BAD???

BAD???
Pengganti Yang berlalu



Tak lama kemudian, Galuh dan Leksana terlihat sudah selesai dan hendak membayar makanan nya. Mereka berdiri di dekat meja tempat Adri makan, sesekali Galuh menengok kearah Adri yang sedang lahap menyiapkan baksonya kedalam mulutnya.


" Ck... Kok gue merasa jijik ya lihat cewek makan serakus itu, apa karena dia miskin dan gak dapet makan selama sebulan " Cibir siswi cantik yang sedang menggandeng tangan Galuh.


" Kayaknya dia lagi dapet traktiran deh Vi, makannya dia manfaatin buat makan sepuasnya " Kata cewek yang ada di samping Leksana.


" Ayok yang, jangan kelamaan diam disini. Gak level aku diam dan makan di tempat kaya orang miskin dan berpenampilan urakan seperti itu " Ajak sang kekasih pada Galuh.


" Iya yang, sebentar aku bayar dulu makanan kita tadi ya " Kata Galuh dengan sabar pada sang kekasih.


Kekasih Galuh terus saja bergelayut manja di tangan nya, sesekali ia juga memandang jijik kearah Adri dan temannya yang sedang makan. Dia tak lain adalah Devi Puspita dari kelas X IPS 1,dia sudah menjalin kasih dengan Galuh seminggu yang lalu. Dia terkenal dengan julukan si cewek bohay dan montok, dia juga di sebut-sebut sebagai calon most wanted girl selanjutnya.


Sementara di kursi tempat Adri duduk, Alif terlihat begitu emosi karena perkataan dari Devi. Beruntung Adri duduk di sampingnya dan terus menenangkan Alif dengan memegang tangan kanan nya agar bisa mengendalikan emosinya. Begitu pun dengan yang lainnya, namun mereka lebih bisa mengatur emosi mereka dengan baik dan masih bersikap santai.


Setelah Galuh dan rombongannya pergi dari warung bi Sumi, Adri melepaskan tangan Alif. Sedari tadi Adri juga ingin melampiaskan dan menghancurkan siapapun yang berani bermain dengannya, namun Adri mencoba bertahan karena ia masih peduli pada Galuh.


Brakkk.. Alif melepaskan emosinya sekaligus dengan menggebrak meja panjang tempat mereka makan. Semua orang terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Alif, ia menatap nyalang kearah Adri. Ia sangat benci melihat Adri di hina dan di rendahkan seperti itu, sedari dulu saat mereka bersama, Alif lah yang akan memberi pelajaran kepada orang yang berani merendahkan Adri. Sebelum Jo yang bertindak dan membuat orang yang menghina Adri babak belur, ia yang terbiasa menghajar sampai orang itu tidak berani lagi mengatai Adri.


" Kenapa Dri, loe tau kan kalo gue paling benci hal yang seperti ini. Gue benci orang yang selalu merendahkan loe Dri, loe terlalu berarti dalam hidup gue sebagai wanita setelah ibu dan kakak gue Dri " Kata Alif dengan lirih.


" Lif kendalikan emosi loe, gue juga sama kaya loe Lif. Tapi gak seperti ini caranya, loe harus ngerti perasaan Adri juga Lif " Doni mencoba menenangkan Alif yang tengah emosi.


Adri terlihat melamun dan tak mendengarkan apa yang sedang terjadi disana, Adri terlalu larut dalam perasaan nya sendiri. Sedangkan Sigit dan Garda hanya hanya bisa diam, apalagi Garda yang merasa semakin bersalah pada Adri setelah mendengarkan ucapan Alif.


Tak lama kemudian Adri memberikan 2 lembar uang pecahan 100 ribuan pada bi Sumi, lalu ia mengatakan jika ia membayar makanan temannya dan selebihnya buat bi Sumi. Adri pun pergi dari sana, ia terlihat sangat lelah dan berusaha menyembunyikan perasaan nya. Semua temannya mengikuti Adri menuju kelas untuk mengambil tas, lalu Adri segera pergi menuju parkiran.


