
" Jadi begitu ya, emm kalo boleh gue tau emang siapa temen yang membuat loe di penjara. Bukannya seharusnya orang yang nuntut itu yang di penjara" Sigit bertanya dengan sedikit berhati-hati.
Adri menatap Sigit dan mengambil bungkus rokok lalu mengarahkan pada nya. Sigit yang sedang makan merasa heran dan hanya menatap bungkusan rokok yang ada dihadapannya itu. Ia kemudian menghentikan kegiatannya tersebut dan mengambil satu batang lalu memegangnya dan memperhatikan rokok tersebut. Ia kemudian mencium aroma dari rokok tersebut dan hanya ada aroma tembakau.
Adri kemudian mendekatkan wajahnya kearah Sigit, tentu Sigit semakin heran dengan apa yang dilakukan oleh Adri. Ia kemudian meletakan rokok di bibirnya dan menjepit nya diantara telunjuk dan jari tengah. Sigit terlihat gemetar karena ini pertama kali nya ia merokok dan terlebih posisi Adri tepat berada di depan wajahnya. Ia berusaha menahan napasnya, karena posisi mereka seperti sedang melakukan ciuman.
Adri kemudian mendekatkan ujung rokok nya dengan ujung rokok milik Sigit, ia langsung menghisap nya perlahan begitupun dengan Sigit yang melakukan hal yang sama. Setelah berhasil menyalakan rokok milik Sigit, Adri segera kembali ke posisi semula. Sedangkan Sigit langsung Terbatuk-batuk dengan asap yang keluar dari dalam mulutnya.
" Hahahaha... Muka loe lucu git " Tawa adri saat melihat ekspresi Sigit yang merokok untuk pertama kalinya, ia melihat Sigit menepuk dadanya menahan sakit.
Sigit mendengus kesal karena adri malah menertawakannya, namun hatinya menghangat setelah mendengar adri ketawa. Ia baru saja melihat sisi lain adri yang sangat hangat dan riang.
" Nanti loe akan terbiasa dengan nya, karena gue juga sama seperti elo saat pertama kali nyobaian nya. Tapi loe bakal ketagihan kalo loe bisa merasakan rasa manis di setiap hisapannya " Adri tersenyum puas melihat Sigit yang menurut dan tidak menolak nya.
" Uhuk.. Uhuk.. Rasanya tenggorokan gue jadi garing gara-gara asap rokok ini " Keluh Sigit sambil Terbatuk-batuk. Ia kemudian mengambil air yang sama bekas Adri minum, karena Sigit hanya membawa satu botol air minum, itupun bekalnya dari rumah.
" Dia kekasih gue, loe orang ke tiga setelah sahabat gue yang gue kasih tau statusnya. Selama ini, gue menyembunyikan setatus gue dari siapapun, tapi saat kematian dia. Gue memutuskan untuk memberitahu kepada teman gue itu. Untuk namanya gue gak akan ngasih tau loe saat ini, karena masih banyak yang belum terselesaikan saat ini " Jawab adri dengan wajah sayu.
Sigit pun terkejut dan kembali terbatuk karena ia keselek sama air yang baru saja ia minum. Kemudian ia menatap Adri yang tengah mengeluarkan asap rokoknya berbentuk bulat. Adri kemudian membelah asap itu hingga bentuknya berubah menjadi bentuk love yang terbelah. Adri kemudian menggenggam asap itu dan langsung hilang menyisakan kepulan asap tak berbentuk.
" Jadi teman yang meninggal itu pacar loe Dri, gue turut berduka cita Dri. Sorry gue gak bermaksud buat bikin perasaan loe sakit " Sigit terlihat menyesal memberikan pertanyaan itu.
" Tak apa, lagian dia masih hidup dan menjadi bagian dalam diri gue Git " Adri memang wajah datarnya kembali.
" Sebesar itukah rasa cinta elo Dri, gue akan lebih bahagia lagi jika gue bisa ketemu dan berteman sama orang yang sudah membuat loe sangat bahagia " Gumam Sigit sambil menatap adri sendu.
" Apa keluarga nya tidak mengetahui hubungan elo sama dia Dri " Tanya Sigit lagi.
" Ya begitulah, kami lebih senang hubungan kami tidak diketahui oleh orang lain " Ucap Adri datar.
