The Queen Of The Dark

The Queen Of The Dark
Rebirith Of The God Of War [Chapter XII]



“Mengapa menurutmu tidak bijak? Apa kau memiliki alasannya Pangeran Yelu Yun?” Pangeran Yun Fengyin bertanya dengan mengepalkan tangan kanan yang ditangkupkan dengan tangan kiri, dia membungkukkan sedikit tubuhnya.


Pangeran Yelu Yun tersenyum miring, “tentu... Kau lihat! Mereka adalah tawanan Kekaisaran, bagaimanapun setatus mereka sebelum memasuki wilayah Kekaisaran, itu semua tidak akan berpengaruh untuk mengubah setatus tawanan mereka saat ini. Kau tahu sendiri bukan? Mereka sama saja dengan BUDAK!! Mereka tidak pantas untuk dijadikan pelayan pada kediaman seorang Pangeran.”


“Ah, tentang setatus rupanya...,” Pangeran Yun Fengyin mengangukkan kepalanya berulang kali, “coba sekarang aku samakan keadaan mereka denganmu... Ibumu adalah seorang pelayan dari Kerajaan Yun bagian timur, ayahmu, Raja Yun Yong menidurinya sampai hamil, lalu kau terlahir di dunia. Kau memang anak yang tidak sah, namun kau pantas menjadi Pangeran Kerajaan Yun bagian timur bukan?”


“Apa maksudmu dengan menyamakan mereka denganku!!” Yelu Yun maju selangkah, dia menarik kasar hanfu yang dikenakan Pangeran Yun Fengyin.


Dua pangeran Kerajaan Yun beradu tatap, sorot mata Yelu Yun mengisyaratkan keganasan dan keinginan mencabik tubuh Yun Fengyin hingga menjadi beberapa potongan.


“Hehe... Tentu sama,” Pangeran Yun Fengyin membalikkan keadaan, dia berbicara sambil menyingkirkan tangan Pangeran Yelu Yun, “sama-sama setatusnya dirubah oleh pihak Kekaisaran, sama-sama menjungkir balikkan antara kesalahan dan kebenaran... Mereka benar namun disalahkan, dan kau!! Kau terlahir dari kesalahan namun dibenarkan, bahkan kau diakui sebagai Pangeran yang sah!!”


“Kau—” perkataan Yelu Yin terpotong tatagkala Kasim Zixin membuka suaranya.


“Pangeran Fengyin, aku menizinkanmu untuk menjadikan mereka pelayan dalam kediamanmu. Dengan dua syarat! Pertama, jika mereka selamat dari buruan para serigala sampai menit terakhir. Kedua, kau harus mengirim mereka satu bulan minimal lima dan maksimal enam kali ke dalam kediaman anggrek putih...”


“Baik, saya terima dua syarat itu,” Pangeran Yun Fengyin menunduk hormat lalu melangkah mundur.


Raja Kangjian Yun menatap dengan pandangan yang dalam dari kejauhan, “...” merasa putranya tidak memerlukan bantuannya untuk menangani masalah ini, dia segera tersenyum samar dan disertai angukkan kepala singkat.


Berbeda dengan perdebatan panas yang tengah berlangsung pada tribun penonton, di tengah lapangan, beberapa anak kecil sedang berlari kocar kacir, mereka seperti semut yang tengah disiram air.


Berlari, itulah yang ada dalam benak mereka saat ini!


Anak panah melesat bagaikan hujan, serigala berlari menerjang buruan, dan darah mengenang di area lapangan. Terdengar jeritan yang saling bersahutan, para pejabat dan anggota Kerajan hanya menganggap itu sebagai sebuah tontonan, beberapa menit kemudian, anak panah yang melesat mulai berganti sasaran. Puluhan anak panah menancap pada serigala yang tengah mengoyak daging dengan kelaparan, seketika, serigala itu mati dengan kondisi yang mengenaskan.


Anak yang selamat mulai menghentikan langkah kakinya, mereka mulai mengatur napas agar setabil seperti sedia kala. Yue Liang Zhi melepas ikatan pada kepalanya, dililitkan kembali kain itu pada daerah lengan yang terluka, perlahan Bai Yun mendekat ke arah adiknya, dia membantu Yue Liang Zhi mengikat kain putih yang sudah ternoda darah, “apakah kau masih bisa menahan rasa sakitnya?”


“Ya, ini hanya luka kecil,” Yue Liang Zhi tersenyum kecil, “anggap saja kucing tergigit telah menggigitku”


Kulit kepala Lei Hu langsung kebas mendengar jawaban seakan luka itu hanyalah hal sepele.


“Meimei[1]... Kenapa kau berubah? Kau tidak seperti anak kecil yang berumur lima tahun, sifatmu bahkan tidak seperti dulu lagi. Keberanianmu... Dari dulu kau tidak memiliki keberanian seperti ini, namun, mau bagai manapun kau berubah, dan bagaimanapun keberanianmu. Kapanpun dan dimanapun, kau akan tetap menjadi adik tersayangku!!” Ucap Bai Yun lembut, perlahan dia menaikkan tangannya ke arah kepala Yue Liang Zhi, “kenapa kepalamu bisa terluka?”


^^^[1] Mei Mei \= Adik perempuan. Digunakan oleh adik biologis atau diadopsi, sepupu dari generasi yang sama di pihak ayah, istri dan selir suami yang sama, teman dekat.^^^


“Aku tidak tahu, aku tidak mengingat apa-apa...,” Yue Liang Zhi menatap dalam mata kakaknya, “sebenarnya, apa yang telah terjadi? Kenapa para prajurit itu menangkap kita?”


