The Queen Of The Dark

The Queen Of The Dark
TQOTD Chapter XCI [Murid dalam dan murid pribadi]



Tidak masalah sekarang Yue Liang Zhi telah menunjukkan roh naga biru, toh yang Hanmo ketahui hanya pedang Long Huo, bukan roh naga. Sekalipun mereka berpikir dia adalah anak bertopeng dalam peperangan karena adanya roh naga biru, mereka pasti akan berpikir itu roh naga miliknya berbeda dengan roh naga di Kekaisaran Yin. Buat saja kesimpulan bahwa pelindung tidak akan meninggalkan daerah yang dilindungi.


Kepala roh naga biru menghilang, semua orang menatap ke arah Yue Liang Zhi dengan berbagai ekspresi yang berbeda. Seorang bocah memiliki roh naga? Kenapa ada keberuntungan langit dan takdir baik semacam itu?


Tingkat kuktivasi Yue Liang Zhi melonjak naik hingga qi fundation tengal level 1, semua orang segera merasakan sesak di dada. Rupanya, anak itu dari awal tidak bertarung dengan serius. Tingkat kuktivasi itu membuat semua orang iri, dan tentunya mereka lagi-lagi hanya bisa diam menelan kenyataan seperti menelan apel busuk.


Xiu Zhuting kembali muntah darah, dia takut tapi dia tidak inggin harga dirinya jatuh. Dia segera menelan pil bu qi tingkat dua, “tidak perduli siapapun kau dan bagaimana kekuatanmu, aku sebagai tuan muda klan Xiu tidak akan pernah menyerah.”


Baik! Xiu Zhuting sepertinya memerlukan pemeriksaan otak dan syaraf, mungkin saja syarafnya telah melenceng dari tempatnya.


Yue Liang melakukan gerak memutar tubuh, tarian kecilnya menghipnotis pandangan. Begitu gerakannya berhenti, pusaran angin terbentuk dan berputar mengelilingi tubuhnya, “seratus ribu yuan: tarian pedang angin.”


Angin besar menabrak tubuh Xiu Zhuting, dia terpental dan terbanting hingga panggung arena menjadi retak. Kondisinya sangat miris, kesadarannya telah hilang bersamaan dengan sorakan murid luar.


Murid luar merasa puas, bahkan perwakilan murid dalam tersenyum cerah. Tuan muda klan Xiu pantas dipermalukan, rasa sebal akan kesombongan orang-orang klan Xiu telah terbalaskan.


“Gege...,” Xiu Juan berlari ke atas panggung, petugas medis mengangkat tubuh Xiu Zhuting untuk dibawa ke ruang kesehatan.


Begitu dua bersaudara Xiu menghilang, sorakan murid luar kian melengking. Idola baru telah hadir, reputasi dan pemuja fitur halus Yue Liang Zhi kian bertambah hampir menyamai murid nomor satu sekte Qinglong.


“Junior Yue memenangkan duel,” Yuwen Yue berucap dengan kebanggan yang berkobar. Dia senang ada seseorang yang berani memojokkan klan Chen dan klan Xiu, dua klan itu membuatnya geram. Berusaha menjadi murid sekte tapi menjadi orang dalam Kaisar Huo, sebentar lagi perjanjian perdamaian 10 tahun lalu akan benar-benar pecah.


Tuoli berdiri, “junior mau memasuki kelas Dan jian?”


“Ah, kelas Qita wuqi juga menerima junior,” Meng Yanli tak perduli Yue Liang Zhi mampu menggunakan senjata selain pedang atau tidak, yang dia perdulikan hanya merekrut anak itu sesegera mungkin.


“Kelas Tizhi tentu menerima kehadiran junior Yue,” Tao Hong Li ikut menawarkan.


Yuwen Yue memiliki keraguan, detik berikutnya dia memantapkan hati, “kelas Xingcheng sangat menerima junior.”


Semua murid: “......”


Mendapat tawaran dari empat penatua sekaligus? Ini merupakan mimpi di siang bolong!


Wajah pucat Yue Liang Zhi berangsur membaik, “aku memilih kelas Dan jian.”


Tuoli merasa hatinya telah ditanami bunga, jika Yue Liang Zhi memilih kelasnya, maka otomatis Pangeran Yun Fengyin dan Lei Hu akan memasuki kelasnya juga.


