
" Loe yang traktir ya Dri, gue lagi boke sekarang " Kata Doni dengan santai, lalu ia melahap baksonya lagi.
" Miskin amat hidup loe Don " Cibir Alif. " Tapi gue juga setuju ide loe itu, sekalian misi menghemat " Sambung Alif sambil ketawa.
" Itu sama aja bege " Gerutu Doni dengan kesal.
" Makan aja sepuasnya, biar gue bayar sekalian " Kata Adri.
" Nah, itu yang gue tunggu " Kata Alif dengan semangat.
" Ck, dasar gak tau diri loe " Cibir Doni dengan kesal.
" Wah dalam rangka menyambut apa ini Dri, sampe loe rela mengeluarkan uang receh dari saku loe itu " Kata Sigit sambil terkekeh pelan.
" Paling Ngasih komisi Jadian " Jawab Garda asal.
" Wah, gak jomblo lagi dong " Kata Sigit bangga.
" Gak jadi traktiran, kalian bayar sendiri aja " Ucap Adri dengan nada kesal.
Mendengar perkataan Adri, Alif dan Doni lalu menatap horor kearah Sigit dan juga Garda. Bagaimana tidak, niat makan sepuasnya malah hancur berantakan karena omongan dari mereka berdua.
Mereka akhirnya meneruskan makan nya, tak lupa di selingi dengan beberapa candaan yang membuat mereka tertawa konyol dan berakhir saling melemparkan geplakan tangan nya. Sedangkan Adri hanya pokus memainkan game di ponselnya, dan beberapa kali harus menelan kekalahan karena temannya mengganggu konsentrasi permainan nya.
Tak lama kemudian seorang siswa datang sambil berlari kearah warung bi Sumi, dia terlihat sangat syok dan juga Ngos-ngosan karena cape harus berlari.
" Eh.. Anak... Anak Bakti " Kata siswa tersebut sambil terputus-putus gak jelas.
" Kalo ngomong tuh yang jelas gak usah sambil Ngos-ngosan gitu " Tegur Sigit pada siswa tersebut.
" Sory, gue tadi lari terburu-buru, jadi cape " Jawabnya sambil mengatur pernapasan nya.
" Kenapa sama anak Bakti " Tanya Adri langsung.
" Itu Dri, anak Bakti main kasar di turnamenan nya, kak samudra sampe jatuh dan gak bisa lagi main. Kayaknya sih kaki nya terkilir, padahal dia kapten basket yang selalu memenangkan setiap pertandingan basket " Jelas siswa tersebut.
Ekspresi Adri nampak sangat tidak suka mendengar berita itu, ia kemudian bangkit dari kursi dan mengeluarkan uang dari saku celana training nya. Adri membayar semua makanan temannya, tak lupa ia juga membeli air mineral dingin sama bi Sumi.
" Neng, uang nya masih ada kembalian. Ini juga sisa nya masih banyak " Kata bi Sumi hendak memberikan kembalian uangnya pada Adri.
" Kasih aja sama mereka bi, Adri mau lihat dulu turnamen nya. Makasih ya bi, bakso spesialnya " Kata Adri sebelum pergi dari sana.
" Makasih Dri " Teriak salah seorang siswa yang ada disana.
" Yo... Kalo gitu gue duluan ya " Kata Adri sama mereka semua.
Sesampai disana, Adri melihat Samudra tengah terduduk dan menahan kesakitan nya di pinggir lapang sambil menunggu seseorang mengambil tandu untuk membawa nya keruang UKS. Adri kemudian menghampiri Samudra dan berdiri disamping nya, tanpa ia sadari, Adri merasakan kesakitan yang sama saat melihat Samudra seperti itu. Tak lama kemudian temannya datang dan berdiri di dekat Adri.
" Dasar cemen " Gumam Adri pelan, namun tanpa ia sadari. Samudra juga dapat mendengar perkataan Adri, yang entah sejak kapan telinganya akan menjadi sangat peka terhadap suara nya Adri.
Adri kemudian jongkok di hadapan Samudra, sementara temannya Samudra memberikan ruang untuk Adri dan sedikit minggir dari sana. Adri melihat pergelangan kakinya yang terkilir dan sedikit memerah, ia pun menoleh kearah Alif dan Doni lalu memberikan kode kepada mereka. Mereka yang mengerti dengan tatapan Adri labgsung mengambil posisi yang sangat pas untuk menjalankan apa yang di perintahkan Adri.
