
Kini Adri baru saja sampe di gerbang sekolahnya, setelah menitipkan motor nya di tempat biasa. Dengan gaya santai nya ia menaiki gerbang tersebut dan berhasil masuk kedalam sekolah. Ia tersenyum bangga dengan apa yang ia lakukan, Namun hal membanggakan tersebut langsung sirna saat kedatangan seseorang yang ingin ia hindari.
" Telat lagi Dri, baru juga kemarin kamu tobat. Kenapa sekarang kamu kumat lagi " ucap orang tersebut sambil memandang Adri dengan tatapan jengkel. Ia merasa pusing jika berhadapan dengan Adri yang lihai dalam berbicara, ia juga merasa kesal karena orang yang selalu membantunya dalam menangani Adri tengah sibuk. Jadi ia terpaksa menangani Adri dengan tangannya sendiri.
" Lah emang siapa yang tobat pak, orang kemaren itu cuman kebetulan doang kok. Sebenarnya kemaren aku gak niat buat dateng awal sih " jawab Adri dengan santai.
" Kamu ini, ikut bapak ke ruang BK sekarang juga " ucap orang tersebut dengan nada kesal, ia tak lain adalah Hadi sang guru BK.
" Tumben bapak yang ajak Adri, biasanya juga si Ocean yang selalu bapak suruh buat jaga gerbang " celetuk Adri dengan tampang datarnya.
" Siapa si Ocean?, biasanya bapak cuman nyuruh si Samudra aja yang buat ngejaga gerbang sama ngehendel kamu " ucap Hadi dengan wajah penasarannya.
" Nah itu bapak tau, si Ocean itu tak lain si Samudra pak. Emang siapa lagi yang punya nama Ocean atau Samudra di sekolah ini " jawab Adri dengan cuek.
" fttt..Kamu nyebut si Samudra dengan sebutan Ocean, bukannya Ocean itu artinya laut ya " Hadi berusaha menahan tawanya akibat ucapan konyol Adri.
" Sama aja kali pak, laut atau Samudra itu Sama-sama asin, terus berbentuk cair dengan volume yang gede " ucap Adri malas.
" Oh iya juga ya, ya sudah sekarang kamu bapak hukum lari memutari lapangan 20 puteran. Setelah itu kamu temui bapak lagi di ruangan khusus seperti biasa " ucap Hadi, kemudian ia pergi kelain arah dan menghilang dari pandangan Adri.
" hemm " Adri hanya membalas deheman saja.
Adri sudah berada di tengah lapangan dan segera menaruh tasnya di pinggir lapangan. Ia berlari tanpa menghiraukan tatapan dan ucapan mengejek dari siswi yang sengaja melihat Adri sedang menjalankan hukuman. Dengan perasaan semangat ia malah bernyanyi lagu kesukaan nya, dan bernyanyi dengan suara lantang.
Waktu kau lewat aku sedang mainkan gitar
Sebuah lagu yang kunyanyikan tentang dirimu
Seperti kemarin, kamu hanya lemparkan senyum
Lalu pergi begitu saja bagai pesawat tempur
*Song
Hei kau yang manis, singgahlah dan ikut bernyanyi
Sebentar saja nona, sebentar saja, hanya sebentar
Rayuan mautku tak membuat kau jadi galak
Bagai seorang diplomat ulung, engkau mengelak
Kalau saja aku bukanlah penganggur
Sudah kupacari kau
Jangan bilang tidak, bilang saja iya
Iya lebih baik daripada kau menangis
Penguasa, penguasa
Berilah hambamu uang
Beri hamba uang
Beri hamba uang
______________________
Namaku Bento ( diganti jadi Adri ) rumah real estate
Mobilku banyak harta berlimpah
Orang memanggilku bos eksekutif
Tokoh papan atas, atas segalanya
(Asyik!)
Wajahku ganteng ( di ganti cantik) banyak simpanan
Sekali lirik oke sajalah
Bisnisku menjagal, jagal apa saja
Yang penting aku senang, aku menang
Persetan orang susah karena aku
Yang penting asyik
Sekali lagi
(Asyik!)
Khotbah soal moral omong keadilan
Aksi tipu-tipu, lobying, dan upeti
Wow, jagonya
Maling kelas teri, bandit kelas coro
Itu kantong sampah
Siapa yang mau berguru datang padaku
Sebut tiga kali namaku
Bento! Bento! Bento! ( di ganti jadi Adri)
(Asyik!)
