The Queen Of The Dark

The Queen Of The Dark
TQOTD Chapter XCVI [Bertemu Raja Kangjian Yun]



Ukuran bangunan rumah lelang bangau emas di Kerajaan Lan tidak sebesar rumah lelang yang berada di pusat Kekaisaran, itu berukuran sedang dan berisikan puluhan pelanggan yang tengah mencari beberapa barang langka. Banyak perabotan kuno tertempel di dinding, lemari kaca besar berisikan senjata pedang tingkat tinggi.


Seorang pelayan pria mendekat ke arah kelompok Yue Liang Zhi, pelayan itu membungkuk hormat mengucapkan salam pada anak pimpinan organisasi serigala putih, “dari kemarin, Raja Kangjian telah menunggu kedatangan Pangeran. Mari, hamba akan mengantar Pangeran menemui pimpinan.”


Pelayan pria menuntun jalan dengan menaiki anak tangga.


Yue Liang Zhi memilih berjalan di bagian paling belakang, dia mengencangkan jari di atas pegangan tangga sambil berjalan ringan. Tidak ada debu yang berani menempel di telapak tangannya, di langit-langit tak ada secuil sarang laba-laba sedikitpun, ini sangat bersih dan bahkan terlalu bersih.


Seluruh anggota kelompok menghentikan langkah tatangkala berpapasan dengan To Mu, pelayan pria mengucapkan tentang kedatangan Pangeran Yun Fengyin. To Mu mengangguk sekaligus memerintahkan pelayan untuk kembali ke tempat semula, dia mengulurkan kedua tangannya ke depan menunjuk satu pintu.


Pangeran Yun Fengyin tersenyum memberikan kode terimakasih, dia berjalan mendekati pintu lalu memutar knop. Tampak seorang pria tengah berdiri memilah buku, begitu melihat sosoknya, pria itu segera berjalan dengan langkah cepat dan memberikan pelukan hangat padanya.


“Xiao Feng, ayah merindukanmu,” Raja kangjian Yun menepuk pelan punggung putranya.


“Percayalah... Putramu ini sangat berat hati untuk meninggalkan rumah,” Pangeran Yun Fengyin melunturkan seluruh jejak kedinginan di wajahnya.


Pelukan Raja kangjian Yun bertambah kuat, dia seperti seorang anak kecil yang tengah membekap mainan kesukaannya. Merasa orang di pelukannya mulai kehabisan napas, dia segera melepaskan kedua tangan. Matanya melirik tiga perempuan, “kalian masih sama seperti sebelumnya, hanya Yue'er yang telah menerobos.” Dia memiliki kekaguman, anak kecil di depannya selalu memiliki kejutan besar.


Bai Yun menunjukkan deretan gigi putihnya, “Yue'er selalu mendobrak batasan dirinya sendiri, jika dibandingkan dengannya, kami berdua merasa sangat kecil.”


Lei Hu ikut membenarkan ucapan Bai Yun.


Raja Kangjian Yun memaklumi hal itu, “To Mu telah menyiapkan pesanan Yue'er. Itu ada di bawah, jumlahnya pas sesuai dengan kesepakatan. Aku tidak tahu bagaimana Yue'er bisa memiliki banyak pil tingkat dua, namun aku sangat berterimakasih karena dengan adanya pil itu, Kaisar Huo menjadikan rumah lelang bangau emas berdiri di samping Kerajaan Yun dalam menguasai perdagangan.”


Pil tingkat dua?


Pangeran Yun Fengyin, Bai Yun dan Lei Hu merasa menjadi orang bodoh. Mereka seperti badut lucu yang tidak tahu apa-apa, hanya mampu menghela napas berat sebagai pengurang rasa ketidak tahuan.


“Jawab kakak, darimana Yue'er memiliki banyak pil?” Bai Yun merasa akan mati penasaran, “juga, pesanan apa yang sebenarnya Yue'er pesan—”


“Jie...,” mendapat serangan pertanyaan sepotan dari kakaknya, Yue Liang Zhi hanya mampu berusaha menenangkan dan menghentikan semua pertanyaan yang akan terlontar dari mulut Bai Yun. “Percayakah kalian jika aku adalah seorang Alchemist dan memiliki dimensi pribadi?”


“Itu lelucon yang tidak lucu!” Lei Hu merasa hambar.


Yue Liang Zhi diam, “...”


“Yue'er masih berumur 6 tahun,” Pangeran Yun Fengyin mencoba meyakinkan diri sendiri.


Melihat keseriusan Yue Liang Zhi, Raja Kangjian Yun menarik napas udara dingin. Dia mematri kalimat anak itu ke dalam hati, dia percaya akan ketidak normalan itu dan merusaha mengingat disetiap saat.