" Ingatlah buat datang kerumah gue nanti, karena gue Bakal tunggu kedatangan kalian. Dan untuk loe Da, loe balik sekalian sama gue aja. Gue tau Mami udah sita semua pasilitas yang loe pakai, gue juga udah kirim pesan sama Mami kalo loe nginap di rumah gue " Kata Adri.


" Dri gue minta maaf sama sikap gue yang tadi, gue terlalu terbawa emosi sama sikap cewek itu " Kata Alif dengan wajah sedih.


Adri menepuk pundak Alif dan doni, tak lupa ia mengucapkan perpisahan pada mereka sebelum berpisah di tempat parkir. Adri langsung pergi mengambil mobil nya, tak lupa ia membuka kap bagian atas nya dan membiarkan terbuka seperti pagi tadi. Lalu Adri menyalakan mobil dan lekas pergi keluar gerbang sekolah, disana Garda sudah menunggu kedatangan Adri. Disana juga terdapat beberapa siswa dan siswi yang sedang menunggu jemputan dan juga angkutan umum.


Sesampai Adri di dekat Garda, semua orang kembali terpana dengan mobil yang ia bawa. Tak membutuhkan waktu lama, Adri segera melakukan mobilnya dengan kencang dan menghiraukan rasa ngilu di bagian punggung dan rusuk nya. Sepanjang perjalanan, tidak ada obrolan yang tercipta antara Adri dan juga Garda. Namun tak lama kemudian, Garda memberanikan dirinya untuk berbicara pada Adri dan mengungkapkan kekecewaan nya terhadap dirinya sendiri.


" Dri aku minta maaf buat semua nya, aku sangat menyesal karena perbuatanku selama ini. aku minta maaf, aku minta maaf, aku minta maaf karena salah paham sama loe, aku minta maaf..." kata Garda sambil menangis.


Adri yang mendengar perkataan dan isakan tangis Garda langsung menepikan mobilnya, ia berusaha untuk tidak menangis juga. Adri melepas safe belt nya dan menatap kearah Garda, tak menunggu lama Adri langsung menangkup kedua pipi Garda dan menghapus air matanya.


" Sebenci apapun loe sama gue, loe tetap akan jadi orang yang bearti dalam hidup gue. loe kakak gue selain Arja, selama ini gue hanya ingin menjaga dan ngelindungi loe dari orang yang mencoba memanfaatkan loe Da " ucap Adri lirih.


Garda langsung memeluk erat Adri dan menangis dalam pelukannya, ia sangat bahagia karena Adri masih menyayanginya dan sudah memaafkan semua perlakuan buruk padanya. Namun tanpa di sadari Garda, Adri tengah meringis kesakitan karena luka dalamnya masih belum sembuh total.


" kamu gak papa dek, maaf lagi karena aku terlalu senang dan malah menyakitimu. maaf karena sudah buat kamu gak sadar selama dua hari dan bikin badan kamu sakit " ucap Garda sambil melepas pelukan eratnya, dengan berkata manja dan penuh kasih sayang.


" Tak apa, lagian itu sudah terjadi juga " kata Adri.


" Biar aku yang bawa mobilnya, aku gak mau kamu terluka lagi. dan ini pakailah jaketnya biar gak dingin, aku gak mau lihat kamu sakit dan terbaring lemah kaya kemarin " kata Garda sambil membuka hoodie yang ia pakai.


Setelah memasangkan jaket di tubuh Adri, Garda segera keluar mobi dan bertukar posisi dengan Adri. Garda terlihat sangat berbeda sekarang, ia terlihat seperti seorang kekasih dibandingkan teman atau sodara.


" gak usah manggil gitu Da, loe sangat lebay kalo ngomong aku, kamu. Dan panggil aku Dri aja jangan panggil adek, loe gak cocok " protes Adri.


" Gak papa, ini bentuk kasih sayang gue yang selama ini salah paham dan hilang begitu aja. Jadi mulai sekarang gue bakal manjain loe sebagai ganti kesalahan gue selama ini, dan gue gak Terima bantahan. oke " kata Garda sambil tersenyum.


" Terserah loe " jawab Adri datar.


Akhirnya Garda melajukan mobilnya menuju supermarket setelah Adri kasih tau, karena ia harus belanja bahan makanan untuk pesta BBQ nya nanti malam.