
Proses penyembuhan Huo Jiazhen selesai di hari itu juga, sedangkan kondisi tubuhnya yang lemas berangsur-angsur membaik dalam tiga hari berikutnya.
Dalam tiga hari, kelompok Yue Liang Zhi berubah menjadi bandit pengincar kristal spirit beast dan plakat. Mereka sering bersembunyi di pohon atau rumput tinggi dalam mengintai mangsa, peserta yang menjadi incaran mereka adalah sekelompok orang berpakaian bagus dan bertempramen buruk. Contohnya sekarang mereka menatap sekelompok orang yang baru melakukan penjarahan pada kelompok lain, mereka tersenyum sambil memberikan tatapan predator pemakan daging dan siap menerjang buruan.
Lei Hu menyenggol bahu Bai Yun dan berbisik, “sekarang?”
“Nanti dulu, kita tunggu keputusan Yue'er,” jawab Bai Yun ikut berbisik dengan ekor mata yang melirik sosok merah di batang pohon besar.
Dua orang bersemangat dengan mata berbinar memantulkan bayangan sekelompok orang. Satu mantan Putri dan satu lagi warga biasa, keduanya telah mendalami peran sesuai instruksi Yue Liang Zhi.
Xiao Bai yang berada di pundak salah satu pasukan Hei Long menjulurkan lidah menjilat kuku kecil, bersiap melakukan cakaran maupun gigitan.
Wajah Pangeran Yun Fengyin sudah tidak terlalu buruk setelah belajar beberapa kali menjadi perampok, “mungkin Yue'er menunggu kelompok menyedihkan yang telah dirampok pergi terlebih dulu,” dia telah sedikit terbiasa melakukan hal tercela.
Jari kedua tangan Wei Shuwan bertautan dan mengeluarkan buyi, “yah... Mereka tidak akan menyangka telah menjadi incaran saudara Yue.”
“Sungguh menyenangkan!” Ruan Xulei memukul telapak tangannya sendiri, dia telah kecanduan!
Huo Jiazhen, Huo Shaosheng dan Liu Canghai menyipitkan mata mendengar percakapan empat orang.
Yun Fengyin sebagai Pangeran Yun barat telah tersesat bersama tiga murid sekte Qinglong, tidak! Itu bukan empat orang dengan Yun Fengyin masuk hitungan, tapi tujuh orang dengan tambahan Tao Jianying, Wei Jun dan Ruan Xulei.
Liu Canghai tidak tahu harus menangis atau tertawa karena dari tahun-tahun sebelumnya dia paham akan sepak terjang tiga murid sekte Qinglong. Tao Jianying, Wei Jun dan Wei Shuwan yang merupakan murid teladan kini telah bengkok menjadi murid nakal.
“Ayo serang!” Tao Jianying membuyarkan pikiran tiga orang kala melihat seklebat merah kecil berdiri mengacungkan pisau di punggung pemimpin kelompok.
Anggota kelompok Yue Liang Zhi dan sepuluh pasukan Hei Long semuanya keluar dari persembunyian untuk ikut mengacungkan senjata, Ruan Xulei yang tidak memiliki senjata kini menampar keras pipi kanan seseorang hingga pingsan, mulut Xiao Bai terbuka dan menggigit kuat tangan salah satu peserta.
Mulanya kelompok kecil itu melakukan perlawanan, namun begitu melihat pemegang nomor satu kultivator muda dan Taizi berdiri di samping lawan, mereka segera diam dengan berlutut penuh permohonan.
Pemimpin kelompok: “Senior Liu... Mohon hentikan mereka, kami masih ingin hidup,” ucapnya merasakan sensasi dingin menempel di leher.
“Serahkan seluruh kristal spirit beast dan plakat yang telah kalian kumpulkan!” Liu Canghai menodong pedang di depan dada salah satu peserta turnamen, dia tampak kaku seperti perampok yang tidak berpengalaman.
Sekelompok orang yang masih ditekan oleh kelompok Yue Liang Zhi dan pasukan Hei Long ingin menangis, berpikir inikah sang nomor satu yang terkenal begitu lurus?
Rumor palsu!
Setelah mereka selamat dari gertakan kelompok ini, mereka harus membuka mata para kultivator wanita yang tergila-gila dengan Liu Canghai untuk menyadari kenyataan bahwa si nomor satu tidak sesuci yang dibayangkan.
Salah satu peserta lain berganti memohon pada Huo Jiazhen dengan nada bergetar: “Taizi~ jika kami menyerahkan seluruh yang kami miliki, nantinya kami akan keluar dari penilaian,” dia menghirup kuat ingus yang hampir menetes jatuh.
Kulit wajah Huo Jiazhen kaku menghadapi permohonan pihak lain, 'diam dan lakukan saja sebelum Yue Liang Zhi membunuh kalian,' gumamnya dalam hati. Sedetik kemudian dia menelan ludah dengan mata terpejam dan kembali terbuka dengan membentuk ekspresi tertekan, “tidak ada peraturan yang melarang peserta merampok peserta lain. Kamu barusan juga melakukan hal ini, kan?”
Orang itu mengangguk depresi.
Ruan Xulei menampar pipi kiri orang yang pingsan setelah di tampar olehnya. Merasakan tamparan keras, orang itu segera bangun tergagap dengan dua pipi mengembang seperti babi.
