
Flashback on...
Waktu berjalan dengan sangat cepat, Adri dan Jo semakin erat dan saling menjaga. Untuk hubungan yang sudah terjalin antara mereka, tidak ada yang mengetahui nya selain mereka berdua. Bahkan teman dekatnya sekalipun tidak ada yang mengetahui hubungan mereka, karena memang Adri tidak ingin ada yang berubah dari mereka karena hubungan yang lebih dari sekedar teman.
Tepat hari ini adalah hari ulang tahun Jo, Adri sudah menyiapkan sebuah kado untuk sang kekasih hatinya. Kado yang bisa dibilang tidak mewah namun juga tidak murahan, ia membeli sebuah kalung yang terdapat kunci.Adri juga sama, ia sudah memakai kalung dengan kunci sebagai liontin nya.
Namun saat hendak menghadiri pesta ulang tahun Jo, Adri mendapatkan pesan jika temannya Alif sedang di tahan oleh Gang Ancora. Saat itu Adri sudah mengenakan gaun pesta dan berdandan dengan sangat rapi. Tanpa berpikir panjang lagi, Adri segera membawa kado dan juga katana miliknya. Ia berencana untuk memberikan kado tersebut terlebih dahulu dan langsung menyelamatkan temannya Alif.
Adri kini sudah mengendarai mobil sport Lamborghini Aventador nya, ia langsung menancap gas mobil menuju rumah nya Jo. Setelah sampai, ia menitipkan kado dan ucapan selamat untuk Jo, setelah itu Adri segera pergi menuju tempat Gang Ancora. Namun sebelum itu Adri memberitahu alasan ia tak datang, karena harus menyelamatkan Alif dari tangan anak Gang Ancora.
Sesampai di markas tempat berkumpulnya Gang Ancora, Adri langsung keluar dari dalam mobilnya sambil membawa katana nya. Ternyata Adri sudah disambut oleh mereka, terlihat dari anak buah nya yang sudah mengelilingi Adri.
" Lepaskan teman gue, Kalo loe ada masalah loe datengin gue. Jangan jadi pengecut loe " ucap Adri dengan bengis.
Prok.. prok.. prok.. ketua Gang Ancora malah tertawa keras dengan ucapan Adri.
" Hahaha ternyata dengan mengirim SMS palsu loe dateng juga, loe emang bodoh udah masuk kedalam jebakan gue " ketua Gang Ancora tertawa dengan sangat keras.
" Sial, jadi mereka cuma mancing gue supaya dateng kesini. Sial nya gue gak hubungi yang lainnya dulu. Dasar Aldi brengsek, anjing loe" umpat Adri dalam hatinya.
" Kenapa loe takut hah, Hahaha ternyata Adriani yang di juluki panglima iblis juga punya rasa takut ya " ledek ketua Gang Ancora, yang tak lain adalah Aldi.
" Sialan loe, dasar anjinx emang loe " umpat Adri.
" Serang semuanya " teriak Aldi pada anak buahnya.
" Semua ini hanya untuk balas dendam, karena gue gak Terima jika harus kalah dari bocah tengik kaya loe, dan Gang Ancora bakal jadi Gang yang paling ditakuti jika Si panglima iblis mati di tangan Gang Ancora " teriak Aldi dengan puas.
" Sialan loe anjinx, loe emang si cupu yang beraninya keroyokan " ledek Adri.
" Hahaha terserah apa yang mau loe katakan, yang pasti gue mau loe mati disini sekarang juga " tawa Aldi, ia menatap Adri dan menyeringai puas.
" Sial..." umpat Adri,
Kini anak buah Gang Ancora sudah mulai menyerang Adri, Mereka menyerang secara brutal dan tanpa ampun. Adri tak tinggal diam dan berusaha bertahan dan menyerang dengan sepenuh kekuatannya. Sringgg.... suara nyaring yang tercipta dari gesekan senjata tajam. Adri berusaha bertahan dan menangkis serangan mereka, pandangan nya juga berpendar untuk melihat serangan yang Tiba-tiba datang padanya.
Brakkk... Bughhh... Adri sudah menumbangkan hampir semua anak buah Gang ancora, ia juga terlihat sudah mulai kelelahan, dan masih teguh dengan pendiriannya yang terus bertahan. Gaun yang ia pakai pun sudah terkena cipratan darah dari musuhnya, bahkan gaun Adri sudah sobek di beberapa bagian.
