BAD???

BAD???
Nona muda



Sepulang sekolah Adri menepati janjinya dengan mengajak Suni untuk berbelanja sepuasnya di Mall milik ayahnya. Namun sedari tadi Suni hanya menggerutu kesal, karena kejadian yang terjadi di sekolah membuat dirinya semakin di permalukan.


Flashback...


Didalam aula tempat semua wali murid berkumpul, rapat sedang berlangsung dan wakil kepala sekolah sedang mendiskusikan beberapa hal dengan semua wali muridnya. Namun kehebohan yang tercipta didalam rungan rapat tersebut langsung terhenti ketika salah satu guru masuk kedalam. Guru tersebut menghampiri komite sekolah dan membisikan sesuatu, setelah itu guru yang masuk tadi segera pergi lagi dari sana.


" Perhatian!! kepada wali siswi bernama Adriani, untuk segera mendatangi ruang kepala sekolah " Ucap komite sekolah.


Suni yang merasa di panggil segera berdiri, namun seketika ia kembali meneguk ludahnya sendiri. Semua orang yang ada disana kembali heboh membicarakan suni, mereka kembali mencibir Suni dan juga Adri.


" Halah paling juga masalah SPP yang belum lunas "


" Padahal kalo gak mampu gak usah maksa juga buat sekolah di sini "


" Kasihan ya ibunya, anaknya memang tak tahu malu "


Mereka terus Berbisik-bisik mengenai Suni dan juga adri. Sedangkan Suni kembali menggerutu dalam hatinya karena sudah kesal.


" Cih Dasar Emak-emak tukang gosip, kalo kalian tau siapa nona Adri. Aku tebak kalian pasti bakal sok baik dan akrab sama dia, punya harta lebih aja sombong. Gimana kalo harta yang kalian miliki itu hilang dalam semalam, lagian pakaian yang kalian pake juga aku punya kali " Gerutu Suni dalam hatinya.


Suni segera melangkah pergi dari sana setelah berpamitan pada komite sekolah. Ia kemudian berjalan kearah ruangan kepala sekolah.


Sesampai disana, Suni langsung masuk dan duduk di sofa setelah bilang permisi terlebih dahulu.


" Maaf Pak kalo boleh tahu, ada perlu apa ya bapak memanggil saya kesini. Disini saya sebagai wali nya nak adriani " Tanya Suni.


" Begini, saya hanya ingin memberitahu jika anak anda terlalu sering terlibat masalah, dia juga sering berbuat onar dan memberikan contoh yang tidak baik pada temannya. Kami harap ibu sebagai orangtuanya dapat memberi pengertian lebih kepada anak anda " Ucap Supyan sebagai kepala sekolah.


" Bapak harap maklumi anak saya, karena dia terterlalu aktif dan mencintai kebebasan. Mungkin saya akan menegurnya dan memberi perhatian lebih nanti " Jawab Suni dengan tenang.


" Gimana mau ngasih perhatian lah wong saya bukan emak nya toh, lagian ibu sama bapak kandungnya aja gak ngurusin Non Adri " Gerutu Suni dalam hatinya.


Mereka terus mengobrol tentang sikap adri dan juga nilai nya dalam pelajaran. Supyan juga tak hanya memberitahukan tentang keburukan dari adri saat di sekolah, tapi ia juga memuji jika adri sangat pintar dan berbakat dalam berbagai bidang di sekolah.


Back again....


Kini adri dan Suni sedang berada di toko baju dengan brand ternama, adri juga sudah menyuruh Suni untuk membeli apa saja dan berapapun yang ia mau. Adri hanya menunggu Suni di sebuah kursi sambil memakan burger dan minuman yang sudah ia pesan.


" Gimana Mbak, masih belum selesai juga?. Atau pakaian nya gak ada yang Mbak suka, kalo gitu kita bisa cari di toko yang lainnya " Ucap adri setelah melihat Suni tak membawa satu barang pun.


" Bukan begitu Non, bibir rasa harga barang disini terlalu mahal. Lagian bibi juga gak terlalu cocok sama pakaian yang disini " Ucap Suni dengan wajah lesu.


