
Adri pun segera menghentikan tangisan nya, ia menatap baru nisan itu dengan wajah sendu nya. Adri mengambil cup cake yang sudah di pasang lilin, kemudian ia menyalakan lilin tersebut dan menaruh kue itu di dekat minuman nya.
" Happy birthday Galih, maafin gue yang gagal jagain loe. Maafin gue juga yang gak nurut ucapan loe, gue Benar-benar sayang sama loe. Gak ada orang yang bisa gantiin loe di hati gue Lih, selamanya gue punya loe " ucap Adri.
" Oh ia gue lupa ngasih tau, kalo ada yang udah nembak gue loh. Sejak loe pergi ninggalin gue, Anak-anak banyak yang deket sama gue. Tapi gue udah nolak semuanya, loe tau kan adek kelas kita yang di kelas 7b. Dia bahkan berani nembak gue, tapi gue bilang kalo mau jadi pacar gue itu ada syaratnya. Gue ngasih syarat buat jadi samsak gue latihan, ya udah gue hajar dia Habis-habisan. Lagian waktu itu gue masih nyari pelampiasan juga, sekarang apa kabar ya bocah itu. Oh ya Jo, belum lama ini gue di tembak loh sama temen sekelas, dia sangat beda sekarang, gue gak ada perasaan apapun sama dia kok. Hanya saja aku melihat sosok loe dalam dirinya, jadi gue mulai deket tapi jiwa dan perasaan gue masih sama loe. Loe tenang aja Jo, gue gak bakalan ingkar janji. Walau pun kalian sama, tapi gue bakal milih loe Jo, gue tetep milih elo Galih " cerita Adri. Ia bercerita dengan mimik wajah yang Berubah-ubah terkadang ia tersenyum, dan cemberut juga saat bercerita.
Adri kemudian bangkit dan membersihkan rok nya dari tanah yang nempel, ia kemudian berjongkok dan mengusap batu nisan tersebut. Seutas senyuman di barengi dengan tetesan bulir bening yang jatuh dari sudut mata Adri.
" Khemm.. gue mau balik dulu ya Jo, lain kali gue bakal lebih sering jengukin loe kesini. Nanti gue bakal lebih lama lagi nyeritain tentang keseharian gue, sekali lagi gue minta maaf sama elo Jo. Kalo aja loe gak deket sama gue, mungkin loe gak bakalan seperti ini. Gue minta maaf sama loe, gue janji buat balas apa yang udah loe rasain, setiap luka dan rasa sakit loe bakal gue balas dengan yang lebih lagi. Loe yang tenang ya di alam sana, tapi jangan sering main Enak-enak kan sama bidadari ya. Karena gue disini bakal cemburu, hehehe " Adri terkekeh pelan dengan apa yang ia ucapkan sendiri.
Adri kemudian bangkit dan pergi meninggalkan Semuanya disana, termasuk barang yang ia bawa kecuali paper bag kosong yang ia bawa untuk di buang di tempat sampah. Adri berjalan melewati gundukan tahan yang berjejer rapi, ia juga menutupi kepalanya dengan tupluk hoodie yang ia pakai.
Saat Adri berjalan, tak sengaja Adri menyenggol tubuh seseorang hingga ia sedikit oleng. Namun ia langsung bergegas pergi setelah mengucapkan kata maaf, ia berjalan dengan sangat cepat untuk meninggalkan tempat tersebut.
" Kok gue kayak gak asing ya sama cewek yang barusan, kok dia mirip sama cewek gue sih. Kalo pun iya, kenapa dia langsung pergi terus buat apa juga dia ketempat seperti ini " gumam orang yang di tabrak Adri.
Cowok itu terus melamun memikirkan tentang sosok Adri. Namun seketika lamunannya terhenti dikala wanita paru baya menyadarkannya.
" Kenapa Jo, kamu kenal sama orang yang barusan " Tanya wanita tersebut, yang tak lain adalah dang ibu nya.
" Oh enggak Mih, cuman Aku ngerasa gak asing aja sama cewek yang tadi. Aku ngerasa kalo dia itu mirip sama gebetan baru aku Mih " jawabnya dengan wajah yang masih penasaran.
" Kamu ini, Mentang-mentang baru dapet gebetan. Semua cewek di bilang mirip, dasar bucin kamu " ledek sang ibu.
" Mih ayok cepetan, sebentar lagi mau hujan loh. Ini udah mendung nih " teriak seorang Laki-laki paru baya, tak lain ayahnya orang yang Adri tabrak.
Mereka pun segera menghentikan candaan nya dan bergegas menyusul laki-laki yang berteriak tadi. Sesampai nya di depan makan yang akan mereka kunjungi, mereka sangat terkejut melihat makam yang mereka kenali.
" Mih Pih kok makam kak Galih banyak yang naruh barang ya " tanya orang yang Adri tabrak tadi.
" Pih, apa ini ulah wanita preman itu ya, soalnya selama ini setiap Jo kita ulang tahun. Makam nya pasti kayak gini " tebak wanita paru baya itu.
" Ternyata kamu masih mencintai anak saya nak, Terima kasih karena kamu tidak melupakan dan terus mencintai anak ku. Semoga suatu hari nanti kamu bisa memaafkan apa yang sudah aku lakukan " gumam pria paru baya itu dalam hatinya.
" Mungkin orang lain yang naruh Mih, jangan menuduh orang lain deh " ucap sang suami.
" Udah lah, kalian singkirkan saja botol sama gelas sloki nya. Terus rokok nya juga buang saja, kue dan bunga nya biarin aja disana " titah laki-laki prubaya tersebut.
" Biar aku bantu tiup lilinnya, lagian kan aku sama bang Galih lahir bareng. Jadi aku sama dia bisa ngerayain bareng " ucap pemuda itu.
" Ya udah loe tiup gih " kata sang kakak.
Sementara di luar area makam, Adri nampak gelisah. Ia beberapa kali menghela nafas dan memijit pelipisnya. Sedari tadi Adri tidak melajukan mobilnya, ia masih terkejut dengan pertemuan yang tak terduga yang terjadi barusan.
" Apa dia ngenalin gue ya, huh sial banget sih gue hari ini " Adri beberapa kali melontarkan umpatan kekesalannya dan memukul stir mobilnya.
Setelah dirasa cukup tenang, Adri menyalakan mobil nya dan segera pergi dari sana. Ia akan segera pulang dan segera membersihkan tubuhnya yang terasa lengket, ia juga harus mengobati luka lebam nya.
Setelah sampai dirumah, Adri segera memasukan mobilnya kedalam garasi rumahnya. Setelah itu ia segera pergi kekamar dan membersihkan diri nya. Setelah selesai, Adri memakai baju santai dan lekas mengobati luka gores yang ada di pipi juga dahinya, akibat pecahan botol yang mengenai nya saat saputra memukul kepala siswa SMA Bakti.
" Gimana ya keadaan anak cowok yang saputra pukul tadi, semoga aja mereka gak bales nyerang sekolah gue. Kalo iya pun juga gak papa sih, toh tinggal di lawan aja bereskan " gumam Adri.
Setelah selesai mengobati lukanya, ia berjalan ke ruang tengah untuk bermain PS 4 nya. Ia juga memesan makanan via online karena sedang malas untuk memasak.
Untuk acara rapat wali murid besok di sekolahnya, Adri sudah menyuruh salah satu pembantu di rumah utamanya yang datang kesana. Ia juga berniat untuk datang bareng dengannya menggunakan taksi. Ia ingin melihat bagaimana reaksi para orang tua yang melihat kondisi Adri dan walinya saat datang kesana.