
Kini Adri tengah berbaring di dalam kamarnya, ia masih mengenakan bathrobe dan asik memainkan game di ponselnya. Saat ia sedang asik bermain game, Tiba-tiba game nya terhenti dan menampilkan panggilan masuk di layar ponselnya. Adri hanya mendengus kesal karena sudah ada yang mengganggu kesenangannya.
" Malam adek gue yang paling cantik dan paling cutie dari macan sumatra " Sapa penelpon sambil ketawa.
" Apa sih bang, ganggu gue lagi maen aja " Jawab Adri dengan ketus.
" Jangan nge gas gitu dong dek, entar cantik nya pindah sama mak macan loh " Ucap penelpon nya.
" Iya, ada apa bang tumben nelpon jam segini. Biasanya juga kalo ada perlu nya doang lu nelpon gue " Sindir Adri.
" Cih loe ini dek kalo ngomong gak disaring dulu apa, lagian gak usah bukain aib gue dong, hahaha "
" Oh iya loe kan waktu itu pernah minta gue buat cari in penantang buat loe, malam ini di tempat biasa. Loe bisa dateng kan, taruhannya lumayan loh dek, mobil modifikasi terbaru. Kalau di jual kayaknya nyampe deh 20 M " Ucap penelpon.
" Oh yaudah " Jawab Adri santai.
" Cuman gitu doang dek, kirain loe bakal bilang makasih sama gue "
" Ngarep amat loe bang, ya udah jam berapa? " Tanya Adri.
" Cih dasar adek cap triplek, inget jam 9 harus sudah dateng. Loe jangan sampe telat ya "
" Oke bye " Jawab Adri. Ia kemudian mematikan sambungan telponnya dan melempar nya ke kasur.
Adri segera turun dari kasurnya dan berjalan kearah toilet, ia kemudian menghampiri cermin yang menggantung di dinding dalam toiletnya tersebut. Adri membuka bathrobe di bagian bahu lengan kirinya, ia melihat sebuah tato hitam bergambar mawar tanpa tangkai dan juga sebelah hati. Ia tersenyum melihat tato tersebut yang mengingatkan nya pada Galih. Karena dulu ia dan Galih sepakat untuk membuat couple tato di dada mereka, Adri gambar tato bunga mawarnya dan ada langbang setengah patahan hati. Dan untuk Galih, ia gambar tangkai mawar tanpa bunga dan juga lambang yang sama seperti Adri. Namun kini hanya tersisa Adri, dan karena itulah Adri selalu menutup tato tersebut agar tidak kelihatan.
Setelah menyisir rambut dan mengikatnya. Adri langsung memakai pakaian khasnya, ia memilih kaos putih polos dan jeans rapids. Serta sepatu sneakers dan tak lupa hoodie big size hitam kesukaan nya. Tak lupa ia mengambil tas Weishbag, jam tangan, masker dan kacamata nya. Setelah selesai dengan semua nya, Adri segera keluar dari dalam walk in closet menuju kamarnya. Ia kemudian memasukan ponsel dan juga dompetnya kedalam Weishbag.
Adri terlihat menuruni tangga rumahnya, dan berjalan menuju kearah garasi.
" Malam Bi, oh ya jangan tunggu aku pulang. Aku bakal langsung balik ke rumah ku yang biasa, kalian beristirahatlah dan jangan terlalu keras. Kalo gitu aku pamit " Ucap adri dengan cepat, sambil melenggang pergi.
" Malam juga non, baiklah Hati-hati mengendarai mobilnya ya " Jawab Mbak Nita.
" Sip " Adri memberikan acungan jempol.
Adri memutuskan untuk membawa mobil sport modifikasi berwarna putihnya, karena saat tadi pagi dirinya membawa mobil Lamborghini. Jadi Adri segera menyalakan mobil nya dan memanaskan nya sebentar.
" Masih jam 7,sebaiknya gue ajak dulu ni mobil buat ngukur aspal. Lagian udah lama juga nih mobil gak di pake, semoga aja mobilnya gak rese " Gumam Adri sambil tersenyum.
Ia kemudian mulai menjalankan mobilnya dan seketika pintu garasi terbuka secara otomatis, Adri kemudian melajukan mobilnya dan terlihat security sedang membukakan gerbang nya. Tak menunggu lama lagi Adri segera memacu mobilnya dengan kencang, suara yang dihasilkan mobil nya juga sangat nyaring. Mungkin jika Adri bisa mendengar suara dari luar mobil nya, ia akan mendengar orang-orang mengumpatinya karena kecepatan serta suara mobil yang sangat menganggu yang lainnya.
