150 Cm

150 Cm
Episode 127.



Arumi berdiri di balkon. Matanya menatapi kuncup bunga yang mulai bermekaran dengan sumringah. Ada banyak rasa yang terhimpun dalam hatinya. Arumi tersenyum. Tangannya tiada henti mengusap lembut perut yang mulai terlihat besar di usia kandungan 16 minggu. Bibirnya tampak tak henti bergerak. Rupanya ia tengah berucap doa-doa nan panjang penuh pengharapan.


اَللهُمَّ احْفَظْ وَلَدِىْ مَادَامَ فِى بَطْنِىْ وَاشْفِهِ اَنْتَ شَافٍ لاَشِفَاءَ اِلاَّ شِفَاؤُما شِفَاءً لَقاؤُما شِفَاءً لَقاؤُماً اَللهُمَّ صَوِّرْهُ حَسَنَةً وَثَبِّتْ قَلْبَهُ اِيْمَانًابِكَ وَبِرَسُوْلِكَ. اَللهُمَّ اَخْرِجْهُ مِنْ بَطْنِىْ وَقْتَ وِلاَدَتِىْ سَهْلاً وَّتَسْلِيْمًا. اَللهُمَّ اجْعَلْهُ صَحِيْحًا كَامِلاً وَعَاقِلاً حَاذِقًا عَلِمًا عَامِلاً. اللهم طول عمره وصحح جسده وحسن خلقه وافصح لسانه واحسن صوته لقراءة الحديث والقرآن ببركة محمد صلى الله عليه وسلم والحمد لله رب العالمين.


(Allahummahfazh waladii ma daama fii bathnii. Wasyfihi ma'ii. Anta asy-syaafii laa syifaa'an illa syifaa 'uka syifaa 'an laa yughaadiru saqamaa. Allahumma showwirhu hasanatan watabbit qalbahuu iimaanambika wabirasuulika. Allahumma akhrijhu mimbathnii waqta wilaadatii sahlan watasliimaa. Allahummaj'alhu shohiihan kaamilaw wa'aaqilan hadziqon 'aliman 'aamilaa. Allahumma thowwil 'umrohu washohhih jasadahu wahasan khuluqohu wafshoh lisaanahu wa ahsin shoutahu liqirooatil hadiitsi walquraani bibarakati muhammadin shollallahu 'alaihi wa sallam. walhamdulillahi robbil 'aalamiin).


Artinya: "Ya Allah, semoga Engkau lindungi bayiku ini selama ada dalam kandunganku, Berikanlah kesehatan kepadanya bersamaku. Sesungguhnya Engkaulah Maha Penyembuh. Tidak ada kesehatan selain kesehatan yang Engkau berikan, kesehatan yang tidak diakhiri dengan penyakit lain. Ya Allah, bentuklah dia di dalam perut ibunya dalam bentuk yang elok dan tetapkanlah hatinya dalam keimanan kepada-Mu dan Rasul-Mu. Ya Allah, keluarkanlah dia dari perut ibunya pada saat kelahirannya dengan mudah dalam keadaan selamat dan dengan bentuk yang indah dan sempurna. Ya Allah, jadikanlah dia anak yang sehat dan sempurna, berakal yang cerdas, yang alim, dan mau mengamalkan ilmunya. Ya Allah, panjangkanlah umurnya, sehatkanlah tubuhnya, baguskanlah akhlaqnya, fasihkan dan merdukanlah suaranya untuk membaca Al-Qu'ran dan Al Hadist dengan berkah Nabi Muhammad SAW. Dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam."


"Sayang...." ucap Mirza.


Laki-laki tampan itu mendekap Arumi sekaligus menghadiahinya dengan kecupan pada pucuk kepalanya.


"Kak..." ucap Arumi.


"Hemm..." ucap Mirza.


"Apa kakak bahagia...?"


"Tentu saja aku bahagia. Mendapat cinta mu adalah sebuah takdir yang membahagiakan. Terlebih keluarga kita akan makin lengkap dengan lahirnya buah hati kita. Aku tak dapat membayangkan juga bagaimana perasaan mama dan papa saat mendapatkan cucu nanti"


"Yang pasti bahagia sekali. Seperti halnya kita..."


"Haah....Ya. Aku yakin itu. Eh, Anak ayah. Apa kabar? Sedang apa, Nak?" ucap Mirza.


