BAD???

BAD???
Sang Killer Queen Kong



Kini Adri baru saja sampe di gerbang sekolahnya, setelah menitipkan motor nya di tempat biasa. Dengan gaya santai nya ia menaiki gerbang tersebut dan berhasil masuk kedalam sekolah. Ia tersenyum bangga dengan apa yang ia lakukan, Namun hal membanggakan tersebut langsung sirna saat kedatangan seseorang yang ingin ia hindari.


" Telat lagi Dri, baru juga kemarin kamu tobat. Kenapa sekarang kamu kumat lagi " ucap orang tersebut sambil memandang Adri dengan tatapan jengkel. Ia merasa pusing jika berhadapan dengan Adri yang lihai dalam berbicara, ia juga merasa kesal karena orang yang selalu membantunya dalam menangani Adri tengah sibuk. Jadi ia terpaksa menangani Adri dengan tangannya sendiri.


" Lah emang siapa yang tobat pak, orang kemaren itu cuman kebetulan doang kok. Sebenarnya kemaren aku gak niat buat dateng awal sih " jawab Adri dengan santai.


" Kamu ini, ikut bapak ke ruang BK sekarang juga " ucap orang tersebut dengan nada kesal, ia tak lain adalah Hadi sang guru BK.


" Tumben bapak yang ajak Adri, biasanya juga si Ocean yang selalu bapak suruh buat jaga gerbang " celetuk Adri dengan tampang datarnya.


" Siapa si Ocean?, biasanya bapak cuman nyuruh si Samudra aja yang buat ngejaga gerbang sama ngehendel kamu " ucap Hadi dengan wajah penasarannya.


" Nah itu bapak tau, si Ocean itu tak lain si Samudra pak. Emang siapa lagi yang punya nama Ocean atau Samudra di sekolah ini " jawab Adri dengan cuek.


" fttt..Kamu nyebut si Samudra dengan sebutan Ocean, bukannya Ocean itu artinya laut ya " Hadi berusaha menahan tawanya akibat ucapan konyol Adri.


" Sama aja kali pak, laut atau Samudra itu Sama-sama asin, terus berbentuk cair dengan volume yang gede " ucap Adri malas.


" Oh iya juga ya, ya sudah sekarang kamu bapak hukum lari memutari lapangan 20 puteran. Setelah itu kamu temui bapak lagi di ruangan khusus seperti biasa " ucap Hadi, kemudian ia pergi kelain arah dan menghilang dari pandangan Adri.


" hemm " Adri hanya membalas deheman saja.


Adri sudah berada di tengah lapangan dan segera menaruh tasnya di pinggir lapangan. Ia berlari tanpa menghiraukan tatapan dan ucapan mengejek dari siswi yang sengaja melihat Adri sedang menjalankan hukuman. Dengan perasaan semangat ia malah bernyanyi lagu kesukaan nya, dan bernyanyi dengan suara lantang.


Waktu kau lewat aku sedang mainkan gitar


Sebuah lagu yang kunyanyikan tentang dirimu


Seperti kemarin, kamu hanya lemparkan senyum


Lalu pergi begitu saja bagai pesawat tempur


*Song


Hei kau yang manis, singgahlah dan ikut bernyanyi


Sebentar saja nona, sebentar saja, hanya sebentar


Rayuan mautku tak membuat kau jadi galak


Bagai seorang diplomat ulung, engkau mengelak


Kalau saja aku bukanlah penganggur


Sudah kupacari kau


Jangan bilang tidak, bilang saja iya


Iya lebih baik daripada kau menangis


Penguasa, penguasa


Berilah hambamu uang


Beri hamba uang


Beri hamba uang


______________________


Namaku Bento ( diganti jadi Adri ) rumah real estate


Mobilku banyak harta berlimpah


Orang memanggilku bos eksekutif


Tokoh papan atas, atas segalanya


(Asyik!)


Wajahku ganteng ( di ganti cantik) banyak simpanan


Sekali lirik oke sajalah


Bisnisku menjagal, jagal apa saja


Yang penting aku senang, aku menang


Persetan orang susah karena aku


Yang penting asyik


Sekali lagi


(Asyik!)


Khotbah soal moral omong keadilan


Aksi tipu-tipu, lobying, dan upeti


Wow, jagonya


Maling kelas teri, bandit kelas coro


Itu kantong sampah


Siapa yang mau berguru datang padaku


Sebut tiga kali namaku


Bento! Bento! Bento! ( di ganti jadi Adri)


(Asyik!)


