BAD???

BAD???
Winery



Ganti Cast pemeran, sisanya masih menggunakan yang lama. Jika masih gak cocok lagi, kalian bisa cari yang lain sebagai referensi Oke...


\=> ADRIANI ALESKEY BHAGAWANTA



\=> Samudra Cipta Purnomo [ Song WeiLong ]




\=> Reza Gunawan [ Lin Yi ]



\=> Wirya Hapsari [ Yang Yang ]



\=> Tirta Fadhly [ Xu Kai Cheng ]



πŸƒ... πŸƒ... πŸƒ... πŸƒ...


Sementara di lapangan tempat Samudra dan temannya sedang dudukan, mereka terlihat serius berbincang dan sesekali menggoda Samudra karena masalah tadi.


" Jadi loe udah ngapain tuh anak, jangan bilang pas kita tinggal loe gerepek tuh anak " Tanya reza sambil menatap tajam Samudra.


" Loe kalo ngomong bisa di saring gak sih, gimana kalo orang lain salah paham sama gua " Kata Samudra dengan kesal.


" Ck, lagian loe bos tukang grepek in anak orang kan. Gak usah munafik loe " Kata Tirta dengan tegas.


" *****, gara-gara elo Tir. Dia jadi salah paham sama gue dan bikin dia makin jauh sama gue " Jawab Samudra.


" Lah terus yang tadi itu apa? " Tanya Wirya dengan nada jengkel.


" Sumpah, gue gak ngapa-ngapain dia kok. Lebih tepat nya belum, soalnya ciuman gue di gagal untuk sama si kampret. Kalo kepala sekolah gak manggil gue, mungkin gue udah.... You know lah " Kata Samudra.


" Ternyata elo genderuwo yang di mimpiin si Adri, gila cowok keren loe malah jadi sosok kaya gitu di mimpi dia " Tawa Reza dengan puas.


" Cocok lah buat dia " Kata Tirta mengejek Samudra.


" Terserah " Kata Samudra dengan ketus.


πŸƒβ€¦ πŸƒβ€¦ πŸƒβ€¦ πŸƒβ€¦ πŸƒβ€¦ πŸƒ...


Adri langsung bangun dan melihat meja di depannya sudah penuh sama bungkus cemilan dan juga puntung rokok. Tak lama kemudian, Adri mengambil rokok dan menyulutnya, ia juga mengambil cemilan dan juga air minumnya. Karena ia akan mengikuti pertandingan lagi nanti, untuk melawan tim SMA Kencana yang dipimpin oleh Radit.


" Jadi kita nanti harus ngelawan bang adit ya Dri " Tanya Alif.


" Hemm " Jawab Adri dengan santai.


" Terus kita harus gimana, apa kita harus mengalah atau gimana " Tanya Alif.


" Ck, loe ini kadang **** juga Lif, masa iya loe mau nyerah gitu aja. Kalo gitu loe gak usah main lagi nanti, yang ada tim gue kalah sama elo " Kata Adri dengan kesal.


" Ya gue kan cuman nanya Dri, emosian amat sih " Bela Alif.


" Ya, elo juga ada-ada aja nanya yang gituan. Di mana-mana orang tuh nanya strategi ngalahin musuh, bukannya nanya mau ngalah " Kata Sigit.


" Tumben loe pintar Git " Ucap Adri.


Sigit hanya mengerlingkan matanya setelah mendengar perkataan Adri. Tak lama kemudian suara pengumuman pun sudah terdengar dan menyuruh para pemain basket untuk kembali berkumpul di lapangan. Adri segera menghabiskan rokoknya dan membawa minuman bekas nya untuk ia minum. Begitupun dengan yang lainnya yang sibuk membereskan bekas makanan dan juga puntung rokok yang akan mereka buang ke tong sampah.


" Loe habis ngerokok Dek, kok gak ngajakin gue sih " Kata Radit yang sudah berdiri di hadapan Adri. karena ia mencium bau asap rokok saat berada di dekatnya adri.


" Ck, emang wajib ya ngajakin elo Bang " Kata Adri cuek.


Takkk.. Radit menyentil dahi adri, hingga sang empunya menatap tajam dan akan menghajar balik Radit. Namun niat nya ia urungkan karena mereka sudah menjadi pusat perhatian dari tadi.


" Awas aja nanti " Kata Adri dengan kesal.


Radit sangat senang karena berhasil membuat Adri kesal namun ia tak bisa membalasnya, dengan memberikan kode dengan jari tangannya yang berbentuk angka nol dan satu. Sedangkan Adri hanya cuek dan tak menghiraukan Radit yang sedang mengejek dan mengerjainya.