______________________________
Kalau cinta sudah dibuang
Jangan harap keadilan akan datang
Kesedihan hanya tontonan
Bagi mereka yang diperkuda jabatan
Wo o ya o ya o ya bongkar
Wo o ya o ya o ya bongkar
Sabar, sabar, sabar dan tunggu
Itu jawaban yang kami terima
Ternyata kita harus ke jalan
Robohkan setan yang berdiri mengangkang
Wo o ya o ya o ya bongkar
Wo o ya o ya o ya bongkar
Wo o ya o ya o ya bongkar
Wo o ya o ya o ya bongkar
Penindasan serta kesewenang-wenangan
Banyak lagi, teramat banyak untuk disebutkan
Hoi hentikan, hentikan jangan diteruskan
Kami muak dengan ketidakpastian dan keserakahan
Di jalanan kami sandarkan cita-cita
Sebab di rumah tak ada lagi yang bisa dipercaya
Orang tua pandanglah kami sebagai manusia
Kami bertanya tolong kau jawab dengan cinta
Dengan suara yang sangat lantang Adri menyanyikan penggalan lirik dari tiga lagu sang musisi legendaris Iwan Fals. Ia memang sangat menyukai Lagu-lagu tersebut, yang membuat ia semakin terbakar semangat melakukan aksi Bar-bar nya. Adri terus menyanyikan penggalan dari tiga lagu yang berjudul Pesawat tempur, Bento dan Bongkar.
Hingga suara teriakan yang tak asing bagi Adri terdengar begitu nyaring dan menggema di seluruh penjuru SMA Harapan. Dia tak lain adalah Selly, guru killer yang sering beradu argumen dengan Adri.
" Adri, apa yang sudah kamu lakukan. Kamu sudah mengganggu aktivitas belajar mengajar kelas lain, apa kamu tidak punya etika Adriani " teriak selly dari lantai dua kepada Adri.
" Hai ibu Queen Kong, apa kabar ibu pagi ini. Kenapa ibu Queen Kong Marah-marah, padahalkan ini masih pagi lagian Adri juga gak bikin onar kok " elak Adri sambil nyengir kearah selly.
" Apa yang kamu bilang, Kamu nyebut saya Queen Kong. Suara kamu itu yang sudah bikin orang lain terganggu, lagian kamu kurang kerjaan nyanyi gak jelas kaya gitu " Selly sangat marah pada Adri saat ini.
" Ya mau gimana lagi bu, masa aku panggil ibu dengan sebutan King Kong, Kan mustahil. Secara ibu itu adalah salah satu spesies betina dari marga Kong. Untuk itulah aku panggil dengan sebutan Queen Kong dari pada Mrs Kong atau Madam Kong Atau juga Princess Kong, kan gak cocok. Terus menurut Adri ya bu, gak ada yang salah kok pas Adri nyanyi. Dari tadi Adri nyanyi gak ada yang protes kecuali ibu sendiri, yang Teriak-teriak kaya Kong "jelas Adri panjang lebar pada Selly.
Namun bukannya membuat Selly pergi dari sana, Adri telah memancing kemarahan selly dan membuat ia Meledak-ledak seperti kembang api. Terlihat dari wajah selly yang memerah akibat ucapan Adri, Selly yang notabe nya tidak terlalu akur dengan Adri, dengan mudah kepancing dan selalu berhasil membuat ia emosi se tingkat langit.
" Dasar anak kurang ajar kamu, beraninya menghina gurumu sendiri. Adriani jangan lari kamu " Teriak Selly dengan gurat wajah yang sudah dipenuhi amarah.
Ia pun mencopot sepatu plat shoes dan melemparkan nya kearah Adri, Namun dengan santai Adri mengelak dan malah menertawakan Selly yang gagal melemparkan sepatu kearahnya.
" Yah tembakan ibu gagal, sepertinya ibu tidak lulus ujian tembak menembak ya pas daftar jadi guru di sekolah ini " ucap Adri, ia memang sangat suka menjahili Selly karena ia adalah tipe orang yang paling mudah untuk di pancing emosinya.
Karena geram dengan Adri, Selly berjalan dengan cepat kearah tangga untuk turun ke lantai dasar. Ia sudah sangat emosi dengan tingkah dan ucapan Adri padanya.
" Dasar bocah tengik nakal, lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu nanti " dengus Selly, ia terus saja berjalan dengan emosi yang masih menggebu-gebu.