
Flashback 3 hari yang lalu..
Adri terlihat sedang berjalan kearah gerbang sekolah, semua murid SMA Harapan memang sudah bubar dari tadi. Kini Adri sedang berdiri di pinggir jalan untuk menyebrang, namun Tiba-tiba mobil sport warna hitam berhenti tepat di hadapannya. Adri mengernyitkan dahi nya saat melihat pengendara tersebut keluar dan menarik paksa dirinya untuk masuk ke mobil tersebut.
" Apa sih Luh, gue kan bawa motor gue sendiri. Lagian ngapain loe Tiba-tiba narik gue kedalam mobil loe " Adri terlihat kesal dengan apa yang sudah di lakukan oleh Galuh.
" Kali ini loe balik bareng gue, ada yang mau gue tunjukin sama loe dan gue juga mau ngomong penting. Jadi loe jangan banyak tanya, ikutin gue aja " jawab Galuh.
Mobil tersebut langsung pergi dari sana dan menuju tempat yang sudah Galuh rencanakan. di dalam perjalanan tidak ada percakapan antara mereka, terlebih Adri yang malah tidur dengan nyenyak di samping Galuh. Sesekali Galuh juga melihat kearah Adri dan tersenyum lalu kembali pokus kejalanan.
Akhirnya mereka berdua sampai di sebuah tempat, disana banyak pepohonan dan juga ada danau yang sangat indah. Galuh segera mematikan mesin mobilnya dan membuka sabuk penganmannya. Ia menghadap kearah adri yang sedang tertidur, kemudian tangannya mencoba menyingkirkan rambut yang menghalangi matanya. Galuh terlihat bahagia dan ia selalu tersenyum saat melihat wajah Adri, apalagi ia sedang berada dekat dengan sosok tersebut.
Saat ia hendak mendekatkan wajahnya untuk mencium pipi Adri, seketika tangan Adri langsung nemplok di seluruh permukaan wajah nya Galuh.
" Udah puas ngeliatin jangan berbuat lebih, atau muka loe gue bikin jadi polkadot. Loe masih berani hah " ucap Adri saat ia masih memejamkan matanya. Sebenarnya Adri tidak tidur, ia hanya memejamkan matanya dengan kesadaran yang masih penuh.
Seketika wajah Galuh langsung memanas dengan jantung yang berdebar tak karuan. Ia merasa seperti maling yang baru saja ketangkap, Bahkan ia beberpa kali menelan ludahnya dengan kasar.
" A..a..anu, a.. a.. aku enggak, maksudku aku enggak " entah kenapa Galuh merasa lidah terasa sangat kaku. Bahkan untuk berbicara pun sangat susah dan Tergagap-gagap.
Sontak Adri langsung membuka kedua matanya dan memandang kearah Galuh. Adri menatap mata Galuh dengan sangat intens, bahkan ia bisa merasakan jantungnya yang sudah berdegup sangat kencang. Ia merasa sangat aneh, biasanya juga ia tak pernah merasakan hal tersebut saat berada di dekat teman dan Abang-abang nya.
" Akh.. kenapa jantung gue jadi seperti ini, apa iya gue punya penyakit jantung " pekik Galuh sambil memegang bagian dadanya. Ia juga langsung mengalihkan pandangan tadi kearah depan mobil.
" Jadi loe maksa gue Sampai-sampai loe narik tangan gue cuman mau ngasih tau loe sakit jantung. Dasar ****, loe salah orang anjirr, harusnya loe datengin dokter bukan nya curhat ke gue " ucap Adri dengan wajah datarnya. Ia juga berusaha menutupi rasa gugup yang ia rasakan saat bertemu pandang dengan Galuh.
Galuh segera sadar dengan ucapan Adri, ia segera keluar dari mobil dan menghampiri Adri lalu membukakan pintu mobil untuknya. Ia lalu mengajak Adri buat duduk di sebuah kursi kayu yang ada di bawah pohon pinggir danau.
" Sorry ya tadi gue gak bermaksud seperti itu. Lagian gue dan keluarga gue gak punya riwayat sakit jantung kok. Btw, gue sengaja ajak loe kesini karena ada yang harus gue omongin sama loe Dri " ucap Galuh dengan wajah serius.
" Terus loe mau ngomong apa, Jelas-jelas loe tadi bilang sakit sambil pegang dada loe " jawab Adri.
