BAD???

BAD???
Kambing Congek



Tak lama kemudian, Kapten dari SMA Kencana datang sambil membawa botol air minum dan berjalan mendekati Adri. Sesampai disana, tanpa Basa-basi ia langsung menyerahkan botol minumnya dan juga memberikan ucapan selamat atas kemenangan tim-nya. Namun siapa sangka, ternyata Samudra juga melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh siswa tersebut.


" Nih air buat loe minum, selamat ya " Kata samudra dan siswa tersebut berbarengan.


Adri hanya terdian melihat ada dua botol di hadapannya, dan tak lupa godaan jahil dari temannya yang sengaja untuk mengompori Adri. Beruntung pak budi datang bersama dengan bu Selly dan juga pak iken, mereka memang selalu terlihat bersama dan masih setia merebutkan selly sebagai kembang sekolah.


" Ah, untung bapak cepat datang nya. Makasih ya pak udah bawain Adri minuman " Kata Adri senang sambil merebut botol minuman Isotonik milik Budi. Ia pun segera meminum air tersebut hingga tandas.


" Eh kamu ini, itu buat calon bini bapak. Dasar anak ini, gak bisa di ajak bekerja sama padahal udah di kasih kode " Gerutu budi kesal.


" Lah terus ngapain bapak kesini? " Tanya Doni dengan prontal.


" Yah pak, padahal anak kesayangan bapak barusan menang tanding loh " Kata Adri merayu pak Budi.


" Kalian ini, bapak tadi denger kalo ni anak main basket nya bagus. Jadi bapak sekalian ajak bu Selly buat nonton anak kebanggaan bapak ini " Jawab Budi masih dengan nada juteknya. Padahal barusan ia sempat membanggakan Adri sebagai anak didiknya.


" Katanya berdua, kok ada pak Iken di belakang bapak " Kata Garda.


" Dia ini... Dasar gak bisa apa biarin orang berduaan dulu, kemana-mana pasti ada dia yang ngikutin mulu" Batin Budi kesal dan matanya menatap Iken.


" Oh, pak Iken juga ikut ya. Kirain tadi gak jadi ngikut kesini " Kata Budi sambil tersenyum. Padahal dalam hatinya ia terus saja mendumel dan mengeluh kan nya.


" Iya Pak, Adri juga anak didik saya. Jadi aku pengen lihat jawara basket yang lagi heboh ini " Jelas Iken dengan santai.


" Ya sudah bapak balik kekantor dulu, masih banyak tugas yang belum di periksa. Mari pak Iken,saya balik duluan ya. " Kata Budi berpamitan.


" Adri selamat ya, ibu gak nyangka loh kamu pandai main basket " Kata Selly pada Adri.


" Mudah kok bu, cuman mantul-mantulin bola ke lantai aja udah " Jawab Adri sekenanya sambil mempraktekan dengan tangannya.


Seketika Iken langsung berdehem singkat, Selly yang mendengar perkataan Adri langsung menutup pakaian bagian atasnya yang cukup ketat dan kancingnya yang sudah lepas satu dengan selembaran kertas yang ia bawa. Perhatian para murid cowok juga tak lepas dari area itu semenjak kedatangan Selly kesana.


" Kalo gitu, ibu pamit dulu ya. Disini cuacanya panas " Kilah Selly, padahal cuaca nya gak terlalu panas. Lalu tak lama kemudian ia pamit dan segera pergi dari sana menyusul budi yang sudah pamit terlebih dahulu.


Tak lama kemudian Iken juga pergi setelah mengucapkan selamat serta rasa bangga pada muridnya itu. Setelah kepergian tiga guru absurd itu, seketika Adri dan teman-temannya ketawa dengan apa yang mereka lakukan.


" Gila loe Dri, Kata-kata loe itu menusuk tajam " Kata Sigit sambil ketawa geli.


" Pantas saja dua kumbang konyol itu selalu rebutan sama tu bunga, ternyata body nya emang aduhai " Kata Alif sambil membayangkan body milik bu Selly.


" Bapak nya si Adri Bahenol gak di rebutin sama guru cewek, malahan mereka geli liat pantat botak pak budi " kata Alif.


" beda anjirr... itu mah penyakit kelainan " kata Sigit.