" Semoga saat itu tiba, loe akan selalu ada bersama gue Git " gumam Adri, namun Sigit masih bisa mendengar suara Adri.
Seketika suasana jadi hening dan tak ada lagi pembicaraan. Adri juga sudah menghabiskan semua rokoknya, sedangkan Sigit masih dengan rokok keduanya. Ia terlihat sudah mulai terbiasa dan sedikit menikmatinya, walaupun ia masih Terbatuk-batuk karena ini pertama kali Buat dirinya.
" Loe mau balik bareng gak, biar gue anterin loe " Tanya Sigit dari dalam mobilnya.
" Gak usah gue bawa motor kok, loe duluan aja " Jawab Adri dengan ekspresi datar.
" Ck padahal udah bagus wajah loe senyum kaya tadi, malah balik lagi ke ekspresi menyebalkan itu. Ya udah gue tunggu loe di deket sini, cepetan kita balik nya bareng " Ucap Sigit dengan wajah kesalnya.
" Terserah loe " Jawab Adri sambil pergi lalu menyebrang jalan.
Tak berapa lama, sebuah motor trail keluar dari arah depan warung bi sumi, terdengar suara kelakson motor dan motor itu segera melaju. Namun tak lama kemudian motor itu kembali berhenti di dekat mobil honda civic warna silver itu dan membuka helmnya.
" Gue balik duluan ya, loe Hati-hati di jalan. Jangan sampe ngebut oke " Ucap sang pengendara motor dengan keras. yang tak lain adalah Adri.
" Loe juga Hati-hati ya, gak usah ngebut " Ucap Sigit.
Akhirnya Adri menutup helm nya dan segera nginjak persneling dan memutar pedal gasnya. Ia melaju dengan sangat kencang dan meninggalkan Sigit yang sedang melongok.
" Baru juga gue ingetin tuh anak, udah ngilang. Kaya Gosh Riders aja " Gumam Sigit.
Ia kemudian melakukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan pergi pulang kerumahnya.
π π π π π π
Saat ini adri sudah di rumah nya, sepulang sekolah adri langsung menuju kamar mandi dan langsung membersihkan badannya. setelah selesai adri langsung memakai dalaman dan hanya di balut dengan bathrobe yang tebal. ia kemudian mengeringkan rambutnya dan menyisir rambutnya. Ia berjalan kebawah dan melangkah menuju dapur, ia kemudian memasak spagetti dan segera menghidangkan nya di piring. Setelah selesai makan, Adri menaruh piring kotor nya di washtapel dan membersihkannya.
Setelah selesai, Adri pergi menaiki tangga dan berjalan menuju ruangan yang sudah lama tak ia masuki. ia membuka pintu itu, ruangan yang gelap dan tidak ada cahaya sedikit pun. Adri kemudian sedikit membuka gorden dan hanya ada lampu taman belakang yang bersinar sedikit redup.
Dalam ruangan itu tersedia Meja Bar lalu di belakang nya terdapat rak yang hampir menutupi dinding di belakangnya. Rak tersebut berisi koleksi minuman beralkohol, dimulai dari Jenis Wine, Champagne, Wiski, Rum, Tequila Dan Vodka. semua jenis minuman dari berbagai merek dengan Harga ratusan ribu hingga Milyaran rupiah menghiasi rak tersebut. Bahkan di samping dekat jendela, terdapat lemari yang berisi beberapa jenis rokok dari berbagai dunia, bahkan ia juga mengkoleksi Vape yang ia beli dari luar negri. Ruangan itu lebih pantas seperti tempat koleksi barang dengan nuansa Bar.
Tepat didinding samping pintu masuk, ada sebuah Nakas panjang. disana di dinding itu tertempel poto bertelanjang dada seorang siswi dengan tato di dada kirinya. Lalu Dua buah kalung berbentuk kunci yang tertata rapi di dalam box kaca. Tak jauh dari sana ada dua buah surat yang tergeletak di atas nakas.
Adri duduk di sofa yang ada dalam ruangan itu, ia meminum salah satu Wine koleksinya. Lalu ia menyalakan rokok nya dan menghisap nya. Wajah Adri terlihat sangat sayu di dalam ruangan gelap itu, pikirannya sedang kacau karena masalah dengan Garda tadi siang. Ia melampiaskan kekesalannya di dalam ruangan itu, memendam rasa sakit sendirian di dalam ruangan gelap tersebut.