The Queen Of The Dark

The Queen Of The Dark
TQOTD Chapter LXXII [Persiapan ujian masuk sekte]



Lima setengah bulan kemudian.


Ini adalah hari terakhir untuk musim gugur, pemandangan kiambang yang kemilau ditimpa cahaya matahari kini menghiasi kolam Kerajaan Yun barat. Peri kecil berjalan di atas jembatan, tempat tujuannya kali ini adalah kediaman Pangeran Yun Fengyin. Daun maple terbang turun menghinggapi zhaoshan merah Yue Liang Zhi, itu merupakan daun terakhir dari pohon yang menjulang setinggi dua meter. Sosok berpakaian hitam dengan berpaduan merah kini telah sampai di taman belakang kediaman, warna hitam yang melekat di tubuh kecilnya membuatnya lebih menonjol, terlebih warna merah kian menambah pesonanya dan sedikit bumbu centil.


Satu laki-laki dan tiga perempuan duduk di meja yang sama, keseriusan telah mendominasi suasana. Kerajaan Yun barat dulunya disepelekan dalam bidang ekonomi kini telah bangkit mendominasi pasar ekonomi, baik dari segi persenjataan, bahan pangan dan lainnya. Stategi pemberian informasi dari mulut ke mulut memang terbilang ampuh, buktinya sekarang banyak pembeli asing datang kewilayah Kerajaan Yun barat.


Besok musim dingin akan datang, besar kemungkinan sayur hasil dari para petani akan dibeli secara besar-besaran. Mereka akan menerapkan 50% hasil untuk dijual dan sisanya untuk kebutuhan seluruh orang di Kerajaan Yun barat, akan konyol jika nanti pihak penjual kelaparan selama musim dingin.


Memikirkan bahwa masalah ekonomi telah teratasi, mereka kini berganti memikirkan seminggu lagi adalah waktu keberangkatan untuk melalukan ujian masuk sekte. Saat menghayati pikiran yang mengambang, ketiganya dikejutkan oleh kedatangan Pangeran Yelu Yun, “yo... Fengyin, kenapa pagi-pagi sudah memasang wajah serius?” Dia mendekat dan mengambil kursi kosong di samping Yue Liang Zhi.


Setelah kedua Pangeran Yun berkerjasama, Pangeran Yelu Yun kini sering diam-diam mengunjungi istana Kerajaan Yun barat.


“Kau membawa berita apa kali ini?” Tanya Yue Liang Zhi to the point.


Pangeran Yun Fengyin menelan anggur dengan susah payah, “hei, aku baru tiba. Bisakah Yue'er sedikit berperasaan, misalnya membantuku menuangkan teh,” dia menujuk poci dengan memelas.


“Tidak usah memanggilku Yue'er, kita tidak sedekat itu!” Si pemilik nama mulai protes, “gege harus memberikan pecerahan pada Pangeran angkuh ini, agar dia menjadi pribadi yang lebih baik.”


“Pangeran ini akan melaksanakan perintah Yue'er...,” jawab Pangeran Yun Fengyin sembari meletakkan cangkir teh.


Pangeran Yelu Yun merasa tidak terima, “hei... Hei... Mereka bisa memanggilmu Yue'er, bahkan kau memanggil Fengyin sebagai gege. Ah, kau terlalu pilih kasih. Jangan seperti itu pada calon priamu!”


“Hatimu ternyata mati rasa! Adikku bahkan tidak memasukanmu dalam pandangannya,” Bai Yun mencibir dengan menaikkan bibir atasnya ke kiri, “lagian nyawa berhargamu berada di tamgan adikku.”


Lei Hu melempar kue kering ke tubuh Pangeran Yelu Yun, “jangan terlalu suka mengoleksi bunga cantik, Yue'er itu buga mawar berduri, kau harus paham!”


“Tidak menjadi priamu maka tidak papa, tapi setidaknya kau menjadi adikku saja. Aku benar-benar ingin memiliki sedikit saja kepintaranmu,” muncul lagi pengagum Yue Liang Zhi, sepertinya selain menyukai kecantikan peri kecil, Pangeran Yelu Yun juga menyukai pemikiran cerdas anak itu.


