
Kemudian, mulut kecil Yue Liang Zhi melantunkan suara lembut, “apa itu kediaman anggrek putih?”
Pangeran Yun Fengyin menghela napas pelan, dia tegang ketika menghadapi wajah datar lawan bicaranya. Ketika suasana hatinya telah tenang, dia lantas melipat kedua tangan di atas meja dan menurukan dagu hingga menyentuh tangan. Mata hitamnya memantulkan cahaya obor, kilatan kelicikan di dalamnya memberikan efek pemahaman dalam diam, “kita akan memulai semuanya dari kediaman anggrek putih, ingat kepala pelayan yang tadi? Aku yakin dia akan menjadi target pertamamu.”
“...” Yue Ling Zhi tersenyum miring.
“Namun, kalian harus memiliki kultivasi terlebih dahulu.”
“Kul—?” Yue Liang zhi memajukan bibirnya, dia menunjukkan ekspresi seseorang yang sedang berpikir hal berat.
Telinga dan matanya bergerak menuntut penjelasan.
“Kultivasi Yue'er...,” Pangeran Yun fengyin menyentil kepala Yue Liang Zhi dengan pelan.
Pada akhirnya, anak kecil tetaplah seorang anak kecil.
Saat melihat Yue Liang Zhi yang masih berpikir keras, Pangeran Yun Fengyin segera memiringkan bibir atasnya ke sebelah kiri, “tidak perlu dipikirkan sekarang! Kau akan cepat pusing dan memunculkan pemikiran menyerah, menyerah sebelum berperang sangatlah tidak etis.”
“Aku tidak.”
“Sama sekali tidak berpikir?” Pangeran Yun Fengyin menegaskan kalimat Yue Liang Zhi.
Yue Liang Zhi hanya berkedip.
Pangeran Yun Fengyin segera terpukul merasakan sikap santainya.
...****************...
Matahari perlahan terbit menyinari Benua Ziang. Bangunan kumuh dan bobrok yang berada di pojok Kerajaan Yun barat terlihat sangat tenang, damai dan tentram.
Tiga anak kecil masih terlelap dalam tidur tanpa memeprdulikan sekitarnya. Mereka tertidur dengan gaya tidur yang terkesan lucu. Lei Hu tertidur sambil mengerak-gerakan tangannya ke udara dan bergumam seperti seorang alien yang sedang berkomunikasi, Bai Yun mendengur keras bahkan terdengar seperti seseorang yang tengah tersedak ludah dan Yue Liang Zhi dengan posisi kaki di bantal dan selimut yang sudah jatuh entah kemana.
Brakkk...
Bunyi pintu yang di buka secara paksa, seketika membangunkan ketiga orang yang tengah tertidur pulas. Yue Liang Zhi bangun dengan posisi tangan yang siap untuk memukul, namun saat kesadaraannya telah terkumpul dia sendiri syok saat saat melihat kakinya yang berada di bantal. Merasa jiwanya telah normal, dia memutar tubuh melihat ke arah pintu.
Lagi-lagi itu bibi gila!
Semua orang merasa krisis, jika hal tersebut dilakukan secara berulang kali, maka bangunan ini benar-benar akan roboh.
Bai Yun terbatuk sambil mengusap dada karena tersedak ludah, sementara Lei Hu membulatkan mata karena terkejut.
Kepala pelayan Yenny membawa tiga hanfu berwarna biru muda di kedua tangan, dengan kasar dia melemparkan ke bawah seperti sesuatu yang ada di tangannya adalah hal najis. Lantas berdecak pinggang, “lihat matahari sudah terbit!!!” Teriaknya lantang sambil menunjuk langit, “kalian masih tidur sementara para pelayan lonceng besi sedang berkumpul dan akan menerima tugas? Benar-benar tidak tahu malu!!”
Yenny adalah Kepala pelayan kediaman anggrek putih dari Kekaisaran, karena setatusnya, dia selalu berperilaku sombong dan semena-mena, tidak jarang dia menyiksa fisik bahkan mental para pelayan. Berapa kediaman anggrek putih tersebar luas di Kekaisaran Huo, namun hanya Kerajaan penjilat Kekaisaran yang mendirikan kediaman ini, salah satunya adalah Kerajaan Yun timur.
Bagaimana tidak merugikan!
Setiap bulan, kediaman anggrek putih dari Kekaisaran selalu meminta puluhan wanita yang sudah matang untuk menjadi budak se*x, mereka dijadikan pemuas nafsu untuk para prajurit, pejabat dan bahkan Kaisar Huo Linzi! Saat para wanita itu hamil, mereka akan diasingkan dan melahirkan seorang diri. Jika bayi yang mereka lahirkan adalah laki-laki mereka akan di besarkan dan menjadi alat militer nantinya, sementara bayi perempuan akan di besarkan dan di masukkan ke dalam kediaman anggrek putih.
