BAD???

BAD???
Rebutan



" Jadi anak baru yang waktu itu kakak nya si aldi " Kata Rido kaget. " Gue gak nyangka kalo dia benar-benar masuk kedalam anggota kita, dia bisa aja menghasut semua nya dan membuat kita tercerai-berai " Ucap Rido kecewa.


" Yang terjadi biarlah berlalu, lagian aku juga sekarang sedang mengikuti rencana mereka " Kata Adri.


" Jadi mereka udah merencanakan semua ini, apa sampai sejauh ini mereka berhasil dengan rencana mereka tersebut? " Kata Jess dengan penuh tanya.


" Iya dan tidak, karena gue masih bisa menggagalkan rencana Rocky dan membuat Garda kembali sadar " Jawab Adri santai.


" Lalu apa yang loe lakuin selanjutnya " Tanya Malik pada Adri.


" Untuk saat ini, gue sedang menunggu bukti dari orang-orang gue. Gue sedikit curiga sama di Devi, gue takut si Galuh juga menjadi sasaran mereka, karena dia dekat sama gue. Tapi gue gak bisa nuduh dia karena gue emang gak punya bukti apapun, dan itu hanya kecurigaan gue saja dan semoga aja dia emang tak berbohong " Ucap Adri cemas. " Gue harap loe bisa menengahi SMA Bakti sama SMA Harapan nanti bang, karena jika mereka sampai menyerang gue secara bersamaan gue pasti bakal keteteran " Kata Adri sambik memandang Radit.


" Jadi loe udah tau kalo gue dari SMA Kencana, dan gue gak terlalu yakin sih dengan permintaan loe " Kata Radit sambil berfikir. " Tapi gue bakal bantu loe sebisa gue, dan gue gak bakal biarin loe terluka " Jawab Radit dengan penuh percaya diri.


" Sudahlah, perbincangan ini sampai disini saja. Buat rencana selanjutnya nanti aku kabarin lagi, kalian bersiap lah jika sewaktu-waktu aku memanggil kalian disaat darurat " Kata Adri sambil bangkit berdiri. " Ayok kita gabung sama yang lainnya, mereka pasti sedang mencari kita yang tiba-tiba menghilang begitu saja " Ajak Adri.


Semua temannya segera ikut bangkit, namun terlebih dahulu mereka meminum minuman mereka karena sayang meninggalkan minuman dengan harga pantastis itu.


Sedangkan di luar ruangan Garda nampak terkejut dan berdiri mematung setelah mendengar percakapan di dalam ruangan pribadi itu. Garda seperti menahan emosi dan terlihat merah padam karena menahan amarahnya. Beruntungnya pintu tersebut tidak tertutup rapat karena terhalang sama tangkai kering yang entah dari mana sudah disana.


Setelah mendengar Adri membubarkan pembicaraan mereka, Garda dengan cepat menuruni tanggal dan ikut berbaur dengan semua temanya. Ia tidak ingin Adri merasa curiga terhadap dirinya yang sudah mendengar pembicaraan penting mereka.


Kini Adri sudah turun bersama Max, mereka memutuskan untuk yang terakhir keluar dari sana, karena Adri harus mengunci pintu itu lagi. Setelah itu, Adri ikut bergabung dengan yang lain di halaman belakang.


" Hai, loe yang namanya Adriani ya. Salam kenal, gue Alisa dan ini teman gue Vivi " Kata seorang gadis berpenampilan metal.


" Iya, panggil aja gue Adri, salam kenal juga Al, Vi " Jawab Adri sambil membalas uluran tangannya.


" Btw rumah loe gede amat sih, emang orang tua loe kerja apaan? " Tanya Vivi penasaran. " Emmm... Bokap, nyokap loe gak marah kan kita ngadain pesta ginian disini " Selidik Vivi sambil menatap tajam Adri.


" Jangan bilang kalo bokap sama nyokap loe entar malah nuduh kita dan jeblosin kita semua ke penjara " Timpal Alisa dengan menatap tajam Adri.


Adri yang mendengar ocehan dua gadis di depannya hanya tersenyum dan sesekali terkekeh geli saat melihat ekspresi mengintrogasi dirinya. Tak lama kemudian Rido menghampiri Adri dan membantu untuk menjelaskan tentang dirinya kepada dua gadis itu.


