BAD???

BAD???
Kesal Dan Kecewa



Adri terlihat berjalan dengan santai berjalan melewati koridor kelas, disana banyak murid yang memang sedang pada duduk nongkrong karena hari itu bebas. Adri berjalan bersama Alif secara beiringan, sedangkan untuk Doni, Sigit dan Garda mereka berjalan di depan Adri. Sepanjang koridor, mereka terus tertawa dan saling menjahili satu sama lainnya dan berakhir saling geplak kepala mereka Masing-masing.


" Heh, gak usah berisik juga kali. Kalian ini kaya anak kecil aja " Tegur Alif pada tiga temannya Sengklek nya itu.


" Iri Bosque " Cibir Doni.


" Yee.. Siapa juga yang iri sama loe " Balas Alif kesal.


Sedangkan murid yang di lewati sengaja di lewati gerombolan Adri, mereka sangat iri dengan kedekatan antara mereka. Namun tetap saja ada sebagian murid yang tak suka melihat mereka akrab seperti itu.


" Eh lihat tuh kayak nya The Gagals bakal bangkit lagi deh, dasar sampah sekolah. Penampilan mereka bikin nama baik sekolah kita tercemar tau " Ucap salah satu siswa yang berambut di rebonding.


" Bukannya tadi pagi mereka pada mau berantem ya, bahkan kak Samudra aja sampe bawa mereka ke ruangan BK " Kata siswa berambut klimis.


" Mungkin mereka udah gabung sekarang, toh mereka juga di masukin di kelas yang sama kok " Jawab teman siswi rambut rebonding.


" Semoga aja sekolah kita bisa aman dari kelakuan berandalan kaya mereka, ya gak " Ucap si siswa klimis.


Mereka terus saja menggunjingkan tentang Adri dan juga keempat kawannya itu.


" Dri, loe tiap hari kayak gini ya. Bukankah waktu SMP loe membabat habis mereka yang suka ngomongin elo, kenapa sekarang malah loe biarin " Tanya Alif dengan wajah kesal nya.


" Belum waktunya, gue masih ada satu musuh yang deket sama gue. Kalo gue bongkar identitas gue, gue yakin si Garda bakal jadi sasaran nya. Dan gue gak mau hal itu, karena mereka punya dendam sama gue, jadi biar gue yang urus mereka saat ini " Kata Adri pelan, sorot matanya menajam menandakan jika ia sangat serius dalam berbicara.


" Maksud loe Dri, siapa yang udah jadi musuh loe. Kenapa loe gak kasih tau sama gue, biar gue habisin sekalian sama antek-antek nya " Jawab Alif dengan emosi.


" Gue bilang ini belum saat nya, gue masih ngikutin apa yang jadi permainan nya. Sampai mana dia akan terus menjauhkan orang-orang terdekat gue, dan membuat gue kembali hancur sama seperti kematian Jo " Kata Adri.


Alif tak berbicara lagi, ia merasa sedih karena mengingat kejadian dulu. Terlebih mereka Malah pergi tanpa pamit dan meninggalkan Adri saat dalam masa keterpurukan nya.


Sementara di sisi lain koridor, empat siswa most wanted sekolah baru saja selesai rapat dengan anggota OSIS lainnya. Mereka terlihat sedang berjalan beriringan, namun salah satu mereka berhenti dan menatap gerombolan Adri yang menjadi pusat perhatian tengah berjalan di pinggir lapangan.


" Wah, gebetan loe semakin keren aja Dra. Loe gak langsung tancap gas nih, lagian penghalang nya juga udah pergi ninggalin dia " Kata Reza menyindir Samudra.


" Susah *****, dia itu ibarat sekuntum mawar hitam yang ada di tengah tumpukan tanaman berduri. Sebelum gue sampai untuk menggapai nya, gue udah terluka bahkan mati duluan " Jawab Samudra sedih.


" Loe gak usah pesimis dulu bro, siapa tau macan betina loe bisa tunduk " Kata Wirya menyemangati Samudra.


Samudra terlihat senang karena sekarang temannya sudah mendukung dirinya sepenuhnya, dengan semangat Garda segera berbalik dan hendak berpamitan pada ketiga temannya untuk mengikuti Adri dan berbicara dengannya.


" Makasih brothers, kalian emang selalu membuatku bangga dengan apa yang kalian semua lakukan. Kalo gitu gue mau nyusul dia dulu ya, gue mau minta maaf sama dia " Ucap Samudra dengan semangat dan hendak pergi menyusul adri.


Namun langkah Samudra kembali terhenti, karena dari arah belakang ada yang menahan tubuhnya. Lantas Samudra membalikan tubuh nya dan melihat orang yang sudah menahan kepergian nya itu.


