
" Jadi jelasin apapun tentang semua hal yang gak kita ketahui Dra " Ucap Reza dengan wajah kesalnya.
Mereka mendesak Samudra untuk menceritakan apapun yang selama ini mereka tidak ketahui, memang dalam persahabatan mereka sudah berjanji untuk saling terbuka dengan hal apapun.
" Oke gue bakal jelasin, jadi pas malam itu, gue lagi di klub biasa tempat gue nongkrong. Gue lihat ada mantan gue sama pacar barunya juga ada disana, karena merasa kesal gue akhirnya minum banyak dan sampe mabuk berat. Setelah itu gue balik dan sialnya gue lupa bawa mobil gue, akhirnya gue balik dengan jalan kaki. Nah pas di jalan, gue gak sengaja ketemu sama gerombolan orang dengan satu cewek. Gue gak sadar dan dalam penglihatan gue, gue ngelihat cewek itu seperti mantan gue. Akhirnya gue tarik tu cewek dan menghajar mereka, dan sialnya cewek itu balik mukul gue dan malah berlindung di salah satu cowok diantara mereka. Nah saat itu gue gak sadar dan malah jadi Bulan-bulanan gerombolan tersebut, namun aku masih beruntung saat itu si bocah itu dateng dan nolongin gue. Gue gak tau dia naik apa, tapi yang gue inget dia ngehajar habis semua orang itu. Akhirnya gue di bawa dan diantar balik sama dia sampe ke gerbang rumah, tapi yang gue heran dia malah naruh gue tanpa memberitahukan pada security " Cerita Samudra dengan panjang lebar.
" Tapi loe tau kalo itu si Adri dari mana, bukannya elo gak sadar habis di kroyok sama tu orang " Tanya Wirya penasaran.
" Gue sempet liat dia berkelahi sebelum gue Bener-bener hilang kesadaran gue " Ucap Samudra.
" Terus loe tau Adri ninggalin loe di depan gerbang dari mana " Tanya Tirta kembali.
" Mami gue yang cerita, kalo security nemuin gue tergeletak di jalan depan gerbang rumah gue " Jawab Samudra terlihat kesal.
" Terus loe tau, kalo selama ini si Adri ternyata orang yang sama dengan musuh terbesar kita saat SMP " Tanya Wirya kembali.
" Gue juga baru tau kali ini, gue aja sempet kaget kalo dia ternyata Adri yang sama dengan musuh kita pas SMP " Jawab Samudra dengan wajahnya yang berubah lesu.
" Lalu kenapa dia bisa tahu kalo loe sering ke klub dan tidur sama ****** loe itu, dan satu lagi, kapan loe lihat si Adri tidur sama cowok " Tanya Reza dengan wajah heran.
" Nah kalo itu gue juga gak tau bro, padahal klub itu hanya untuk orang-orang tertentu. Lagian gue juga udah menjadi pelanggan tetap disana dan rahasia gue gak mungkin bocor " Ucap Samudra dengan penuh keyakinan.
" Dan untuk si Adri, gue gak lihat dia sedang tidur sama cowok. Tapi gue pernah lihat dia mabuk terus di gendong sama cowok yang bekerja di klub tersebut " Ucap Samudra kembali.
" Mungkin dia pacar atau enggak kakak nya atau saudaranya mungkin " Jawab Reza.
" Entah lah " Jawab samudra lesu.
Mereka semua larut dalam fikirannya Masing-masing, terutama Samudra. Ia nampak gelisah dan tidak seperti biasanya, apalagi setelah kejadian tadi saat bersama Adri. Ia merasakan perasaan aneh dan juga tak dapat menghentikan bayangan Adri yang memenuhi pikirannya.
" Sorry Dri, gue gak maksud berkata seperti itu. Maksud gue kenapa loe harus menjadi orang yang paling gue benci Adri, dan kenapa loe harus berasal dari kasta yang rendah " Gumam Samudra sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
Teman Samudra yang ada disana pun melongok dengan apa yang di ucapkan oleh Samudra barusan. Mereka tidak percaya dengan apa yang mereka dengar dari mulut Samudra. Sedangkan Samudra masih menutup mata dan membiarkan pikirannya berkelana mencari jawaban atas pertanyaan hatinya.
" Dra, loe suka beneran sama tu bocah " Kata Reza sambil menatap Samudra yang masih memejamkan matanya.
" Heh, loe harus nelan ludah yang sudah loe buang sendiri Dra. Jika benar loe menyukai si Adri " Ucap Tirta mencibir Samudra.
" Maksud si Tirta, loe tau sendiri kan. Loe tadi Habis-habisan memaki sama ngehina si Adri, gue rasa loe udah bikin kesalahan yang sangat patal bro " Benar wirya sambil menatap Samudra dengan serius.
" Yang di katakan wirya dama Tirta benar Dra, loe harus ingat ucapan si Adri. Kalo dia udah punya kekasih dan dia bakal setia sampai dia mati, sebaiknya loe lupain perasaan loe itu " Nasihat Reza.
" Aku gak yakin " Ucap Samudra sambil menghembuskan nafas nya secara kasar.
Sementara di dalam kelas Adri, kini semua murid tengah brisik dengan kehebohan yang dibuat oleh mereka. Karena jam pelajaran nya kosong, mereka memanfaat tersebut dengan melancarkan aksi konyol mereka. Beberapa teman sekelas cowok nya Adri ada yang sedang asik buat konser di depan kelas, ada juga yang asik bermain game, terus ada yang sedang tiduran, terus yang sedang asik ngemil juga dan untuk para ciwi-ciwi nya mereka sibuk berdandan dengan make-up yang mereka bawa.
Adri terlihat berjalan melewati beberapa manusia tersebut dan berhenti di meja tempat ia duduk. Disana ada Leksana dan Garda yang sedang asik main game online nya, sedangkan si Sigit ia sibuk dengan cemilan dan juga buku komik yang ia baca. Untuk si Galuh dia sering di juluki si setan tidur, dia hampir menghabiskan waktu di dalam kelasnya untuk tiduran walau sesekali ia bangun dan ikut berbincang dengan Adri dan yang lainnya.
Saat Adri duduk di kursi biasanya, Adri sangat terkejut saat Galuh Tiba-tiba bangun dan menggebrak meja. Brakkk.. Semua orang langsung terdiam dan memfokuskan penglihatan mereka kearah sumber suara. Sedangkan orang yang di jadikan pusat perhatian malah pergi melenggang ke arah luar kelas.
Adri yang sudah duduk pun merasa aneh dengan sikap Galuh yang mendadak berubah, ia pun tidak menghiraukan nya dan dengan santai menjungkit kan kursinya ke tembok belakang.
" Si Jo kenapa Dri, loe udah bikin dia marah ya " Tanya Leksana dambil menatap Adri yang sedang terpejam.
" Gak tau gue " Jawab Adri datar.
" Ck pacar loe sendiri aja masa gak tau, loe ini pacar nya atau bukan sih " Ucap Garda dengan wajah kesalnya.
" Entah " Jawab Adri.
" Nih minum dulu, loe pasti habis di hukum lagi kan " Sigit menyerahkan botol minumnya pada Adri. Ia juga menggeser kursi serta memindahkan makanan serta buku komiknya ke meja Adri.
" Thank's Git " Ucao Adri, ia kemudian meminum air tersebut hingga tandas.
_________________________________________________
Jangan lupa like nya ya, dan juga vote nya. π
Sampai jumpa di episode selanjutnya Kakπ π