Ketika berucap itu, Mirza berjongkok di hadapan Arumi. Ia mengecup perut Arumi sambil mengusapnya dengan perlahan, penuh perasaan. Tentu saja ada banyak rasa yang membuncah dalam jiwanya karena rasa bahagianya yang tak terperi itu. Lama Mirza bercengkrama dengan janin yang ada dalam kandungan istri 150 cm nya itu.


"Nah...nah. Anak ku kembali memberi isyarat. Apa kau merasakannya juga, sayang...?"


"Tentu saja aku merasakannya. Aku kan ibunya. Hehehe..."


"Haha...." tawa Mirza benar-benar mengisi udara saat itu.


Tawa kebahagiaan yang ditakdirkan untuk dirinya dan orang-orang yang disayangi. Sementara itu, Arumi menjadi berkaca-kaca menyaksiksn polah laki-laki tampan yang ia cintai itu. Hatinya berubah merah jambu. Dan Arumi menjadi tak sabar untuk menanti kehadiran anak yang tengah ia kandung itu.


Allâhumma-ḫfadh waladî mâ dâma fî bathni zaujatî wa-syfihi antasy-syâfi lâ syifâ’an illâ syifâuka syifâ’an lâ yughâdiru saqaman. Allâhumma shawwirhu fî bathni zaujatî shûratan ḫasanatan wa tsabbit qalbahu îmânan bika wa bi rasûlika. Allâhumma akhrijhu mim bathni zaujatî waqta wilâdatihâ sahlan wa taslîman. Allâhumma ij‘alhu shahîhan kâmilan wa ‘âqilan ḫâdziqan ‘âliman ‘âmilan. Allâhumma thawwil ‘umrahu wa shahhih jasadahu wa ḫassin khuluqahu wa afshah lisânahu wa aḫsin shautahu li qirâ-atil hadîtsi wal qur’ânil ‘adhîm bi barakati Muhammadin shallallâhu ‘alaihi wasallam. Walhamdulillâhi Rabbil ‘âlamîn.


“Ya Allah, jagalah anakku selama ia berada dalam perut istriku, sehatkan ia, sesungguhnya Engkau Yang Maha Menyehatkan, tak ada kesehatan kecuali kesehatan dari-Mu, kesehatan yang tak terganggu penyakit. Ya Allah, bentuk ia yang ada di perut istriku dalam rupa yang baik, tetapkan dalam hatinya keimanan pada-Mu pada Rasul-Mu. Ya Allah, keluarkan dia dari perut istriku pada saat kelahirannya secara mudah dan selamat. Ya Allah, jadikan ia utuh, sempurna, berakal, cerdas, berilmu, dan beramal. Ya Allah, panjangkan umurnya, sehatkan jasadnya, baguskan rupanya, dan fasihkan lisannya untuk membaca hadits dan Al-Qur’an Yang Agung, dengan berkah Nabi Muhammad ﷺ. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh keberadaan.” begitu ucap doa Mirza untuk janin yang terus saja memberinya respon itu.


Mirza benar-benar bahagia. Ia memeluk Arumi dengan erat. Membiarkan degup jantungnya seirama dengan degup jantung milik Arumi. Degup yang selalu bertalu jika saling bertatapan. Degup yang selalu resah jika berjauhan. Dan degup yang selalu gelisah jika masalah tengah mendera.


Ini adalah kisah anak manusia dalam menggapai cita dan cinta. Bagaimana ketulusan menjadi kekuatan untuk menaklukkan gunung keangkuhan dan keegoisan. Bagaimana usaha "From Zero to Hero"


Gadis 150 cm itu kini telah merasakan bahagia bersama laki-laki yang dahulu meremehkannya, namun kini mencintainya itu. Ini bukti bahwa bahagia adalah milik setiap orang. Bukan hanya milik orang yang sempurna fisik dan status sosialnya saja, tapi juga milik siapa saja yang ingin merahnya.


Langit membiru. Awan berarak tipis-tipis saja. Udara pun menghangat dibasuh cahaya mentari yang kian merangkak di langit. Sepertinya langit akan cerah hari. Karena mendung enggan hadir atau pun berkomentar sinis atas insan-insan yang tengah merasakan kebahagiaan.


Ini kisah Arumi, perempuan 150 cm yang dengan keyakinan dan perjuangannya meraih kebahagiaan. Ini kisah Arumi, perempuan 15p cm yang karena kegigihannya mampu mewujudkan cita dan cintanya. Semoga kita selalu menjadi kuat dan yakin untuk mencapai bahagia, cita dan cinta baik dunia maupun akhirat. Aamiin....