Akhirnya pertandingan pun di mulai, terlihat Radit begitu lincah dan terus saling berebut bola dengan Adri yang jelas tak mau kalah. Pertandingan berlangsung dengan sengit dan saling merebut dan menjaga pertahanan mereka, namun karena Adri kesal dengan ulah Radit. Ia kemudian mulai menunjukan kemampuannya dan melakukan slam dunk hingga mencetak skor.


Sedangkan tim Radit terlihat sudah pasrah dengan kekalahan mereka, karena saat ini poin tim Harapan jauh tinggi di banding tim Kencana. Sedangkan tim Harapan terus bersorak gembira karena terus saja mencetak skor dan memimpin pertandingan itu.


Saat Adri tengah mempertahankan bolanya agar tidak di rebut oleh Radit, tanpa sengaja, ia melihat Saputra mendekati Niken dan terlihat seperti membicarakan sesuatu. Adri dapat melihat gurat kemarahan dari mimik wajah Niken saat berbincang dengan Saputra.


Karena pokus Adri terpecah, Radit berhasil merebut bolanya dan langsung mendribel lalu melemparkannya ke arah ring. Hingga skor tim Kencana pun bertambah, Adri yang kembali sadar pun kembali pokus ke permainan.


Permainan terus berlanjut dengan teriakan semangat dari semua pendukung, Adri nampak lebih semangat dan terus saja bermain dengan lincah. Tak lama kemudian, Reza berhasil memasukan bolanya ke ring lawan dan menjadi pertanda berakhirnya pertandingan. Dan tentu saja, pemenangnya adalah tim Adri, yang sudah di sambut sorak bahagian dari teman-temannya.


" Ck, percuma gue maen sampe pol kaya tadi. Kalo hasil nya bakal tetep kaya gini " Keluh Radit sambil berjabat tangan dengan Adri.


Plak...Adri mendaratkan pukulan ringan di kepala Radit, dan membuat nya meringis kesakitan.


" Besok-besok, kalian gak usah ngikutin kapten **** seperti dia " Kata Adri kepada rekan tim Radit,dengan wajah kesalnya.


" Iya, coba kalo kamu dek yang jadi kapten tim nya kita. Pasti kita betah kalo ikut latihan bareng " Kata salah satu dari rekan tim Radit.


" Iya dek, loe sangat berbakat bermain basket. Aku suka kelincahan serta teknik bermain mu tadi " Puji temannya yang lain.


" Selamat ya, atas kemenangannya. Kamu emang pantas jadi juara karena skill bermain kamu emang udah kaya pemain professional " Kata teman yang lainnya.


" Makasih kak pujiannya " Kata Adri sambil tersenyum kecil.


" Uh, manis nya... " Puji mereka bersamaan sambil ketawa bahagia.


"Ck.. Loe sama mereka aja senyum, sama gue loe malah jitakin kepala gue. Gak adil loe Dek " Kata Radit sambil mendengus kesal.


" Cie elah, loe cemburuan amat bang. Gue aja santuy kok " Kata Alif sambil ketawa mengejek.


" Cih, kalian sama aja " Jawab Radit.


Sedangkan Reza, Wirya dan Tirta hanya bisa tersenyum mendengar keakraban dari mereka. Mereka bingung karena baru kali ini mereka bisa sedekat itu dengan lawan tanding, bahkan sampe bersenda gurau. Tak lama kemudian teman Adri dan Samudra datang menghampiri mereka dan mengucapkan selamat atas kemenangan untuk kedua kalinya.


" Wah, gila loe Dri. Cara men loe udah kaya kancil lari aja " Puji Sigit sambil membantu memamapah Samudra untuk berjalan.


" Gue kira loe bakal menang bang, eh ternyata kalah telak toh " Sindir Garda pada Radit.


" Sialan loe Da, loe sama aja kaya si Alif " Jawab Radit kesal.


" Tenang Bang, masih ada gue yang setia dukung elo. Tapi, syarat nya elo harus comblangin gue sama ciwik cantik " Ucap Doni sambil memberi kode dengan menaik turunkan kedua alisnya.


" Tuh penyakit playboy nya udah nular Dri, perlu di sterilkan nih yang jadi sumber nya " Kata Alif sambil terkekeh pelan.


Mereka bercanda dan bergurau hingga melupakan sekitar mereka yang sudah bubar dari tadi. Karena pertandingan sudah usai dan hari juga sudah menjelang hampir sore.


Setelah itu Samudra dan ketiga temannya berpamitan untuk pergi ke kelas dan segera pulang, sedangkan Adri Radit dan temannya mereka masih terus bercanda dan mengobrol layaknya teman lama. Bahkan teman se-tim Radit begitu senang karena Adri begitu ramah dan care pada mereka, karena kebanyakan orang yang menjadi lawan mereka akan bertingkah seperti orang yang gak kenal walau mereka teman tongkrongan sendiri.


_________________________________________________


Hai Kak, jangan lupa untuk dukung terus karya nya aku...


Like, komen dan vote ya...