______________________________


Kalau cinta sudah dibuang


Jangan harap keadilan akan datang


Kesedihan hanya tontonan


Bagi mereka yang diperkuda jabatan


Wo o ya o ya o ya bongkar


Wo o ya o ya o ya bongkar


Sabar, sabar, sabar dan tunggu


Itu jawaban yang kami terima


Ternyata kita harus ke jalan


Robohkan setan yang berdiri mengangkang


Wo o ya o ya o ya bongkar


Wo o ya o ya o ya bongkar


Wo o ya o ya o ya bongkar


Wo o ya o ya o ya bongkar


Penindasan serta kesewenang-wenangan


Banyak lagi, teramat banyak untuk disebutkan


Hoi hentikan, hentikan jangan diteruskan


Kami muak dengan ketidakpastian dan keserakahan


Di jalanan kami sandarkan cita-cita


Sebab di rumah tak ada lagi yang bisa dipercaya


Orang tua pandanglah kami sebagai manusia


Kami bertanya tolong kau jawab dengan cinta


Dengan suara yang sangat lantang Adri menyanyikan penggalan lirik dari tiga lagu sang musisi legendaris Iwan Fals. Ia memang sangat menyukai Lagu-lagu tersebut, yang membuat ia semakin terbakar semangat melakukan aksi Bar-bar nya. Adri terus menyanyikan penggalan dari tiga lagu yang berjudul Pesawat tempur, Bento dan Bongkar.


Hingga suara teriakan yang tak asing bagi Adri terdengar begitu nyaring dan menggema di seluruh penjuru SMA Harapan. Dia tak lain adalah Selly, guru killer yang sering beradu argumen dengan Adri.


" Adri, apa yang sudah kamu lakukan. Kamu sudah mengganggu aktivitas belajar mengajar kelas lain, apa kamu tidak punya etika Adriani " teriak selly dari lantai dua kepada Adri.


" Hai ibu Queen Kong, apa kabar ibu pagi ini. Kenapa ibu Queen Kong Marah-marah, padahalkan ini masih pagi lagian Adri juga gak bikin onar kok " elak Adri sambil nyengir kearah selly.


" Apa yang kamu bilang, Kamu nyebut saya Queen Kong. Suara kamu itu yang sudah bikin orang lain terganggu, lagian kamu kurang kerjaan nyanyi gak jelas kaya gitu " Selly sangat marah pada Adri saat ini.


" Ya mau gimana lagi bu, masa aku panggil ibu dengan sebutan King Kong, Kan mustahil. Secara ibu itu adalah salah satu spesies betina dari marga Kong. Untuk itulah aku panggil dengan sebutan Queen Kong dari pada Mrs Kong atau Madam Kong Atau juga Princess Kong, kan gak cocok. Terus menurut Adri ya bu, gak ada yang salah kok pas Adri nyanyi. Dari tadi Adri nyanyi gak ada yang protes kecuali ibu sendiri, yang Teriak-teriak kaya Kong "jelas Adri panjang lebar pada Selly.


Namun bukannya membuat Selly pergi dari sana, Adri telah memancing kemarahan selly dan membuat ia Meledak-ledak seperti kembang api. Terlihat dari wajah selly yang memerah akibat ucapan Adri, Selly yang notabe nya tidak terlalu akur dengan Adri, dengan mudah kepancing dan selalu berhasil membuat ia emosi se tingkat langit.


" Dasar anak kurang ajar kamu, beraninya menghina gurumu sendiri. Adriani jangan lari kamu " Teriak Selly dengan gurat wajah yang sudah dipenuhi amarah.


Ia pun mencopot sepatu plat shoes dan melemparkan nya kearah Adri, Namun dengan santai Adri mengelak dan malah menertawakan Selly yang gagal melemparkan sepatu kearahnya.


" Yah tembakan ibu gagal, sepertinya ibu tidak lulus ujian tembak menembak ya pas daftar jadi guru di sekolah ini " ucap Adri, ia memang sangat suka menjahili Selly karena ia adalah tipe orang yang paling mudah untuk di pancing emosinya.


Karena geram dengan Adri, Selly berjalan dengan cepat kearah tangga untuk turun ke lantai dasar. Ia sudah sangat emosi dengan tingkah dan ucapan Adri padanya.


" Dasar bocah tengik nakal, lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu nanti " dengus Selly, ia terus saja berjalan dengan emosi yang masih menggebu-gebu.