Sedangkan di kediaman Jo, Dia sedang Bersenang-senang dengan keluarga dan Teman-temannya. Bahkan Alif dan juga Doni sudah bergabung dari sore hari, mereka begitu antusias jika menyangkut makanan. Jo dari tadi melamun memikirkan Adri yang masih belum muncul di pesta nya, ia juga meninggalkan handphone nya di dalam kamar.
" Eh Jo, gak usah ngelamun mulu loe. Entar kesambet tau rasa " celetuk Alif.
" Sialan loe, yang ada hantunya yang takut sama loe " jawab Jo dengan kesal, ucapan Alif malah menambah suasana hatinya semakin memburuk.
" Kayaknya si Boss besar bakalan telat deh, coba loe hubungin dia dulu. Siapa tau dia Kenapa-napa " ucap Doni memberikan saran.
" Astagah gue lupa kalo hape gue lagi di cas di kamar, tunggu bentar ya gue ambil ponsel gue dulu " ucap Jo terlihat panik.
Namun sebelum ia pergi Seorang security menghentikan langkah nya dan memberikan titipan Adri padanya.
" Permisi tuan muda, ini ada titipan kado dari nona cantik dia juga titip salam buat tuan muda " ucap security tersebut.
" Nona siapa mang, apa mamang tidak tanya siapa namanya atau enggak mamang kenal gak sama Ciri-ciri gadis tersebut " tanya Jo penasaran, ia merasakan perasaan buruk tentang Adri sang kekasihnya.
" Nona itu cantik pakai gaun pesta wajah nya kaya bule luar Negeri, rambutnya pirang tapi gayanya kayak anak cowok gitu. Terus dia pakai mobil mahal kaya aktris di luar negri, tapi yang aneh nya mamang lihat nona itu membawa senjata pedang gitu " jelas security tersebut.
" Si boss Jo " teriak Doni.
Seketika Jo langsung membuka kado yang ia pegang, betapa terkejutnya ia melihat sebuah kalung dengan liontin nya sebuah kunci. Lantas ia memakai kalung tersebut dan langsung berlari ke kamarnya, pikiran Jo semakin tak tenang mendengar jika Adri membawa senjatanya berarti ada yang gak beres.
" Astagah apa yang sudah gue lakuin Dri " Jo sangat terkejut melihat beberpa panggilan dan juga pesan dari Adri.
Ia semakin terkejut dengan isi pesan yang Adri kirimkan padanya, Jo bergegas turun kebawah dan menemui temanya.
" Lif, Don, suruh Anak-anak buat dateng ke markas Gang Ancora. Boss loe sedang dalam bahaya, loe baca isi pesan darinya. Ayok cepet kita pergi kesana " Jo terlihat sangat khawatir pada Adri. Ia tahu bagaimana Gang Ancora selalu berusaha menjatuhkan Adri bahkan menyerang Adri dan menginginkan kematiannya.
" Nak kamu mau kemana, pesta ulang tahun mu belum selesai " cegat sang ibu.
" Aku ada urusan penting, kalian lanjutkan saja pestanya " ucap Jo sambil melenggang pergi menuju garasi untuk mengambil mobilnya.
Kini Jo, Alif dan Doni sedang dalam perjalanan menuju ke markas Gang Ancora, mereka juga sudah ngehubungi Anak-anak lain melalui grup whatsapp. Tak lama kemudian mereka sudah sampai tepat di dekat mobil Adri, sepertinya kawan Adri belum sampai. Jo dan yang lainnya keluar dari mobil, betapa terkejutnya melihat Adri yang sedang bertarung dengan dua orang anak buah Aldi, ia nampak sudah kelelahan. Hingga mata Jo melihat Aldi yang sedang membawa pipa besi berjalan kearah Adri. Karena posisi Adri membelakangi nya, ia tak sadar jika Aldi sudah bersiap menyerangnya dari belakang. Namun naas nya Jo yang terluka karena menyelamatkan sang kekasih hati nya. Brughhh... Jo jatuh tersungkur di depan Adri, sedangkan Aldi sangat kaget jika pukulan nya salah sasaran. Namun setelah melihat korbannya Aldi malah menyeringai puas dan tertawa Terbahak-bahak.