BAD???

BAD???
Stress berat



Kini Adri telah sampai di depan gerbang rumahnya, ia kemudian membunyikan klakson motornya. Tak lama kemudian gerbangnya terbuka, dengan di dorong oleh satpam penjaga.


Adri kembali melajukan motornya ke arah garasi. Disana banyak terdapat koleksi mobil dan motor sport yang sangat mahal. Garasi di rumah Adri lebih mirip dengan sorum penjual mobil, karena saking banyaknya koleksi pribadi milik Adri. Diantaranya ada beberapa mobil merek Bugatti, Ferrari, Lamborghini, BMW dan masih bayak lagi. Dan untuk motor Adri mengoleksi dari merek kawasai baik Ninja maupun KLX, Yamaha R1 1000cc, Ducati dan beberapa motor klasik lainnya.


Kini Adri sudah memasuki rumah atau lebih tepatnya Mansion, karena rumah Adri memang sangat besar dan luas sekali bak Istana. Dalam rumah tersebut Adri hanya tinggal sendiri dengan beberapa pelayan yang kerja di rumahnya.


Kedua orang tua nya sering bolak balik keluar negeri untuk urusan bisnis dan terkadang juga untuk menghindari kenangan pahit saat hilangnya kakak Adri saat mereka kecil. Kedua orang tua Adri sudah mengerahkan semua bodyguard dan beberapa orang kepercayaan papi Adri. Sampai-sampai kakek Adri datang dari Amerika dengan membawa orang bayaran untuk mencari keberadaan cucu nya tersebut.


Bahkan Katrina sempat stres beberapa bulan karena kehilangan Arjanta Anak pertamanya, dan tinggal di Amerika untuk menjalani pengobatan.Pernah suatu hari papi Adri mengajak nya untuk pindah ke Amerika karena Katrina menolak untuk pulang ke Indonesia. Dia menganggap Indonesia adalah neraka baginya, setelah kehilangan Arjanta anak laki-laki nya.


Namun dengan teguh, Adri menolak untuk meninggalkan negara tercintanya. Ia juga berjanji kepada ibunya untuk menemukan keberadaan kakaknya. Hingga saat ini Adri masih mencari keberadaan kakak nya tersebut. Dan ayahnya juga telah menyuruh beberapa anak buahnya untuk selalu mengawasi Adri dari jarak jauh.


" Sore Bi, Apa sudah ada kabar dari papi sama mami, kapan mereka akan pulang dari Eropa. " Tanya Adri pada bibi yang sedang membersihkan ruangannya.


" Sore juga non, tadi Nyonya besar telpon. Kemungkinan tuan sama nyonya akan balik minggu depan non. Nyonya bilang dia sedang ada pekerjaan mendesak " Jawab pelayan


" Begitu ya, Ya sudah bi aku keatas dulu mau bersihin badan. Oh ya bi, bibi gak usah masak untuk malam ini, biar aku makan di luar aja " Adri merasa sangat lesu setelah mendengar ucapan pelayan tersebut.


" Baiklah Non, biar bibi siapkan air hangat nya dulu buat Non mandi "


" Tak usah bi, bibi lanjutkan pekerjaan yang lain saja. Kalo begitu aku ke atas dulu " Adri pergi menaiki tangga untuk menuju kamarnya.


Kini Adri sudah masuk ke kamarnya yang ada di lantai dua, dia sudah menaruh tas di tempat nya. Adri pun bergegas menuju kamar mandi dan segera melepaskan seluruh pakaian nya dan berjalan kearah shower. Ia mulai membasahi tubuhnya tersebut dengan air yang mengalir di atasnya.


" Kak, apa kau baik baik saja, bagaimana keadaanmu saat ini? Aku sangat merindukanmu. Kau tahu aku sangat benci keadaan saat ini, papi sama mami seakan melupakan aku. Mereka bahkan jarang menghubungi ku, walau pun mereka pulang kerumah. Mereka tak akan tinggal lebih dari 5 hari, dan setelah itu mereka pergi lagi ke luar negeri. Andai saja kau masih ada kak, mungkin keluarga kita akan bahagia " Air mata adri jatuh dan bercampur dengan air dari shower.


