan nih buat traktiran PJ dari Buketu " ucap Sigit yang ikut nimbrung.
" Jo, loe di tempat rame maen nyosor aja. Gak malu apa loe di jadiin pusat perhatian dari tadi " gertak Garda.
" Kalian ini ganggu orang lagi kasmaran aja, dasar jomblo lapuk loe pada " ledek Radit kepada Doni, Sigit, Alif, Garda, Jess, Robi dan Tessa.
" Kok gue sih " teriak Alif, Jess, Robi dan Tessa secara bersamaan.
" lagian siapa yang jomblo coba, kalian aja yang iri dan emang jomblo " kata Rido yang tiba-tiba datang bersama Max dan Arjanta.
" Tuh bang, loe punya stok pacar banyak kan. bagi satu kek sama anak buah, pelit amat loe bang " kata Doni sama Radit.
" Udah insyaf gue sejak malam tragedi itu. Takut dosa gue mainin anak orang mulu " jawab Radit.
" Sepertinya gue mau nyalon jadi presiden para jombloers dan memimpin kalian para rakyat jomblo-jomblo abadi " ucap Malik yang ikut gabung bersama mereka.
" loe aja sendiri yang jomblo gue enggak lah yak " kata mereka serempak dan langsung lari kocar kacir menjauhi Malik yang sudah marah gara-gara mereka.
Adri hanya tertawa bahagia melihat keakraban antara mereka, bahkan ia hampir lupa dengan Galih yang ada di sampingnya dan malah asik tertawa lepas melihat kekonyolan itu. Galih hanya tersenyum dan pandangannya terpaku kepada Adri yang sedang tertawa lepas. Akhirnya Adri dan semua orang kini sudah hidup bahagian dan kebersamaan mereka yang semakin erat dalam hubungan persaudaraan.
[ Ɇ ₦ Đ ]
_________________________________________________
Akhirnya cerita ini tamat juga😭😭😭, Terima kasih ya untuk semua teman-teman ku yang udah selalu setia menunggu dan support cerita aku😢🙏. Aku kadang dibuat baper sendiri pas lagi buat naskah cerita ini, suka duka dan kekonyolannya membuat aku seperti ikut dalam adegan yang tertulis didalam cerita ini😁😁. Jujur aku gak nyangka banget kalo cerita ini banyak yang suka, karena awalnya aku kira cerita aku tuh kaya ngebosenin gitu😄. Pernah juga pas dapet komentar yang jelek, aku kadang putus asa buat lanjutin cerita ini😔😔. Tapi emang akunya yang terlalu halu dan keseringan berkhayal, Jadi cerita ini bisa tamat sampai sekarang.😄😄👍
Sekali lagi terimakasih buat kalian semua Para reader's.. 🥰🥰😊🙏🙏
Menurut kalian Gimana nih cerita ini, Tolong tulis di komentar ya... 🙏🙏🙏
Sampai jumpa di Kisah yang lainnya 😘😘😘