Semua anggota Yue Liang Zhi baik orang beridentitas biasa maupun luar biasa, semuanya begitu tanpa ampun. Bahkan anak singa spirit beast dengan gila masih giat menggrogoti tangan seseorang, mereka semua dipaksa untuk menelan keluhan!
Yue Liang Zhi menggores sudut leher pemimpin kelompok, “harta atau nyawa?”
Dia begitu profesional mengajukan pertanyaan. Secara pengalaman, dia di kehidupan sebelumnya sering melakukan hal serupa dalam meminta barang milik musuh ataupun meminta musuh memberikan informasi secara sukarela. Jadi di kehidupan ini, dia hanya perlu menerapkan segala kemahiranya guna memonopoli perasaan tertekan.
“Nyawa...,” orang itu melepas tas qiankun yang terikat di sabuk pinggang. “Empat ratus kristal kelas rendah dan seratus lima puluh kelas tengah,” jelasnya dalam satu tarikan napas.
Mendapati bandit kecil seperti itu, dia merasa ingin kencing di celana. Terlebih Taizi hanya berdiri santai dan menatap acuh, seakan menjadi kucing patuh yang penurut pada apapun perintah sosok merah di sampingnya.
Merasa benda dingin di lehernya telah menjauh, dia kemudian berlari menjauh diikuti beberapa orang yang ikut berlari tersandung-sandung. Mereka seperti terbang tertiup angin, menghilang dalam beberpa detik dari pandangan kelompok Yue Liang Zhi dan pasukan Hei Long.
“Rawwrrr... Rawrr~” Kaki depan bagian kanan Xiao Bai melambai seakan memberikan salam perpisahan.
Yue Liang Zhi melemparkan tas qiankun di tangannya pada Lei Hu, meminta agar mantan Putri Kerajaan Lei menghitung lalu membagi rata kristal spirit beast.
Netra hitam tertuju pada Huo Jiazhen dam Huo Shaosheng, “aku akan mengantar kalian pergi ke depan. Kalian harus pulang menemui Kaisar, kalau tidak, dia akan segera mengirimkan orangnya untuk melakukan hal tercela lagi.”
Entah kenapa Huo Jiazhe merasa setelah puas dimanfaatkan, dia kemudian dibuang menjauh. Dia bersumpah, dari jutaan warga empat Kekaisaran, hanya Yue Liang Zhi seorang yang tanpa ragu membuangnya.
Yue Liang Zhi beralih ke arah lain, “senior Liu... Fengyin gege, kalian berdua ikut aku mengantar Taizi.”
Liu Canghai yang masih menyarungkan pedang, “aku? Untuk apa aku ikut—?!” Dia belum selesai bertanya ketika mendadak Pangeran Yun Fengyin mengaitkan lengan kanan ke pundaknya.
Pangeran Yun Fengyin mengapit leher Liu Canghai dan menarik paksa seperti menyeret tali di leher anjing, dia berjalan mengikuti dua sosok di depan, “senior, patuhlah pada perintah Yue'er.”
Liu Canghai merasa tertindas setelah otaknya memutar memori kekuatan tempur Yue Liang Zhi yang luar biasa dan tidak bisa dibandingkan dengannya, menangis dalam diam merasa dia harus mematuhi pemimpin kelompok ini. Apalagi mengingat kalimat yang Yue Liang Zhi ucapkan pada tiga hari sebelumnya, kalimat itu seakan memberi kode telah mengetahui alasan di balik kebencian Kaisar Huo Linzi terhadap dirinya.
Sepuluh pasukan Hei Long yang telah menyamar berjalan dipaling belakang, sepanjang perjalanan meneguhkan hati agar bersikap profesional dalam menjalankan tugas. Menganggap tugas dari nona Yue mereka begitu penting dan tidak boleh ada kesalahan sedikitpun.
Langkah kaki Yue Liang Zhi berhenti, tubuhnya kemudian berbalik menghadap Huo Jiazhen. Kedua tangannya memegang botol porselen “serbuk di botol biru kamu taburkan ke batang bunga Ranshao de jiqing, ini berfungsi agar bunga itu menjadi bunga biasa namun masih tetap tumbuh subur. Pil pada botol merah harus kamu konsumsi satu bulan sekali, ini akan mengurangi keefektifan tonik fanhui.” Dia lantas menyerahkan dua botol pil pada Huo Jiazhen, “kamu harus berperilaku seperti biasanya agar tidak menimbulkan kecurigaan orang-orang di Istana Kekaisaran, bila perlu kamu bisa berpura-pura pingsan beberapa hari sekali.”
Tangan Huo Jiazhen meremas botol porselen, lalu menatap dalam pada netra hitam yang dingin dan dua detik berikutnya dia mengangguk.
“Bila Kaisar bertanya padamu dimana bunga keabadian, bagaimana kamu akan menjawabnya?” Yue Liang Zhi balas menatap.
“Aku tidak becus dan tidak mampu menemukan bunga keabadian,” Huo Jiazhen tersenyum ketika wajah Yue Liang Zhi menyiratkan kepuasan.
Pangeran Yun Fengyin segera berdiri di depan Yue Liang Zhi agar pandangan Huo Jiazhen terputus dari pahatan halus merah kecil. Berpikir kecantikan seperti itu terlalu menarik banyak lebah seperti Taizi. Dia harus berjaga-jaga agar Yue'ernya tidak terbuai pria busuk, dan berharap adik kecilnya bisa mendapatkan pria baik-baik.