πŸƒ Flashback sedikit πŸƒ


Bahkan saat SMP, Adri pernah terlibat dalam aksi tawuran dengan anak SMK. Ia dan teman-temannya berhasil di tangkap dan di bawa ke kantor polisi. Ayah Adri yang mendapat kabar tersebut langsung menyuruh anak buahnya untuk menebus Adri. Tanpa ia mengabari atau pun melihat keadaan Adri, membuat nya semakin kecewa terhadap ayah dan ibunya.


Saat anak buah ayahnya akan menebus Adri di kantor polisi. Adri langsung menolak dan lebih memiliki di tahan disana semalaman. Adri memberikan alasan kepada polisi dan orang suruhan ayahnya dengan menyebutkan kata kata yang membuat mereka tertegun. " jika harus memilih, aku lebih memilih diam di penjara ini. disini jelas lebih menyenangkan karena banyak orang, dari pada di rumah besar dan mewah hanya sendirian. Membuatku menjadi tertekan dan akan berakhir seperti orang gila ". itulah yang di ucapkan oleh Adri. Teman-teman yang di tangkap dengannya pun merasa iba dengan apa yang telah di alami Adri. Mereka pun akhirnya berteman dan menjadi akrab. Begitupun dengan para polisi yang bertugas disana.


Semenjak SMP, Adri memang sudah banyak ikut tawuran dengan berbagai jenis orang, di mulai dari anak SMP, SMA/SMK bahkan sampai preman. Dan gang Adri lah yang selalu menang. Bahkan Adri sudah beberapa kali keluar masuk tahanan karena berhasil tertangkap polisi. Dan akhirnya, ia malah menjadikan sel tahanan seperti tempat penginapan selama satu malam. Polisi yang ada disana pun sangat jengkel dan bosan dengan Adri yang selalu bolak balik masuk kantor mereka. Namun di balik itu semua para polisi juga sangat terhibur dengan celotehan yang selalu di lontarkan oleh Adri.


πŸƒ Back Again πŸƒ


Kini Adri sudah selesai dengan ritual mandinya, ia sudah menggunakan handuk kimono nya dan tengah mengeringkan rambut dengan Hair dryer. Setelah selesai mengeringkan rambutnya, Adri berjalan kearah walkin kloset. Disana ia memilih baju yang akan ia kenakan.


Kini mata Adri tertuju pada celana jeans rapids berwarna abu. Lalu ia langsung mengenakan celana tersebut dan di padu padan kan dengan kaos polos berwarna putih dan hanya sebatas pusar. Tak lupa ia juga mengambil jaket kulit berwarna coklat tua dan Waishbag nya. lalu ia memakai jam tangannya dan segera keluar dari dalam walkin kloset nya.


Adri segera mengambil ponsel dan dompet yang ada di saku tas nya, ia kemudian memindahkannya kedalam Weishbag. Adri pun segera keluar dari kamarnya dan menuruni tangga.


" Bi aku pergi dulu ya, jangan menunggu ku untuk pulang " Teriak Adri pada pembantunya.


" Iya non, Hati-hati ya " Ucap pelayan yang sedang memasak makan untuk mereka di dapur.


ia selalu memberitahu pembantunya untuk tidak menunggu nya pulang karena Adri sangat jarang pulang kerumah besarnya. Mungkin hanya sekali atau empat kali saja dalam seminggu hanya untuk menukar kendaraannya.Dan kali ini Adri tidak pulang sudah tiga hari. Karena semenjak SMP kelas tiga, Adri memutuskan untuk tinggal di perumahan sederhana. Di perumahan tersebut lebih banyak di huni oleh TNI / Polisi. Dan Adri memang sengaja membelinya, agar terkesan aman menurutnya.


Adri sudah berada di ruangan sepatu di samping garasi, ia kemudian mengambil sepatu sneakers berwarna hitam. Kemudian Adri segera menghampiri salah satu mobil kesayangannya. Ia akan mengendarai Mobil Ferrari la Ferrari Aperta berwarna merah cerah dan segera meninggalkan halaman rumah nya dengan menjelajahi jalanan ibu kota.