BAD???

BAD???
Battleground II



Akhirnya ia menarik lalu mendorong tubuh Saputra hingga jatuh tepat di bawah kaki mereka dan hampir masuk kedalam got. Dengan perasaan jijik, Saputra mengambil gantungan kunci itu dan segera berdiri untuk lekas pergi untuk membawanya ke dalam toilet untuk di cuci.


Beberapa minggu kemudian,Samudra dan teman-temannya kembali membuat ulah dan masih Saputra yang menjadi andalan kejahilan mereka. Walau terkadang anak yang lain juga kena, tapi Saputra lah yang paling parah.


Saat itu Saputra sedang di kantin dan tak sengaja menumpahkan es teh nya ke mangkok Bakso milik Tirta, karena ia memang disuruh untuk satu meja dengan Samudra dan temannya agar bisa di suruh-suruh. Alhasil dia di bully habis-habisan sama mereka karena kejadian itu. Beruntung saat itu Adri dan ketiga kawannya yang tak lain Galih, Doni dan Alif sedang lewat dan hendak membeli makanan disana. Karena Adri tak suka melihat cara Samudra dan kawan-kawan nya menjahili Saputra dengan menyiramkan es teh di atas kepala dan juga menyemprotkan botol saus dan kecap di seragam milik Saputra.


Brakk... Adri menendang meja tempat mereka makan hingga mangkok yang berisi bakso dan kuahnya tumpah mengenai seragam milik mereka. Hal itu tak luput dari perhatian semua murid yang sedang menonton aksi itu.


" Dasar gak guna " Kata Adri sambil menatap datar kearah Samudra dan temannya.


" Loe, beraninya berbuat masalah sama gue " Teriak Samudra tak Terima dengan perlakuan Adri.


Samudra keluar dari meja sana dan berdiri di jalan tepat di depan Adri. Ia memaki dan memarahi hingga mencemooh Adri karena tampilan nya emang sangat berantakan.


" Kau anak miskin seperti kalian beraninya melawan gue, kalian lihat aja nanti. Kalian akan menyesal dengan apa yang sudah kalian lakukan " Teriak Samudra dengan emosi.


" Gue tunggu Hadiah tanda Terima kasih dari loe " Kata Adri santai. " Dan loe sebaiknya bersihin badan loe agar saus itu tidak kena area sensitif dan membakar nya jadi sosis panggang " Kata Adri sambil ketawa geli Menatap pakaian Saputra yang penuh saus.


Samudra yang tak Terima hendak memberikan tamparan kearah Adri, namun gerakan tangannya terhenti ketika Galih sudah berada di depan Adri dan mencengkarm kuat lengan Samudra. Dan dengan sekali hentakan, ia mendorong tubuh Samudra hingga jatuh di lantai kantin itu. karena mereka klah dan merasa malu, mereka pergi dari sana meninggalkan Saputra dan juga Adri beserta temannya.


Sementara Saputra terlihat gugup dan ketakutan melihat sosok urakan Adri, terlebih tatapan tajam nya itu. Namun setelah mendengar perkataan dan tatapan ke arah area bawah yang Adri lakukan barusan, ia langsung menutup area sensitif bagian bawahnya karena malu. Padahal Adri cuman bercanda dan sedari tadi pandangannya tak lepas dari sosis bakar yang ada di atas meja makan tepat di samping tubuh Saputra berdiri saat itu. karena mejanya pendek dan hanya sebatas pinggang dia, alhasil Saputra salah paham akan tatapan itu.


" Terima kasih " Kata Saputra dengan gugup dan malu.


Semenjak kejadian itu, Saputra diam-diam selalu membuntuti Adri dan begitu terpesona dengan sikap pemberani Adri.


Back again...


Adri hanya diam tak terkata, dia membenarkan perkataan Saputra, ia sempat mengakui bahwa ia merasakan debaran yang sama seperti Galih dulu menyertakan perasaan nya di gudang sekolah sewaktu SMP. Namun ia membuang pemikiran itu jauh-jauh, Adri tau bahwa hal itu salah dan ini lah hasil yang ia takutkan selama ini. Ia juga tidak menyangkal jika dahulu Samudra begitu arogan, tukang bully, suka seenaknya dan dia tak mau disalahkan. Adri mengakui semua itu, dan sampai sekarang dirinya juga begitu membencinya karena sikap kelakuannya itu.