" Apa maksud loe nahan gue Tir, jangan bilang kalo loe gak setuju dengan apa yang akan gue lakuin " Samudra membanting tangan Tirta yang bertengger di pundaknya.


" Loe kenapa malah ngehalangin niat baik kawan kita bro, loe gak liat dia barusan udah bahagia " Bentak Reza dengan kesal.


Dari tadi Tirta hanya diam dan tidak bicara ataupun menyela perkataan ketiga kawannya itu, dia memilih diam dan akan bicara jika semua temannya itu sudah puas dengan tuduhan konyolnya itu.


" Eh ****, asal loe tau aja ya. Gue gak pernah kepikiran buat rebut gebetan kawan gue sendiri bro, lagian gue juga gak suka sama tu cewek. Asal kalian tau aja ya, dia bukan tipe cewek yang gue suka " Balas Tirta dengan sengit. " Dan satu hal lagi, kalian udah lupa sama murid baru yang kemaren masuk. Terutama loe Dra, gue harap loe harus berhati-hati mendekati gebetan loe. Karena mereka sudah kembali, mereka tak lain Alif dan Doni, kawan Adri dari SMP dan antek-antek yang dulu loe habis-habisan buat bikin mereka hancur " Kata Tirta dengan penuh penekanan. "Jadi loe bertiga masih mau nuduh gue atau malah balik ngebenci gue " Cibir nya dengan tampang kesal.


Samudra terlihat pucat pasi, ia berusaha menelan ludahnya yang terasa kering. Dalam hatinya ia terus mengumpat dan mengeluarkan kata serapah, begitupun dengan temannya.


" Maksud loe, anak baru yang barusan lewat sama si Adri. Jadi__" Reza melotot tak percaya setelah mendengarkan perkataan Tirta.


" Why.... Kenapa harus bersatu kembali, apa mereka sudah mengenali kita. Apa mereka akan balas dendam kepada kita atas perlakuan buruk tentang penghinaan yang kita lakukan dulu " Tebak Wirya dengan cemas.


" Shittt... Kenapa harus seperti ini, kenapa disaat gue benar-benar punya niat baik. Penghalang nya semakin banyak dan semakin sulit untuk di gapai " Gumam samudra dengan kecewa.


" Sial.... Minggir kalian " Kata Samudra dengan wajah kesal nya.


Samudra kemudian balik lagi keruang OSIS untuk menenangkan pikirannya yang kalut, sedangkan temannya kembali mengikuti kemana Samudra pergi.


Sementara Adri dan ke empat kawannya sudah sampai di warung bi Sumi, disana sudah ramai sama anak-anak cowok yang memang sering nongkrong dan mabar di sana. Tepat di pojokan tempat duduk disana, ada Galuh dan Leksana yang sedang duduk bersama dengan kekasihnya. Mereka tak segan untuk memamerkan kemesraan mereka saat Adri sampai disana.


" Eh neng Adri, udah tiga hari ini neng kemana aja. Warung bibi kaya ada yang kurang aja kalo neng Adri nya gak dateng " Sapa bi Sumi.


" Dua hari kemarin Adri ada urusan keluarga bi, dan pas kemaren lusa nya Adri ketiduran di deket gudang bi. Maaf ya bi " Kata Adri sambil duduk di kursi panjang.


" Iya neng gak papa, oh ya ini anak dari mana neng. Kayaknya mereka baru ya, bibi baru liat soalnya " Tanya bi Sumi penasaran.


" Ini temen Adri bi, mereka baru pindah kemaren. Kenalin ini Alif dan ini Doni " Kenal Adri.


" Tampilan baru neng Adri sangat keren loh, bibi aja kagum lihat nya. Apalagi wajah neng Adri cantik sama mulus, terlihat kalem sama menawan neng " Puji bibi Sumi.


" Ah bibi bisa aja, lagian wajah Adri emang udah cantik dari sana nya " Adri menanggapinya dengan tersenyum.


" Kalem dari Hongkong, orang kena senggol dikit auto di bacok kok " Cibir Doni.


" Mana ada bi macan betina kaya dia terlihat menawan " Tawa Alif.


" Emang neng Adri cantik kok, kan dia gadis. Masa ia di bilang ganteng " Bela bi Sumi. Lalu ia menyedorkan dua mangkuk bakso kearah Adri.


" Sip bi.. " Kata Adri sambil memberi acungan jempol.


_________________________________________________


Hai kak, maaf ya karena naskah yang aku tulis kemaren gagal review dan aku putusin buat hapus dan nulis ulang. Jadi aku baru update sekarang, sekali lagi minta maaf karena udah bikin kalian nungguin lama... πŸ™


Semangat untuk membaca kelanjutannya 😊


Sampai jumpa di chapter selanjutnya kak πŸ˜˜πŸ‘‹