Bai Yun menormalkan ekspresi wajahnya, dia menganggap ucapkan Yue Liang Zhi sebagai angin lalu, “hahaha... Adikku tengah bercanda,” dia menampel lengan kecantikan merah sembari tertawa riang.


'Baik, aku telah berbicara jujur. Kalian sendiri yang tidak mau mempercayainya,' Yue Liang Zhi berusaha tenang memantapkan hati setelah mendapat tepukan dari Bai Yun, dia lantas mengerucutkan bibirnya.


Di dunia lotus, Qiao Qiao sedang berdiri sambil menahan tawa, baru kali ini dia melihat tuannya dipojokkan tanpa mau melawan. Ternyata, rasa kekeluargaan bisa melunturkan seseorang yang seperti gunung es.


“Aku undur diri untuk menemui paman To Mu,” Yue Liang Zhi membungkuk memberi salam pada Raja Kangjian Yun, dia merasa percumah untuk menjelaskan tentang tingkat keseriusan ucapannya barusan.


Raja kangjian Yun berdehem ringan menghilangkan kecangungan, “pergilah.”


Yue Liang Zhi menghilang dari pandangan keempat orang, dia kini berdiri di depan pintu bersama dengan To Mu.


To Mu tidak perlu berbasa basi, dia sudah paham akan arti tatapan anak di depannya. Dia berjalan menuruni anak tangga, berbelok lalu pergi menuju ruangan yang berada dipaling ujung. Ruangan itu terlihat sangat luas namun memiliki aura suram, banyak jeruji besi disetiap sudut ruangan. Tampak ratusan orang menderita luka-luka, darah kering berceceran dan sementara darah segar menggenag di lantai. Suara rintihan bersahutan, itu adalah pemandangan yang sangat menyayat hati!


“Apa kalian melukai mereka?” Tanya Yue Liang Zhi sarkas.


“Tidak, kami memang menemukan mereka dalam keadaan terluka.” To Mu juga merasakan keprihatinan akan kondisi orang-orang di depannya, “aku telah memberikan mereka obat, tapi mereka memilih tersiksa dari pada menggunakan obat dariku.”


Seorang budak telah diperlakukan lebih rendah dari ikan hias di Kerajaan, setiap hari dicaci maki, mendapat kekerasan baik fisik maupun psikis, bahkan bisa jadi digunakan menjadi budak s*x. Mereka tidak akan pernah mempunyai rasa kepercayaan bahkan pada sesama manusia sekalipun, hanya ada tekanan dan trauma yang mendalam. Jeritan kesakitan akan terus berputar di kepala mereka, itu bagaikan lingkaran setan yang terus berputar-putar hingga kembali ke tempat semula.


Kaki Yue Liang Zhi melangkah mendekati salah satu orang yang memberikan rasa keakraban pada dirinya, dia mengingat, orang itu adalah anak kecil yang juga berasal dari daerah rampasan. “Hei...”


“Pergi! Pergi! Menjauhlah dariku, bunuh aku! Kalian selalu menyiksaku, akhiri saja hidupku di dunia ini, aku ingin mati,” anak itu berteriak histeris di balik jeruji besi.


Hati Yue Liang Zhi merasa tercubit, dia bisa merasakan kesedihan yang teramat dalam dari anak itu. Setiap orang memiliki beban hidup yang berbeda-beda, terkadang berpikir bunuh diri adalah jalan terbaik untuk mengakhiri penderitaan, tapi dengan mengakhiri nyawa sendiri bukanlah solusi yang paling tepat. “Lihatlah aku, kau pernah melihat wajah ini saat seluruh anak kecil dari daerah rampasan dijadikan sebagai makanan serigala, kan?”


“Menjauh dariku! Aku tidak mengenalmu, aku tidak,” anak itu menutupi kedua telinganya sambil memejamkan mata.


Yue Liang Zhi menghela napas berat, “semua anak kecil dari daerah rampasan berada di dalam kurungan, itu tempat yang sangat gelap dan penuh dengan tangisan. Prajurit Kekaisaran membawa kalian keluar secara paksa saat tiba disebuah tempat perburuan, anak di atas 12 tahun akan menjadi tontonan.” anak di depannya mulai berani mendonggakkan kepala menatap ke arahnya, “kalian menangis dan bersujud memohon ampunan, tapi kalian tetap dijadikan sebagai budak kekaisaran.”


Anak itu memperlihatkan wajah lebam penuh luka yang membiru, “kau adalah salah satu anak dari daerah rampasan?” lirihnya seperti suara semut.


“Ya dan tidak... Mereka menemukanku dan membawaku secara paksa saat tengah beristirahat di jalanan, aku sekarang bersama Putri Lei Hu. Dia ada di atas bersama dengan Raja Yun barat, kami ingin menggulingkan kekuasaan Kaisar Huo Linzi.”