
Semenjak kejadian malam itu, dan semua kronologi yang mereka sembunyikan sudah di bongkar oleh Candra dan Alfred sendiri. Mereka menceritakan setiap detail bahkan tentang keluarga yang di jadikan sebagai pengganti Galih, termasuk dengan Arjanta yang di temukan oleh Candra. Dan untuk kedua orang tua Adri, mereka datang setelah beberapa hari dan mereka menangis histeris dan terus meminta maaf kepada Alfred, Max dan Arjanta. Namun sikap mereka seakan dingin terhadap Katrina dan Abimanyu, mereka masih sangat kecewa dengan apa yang dilakukan oleh mereka.
Hari demi hari, bulan demi bulan pun sudah berganti. Namun sosok Adri masih belum ada tanda-tanda akan sadarkan diri, semua orang nampak begitu cemas. Mereka terus berdoa dan saling bergantian menjaga Adri, kecuali Max dan Galih. Mereka hampir setiap hari ada dirumah sakit dan setia menunggu Adri.
Sementara Garda, Sigit, Alif dan Doni, mereka kembali kesekolah dan melakukan aktifitas seperti biasanya. Bahkan pihak sekolah juga sudah berkunjung untuk melihat kondisi Adri, dan sekolah sudah mengeluarkan Saputra karena membuat nama sekolah tercemar buruk. Apalagi setelah sosok Adri terbongkar membuat pihak sekolah semakin menghargai Adri. Bi Sumi juga pernah mengunjungi Adri, ia begitu terkejut mendengar Adri yang sudah menjadi pelanggan dan pembawa berkah untuk warung kecilnya itu masuk rumah sakit.
Untuk Samudra ia sudah lulus dan melanjutkan nya ke Universitas di luar negeri, ia juga beberapa kali datang berkunjung kerumah sakit untuk menjenguk Adri. Tak lupa ia juga membawa kedua orang tuanya, karena berkat Adri ia bisa selamat dan berhutang nyawa kepada Adri. Begitu pun dengan orang tua Samudra yang meminta maaf atas semua perlakuan Samudra dan berterimakasih karena sudah menyelamatkan nyawa anak nya itu.
Bahkan Samudra sekarang sudah menyerah dengan perasaan cintanya kepada Adri, terlebih ia juga bertemu dengan Galih yang notabenya adalah orang paling dekat dengan Adri. Di bagian pipi kiri Samudra masih terdapat bekas luka karena peluru yang menembus tubuh Adri mengenai pipinya. Ibunya hendak melakukan operasi pada bekas luka itu, namun Samudra menolak dengan alasan itu akan menjadi kenang-kenangan yang mengingatkan pada pengorbanan dan tragedi berdarah malam itu.
Untuk Galuh sendiri, dia sudah meminta maaf kepada Galih karena merasa bersalah kepada Adri. Ia memutuskan untuk pindah kesekolah yang lain dan berpisah dengan Leksana temannya. Karena ia tidak ingin larut dalam rasa bersalah dan sedih, karena semua kenangan entah itu yang indah atau yang buruk saat bersama Adri disana membuat ia merasa tertekan dan merasa sangat bersalah. Kedua orang tuanya pun mengizinkan apa yang diinginkan anaknya itu, karena mereka tau jika Galuh juga punya perasaan lebih kepada Adri.
πβ¦ πβ¦ πβ¦ π... πβ¦ π
Dirumah sakit tempat Adri di rawat, terlihat ada beberapa dokter dan keluarga Adri termasuk sama Galih. Mereka terlihat begitu cemas dengan kondisi Adri yang tak kunjung sadarkan diri, sementara para dokter sedang mendiskusikan karena Adri akan di pindah rawat ke Amerika atas permintaan dari Alfred.
" Bagaimana kondisinya saat ini, apa dia baik-baik saja " Tanya Katrina kepada Hanz.
