BAD???

BAD???
Rasa khawatir



Sementara di lain tempat, Adri sedang merayu wanita parubaya tersebut dengan Kata-kata manisnya. Namun kemarahan dari wanita tersebut memang sangat sulit Adri kendalikan jika sudah memasang mode merajuk seperti saat ini.


" Momy sayang, Adri minta maaf ya. Bukannya Adri gak mau jengukin Momy, kan Momy tau sendiri kalo Adri suka sibuk sama teman Adri. Jadi Momy jangan marah lagi ya, entar wajah cantik Momy pindah loe sama Adri. Emangnya Momy mau " bujuk Adri sambil menampilkan wajah memelas dan menampilkan puppy eyes nya sambil Mengedip-ngedip manja.


Wanita itu hanya pasrah melihat tingkah menggemaskan Adri yang sudah ia anggap sebagai putrinya sendiri. Ia memang akan luluh dengan omongan dari putri nya tersebut, ditambah lagi dengan wajah imut dan memelas yang dilakukan Adri. Sedangkan Suni hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah antara kedua wanita yang terpaut umur cukup jauh tersebut. Adegan seperti ini sudah terbiasa bagi dirinya, karena dulu sering terjadi di mansion Adri. Namun Suni sudah lama tidak melihat adegan antara putri dan Momy angkat nya tersebut.


" Huh baiklah Momy memaafkan kamu lagi kali ini, tapi lain kali kamu jangan ngulangin hal seperti ini lagi. Kamu tau kan Momy sangat cemas jika kamu tak mengabari Momy sehari, dan sekarang kamu malah lost kontek selama Berbulan-bulan. Momy itu sayang sama kamu nak, kamu anak kesayangan Momy. Jadi jangan buat Momy selalu mengkhawatirkan kamu, atau kamu mau Momy jadi sakit Gara-gara cemasin kamu " ucap Nia dengan wajah sedihnya.


Nia kemudian memeluk Adri dan menghujani wajahnya dengan kecupan kasih sayang layaknya ibu kandung. Sedangkan Adri hanya terkekeh geli dengan tingkah ibu yang selama ini merawat dan memperhatikan layaknya anak kandungnya sendiri. Bahkan Garda sering marah karena Nia lebih perhatian kepada Adri ketimbang dirinya. Adri berusaha berontak karena merasa geli dengan ciuman Nia, namun ia malah mendapat pukulan dan itu mendarat tepat di luka sayatan lengan Adri.


" Akh... " Adri meringis kesakitan saat luka di tangannya kena pukulan dari Nia.


Sontak Nia langsung kaget dengan apa yang ia lakukan, tadinya ia ingin bercanda karena Adri yang terlalu nakal. Suni juga nampak terkejut dengan Nona muda nya yang memekik kesakitan.


" Maafkan Momy sayang, Momy tadi hanya bercanda. Ayok kita kerumah sakit, lihatlah lengan mu terluka sayang " Nia sangat khawatir saat melihat darah keluar dari perban di lengan atas Adri.


" Nona biar aku panggilkan Dr.Max, biar Nona bisa langsung di obati ya " Ucap Suni ikut cemas.


" Hehehe.. Aku tak apa oke, ini hanya luka kecil. Mungkin jahitan nya kembali terbuka pas tadi Momy gak sengaja nyenggol nya barusan, tapi Adri gak papa kok " Jawab Adri sambil tersenyum.


" Apa ja ja jahitan nya kebuka, apa luka mu sangat parah sayang. Maafkan Momy sayang, Momy Benar-benar tak sengaja " Nia hampir saja menangis sambil memandang luka Adri.


" Momy kan sudah bilang sama kamu, berhentilah menjadi anak nakal. Lihatlah akibat nya sayang, Momy gak mau kamu terluka sayang. Apa harus Momy lapor sama Papa Edi mu, biar dia kasih bodyguard untuk jagain kamu " Nia marah sambil menatap tajam Adri.


" Perasaan barusan Momy Nia sedang sedih, kenapa sekarang jadi marah kayak gini " Gerutu Adri dalam hatinya.


" Apa sih Mom, aku gak mau pake bodyguard ya Mom. Momy tau sendiri kan kalo Adri itu suka dengan kebebasan, lagian ini juga luka kecil Mi, aku akan Baik-baik aja oke. Lagian ada bang Rido, Malik, sama bang Radit juga. Jadi Momy gak usah khawatir oke " Adri menyakinkan Nia untuk tidak melapor pada suaminya Edi.


" Baiklah Momy gak bakal bilang sama Papa kamu, asalkan kamu harus sering datang kerumah oke. Seharusnya Momy nyuruh kamu buat tinggal di rumah bagaimana " Nia tersenyum puas karena berhasil membuat Adri menurut padanya.


" Ah tidak Momy, Adri lebih senang tinggal di rumah Adri yang sekarang. Biar Adri yang sering main kerumah Momy aja ya, mungkin sesekali Adri juga mau nginap juga oke " Adri terpaksa tersenyum dan menolak untuk tidak tinggal di rumah Nia.