“Kau belum pantas mendapat panggilan gege dariku! Betulkan dulu perilakumu, mantapkan jalanmu dan jadilah lebih bijak dalam menghadapi lawan bicaramu,” Yue Liang Zhi merasa dirinya telah menjadi bunga yang menghasilkan madu hingga menarik lebah, “lagipula, laki-laki yang akan menjadi priaku dimasa depan masih belum hadir.”


Pangeran Yelu Yun memiliki sedikit bunga yang bermekaran di hati, menjadi kakak laki-laki Yue Liang Zhi sepertinya tidak terlalu buruk. Dia memang menyukai wanita cantik, tapi jika modelnya seperti orang di sampingnya, dia masih akan berpikir dua kali. Nyawa lebih penting daripada menjadi potongan daging mati, “aku mendengar percakapan ayahku dengan orang Kekaisaran, sepertinya mereka masih memiliki kartu lain yang tersembunyi.”


Inilah fungsi menjadikan Pangeran Yelu Yun sebagai orang mereka, selain mendapat informasi yang aktual, pihak lawan pasti tidak akan pernah menduga bahwa selama ini pergerakan selalu diawasi, “bagus, laporkan terus setiap hal yang mencurigakan.”


Melatih kekuatan otot tubuh menurutnya sangat penting, saking seriusnya dia sampai lupa meningkatkan tingkat kultivasinya. Dia kini telah membuka 80 titik meridian, proses menyerap energi langit dan bumi bahkan dua kali lebih cepat dari biasanya. Merasa cukup untuk hari ini, dia akhirnya memutuskan kembali ke istana Yun barat.


Kaki kirinya baru melangkah memasuki kediaman teratai, dia langsung saja mendapatkan tatapan bingung dari Bai Yun dan Lei Hu, “apa?” Tanya Yue Liang Zhi singkat sembari menatap beberapa senjata yang berada di atas meja, dia seketika memiliki pemahaman tentang kegelisahan kedua kakaknya.


“Mereka bingung memilih senjata mana yang akan digunakan saat ujian masuk,” jawab Pangeran Yun Fengyin, dia tengah asik mengamati pedang di gengamannya, bahkan dia berkali-kali membolak-balikkan pedang.


“Oh...,” respon Yue Liang Zhi terbilang cuek, “Bai jiejie sebaiknya memilih pedang saja.”


Bai Yun mengambil cambuk, dia lantas menatap adiknya, “saran dari Yue'er memang tepat,” dia lantas meletakkan kembali cambuk ke tempat semula, “mungkin pedang ganda lebih cocok, itu terlihat keren. Yah, meskipun tingkat konsentrasi akan terbagi, tapi mau bagaimana lagi? Aku hanya mahir bermain berpedang, tidak mungkin melakukan kombinasi dengan senjata lainnya.”


Tangan Yue Liang Zhi memunculkan pedang, tentu bukan pedang biasa, pedang tersebut bisa terbelah menjadi dua saat seseorang mengeser gagang pedang dengan arah berlawanan, “aku memiliki pedang yang cocok untuk jie jie.”


Lei Hu mengangguk, dia tidak iri karena dia sendiri tidak tertarik dengan pedang ganda. Tangan kanannya terulur mengambil belati yang berada di samping tubuh Pangeran Yun Fengyin, “aku akan meggunakan pedang dan belati.”


Pangeran Yun Fengyin melirik tangan putih Lei Hu, matanya tersiat tatapan memuja, “belati itu memang cocok untukmu.”


“Benarkah?” Lei Hu tersenyum kecil, “lalu, kau akan menggunakan apa?”


“Tangan.”


Memang benar mereka akan bertarung menggunakan tangan, yah tapi... Bukan itu konsep pertanyaan Lei Hu.


Lei Hu menghela napas berusaha sabar, “maksudku senjata.”


Pangeran Yun Fengyin juga ikut tersenyum, “pedang dan panah.”


“Kau pasti bisa mengalahkan lawan dengan mudah, karena kau sangat ahli menggunakan pedang dan panah,” puji Lei Hu menimbulkan rasa bangga di hati Pangeran Yun Fengyin.


“Tentu, kalau Lei Hu mau, aku bisa mengajarkan cara memanah yang paling efektif.”


Yue Liang Zhi dan Bai Yun, “...” kedua perempuan itu merasa ini adalah hari berbagi kasih sayang.