" Kondisi nya masih lemah, namun semangat hidup adik Max begitu tinggi. Aku belum pernah menangani kasus luka yang sangat berat seperti ini bisa selamat, apalagi ini luka tebasan senjata tajam dan juga luka tembak yang menembus tubuhnya " Kata Hanz dengan serius.
" Lalu apa tuan Alfred masih ingin memindahkan perawatan Nona besar ke Amerika " Tanya dokter lainnya.
" Ya, siapkan saja alat dan kebutuhan yang di perlukan oleh cucuku selama perjalanan. Jangan lupa untuk kembali memeriksa kondisi nya agar orang-orang ku disana menyiapkan penyambutan putri kecil kesayanganku " Jawab Alfred dengan tegas.
" Baiklah tuan, kalo begitu kami permisi untuk segera menyiapkan segala hal dan kami akan kembali memeriksa nona besar lagi nanti " Ucap Hanz seraya pamit dari sana.
" Baiklah " Jawab Alfred.
" Kau tidak perlu ikut campur urusan putri kecil ku, kalian sudah membuangnya sejak kecil dan akulah yang selalu menjaganya. Jadi aku tahu mana yang terbaik untuk cucuku " Jawab Alfred dengan rahang yang sudah mengeras, karena menahan emosi.
" Mami tidak perlu khawatir, karena aku akan menjaga adiku dan aku tidak akan meninggalkannya begitu saja. Percayakanlah kepadaku " Ucap Max menenangkan Katrina yang sedang ada dalam pelukan Abimanyu.
" Aku sangat percaya padamu nak, sungguh aku begitu beruntung memiliki anak seperti mu. Kau kakak yang sangat baik dan penyayang, terimakasih karena sudah menjaga frinces kecil ku " Ucap Abimanyu sambil merangkul bahu Max.
" Apa aku bisa ikut dengan kekasih ku, aku tidak bisa meninggalkannya lagi. Aku ingin selalu ada di sampingnya dan selalu menjaga gadis kesayangan ku ini " Kata Galih sambil memegang tangan Adri. Ia menatap penuh harap kearah Alfred dan juga Max, dan berharap ia akan di izinkan dan selalu dekat dengan Adri.
" Tentu saja kau harus ikut, karena masih harus menjalani pemeriksaan terakhir minggu depan " Jawab Alfred dengan santai kepada Galih.
" Dri, kapan loe akan bangun dan kita bisa bersama kembali " Gumam Galih sambil mencium punggung tangan Adri.
Katrina dan Abimanyu kemudian pamit untuk pulang ke Mansion untuk menyiapkan segala kebutuhan Adri untuk di perjalanan nya. Mereka juga ingin menenangkan diri mereka karena Alfred terus saja bersikap acuh dan dingin kepada mereka. Seakan mereka adalah orang Lain yang tak penah Alfred pedulikan dan perhatikan juga.
" Kalo begitu, aku akan pulang ke Mansion dan akan menyiapkan segala keperluan putriku untuk di perjalanan nya nanti " Ucap Abimanyu kepada Alfred.
" Baiklah, biar disini aku dan yang lain menjaga Adri. Mami dan Papi tak perlu khawatir, dan bilang kepada Arja untuk datang kesini. Karena aku ingin berbicara kepadanya " Kata Max kepada Katrina dan Abimanyu.
" Emangnya bang Max mau bicara apa dengan ku? " Tanya Arja yang tiba-tiba datang bersamaan dengan Garda, alif, doni dan Sigit yang menyusul nya di belakang.
" Oh kalian semua ternyata udah pada dateng, aku cuma mau ngasih tau kalo Adri akan di bawa ke Amerika atas keputusan kakek. Jadi kalian tinggalah disini, dan untuk mu Arja. Kau tinggalah di rumah Adri bila perlu ajak mereka berempat, karena mereka sudah tau dimana letak rumah adik mu itu " Ucap Max.
" Maksud bang Max, Oni punya rumah lain selain Mansion. Sama siapa dia tinggal disana?, apa rumahnya besar dan layak di tinggali " Tanya Arja yang terkejut mendengarkan perkataan Max.