" Gila loe Dri, sama guru loe aja loe berani nyindir gitu. Mana nyindirnya di depan orangnya langsung, gimana sama yang lain " Kata Doni tak percaya.


" Lah siap yang nyindir orang, gue mah cuman bicara apa adanya. Lah emang kalo maen basket kan harus di pantulin ke lantai dulu, kalo di lambungkan namanya permainan volly ege " Jelas Adri.


Sementara yang lain hanya bisa diam dan memperhatikan interaksi konyol di antara Adri dan keempat temannya itu.


Dari tadi siswa yang menyodorkan air pada Adri hanya terdiam karena sudah terabaikan, begitupun samudra yang terlihat seperti benda mati.


" Hareudang... Hareudang... Hareudang... Panas... Panas... Panas... " Alif malah menyambung perkataan Garda dengan bersyair.


" Selalu... Selalu... Selalu... Panas dan hareudang.. " Sambung Sigit sambil ketawa receh.


Karena kesal Adri menghadiahi ketiga temannya itu dengan masing-masing pukulan di bagian kepalanya hingga membuat mereka meringis kesakitan.


" Sakit Dri, loe kalo mau pukul jangan dikepala kek. Entar gue gak lulus, loe harus tanggung jawab loe " Ucap garda kesal sambil mengusap-usap kepalanya.


" Entah Dri, loe kebangetan deh kalo udah bercanda " Kata alif sambil meringis memegangi kepalanya.


" Harusnya itu, loe pukul di dada gue. Biar jantung gue berpungsi normal setelah melihat ciwi-ciwi disana " Canda Doni.


" Loe masih mau, gue masih sedia stok tanpa batas nih " Ucap adri pada Doni.


" Khemm... Selamat ya, loe bisa istirahat dulu. Kemungkinan turnamennya akan dilanjutkan lagi " Kata Samudra sambil menahan kesalnya karena di abaikan dan tak ada yang mengiraukannya.


Adri hanya mengangguk pelan tanda mengiyakan perkataan Samudra. Namun sebelum duduk dan beristirahat, Adri kemudian mendekat kearah siswa dari SMA Kencana itu dan mengambil botol air minumnya, kemudian ia berkata pelan di dekat telinganya yang membuat ia langsung pucat pasi.


" Thanks bang, lain kali kalo mau nyamperin gue. Loe jauhi dulu para cewek yang baru loe goda itu, agar mereka tak salah paham sama gue. Dan satu lagi, gue baru tau ternyata selain badung loe playboy juga ya " Kata Adri lalu tersenyum mengejek kearah siswa itu.


" Sial, kenapa gue harus lupa sama mereka " Gerutu siswa tersebut. Ia menyesali perbuatannya karena sudah lupa dengan siswi yang ia dekati tadi, dan malah menghampiri Adri.


" Ya udah gue balik dulu ke teman se-tim gue ya, kasian mereka gue tinggal lama " Kata siswa tersebut.


Dia tak lain adalah Radit, ia menjadi kapten basket di sekolahnya dan menyandang gelar playboy dan terkenal dengan anak paling badung di sekolahnya itu.


" Bagi gue satu bang, jangan pelit " Kata Sigit tanpa suara untuk memberikan kode pada siswa itu yang tak lain adalah Radit dan dibalas dengan kedua jempol yang terangkat ke atas.


" Loe ngapain Git, loe lagi bacain mantra buat siapa. Jangan-jangan loe punya ilmu pelet ya " Ucap Garda menuduh Sigit yang terlihat seperti berbicara, namun tanpa suara.


Sontak Sigit langsung menatap Garda kesal, karena sudah berani menuduh melakukan hal seperti itu.


" Wah, bisa di bagi dong. Siapa tau ada cewek cantik yang nempel sama gue " Kata Doni bercanda.


" Sialan, gara-gara loe Da, gue bakal jadi bahan ejekan loe pada nanti " Ucap Sigit kesal.


" Ada Don, entar gue kasih tau cewek yang sering nongkrong di pohon itu buat ngikut sama elo. Loe gak usah khawatir, dia cantik kok walau sedikit pucat " Kata Adri dengan santai sambil menunjuk pohon yang rindang.


_________________________________________________


Hai Kak...


Gimana ceritanya sampai disini...


Hemmm.. jangan lupa buat kasik like komen dan vote ya..


☺☺😍