Sedangkan Adri tidak membuka matanya dan masih memikirkan strategi dengan begitu cermat, ia masih bisa bergerak bebas jika ia sendirian disana. Tapi saat ini ada dua nyawa yang sedang menjadi taruhannya, dan itu sangatlah mengganggu Adri dan membuatnya kesal.


Di depan Adri, Rosa dan Devi mendekati kedua pemuda itu dan membuka lakban penutup mulut mereka, seketika kedua pemuda itu berteriak memaki wanita yang ada di dekat mereka.


" Adri gue mohon, loe pergi lah dari sini. Mereka hanya menjebak loe Dri, gue mohon jangan dengarkan perkataan mereka " Kata pemuda yang ada di dekat Rosa, ia terus saja meronta dan mencoba melepaskan tali pengikat di tangannya. Pemuda itu tak lain adalah Samudra yang berhasil di beluk oleh Saputra dan Niken saat di toilet sekolah.


" Adri gue minta maaf, gue salah menilai loe. Pergilah dari sini, mereka hanya menjebak mu, cepat pergilah Adri " Teriak pemuda yang ada di dekat Devi. Dia tak lain Galuh, dia berhasil di jebak oleh Devi dan dibawa kesana sebagai tawanan untuk menjebak Adri.


Adri semakin mencengkram dengan kuat Katana miliknya dan tangan satunya mengepal dengan erat, dalam pikirannya yang sedang di penuhi kemelut masalah yang sedang ia hadapi. Bayangan Galih dan masa-masa kebersamaan mereka melintas di pikiran Adri, dan seutas senyuman hangat yang terlukis indah di wajah Galih. Adri merasakan gemuruh hebat di dalam dadanya, dan ia bergumam lalu membuka matanya dan menatap Saputra dengan penuh amarah.


" Aku akan mengakhiri nya Jo, tunggulah aku " Gumam Adri sambil membuka matanya yang sudah memerah. Ditambah air hujan yang mengguyur dirinya dan juga mereka tak menyurutkan niat mereka.


Brugh... Adri menendang perut Saputra yang berdiri di hadapannya dengan keras hingga ia jatuh tersungkur di hadapan mereka semua. Melihat hal itu, anak Gang Ancora tiba-tiba saja marah dan langsung menyerang Adri tanpa mendengarkan aba-aba dari Saputra untuk tidak menyerang dulu.


Adri menghajar mereka semua sendirian, ia masih belum membuka Katana miliknya. Adri menghiraukan denyutan yang berada dikepalanya, ia menghiraukan rasa sakit itu dan tetap pokus menghajar para musuh yang menyerangnya. Aksi tawuran yang sengklek/berat sebelah alias gak seimbang itu akhirnya tumpah dan tak bisa di elakkan lagi, apalagi Adri yang memang tidak bisa mundur dan mengharuskan dirinya untuk menghajar mereka semua sendirian.


Di sela perkelahiannya, ia sempat merutuki dirinya karena lupa mengabari teman-temannya, tapi setelah berpikir lagi Adri merasa tenang karena temannya tidak harus terlibat dalam perkelahian berdarah itu.


Brakk... Adri menendang dada salah satu pemuda hingga ia jatuh terpental, namun karena terlalu banyak yang menyerang Adri. Ia kewalahan hingga tanpa Adri sadari, dari arah belakang ada yang membawa balok kayu dan memukul punggung Adri hingga jatuh ke tanah. Brughh... Adri jatuh terpental dan kini seluruh pakaiannya kotor oleh air yang bercampur dengan tanah. Adri juga merasa ngilu di bagian tulang punggung nya dan hanya bisa meringis kesakitan.


_________________________________________________


Kok jadi deg-deg an sendiri ya, padahal aku sendiri yang buat ceritanya tapi malah baper sendiri... πŸ€¦β€β™€οΈπŸ€¦β€β™€οΈ


Jangan lupa untuk mendukung deh, dan see next time babe πŸ˜‰πŸ‘πŸ‘