The Queen Of The Dark

The Queen Of The Dark
Rebirith Of The God Of War ◉Lian Peiyu (Side Story') I◉



Namaku Lian Peiyu, aku seekor siluman rubah berekor sembilan dengan wujud putih bersih tanpa noda, tubuh ini baru berumur 1.000 tahun. Keseharianku sangat membosankan! Hanya menganggu ras lain di dunia atas, siapapun yang mendengar namaku pasti akan mengeram marah, kelicikan dan kejahilanku sudah tersohor hingga penjuru seantero dunia atas.


Hobiku terbilang kriminal, alias suka mencuri anggur. Hari ini suasana hatiku lumayan senang, empat kaki kecil putihku melangkah mencari pohon anggur yang berbau harum berbeda dari pohon anggur lainnya.


Ekorku melambai menyibak tanah kering tatangkala melihat pohon anggur berbuah besar, tubuhku melompat-lompat meraih anggur dengan moncong. Aku bahkan bersalto manja, memutar-mutar tubuh, melompat sambil mengulung tubuh dan melompat sambil memiringkan tubuh. Aku terpaksa berhenti karena lemparan anggur besar yang mengarah ke arahku, jangan panggil aku Lian Pinyu jika tidak bisa menangkap lemparan kecil, kubuka moncongku menangkap anggur lalu mengunyahnya dengan penuh perasaan.


“Pencuri kecil, berani memakan anggur milik Dewa ini...,” ucap Dewa Wang Xuemin membuat lompatanku berhenti.


Seorang kultivator, ah lebih tepatnya Dewa. Kenapa aku menganggapnya begitu? Karena aura tak terbantahkan seakan mengunci tubuhku hingga tergantung di udara, “lepaskan! Lepaskan aku! Aku berjanji akan menjadi rubah yang baik, jangan hukum aku,” pintaku sedikit memelas. Hatiku sangat yakin, bila ras lain melihatku tersudutkan, pasti mereka akan tertawa hingga mengeluarkan air mata.


Pria dengan paras halus dan sejuta senyum menghanyutkan kearoganan milikku, “rubah kecil, siapa yang akan menghukummu, Dewa tampan ini bahkan ingin bermain-main sebentar,” Dewa Wang Xuemin menjentikkan jari, tubuhku seketika terjatuh tidak elit.


“Ayaa... Aku merasa disiksa, Dewa kejam! Membully rubah tak berdaya, apa pan—” ucapanku berhenti saat Dewa tampan di depanku kembali melempar anggur. Tunggu, ada apa dengan kepalaku hingga memujinya tampan? Bodohnya, moncongku bergerak terbuka menangkap anggur tersebut.


“Hahahaha...,” tawa Dewa Wang Xuemin renyah sambil melempar buah anggur berkali-kali, “rubah kecil, kau sangat menyenangkan.”


Lompatanku kembali berhenti dengan ekor digenggam oleh Dewa Wang Xuemin, rasanya perih dan marah.Perih karena ekor sembilanku digunakan sebagai tumuan tubuhku dan marah karena Dewa mesum telah melihat bokongku, “hentikan kelakuan busukmu Dewa mesum!!!”


“Bulumu ternyata halus, hantu di kepalaku menjadi berkeliaran tak terkendali,” Dewa Wang Xuemin melangkahkan kaki mendekati gazebo, “mantel bulu rubah tidak terlalu buruk.”


Aku segela membesarkan mataku, “tercela, kau sangat tercela Dewa mesum!”


Dewa Wang Xuemin menaruh tubuhku di atas meja, tanpa basa basi, aku segera menggulung ekor sembilanku dan bergegasas meringsuk mundur.


“Sembarangan, aku bukan Dewa mesum!”


“Mengintip bokong rubahku adalah hal mesum!” Teriakku tak mau kalah.


Kedua tangan Dewa Wang Xuemin terlipat di depan dada, kaki kokoh disilangkan dan tubuh bersender pada kursi kayu, “Wang Xuemin... Panggil aku Wang Xuemin sang Dewa penjelajah waktu.”


Nama Dewa penjelajah waktu tergiang-ngiang seperti menggema di pikiranku, “Wang Xuemin...,” ucapku terkesan berbisik.


Tidak buruk, Wang Xuemin artinya serius, pemikir yang luas dan terbuka. Aku melangkah berputar di atas meja, mengamati setiap bentuk pahatan Dewa penjelajah waktu. Tapi, apakah nama itu cocok?