Yue Liang Zhi menurunkan tangan Bai Yun, “kak, lukaku benar-benar tidak perlu dipandang berlebihan. Jadi, ayo jelaskan padaku.”


Terdengar helaan napas dari mulut Bai Yun, “kita tinggal di Desa Cai Hong, suatu ketika, desa itu terjadi perampokan secara besar-besaran. Ayah dan ibu menyuruh kita untuk melarikan diri, namun...,” perlahan air mata mulai menetes membasahi pipinya, isakan kecil menjadi jeda penjelasan yang terlontar dari mulutnya. “Namun, saat kita kembali, Desa Cai Hong telah hangus terbakar, tidak ada yang tersisa satupun, semua musnah dan sudah menjadi abu. Aku memutuskan untuk membawamu pergi ke wilayah Kerajaan Lei, tapi saat di jalan, prajurit Kekaisaran Huo menangkapku dan aku telah memintamu untuk lari sejauh mungkin. Siapa sangka? Ternyata, Yue'er juga ikut tertangkap dan kita berdua disangka dari daerah rampasan.”


“Itu namanya kalian ingin masuk ke dalam kandang kelinci, sayangnya kandang kelinci itu tengah terisi harimau!!” Potong Lei Hu sambil berjalan menghampiri kakak beradik itu.


“Kak Lei Hu?” Yue Liang Zhi menolehkan kepalanya.


“Lei? Put—” Bai Yun tersedak ingusnya sendiri, napasnya tercekik dan hidungnya terasa perih.


“Aku bukan seorang putri lagi!!” Tegas Lei Hu memotong perkataan Bai Yun, dia juga ikut mengamati luka Yue Liang Zhi.


Yue Liang Zhi mengembungkan pipi lemak susunya, mata besarnya bersinar memantulkan cahaya. Rambut hitamnya yang sangat cocok dengan kulit seputih giok, wajahnya yang imut menambah kesan menggemaskan walaupun tengah tertutup tanah kering. “Menyebalkan!! Kekaisaran Huo memang tidak berpera—” mulutnya tiba-tiba didekap dengan tangan Bai Yun, 'tidak berperasaan! apakah semua orang sudah mati rasa ha?' Tanpa mengubris dekapan pada mulutnya, Yue Ling Zhi tetap mengomel sambil menunjuk tidak jelas, “mmm... Mmm... Mmmmm...”


Prajurit Kekaisaran menghampiri beberapa anak yang tengah beristirahat. Dengan kasar, mereka menarik paksa untuk memasuki kereta, kereta itu khusus untuk para tahanan. Berbeda dengan Yue Liang Zhi, Bai Yun dan Lei Hu, saat prajurit hendak menarik mereka paksa, tiba-tiba sebuah tangan menepuk pundak prajurit itu. Uluran tangan para prajurit terhenti, dengan disertai tengokan kepala yang spontan.


Terlihat seorang Pangeran yang tengah tersenyum manis, matanya memancarkan semangat hidup dan motivasi. Sinar matahari yang terik tidak mengurangi kadar ketampanannya, hanfu putihnya seakan melambangkan setitik bintang dalam gelapnya langit malam, “mau kau bawa kemana pelayanku?” tanya Yun Fengyin sambil menunjukan surat kepemilikan pelayan.


Para prajurit mulai melangkah mundur dan berganti menarik beberapa anak yang tersisa.


'Pelayan? Bukankah kami akan menjadi tahanan, bahkan mereka bisa saja menjadikan kami budak?' Yue Liang Zhi mengerutkan alisnya.


Ketiganya berjalan linglung memasuki kereta kuda.


Kovoi berjalan menusuri jalan. Kereta kuda yang berada diposisi paling belakang rombongan bergoncang keras, karena kereta itu melintasi jalan yang tidak rata. Dari dalam kereta, Yue Liang Zhi memandang jalan yang pinggirnya dipenuhi dengan pepohonan. Sepi, sejuk dan terasa nyaman, entah mengapa, dia merasa sesuatu yang familiar. Dengan situasi yang sepi, dia merasa ketenangan dan kesedihan di saat yang bersamaan.


Setelah lima jam, kovoi tiba di depan pintu gerbang Kerajaan Yun bagian barat.


Pintu itu perlahan dibuka dengan lebar, kereta kuda terus melaju melewati kerumunan warga, sepanjang jalan, banyak warga yang menyambut kedatangan Raja dan Pangerannya. Banyak dari mereka yang bersujud di tanah, tak jarang dari mereka menyorakkan nama Raja Kangjian Yun.


Kereta kuda dan para prajurit berhenti tepat di depan sebuah kerajaan, terlihatlah pohon sakura yang menghiasi halaman. Raja dan pangeran menuruni kereta kuda, tentu saja kereta kuda yang dinaiki Raja dan pelayan berbeda, dari segi ornamen yang mewah, ada perabotan di dalamnya dan kereta yang tahan guncangan. Yue Liang Zhi menuruni kereta, disusul dengan Bai Yun dan Lei Hu.


Pancaran kakagumam dari sepasang bola mata Bai Yun tidak dapat ditutupi, Lei Hu memandang mencibir Kerajaan itu dan Yue Lian Zhi yang menatap datar tanpa ekspresi.