Ingin tahu hal yang lebih biadab?
Mereka yang melakukan hubungan se*x tidak mengetahui apa setatus lawan main mereka, entah itu kakak, adik, anak dan bahkan ibu!
Yue Liang Zhi memandang nanar perempuan di depannya, dia terjebak antara harus marah atau kasihan. Kepala pelayan itu sangat tidak berperikemanusiaan, tapi dia yakin semua ini terjadi karena kepala pelayanan itu telah melalui hidup yang keras, berdarah dan penuh penyiksaan.
“Kep— kepala pelayan, maafkan kami. Tadi malam kami,” ucapan Lei Hu terpotong, dia tersentak dengan tubuh kaku.
“Tugas pelayan adalah melayani tuannya. Jika kalian lelah karena melayani tuan kalian, itu adalah hal yang baik! Bukan malah mengeluh!” Kepala pelayan Yenny berteriak sarkas, “delapan menit dari sekarang, kalian harus sudah selesai bersiap-siap!!” Yenny segera berbalik dan meninggalkan bagunan lusuh itu.
Dia kembali membanting pintu, hanya lima detik kemudian pintu keropos benar-benar roboh.
Semua orang: “...”
Yue Liang Zhi mengedip-ngedipkan matanya, “kenapa dia selalu membuka dan menutup pintu dengan kasar? Apa matanya buta? Pintu itu sudah roboh, apakah dia juga ingin merobohkan bangunan ini?” Dia mengusap dagu, sejurus kemudian dia sadar akan apa yang telah dia ucapkan dan segera meralatnya, “ah, tidak! Aku tidak mau mati konyol!” Dia mengelengkan kepala dengan cepat.
Bai Yun dan Lei Hu panik.
Lei Hu adalah orang pertama sadar dari keterkejutannya dan segera menyambar hanfu yang sudah jatuh, “delapan menit bukan?”
“Ah sial! Kita harus cepat, aku tidak mau lagi mendengar suaranya yang nyaring itu,” Yue Liang Zhi mengumpat frustasi.
“Kau salah Yue'er, suara kepala pelayan lebih tepat seperti gong yang dipukul. Bersuara satu kali, namun menimbulkan bekas kerusakan di telingaku.” Bai Yun mulai mengenakan hanfu biru dengan cepat, dia bahkan terlihat seperti orang yang tengah kerasukan hantu penasaran.
Yue Liang Zhi berlari dengan cepat, karena kakinya yang masih kecil, dia seakan-akan ingin terjatuh beberapa kali. Beruntung, di kiri dan kanannya ada Bai Yun dan Lei Hu yang siap memeganginya, kejadian itu terus berlangsung sampai mereka bertiga sampai di halaman para pelayan. Keringat membasahi tubuh mereka, napas tersengal-sengal dan tubuh yang lemas karena belum sarapan.
Kini, mereka menjadi pusat perhatian, bukan karena paras rupawan dan pakaian yang dikenakan, itu semua terbalik dari yang dipikirkan. Tubuh mereka mengeluarkan bau ikan asin, apalagi hanfu kusut yang menambah kesan gelandangan. Beberapa pelayan memandang tajam, risih dan bahkan jijik.
“Berbaris di belakang!!” Perintah kepala pelayan Yenny.
Dengan kepala tertunduk, mereka mendengar bisik-bisik kecil dari mulut para pelayan di sekitarnya. “Gara-gara mereka, pelayan di sini menderita! Coba saja mereka tidak ada, pasti kediaman anggrek putih dan pihak Kekaisaran tidak akan banyak ikut campur dengan pelayan Kerajaan Yun barat.”
Pelayanan lain ikut berbisik, “pembawa sial!”
“Baik! Kalian sudah tau, aku adalah kepala pelayan kediamam anggrek putih yang berada di Kekaisaran. Seperti biasanya, pelayan Kerajaan Yun barat akan di disiplinkan. Metodenya adalah dengan berkunjung ke kediaman anggerk putih yang berada di Kerajaan Yun timur. Bedanya, sekarang pihak Kekaisaran mengutusku untuk mengatur kalian!! Kalian sudah tau bukan alasannya?” Kepala pelayan tersenyum memprovokasi ke arah Yue Liang Zhi, Bai Yun dan Lei Hu.
Seketika, aura mencekam di rasakan oleh Yue Liang Zhi, dia menolehkan kepala ke sumber tersebut. Dilihatnya Pangeran Yun Fengyin yang tengah menatap tajam ke arah kepala pelayan, sadar akan tatapannya yang mengarah pada Pangeran Yun Fengyin, Pangeran itu segera menormalkan ekspresi wajahnya dan memanggil salah satu prajurit yang ada di sampingnya.