Reza, Tirta, widya, Garda, Sigit dan juga seluruh siswa yang mengelilingi Samudra heran dengan apa yang dilakukan oleh Alif dan juga Doni. Alif yang sedang mengunci kedua tangan nya Samudra dan Doni yang sedang memegang kuat kaki Samudra. Tanpa aba-aba dari siapapun, Adri langsung memutar kaki Samudra hingga berbunyi.
Seketika Samudra menjerit kesakitan saat mendapat perlakuan Adri, namun beberapa saat kemudian. Ia tidak terlalu merasakan kesakitan yang teramat sebelum perlakuan Adri barusan.
Ketiga teman Samudra juga nampak terkejut saat melihat apa yang dilakukan Adri, bahkan mereka ingin memaki dan memarahi Adri dengan perlakuannya itu. Namun dengan cepat Adri menjelaskan apa yang sudah ia lakukan kepada mereka.
" Sorry, gue cuman mau bantu ngembaliin posisi engsel tulang loe yang bergeser " Kata Adri dengan ekspresi santai nya.
Semua orang menatap tak percaya pada Adri, sedangkan Sigit dan juga Garda hanya bergidik ngeri setelah melihat kejadian singkat yang menyakitkan barusan.
Sedangkan Alif dan Doni kembali berdiri di dekat Garda dan membiarkan Samudra menenangkan dirinya terlebih dahulu.
" Nih, loe minum dulu. Entar sekalian buat ngompres kaki loe biar gak bengkak sama pereda nyeri juga " Kata Adri sambil memberikan botol air mineral dingin nya pada Samudra.
" Makasih.. " Kata Samudra sambik menatap Adri. Dalam hatinya ia merasa sedang berbunga-bunga walau pergelangan kaki nya masih berdenyut nyeri, namun hal itu bukan halangan baginya untuk bisa mengungkapkan rasa senang nya. Terlebih pertolongan itu datang dari orang tercinta dan juga perhatian yang selama ini ia impikan.
Adri hanya membalasnya dengan deheman dan sedikit senyuman kecil di balik ekspresi datar nya itu.
Tak jauh dari sana, Galuh melihat apa yang sudah Adri lakukan. Dalam hatinya ia merasa sangat kesal dan juga kecewa saat melihat kejadian barusan.
" Kenapa gue gak suka ngeliat loe deket sama kak Samudra Dri, apa gue cemburu melihat loe deket sama cowok lain " Batin Galuh. Ia tak sadar sejak dari tadi terus memperhatikan Adri dan tak mendengar perkataan orang yang ada didekatnya.
" Heh, loe ngelakuin apa sih. Dari tadi si Devi manggil loe malah sibuk bengong " Tegur Leksana sambil menepuk pundaknya dengan keras.
" Oh, sorry gue lagi mikirin masalah yang dirumah " Kata Galuh memberikan alasan pada yang lainnya.
" Oh, kirain ada yang cemburu " Kata Devi dengan nada jutek.
" Enggak kok yang, seriusan ini cuman masalah di rumah aja kok " Kolah Garda meyakinkan Devi agar tak curiga dengannya.
" Baiklah, gue percaya kali ini. Tapi sepulang sekolah, loe ajak gue ya buat main ke Mall " Kata Devi sambil bergelayut manja di tangan Galuh.
" Iya, apa sih yang enggak buat kamu yang " Jawab Garda sambil mencubit pipinya dengan gemas.
Tanpa sengaja, Adri melihat kemesraan Galuh dan sang kekasih nya itu. Adri hanya mampu terdiam tanpa memperlihatkan ekspresi yang lain selain wajah datar khas nya itu, namun tanpa ia sadari. Samudra sudah memegang tangan Adri, karena ia melihat kemana arah tatapan Adri mengarah. Adri pun melihat kearah Samudra yang sedang memegang tangannya, lalu dengan cepat ia melepas genggaman hangat yang Samudra berikan Untuknya. Karena ia merasa tak tahan dengan apa yang ia rasakan karena ulahnya si Samudra.