Tao Jianying merasa luar biasa, murid peringkat satu sekte Qinglong dan dermawannya berada di kelas Dan jian. Oh, kelas ini akan semakin maju kedepannya. Matanya menangkap raut kekalahan dari Tao Hong Li, sepertinya setelah ini dia harus menenangkan kecemburuan kakeknya. Kondisi tubuhnya tidak kuat seperti Tao Hong Li, maka dari itu dia memasuki kelas Dan jian. Dia paham perasaan pria tua itu, sudah tidak bisa merekrut cucu kandungnya, sekarang kehilangan tiga bakat mumpuni sekaligus.


“Penatua Yuwen Yue, salah satu kakakku akan memasuki kelas Xingcheng,” Yue Liang Zhi membungkukkan tubuh, “Bai jiejie ingin memasuki kelas penatua.”


Tiga penatua lain ikut merasakan kesenangan penatua Yuwen Yue, setelah sekian lama akhirnya ada murid yang sukarela memasuki kelasnya.


Murid luar melongo, ternyata ada murid lain yang gila! Lima detik kemudian, mereka sadar akan perekrutan calon murid tanpa mengikuti ujian pembagian.


Ini lebih gila!


Tapi, mereka kembali ditampar kenyataan. Semua orang di sekitar Yue Liang Zhi sangat abnormal, tentu penatua Yuwen Yue akan segera menerima murid luar biasa tanpa pikir panjang. Jika mereka menjadi Bai Yun, mereka lebih memilih mengikuti ujian dari pada memasuki kelas Xingcheng.


Mungkin dengan kehadiran Yue Liang Zhi, peraturan sekte Qinglong akan berbalik menjadi 'peraturan dibuat untuk dilanggar!'


****


Berita kelompok Yue Liang Zhi menyebar luas hingga seluruh murid dalam mengetahui apa yang terjadi saat ujian pembagian murid, hanya ada satu kata yaitu kekaguman.


Sekarang Pangeran Yun Fengyin dan Lei Hu berada di dalam ruangan Touli. Setelah ujian, keduanya digiring untuk melakukan percakapan antara guru dan murid.


Tuoli menaruh kembali cangkir yang isinya telah tandas, “aku berniat menjadikan kalian berdua menjadi murid pribadi,” ucapnya sembari menuangkan air ke cangkirnya. Dia sebenarnya ingin merekrut tiga orang, namun dia sadar diri untuk merekrut Yue Liang Zhi. Sosok berbaju merah memiliki kekuatan di atas rata-rata, dia merasa kecil jika menjadikan anak itu menjadi murid pribadi.


Lei Hu mendapat anggukan dari Pangeran Yun Fengyin, “kami telah melihat guru,” keduanya lantas melakukan kowtow sebanyak tiga kali.


Senyum puas penatua Tuoli menenangkan hati kedua murid baru, Pangeran Yun Fengyin dan Lei Hu menjadi murid ketiga dan keempatnya. Sementara murid pertama adalah Liu Changhai si nomor satu sekte Qinglong, murid kedua adalah Tao Jianying.


Lima belas menit kemudian.


Pangeran Yun Fengyin dan Lei Hu ke luar dari ruangan, keduanya disambut oleh kehadiran Yue Liang Zhi dan Tao Jianying.


Tao Jianying mempinpim jalan, empat garis berjalan di atas tumpukan salju. Setelah menjadi murid dalam, ketiganya akan tinggal di kediaman embun malam. Kediaman ini lebih luas dari kediaman gardenia, di bagian dinding kamar terukir gambar naga, masing-masing murid akan mendapatkan satu kamar.


Bisikan kecil terdengar disepanjang jalan, Yue Liang Zhi dan Yun Fengyin acuh tak perduli. Kini, keempatnya telah sampai di depan kediaman, terlihat Bai Yun dan Ruan Xulei telah menunggu. Sekali lagi, kelompok Yue Liang Zhi mendapat kamar yang saling bersebelahan. Takdir baik rupanya berbihak pada kelompok tersebut.


Yue Liang Zhi mengucapkan perpisahan, dia segera masuk dan beristirahat.


Bai Yun dan Lei Hu mengikuti apa yang Yue Liang Zhi lakukan, tersisa tiga laki-laki. Tao Jianying mengaruk tengkuknya yang tidak gatal, dia juga harus membiarkan kedua laki-laki di sebelahnya untuk beristirahat, “aku pergi... Kalian beristirahatlah, besok kalian sudah mulai mengikuti kelas.”


“Baik,” Pangeran Yun Fengyin dan Ruan Xulei mengepalkan tangan kanan yang ditangkupkan dengan tangan kiri, keduanya membungkukkan tubuh ke depan.


Sosok Tao Jianying telah menghilang dari pandangan, keduanya bergegas memasuki kamar.