" Baiklah, kalo begitu ayok biar Momy obatin luka mu di UKS " Ajak Nia.


" Akh... Anu Mi, aku ada keperluan penting. Biar aku obati sendiri saja, kalo gitu Adri pamit dulu ya. Adri sayang Momy " Adri segera mencium kedua pipi Nia dan hendak kabur dari sana.


" Momy aku juga titip mbak Suni ya, jangan sampe dia lecet Mom " Teriak Adri sambil berlari meninggalkan kedua wanita tersebut.


" Dasar anak nakal itu, dia memang sangat susah sekali di atur. Katrina sama Bima Benar-benar tak memperdulikan nya, padahal Adri juga sama seperti mereka. Bahkan Adri lah yang sangat rapuh disini, semoga saja mereka cepat sadar dan segera kembali pada Adri " Ucap Nia sambil memandang Adri yang sudah pergi jauh darinya.


Dret.. Dret.. Dret.. Bunyi ponsel tanda panggilan masuk. Nia segera mengambil ponselnya, ia kemudian melihat siapa yang sudah menelponnya dan segera mengangkat nya.


" Morning too Nia, how are you ".


" I'm fine Mr. Aleskey, and you ".


" I'm good thanks Nia. How are things now? is she's okay? ".


" I think she is doing well right now, but I see his arm hurt. I've tried to persuade him not to be naughty and told him to stay with us. But you know for yourself how stubborn he is".


" You're right Nia, she really is very similar to Katrina her mother. Hmmm ... I don't think I can persuade him to go there, she has insisted on settling in Europe with Bima. at the moment I can only entrust my beloved grandchild to you, I also have you consider like my own daughter Nia".


" You are too much Mr. Aleskey, but I'm very grateful because you consider me part of your family. I guess for your grandchild's problem, you don't need to worry about it. I also consider him my own child, just as I love my son Gardara ".


"Give my regards to Edi and your son. And one more thing, maybe I'll be there in a few days. I want to make a little surprise for my naughty little granddaughter, you keep it a secret about this. I really miss him now ".


" Ya, Mr. Aleskey ".


" Alright see you later ".


" See you next time ".


Nia segera mematikan ponselnya dan menaruh lagi kedalam tas nya, ia terlihat menghela nafasnya setelah berbincang di telpon.


" Nyonya apakah yang barusan telpon itu tuan besar Aleskey? "Tanya Suni dengan wajah cemasnya.


" Kau benar Suni, barusan tuan Aleskey menelpon ku dan menanyakan kabar Adri. Sepertinya mulai sekarang aku harus merahasiakan tentang kedua orang tua nya dari Adri " Jawab Nia dengan wajah lesu dan sedih.


" Apa yang sudah terjadi dengan tuan dan nyonya Bhagawanta, apa mereka Baik-baik saja. Lalu apa yang harus dirahasiakan dari Nona Adri, bukankah lebih baik dia mengetahuinya " Tanya Suni dengan cemas, kini dirinya sudah melupakan kekesalan terhadap Adri dan berubah menjadi rasa khawatir tentang keadaan Nona muda nya.


" Aku mendapat kabar jika Katrina sama Bima akan menetap di Eropa dan tidak akan kembali lagi ke Indonesia, mereka Benar-benar tak memperdulikan lagi tentang keadaan anaknya. Dan satu hal lagi, beritahu mbak Nita jika tuan Aleksey akan datang kesini untuk bertemu dengan cucu kesayangannya, kemungkinan ia akan tinggal agak lama di sini. Jadi kalian persiapkan lah penyambutannya, dan jangan sampai semua hal yang aku ceritakan terdengar oleh Adri. " Ucap Nia dengan wajah serius.


" Baiklah nyonya, nanti sepulang dari sini, aku akan memberitahukan semuanya pada kepala pelayan " Ucap Suni.


Brughh... Suara benda jatuh tak jauh dari tempat Nia dan Suni berada, mereka sontak kaget dan segera menghampiri asal suara tersebut. Mereka mencari dan melihat kesegala penjuru, namun mereka tak kunjung menemukan apapun. Hingga suara pengumuman memberitahukan jika rapatnya akan di mulai.


Sedangkan tepat di depan lorong sepi tempat Nia dan Suni berada tadi, disana ada seorang siswa tengah bersembunyi dengan wajah syok nya. Ia baru saja mendengar percakapan antara Nia dan juga Suni barusan. Beruntungnya dia segera bersembunyi setelah tak sengaja terpeleset dan jatuh.


" Jadi selama ini sosok Adri itu ternyata anak seorang milyarder. Dia anak dari keluarga Bhagawanta dan Aleskey, lalu kenapa selama ini dia menyembunyikan hal sebesar ini kepada publik. Dan dengan bodohnya malah menyamar menjadi orang miskin dan dihina semua orang. Apa yang sebenarnya ia inginkan?? " Ucap siswa tersebut sambil mengamati sekitaran tempat ia bersembunyi.