BAD???

BAD???
Battleground III



Triiingggg..... Suara yang sangat memekikkan di telinga, ketika Katana milik Adri beradu dengan pedang yang di bawa oleh Roky. Mereka sedang berduel one by one, namun karena Roky merasa tidak akan menang dari Adri. Ia memberi kode kepada Niken untuk bergabung dengannya melawan Adri, Niken pun langsung turun tangan arena lapangan yang sudah di hiasi oleh orang-orang gang ancora yang tumbang dan tak sadarkan diri. Niken pun tak mempedulikan dan asal injak saja bahkan temannya sendiri pun ia injak dengan kasar. Niken yang bersenjata pipa besi pun siap menyerang Adri dari arah belakang, namun Adri sudah mengetahui gerak gerik dari Roky dan akhirnya ia menendang terlebih dahulu niken dan lekas menghindar untuk menyiapkan pertahanan dan strategi baru.


Roky langsung melangkah mundur, karena Adri berubah menjadi lebih gesit. Dan tanpa ia duga, Adri sudah membuat Niken jatuh tersungkur di atas genangan air. Hujan sudah mulai reda dan tinggal menyisakan gerimis tipis dan bau darah yang bercampur dengan aroma tanah basah dan menyeruak di sekitar area lapangan itu.


" Apakah kalian tidak ingin menghentikan hal ini, kalian tahu bukan kalau hal seperti ini tidak akan menguntungkan kalian, yang ada kita semua rugi dan banyak yang terluka " Ucap Adri pada Roky.


" Tentu saja sangat menguntungkan, siapa yang akan berani melawan Gang yang sudah menghabisi jargon anak berandal yang di kenal dengan julukan Panglima Iblis. Dan aku akan menganti posisi mu itu dan membuat semua Gang takut pada ku, bukan kah itu sangat menguntungkan " Kata Roky dengan bangga sambil ketawa dengan keras.


Disaat yang bersamaan, teman Adri sudah datang dengan kendaraan mereka masing-masing. mereka keluar dan berkumpul di sisi kanan Adri. Namun pihak lawan juga bertambah dengan datang nya Gang tengkroak yang di pimpin langsung oleh Bang Tejo, mereka di panggil oleh Niken yang ternyata dia salah satu anak buah Gang itu. mereka sudah ada di sisi kiri Adri.


Adri hanya bisa pasrah melihat dua kubu yang sedang berjejer dan siap untuk saling serang dengan senjata di tangan masing-masing. Sedangkan teman Adri menatap ngeri setelah melihat sendiri kondisi Adri dan korban dari keganasannya yang sudah jatuh tergeletak tak sadarkan diri di atas genangan lumpur dan darah.


Garda dan Sigit hanya mampu menelan ludah mereka. Karena ini baru pertama kali mereka terlibat pertarungan secara real, dan untuk Doni dan Alif. Mereka merasa was-was karena sudah lama tidak terlibat hal tawuran seperti itu, mereka hanya sering ribut di area sekolah dan beberapa siswa sekolah tetangga. Tapi untuk melawan secara besar-besaran seperti itu, mereka menjadi ciut layaknya kerupuk terkena air.


Berbeda dengan yang lainnya, mereka sudah terbiasa dan sudah melihat kebrutalan dan kebringasan Adri, namun Radit sempat syok melihat kondisi Adri yang begitu kacau dan itu untuk kategori wanita. padahal tawuran adalah kebiasaan nya bersama temannya, namun melihat sosok Adri yang berada disana dengan senjata katana. Membuat ia kagum dan membuat semangat nya semakin berkobar.


" Wah, ternyata bala bantuan sudah datang rupanya. Bukankah ini akan semakin seru " Ucap Saputra dengan sombong..


" Kenapa kalian malah datang kesini hah " Kata Adri dengan nafas memburu.


Tidak ada yang menjawab perkataan dari Adri, mereka bungkam karena melihat kondisi Adri yang begitu parah masih terus berjuang untuk berdiri. Mereka tak kuasa melihat kondisi seperti itu, dan membuat hati mereka terluka.