" Oh kalo itu entah kenapa pas loe ngeliat kearah gue, rasanya jantung gue kaya mau meledak. Gue juga bingung, padahal gue udah sering cek ke dokter karena Akhir-akhir ini gue sering ngalamin hal itu saat deket sama loe. Tapi dokter bilang semua organ dalam gue Baik-baik saja, tapi kenapa jantung gue selalu berdebar kencang pas deket loe ya Dri " cerita Galuh.
Mendengar ucapan Galuh, Adri juga merasakan hal yang sama seperti barusan. Ia juga semakin heran dengan apa yang ia rasakan yang menurutnya aneh.
" Terus loe ngajak gue kesini buat apa Luh " Adri mencoba mengalihkan pembicaraan mereka dari yang tadi.
" Oh Emmm...anu itu Dri gue " ucapan Galuh terhenti saat dirinya kini sedang berjongkok di hadapan Adri sambil memegang tangannya.
" Terus loe mau apa, lagian gue gak pernah maksa loe buat ikut gue kok. Yah gue akui memang di awal pertemuan kita, gue nyuruh loe buat ngikutin gue. Tapi mulai sekarang loe bebas dan gak perlu ikut campur urusan gue mulai hari ini " ucap Adri dengan ekpresi datar dan juga tangan yang di lipat di atas perutnya.
Galuh sangat terkejut saat mendengar Adri mengucapkan hal itu, padahal dirinya belum selesai berbicara.
" Bukan itu dri maksud gue, Maksud gue tuh gue gak mau berteman sama loe. Tapi gue mau hubungan gue sama loe lebih dari sekedar pertemanan, sejak pertama kita ketemu di toilet itu. Aku udah suka sama loe Dri, loe udah bikin hidup gue selalu bahagia dan penuh dengan tantangan. Jadi gue gak mau nyimpen perasaan gue sendiri, gue SUKA SAMA LOE ADRIANI " ucap Galuh sambil menekan kata terakhir nya dengan sangat jelas.
" Apa loe gak nyesel udah ngungkapin perasaan suka loe sama gue. Lagian apa sih yang loe suka dari gue, secara gue bukan anak Baik-baik, orang tua gue bahkan gak pernah peduli sama gue, dan yang pasti gue anak berandalan. Lalu apa yang udah bikin cowok keren dan ganteng kaya loe punya rasa sama gue " ungkap Adri pada Galuh, ia bahkan tidak bisa mengekspresikan wajah datarnya kali ini.
" Gue gak peduli semua itu Dri, gue suka loe yang apa adanya, gue suka loe yang Bar-bar dan pemberani, gue gak peduli ungkapan orang lain tentang loe. Untuk orang tua loe gue yakin jika mereka juga sayang terhadap loe, dan satu lagi gue suka saat liat loe makan. Enggak kaya anak cewek yang lain yang hanya mementingkan diet, pokoknya gue suka semua tentang loe " ucap Galuh sambil tersenyum dan menatap kedua manik hitam yang ada di depannya.
Entah kenapa Adri merasa wajahnya memanas saat mendengar ucapan Galuh, ia juga serasa ingin meremas jantung nya. Karena sedari tadi jantung nya seperti meloncat-loncat dan dugem gak jelas. Adri hanya diam tanpa ekspresi dan menatap manik coklat terang milik Galuh.
" Kau sangat lucu Dri, wajah mu datar mu itu Benar-benar membuat ku gemas. Apa lagi kedua pipi loe yang sudah memerah " Galuh tertawa kecil dan mencubit kedua pipi Adri. Dan dengan gerakan cepat ia mendaratkan ciumannya di kening Adri.
" Apa sih loe gak jelas banget deh, sekarang loe harus anterin gue balik ke sekolah. Gue mau ambil motor di rumah bi Sumi " ucap Adri sambil melenggang pergi meninggalkan Galuh yang masih diam disana.
" Loh kok gue di tinggal sih, jadi gimana apa loe nerima cinta gue " Galuh menyusul Adri dan merangkul pundaknya.
" Terserah loe aja, gue gak suka cowok lebay dan manja " ucap Adri sambil tersenyum.
" Btw tempat nya enak dan bagus juga, thanks ya Paketu " ucap Adri dengan senyuman lebar saat menghadap ke wajah Galuh.
" Siap Buketu " jawab Galuh sambil hormat.
Mereka pun segera pergi dari sana dengan perasaan bahagia, apalagi Galuh yang merasa bagaikan menang lotre dengan hadiah pantastis.
**Back Again....
_________________________________________________
See next chapter π
Don't porget for like & komen π π
Terimakasih buat kalian yang selalu mendukung cerita ini, aku jadi semakin bersemangat update saat kalian benar-benar saling pengertian**.