Sedangkan Suni langsung memilih beberapa baju yang menurutnya cocok untuk dirinya, ia pun pasrah karena percuma juga dirinya berdebat dengan anak majikannya itu. Dalam hatinya Suni merasa gembira karena perlakuan adri kepadanya, ia tidak menyangka jika omongan dari adri bukan hanya embel-embel semata.


Brukk.. Adri menaruh beberapa pakaian pria dan wanita yang sempat ia ambil tadi, Suni pun hanya melongok terkejut dengan apa yang dilakukan Adri. Ia tidak habis pikir jika Adri mengambil pakaian dengan harga yang mahal itu seperti cucian, bahkan ia tak segan untuk menggulung dan melemparnya kemeja kasir. Pelayan yang ada disana pun di buat melongok dengan apa yang baru saja Adri lakukan.


" Bungkus yang ini juga kak, jadi berapa semua yang harus aku bayar. Sekalian sama yang punya mbak ini " Ucap Adri sambil menunjuk Suni.


" Tu.. Tunggu sebentar ya dek, saya akan menjumlah semua nya dulu " Jawab kasir tersebut.


" Hemm"


" Masih ada yang ingin mbak beli gak, sekalian aja beli sekarang. Biar Adri yang bayarin sekalian " Ucap Adri dengan santai.


" Enggak Non, ini juga sudah lebih dari cukup. Mbak ngucapin banyak Terima kasih banget sama Non Adri, tapi untuk apa Non beli Baju-baju itu semua. Bukankah nyonya sama tuan lagi di Eropa " Suni melirik Adri dan tumpukan pakaian secara bergantian.


" Oh itu bukan untuk mommy sama Papi kok, lagian mereka mah gak usah di beliin. Dan juga mana mau mereka pakai pakaian kaya ginian, Adri cuman beli untuk orang yang di mansion sekaligus buat Bi Iyem " Jawab Adri santai.


" Sungguh Non Adri anak yang sangat baik, walau pun ia sangat urakan dan tak bisa diatur. Tapi aku sangat bangga dengan sifat nya seperti ini, hanya saja sikap nya selalu datar dan dingin membuat orang yang berada di sekitarnya salah menilai. Semoga Non Adri selalu di berkahi dengan keselamatan dan kebahagiaan yang berlimpah " Gumam Suni dalam hatinya.


" Semuanya 280 jt dek " Ucap kasir tersebut.


Semua orang yang ada disana hanya melongok tak percaya, bagaimana seorang mahasiswi yang terlihat seperti orang tak mampu berbelanja sampe habis 280 jt sekaligus. Bahkan Suni hanya menelan ludahnya saat mendengar ucapan sang kasir, ia sedang berpikir dan membandingkan dengan gajinya.


Adri kemudian mengeluarkan sebuah kartu dari dalam jaketnya, kemudian ia segera menyerahkan nya pada kasir. Semua orang dibuat tercengang kembali dengan apa yang mereka lihat, bagaimana seorang mahasiswi mempunyai kartu kredit platinum. Sedangkan sang kasir hanya tersenyum setelah melihat nama pemilik kartu tersebut.


" Ini kartunya nona muda, Terima kasih atas kunjungannya. Maaf atas ketidak nyamanan yang terjadi disini. Kalo nona muda ingin berkunjung lagi lain waktu, mungkin kita bisa mengosongkan dulu tempat ini. Sekali lagi Terima kasih nona sudah berkunjung kesini " Ucap kasir tersebut sambil tersenyum ramah.


" Tak usah berlebihan kak, aku juga sama seperti yang lain " Jawab Adri sambil mengambil kartu dan struk pembayarannya.


" Hah kok aku bisa lupa ya, kalo Mall ini salah satu perusahaan milik tuan besar " Gumam Suni.


Setelah selesai dengan acara berbelanja nya, Adri dan Suni segera pulang ke Mansion nya. Sesampai disana Adri segera menyuruh security untuk mengambil barang belanjaan nya, Adri pun segera masuk kedalam Mansion nya dan memberitahu Nita untuk membagikan semua belanjaan yang ia bawa pada semua orang yang ada di Mansion. Sedangkan Adri segera masuk kedalam kamar untuk membersihkan badan dan beristirahat.


_________________________________________________


jangan lupa ya untuk vote like dan komenya.


see next chapter..