Namun keheningan itu langsung buyar ketika Saputra meneriakan untuk memulai tawuran antar Gang tersebut, seketika Gang ancora yang masih tersisa bergabung dengan Gang tengkroak yang dipimpin oleh Roky, Tejo, dan Niken mulai menyerang pihak dari Adri. Sedangkan anak buah Malik dan Rido ikut menyerang dan memulai aksi berdarah itu. Sungguh malam yang dingin dengan alunan suara senjata tajam yang saling beradu dan menghasilkan bunyi yang begitu memilukan. Lokasinya tempat itu juga terbilang cukup stategis dan berada sangat jauh dari keramaian.


Adri, Rido dan Radit saling memunggungi dan menjaga dari serangan di depan mereka, hal itu sangat efektif agar musuh tidak membokong kita dan membuat kita kalah.


( pengalaman dari game oke πŸ˜‚πŸ‘πŸ‘).


Adri meringis kesakitan karena tendangan nya itu tepat di pinggang nya, namun Adri tidak banyak mengeluh dengan kondisi dan keadaannya sekarang. Ia kemudian kembali bangkit dan menyerang balik Niken, sedangkan Galuh sudah bergabung dengan yang lain untuk menghadapi lawan. Adri tidak mengulur jarak terlalu jauh antara Samudra, bagaimana pun ia harus melepaskan nya dan membuat semua orang-orang nya selamat.


Saat sedang beradu pedang dengan Roky, dari belakang ada yang memukul balok kayu hingga Adri kembali terjatuh. Adri berusaha bangun namun pukulan itu tepat mengenai kepalanya, hingga ia merasa kesakitan yang teramat dan darah mengucur dari kepala Adri. Dengan menahan sakit yang teramat menyiksa seluruh raganya, Adri kembali mencoba bangkit. Pandangannya pun mulai kabur dan sesekali Adri menekan kepalanya agar sedikit mengurangi rasa sakit nya.


Adri kembali di posisi bertahan, dari arah belakang sudah ada yang akan menyerangnya kembali, namun dengan cepat Adri menangkap dan berhasil melumpuhkannya. Tapi ternyata orang tersebut hanyalah pancingan agar Adri teralihkan dan pokusnya terpecah.


Dan Srakkkk.... Sebuah sabetan berhasil mengenai punggung belakang Adri, dan memberikannya luka sayat melintang dan panjang. Adri berteriak dengan keras sambil menjatuhkan badannya tak kuasa lagi menahan rasa sakit yang ia derita. Teman-teman Adri yang melihat kondisi Adri sangat buruk terus berusaha melawan musuh yang sangat sulit untuk di kalah kan. Mereka berteriak memanggil nama Adri dan ada beberapa diantara mereka malah ikut tumbang.


Sedangkan Adri hanya mengerang kesakitan karena mendapat serangan mendadak itu. Luka yang cukup mengerikan dan menganga lebar dengan darah yang mengucur dengan deras, Adri masih memegang Katana nya dan berusaha menekan semua rasa sakit yang ia alami. Namun ia tetap tak bisa bangkit, akhirnya Adri memejamkan matanya karena tak kuasa menahan sakit di sekujur tubuhnya.


" Apakah mimpi kemarin akan menjadi kenyataan, sungguh akhir yang sangat menyedihkan " Ucap Adri dalam hatinya, ia menangis sambil menahan rasa sakit yang teramat di punggungnya.


" Bagaimana hah, apa kau merasakan apa yang Aldi adiku rasakan. Sakit bukan " Kata Roky sambil ketawa dengan puas. Adri hanya bisa mendengarkan perkataan nya itu tanpa melihat keadaan sekitarnya.


_________________________________________________


Aku sangat kesal pas nulis di chapter ini, ditambah adegan yang terbayang membuat aku deg-degan sendiri. sungguh meninksa pikiran dan perasaan ku.


Bagaimana menurut kalian semua, tulis di kolom komentar ya.


Dan tunggu kelanjutannya cerita nya yang semakin memeras perasaan dan bikin greget sendiri...


see you next time