" Hai cantik, kalian santai aja, nikmati waktu pesta ini dan bersenang-senang lah. Untuk semua pertanyaan kalian simpanlah dulu dan tanyakan sama pacar kalian masing-masing, mereka pasti akan menjawab apa yang membuat kalian penasaran sekaligus khawatir itu " Kata Rido sambil merangkul Adri.


Mereka segera pergi meninggalkan Adri dan Rido dan menghampiri pasangan mereka. Tak jauh dari sana, Garda, Max, Jess, dan Radit sudah memegangi piring mereka masing-masing dengan daging dan sosis panggang. Mereka nampak tersenyum senang dan berjalan kearah Adri, namun orang yang dituju malah sibuk mengobrol dengan Rido dan beberapa kawan yang lainnya.


Saat tiba mereka berempat berada di depan Adri, mereka saling pandang dan saling memberikan tatapan tajam. Sedangkan Adri diam dan hanya memperhatikan mereka yang saling bertatapan di hadapannya, sedangkan Rido dari tadi tersenyum melihat tingkah empat pemuda di hadapannya itu.


" Khemm... Kalian kalo mau saling pandang gak usah disini, gue lagi Enak-enaknya ngobrol bareng yang lain malah kalian ganggu dengan tingkah aneh itu " Ucap Adri menyadarkan keempat pemuda itu.


" Seperti nya mereka sedang berlomba untuk mendekati elo dek, jangan lupa pilih yang terbaik oke " Bisik Rido, lalu pergi mengobrol dengan temannya yang lain dan meninggalkan Adri dengan keempat pemuda itu.


" Gue mau kasih ini sama elo Dek.. " Teriak mereka berempat secara serentak.


Karena suara keras dan berbarengan mereka, semua orang yang ada disana langsung memusatkan pandangan mereka kearah Adri. Sedangkan Adri yang sudah paham dengan keinginan mereka hanya pasrah seraya memijit pangkal hidung nya.


" Lalu, gue harus apa... " Kata Adri.


" Gue yang duluan sampai disini, jadi gue mau elo makan makanan yang udah gue bawain, ya " Kata Radit memotong perkataan Adri.


" Eh, Jelas-jelas gue duluan yang sampe kesini. Kenapa jadi elo yang ngaku-ngaku, elo itu habis gue dan gue mau makan gue yang dia makan " Sargah Max sambil melotot tajam sama Radit. Ia tidak mau kalah dan tidak Terima dengan ucapan yang dikatakan oleh Radit.


" Eh Bang-abang yang cakep dan umur yang jelas berbeda, makanan gue masih anget dan baru saja di ambil dari panggangan. Sedangkan punya kalian udah dingin, ditambah punya kalian masih utuh dan belum di potongan-potongan menjadi satu suapan. Gimana adek gue bisa makan punya kalian " Cibir Garda sambil tersenyum puas. Sedangkan Radit dan Max saling berpandangan dan membenarkan apa yang dikatakan Garda.


" Pokok nya punya gue yang harus duluan di makan sama adek tercinta gue " Kata Max sambil ngotot.


" Punya gue yang harus duluan, lagian adek gue lebih sayang sama gue ketimbang kalian. Bahkan gue pernah tidur bareng dan nginap di disini beberapa malam " Ucap Radit dengan penuh kemenangan.


" Punya gue yang lebih hangat dan pastinya lebih nikmat dibandingkan dengan punya kalian, lagian Adri tak kalah perhatian sama gue. Gue bahkan pernah.... " Garda seketika menunduk seraya menghentikan ucapannya. Ia sadar jika dirinya baru dekat hari itu bahkan dia tidak pernah mau menginjakan kaki nya dirumah adri, apalagi sampai menginap dan tidur bareng.


_________________________________________________


Hai Kak, maaf ya udah bikin nunggu lama. Maklum lah Kak, sekarang keuangannya lagi miris. Maklum lah lagi musim Virus Corona, jadi gak ada penghasilan karena dirumahkan. aku juga baru kebeli Kuotanya tadi sore dan aku langsung nulis buat update cerita. πŸ™πŸ™


Aku sangat senang dengan komentarnya kalian, terimakasih sudah setia menunggu. πŸ˜ŠπŸ™


😁 Love you from Author...😘❀