Dilihat dari sisi nanapun, Dewa Wang Xuemin terlihat tidak pernah serius dalam berucap dan berpikiran tertutup. Kelakuan gilaku berhenti saat Dewa penjelajah waktu menarik tubuhku, jika memiliki tubuh manusia, pasti wajahku akan terlihat semburat warna merah muda, “namaku juga bukan rubah kecil, panggil aku Lian Peiyu.”


Tubuhku merasa nyaman dalam rengkuhan tubuh kekar Dewa penjelajah waktu, deru napas menerpa tubuhku membuat aku seketika meremang, sepertinya tingkah mesum pria yang tengah memelukku telah menular.


Hari-demi hari selalu kami lalui bersama, masuknya Dewa penjelajah waktu dalam hidupku membuatku berpikir bahwa aku telah mendapat berkan dari langit. Senyum dari bibir manis pria ini sangat hangat mampu menekan jiwa kejahilanku, sifat Dewa dengan kebijakan, ketenangan dan pikiran terbuka mampu membuatku terpesona. Sekarang, melihat Dewa penjelajah waktu tertawa renyah minbulkan rasa mengelitik yang belum pernah timbul dari dalam hatiku.


Ah, hatiku benar-benar sudah terpatri dengan nama Wang Xuemin!


“Wang Xuemin, ayo lempar anggur itu padaku,” pintaku sambil mengibas-ngibas ekor.


“Baik,” Dewa penjelajah waktu tersenyum penuh ketenangan, “hahahah... Lian'er, mulutmu penuh dengan anggur.”


Lagi dan lagi aku jatuh dalam pesona!


Cinta bagaikan lautan, tidak dapat diukur kedalaman dan keluasannya. Cinta bagaikan angin berhembus, dapat datang dan pergi sewaktu-waktu. Cinta bagaikan debit air, terkadang deras terkadang surut.


Ego dan keinginan untuk memiliki selalu timbul seiring dalamnya cinta, bagaikan sumur yang semakin sering dibor akan semakin dalam. Cinta juga sama! Semakin memandang semakin dalam juga rasa itu. Bagiku, cinta hampir mirip seperti lingkaran setan, semakin sering bertemu semakin terikat dengan benang merah. Dunia akan lebih hidup dan bewarna jika ada cinta, namun, cinta juga dengan cepat dapat menghancurkan dunia. Devinisi cinta berbeda dengan rasa sayang, cinta timbul karena obsesi, sedangkan rasa sayang timbul karena ketulusan.


Cinta tidak selalu menimbulkan rasa sayang, tapi rasa sayang akan selalu mebimbulkan rasa cinta. Cinta yang diiringi rasa sayang akan membuat seseorang rela menjauh dan tidak memiliki, asalkan orang yang dicintai dan disayangi dapat bahagia sekalipun alasan kebahagian tidak timbul darimu.


Kaki rubahku berhenti melangkah saat melihat seseorang yang tenggah berbincang-bincang bersama Dewa penjelajah waktu, dilihat dari napas dan aura, aku sangat yakin itu adalah seorang Dewa, “aku berhasil menempa gelang fuhuo.”


Dewa penjelajah waktu hanya menanggapi sambil menyesap teh, “bagus, Dewa penempa memang yang terbaik.” Ketenanggan dari sikap Dewa perebut hatiku seakan menyatu dengan suasana di sekitar, “terimakasih telah membantu temanmu ini Xue Zhan.”


“Wang Xuemin, Wang Xuemin...,” panggil Dewa penempa dengan sangat lirih, “memaksakan diri melakukan semua ini, menentang Dewa Di Qianfan dan memilih pergi dari alam para Dewa hanya demi Dewa perang.” Tangan kekar Dewa penempa terulur memberikan sebuah gelang, “sikapmu membuatku semakin yakin bahwa rumor itu benar.”


“Rumor apa?”


Dewa penempa memajukan tubuh dan memberi tatapan menggoda, “bahwa kau menyukai Dewa Perang.”


“Uhuukkk... Kau gila!” Dewa penjelajah waktu tersedak teh yang diminum, pria itu tidak memberikan jawaban sesuai konteks.