Saat Adri tengah menjalankan mobilnya, ia tak sengaja melihat seseorang yang sangat ia kenali. Adri kemudian memutar balik arah mobilnya dan memarkirkan di dekat lokasi ia melihat orang tersebut. Adri mengamati orang tersebut dan memotret nya untuk di jadikan bukti. Adri menyeringai dan menahan marah saat melihat apa yang dilakukan orang tersebut.
Saat Adri sedang memperhatikan cowok yang sedang bercumbu dengan Rosa, ia dibuat terkejut saat wajah dari pemuda tersebut menengok kearahnya.
" Sialan, ternyata cowok ini lagi. Loe berdua emang sama-sama **** anjing " Adri sangat kesal dengan apa yang barusan ia lihat.
Adri juga beberapa kali memukul stir mobil dan tak henti mengumpati orang yang sedang ia amati dan Garda yang sudah ia anggap sebagai kakak nya. Adri tak habis pikir, Garda terlalu bodoh dan mau ditipu sama gadis licik seperti Rosa. Padahal apa yang diharapkan dari gadis seperti dia.
Tak lama kemudian Rosa dan pemuda itu nampak memasuki mobil dan pergi dari sana. Adri yang merasa penasaran pun mengikuti mereka dari belakang, dan Adri juga ikut menghentikan mobilnya saat mobil yang membawa Rosa berhenti di sebuah club malam. Adri kembali menyeringai puas karena ia memang tak asing lagi dengan klub malam terbesar dan termewah di kota itu. Memang siapa yang tidak tahu, jika klub tersebut milik perusahaan ayahnya. Dan Adri sudah sering datang kesana.
Adri kemudian masuk kedalam dan menemui Jess kakak nya, ia tak berniat untuk meminum alkohol karena ia memang akan mengikuti balapan malam ini. Setelah duduk di depan meja bartender, Jess yang melihat Adri segera menghampiri adiknya tersebut.
" Tumben loe dateng kesini, lagi ada masalah huh " Tanya Jess pada Adri.
" Oh gue lagi ngikutin seseorang " Jawab Adri dengan santai.
Adri tidak melihat Jess yang sudah seperti kebingungan melihat tingkah Adri yang Celingak-celinguk gak jelas. Kemudian ia memukul pelan bahu Adri dan menanyakan apa yang sedang ia cari.
" Heh, ngapain sih dek. Loe Dateng-dateng udah kaya burung aja, Celingak-celinguk gak jelas gitu. Emang loe nyariin siapa sih, apa Jangan-jangan loe nyariin cowok baru loe ya. Sukur deh kalo loe udah move on dari si Galih " Ucap Jess sambil nyengir kearah Adri.
" Apa sih loe gak jelas banget deh, lagian siapa yang punya cowok. Cowok gue tetep si Galih dan gak bakalan bisa ada yang gantiin dia sampai kapan pun " Jawab Adri datar.
"Lah terus loe nyariin siapa disini " Tanya Jess.
" Tuh gue lagi merhatiin cewek sama cowok itu. Ceweknya namanya Rosa, dia pacaran sama si Garda dan dia ternyata cuman hanya manfaatin si Garda seperti ATM berjalan " Tunjuk Adri.
" Oh jadi loe sedang Mata-mata in dia, setau gue sih mereka memang udah pacaran sangat lama. Mereka juga sering nyewa kamar buat, ya loe tau sendiri lah " Ucap Jess dengan santai.
" Gue mau loe naruh kamera pengintai di kamar yang akan di sewa nya nanti, dan gue mau semua rekaman tentang dirinya minggu depan " Jawab Adri dengan wajah serius.
" Oke " Jawab Jess.
" Kalo gitu gue pergi dulu, gue ada urusan yang lebih penting " Ucap Adri sembari bangkit dari kursi.
" Tumben loe gak minum seperti yang biasa, apa Jangan-jangan loe mau.. " Ucapan Jess terhenti saat Adri tersenyum sambil memberikan acungan jempolnya.
" Besok gue bakal minum sepuasnya buat ngerayain, itu juga kalo gue menang " Teriak Adri sambil pergi meninggalkan tempat itu.
" Dasar anak itu memang benar-benar gak bisa di tebak " Gumam Jess.
Kini Adri sudah berada di dalam mobilnya, ia merasa sedikit lega karena bisa membuktikan nya kepada Garda. Jika dirinya sudah salah dalam memilih kekasih seperti Rosa. Adri melihat jam tangannya, ia sangat terkejut saat jam tersebut menunjukan pukul 20:30, Adri merasa jika dirinya belum lama pergi dari rumah nya. Adri pun segera menyalakan mobilnya dan menancap gas mobilnya, ia melajukan mobilnya dengan sangat cepat karena tak ingin telat dan melewatkan balapan yang sangat berharga kali ini.