Tabokan kuat mendarat di lengan Dewa penempa, “ck... Dewa penempa ini tidak yakin hubungan kalian hanya sebatas teman, Dewa perang sangat cantik dan hebat dalam peperangan. Teman? Ucapan melantur siapa yang telah kau contoh?” Dewa Xue Zhan mengusap pelan lengan yang mendapat tabokan kuat Dewa penjelajah waktu.


Tubuhku terhuyung ke belakang, jiwaku belum siap menerima kenyataan bahwa Wang Xuemin sudah memiliki dambaan hati.


Salahkah aku selama ini memendam perasaan?


Aku melangkah gontai meninggalkan mereka, hatiku sudah tidak kuat menerima kenyataan pahit lagi. Duniaku serasa hancur, namun kehancuranku tidak bertahan lama, aku harus bangkit! Umur 1.000 tahun bukan hal sulit untuk membentuk tubuh manusia, dengan tekat bulat dan mental baja, aku mulai membentuk tubuh manusia.


Dengan pengorbanan yang tidak sia-sia, aku akhirnya dapat membentuk tubuh manusiaku. Paras cantik yang akan dieluh-eluhkan oleh para pria di luaran sana, jangan pikirkan bahwa aku masih memiliki ekor dan telinga.


Aku berharap kecantikanku tidak kalah dengan Dewa perang, bilang saja aku gila, maka aku akan jawab, “ya... Aku telah gila karena cinta.”


Senyum tak luntur dari bibirku, kulangkahkan kaki jenjangku menuju kediaman Dewa penjelajah waktu. Tubuhku kembali menegang tatangkala kulihat di depanku adalah Dewa penempa, firasatku kian memburuk. Entah memiliki masalah apa denganku hingga saat melihatnya aku pasti akan terkena sial, “Dewa penempa, dimana Wang Xuemin?” Tanyaku penuh kewaspadaan.


“Kau siapanya?”


“Aku—” benar, aku siapanya. Tidak mungkin kalau aku bilang didepannya kini terdapat siluman rubah yang tengah tergila-gila karena cinta.


Dewa penempa tersenyum kearahku, “ah... Dari aroma tubuhmu, aku yakin kau itu siluman rubah Lian Peiyu.”


Kedua alisku terangkat sebagai tanda keterkejutan, “benar...,” lirihku sarkas.


“Sebulan yang lalu, Wang Xuemin menceritakan tentang rubah putih yang telah menjadi temannya, ternyata itu kamu.” Dewa penempa mengeluarkan gelang dari hanfu, “ayaa... Sudah memiliki gadis cantik tapi memilih meninggalkanmu, kebutaan macam apa yang Wang Xuemin alami? Oh ya, pria itu memberikan ini padamu.”


Tanganku meraih gelang tersebut, pipiku memunculkan rona merah muda saat aku memakai gelang pemberian Dewa penjelajah waktu.


“Raganya telah tertidur karena menolong reingkarnasi Dewa perang, jiwanya sedang menjelajah dan merasuki makhluk hidup yang lain,10.000 tahun jiwa dan raganya baru akan menyatu kembali. Jagalah gelang fuhuo karena gelang ini adalah salah satu kunci ketempat dimana raganya berada, hati-hati! Jika suatu saat iblis Ashura beserta para Dewa mengetahui rahasia ini, kau akan dalam bahaya besar.”


Terlambat, Dewaku telah tertidur untuk waktu yang lama. Aku menatap Dewa penempa dengan lekat, mataku memanas menahan air mata. Kenapa? Kenapa Dewa penjelajah waktu membantunya, apa diriku tidak memiliki posisi di hati pria itu.


Melihatku hampir menangis, Dewa penempa kembali berucap, “putih tidak selamanya bersih, hitam tidak selamanya kotor. Dia pergi karena ada ketidak adilan di dunia pada Dewa perang, kau tenanglah, Wang Xuemin belum memiliki dambaan hati.”


Ucapan Dewa penempa mengisaratkan padaku bahwa Dewa penjelajah waktu mengetahui hal yang seharusnya tidak diketahui, tangisku berhenti mendengar kalimat bahwa Dewaku belum memiliki kekasih, haruskah aku bahagia saat mengalami kesedihan ditinggal orang yang dicintai?


10.000 tahun sekalipun, aku tidak perduli! Rubah ini akan menunggumu untuk bangkit kembali, menunggumu tersenyum kembali dan menunggumu mengeluarkan suara bak melodi indah yang mendayun-dayun.