
Yue Liang Zhi memiliki tubuh yang sangat kecil, dengan mudahnya dia menerobos para prajurit, tanpa berpikir panjang, dia segera memunguti anak panah yang berada di tengah lapangan. Aksinya ini menarik banyak perhatian para Raja dan Pangeran, dengan gagah berani Yue Liang Zhi berteriak asal untuk menarik perhatian kawanan serigala, “hei kau! Dasar serigala tidak tahu malu, berjalan tidak memakai pakaian! Hanya memakai bulu, kau pikir itu pakaian ha?”
Geeerrrrr...
Mulut serigala penuh air liur yang menetes, noda darah menutupi moncong hingga kebagian telinga. Gigi runcing bersiap mengoyak mangsa, cakar tajam menusuk tanah hingga membentuk bekas cakaran panjang.
Anak perempuan itu melempar anak panah dengan tangan kosong, anak panah melesat kencang menembus jantung serigala.
Kawanan serigala yang melihat itu segera menerjang Yue Liang Zhi, saat serigala kian mendekat, dia dengan cepat mengindar dan menarik bulu serigala, mereka berpikir anak itu akan mati di tempat, namun kenyataannya berbeda. Yue Liang Zhi perpindah tempat, kini dia berada di atas serigala dan kemudian serigala yang dinaikinya kian membabi buta, dengan cepat serigala itu berlari menuju serigala yang berada di depan Bai Yun.
Hal yang tidak terduga kembali terjadi, kedua serigala bertabrakan tepat di depan Bai Yun, dengan sigap Yue Liang Zhi menancapkan kedua anak panah pada punggung serigala, seketika kedua serigala itu mengeluarkan suara lolongan yang memilukan.
Penonton berseru serempak.
Bai Yun terpaku dengan mulut yang ternganga, kedua matanya berkedip selaras.
“Jiejie, kenapa kau melihat mayat serigala seperti itu? Apa kau juga ingin mati konyol sepertinya?” Yue Liang Zhi menarik pelan tangan Bai Yun.
“Uh—” Bai Yun tersadar dari lamuannya.
Keduanya berlari tanpa henti, Bai Yun bahkan sampai tidak memperdulikan kondisi kakinya yang terluka karena tidak memakai alas kaki. Keringat bercucuran deras, membasahi setiap pakaian kedua anak kecil itu. Lei Hu yang tengah berlari terkejut saat menyadari keberadaan Yue Liang Zhi, kedua alisnya merengut membentuk garis lurus sejajar, “kenapa kau ada di sini?”
“Karena aku ingin...,” suara Yue Liang Zhi bagaikan nyamuk terbang, suaranya terdengar namun menimbulkan efek dengung di telinga.
Bai Yun dan Lei Hu kembali terkejut, saat ini mereka tengah terkepung oleh kawanan serigala. Ekspresi berbeda ditampilkan oleh Yue Liang Zhi, pandangan matanya saat ini kian menajam seperti elang.
Yue Liang Zhi berlari menerjang kawanan serigala, dengan anak panah di kedua tangannya, dia melesatkan anak panah dan tepat mengenai mata serigala. Dari arah samping, seekor serigala kembali menerjangnya, saat serigala itu melompat, Yue Liang Zhi segera melakukan posisi kayang sambil menunsukkan anak panah dengan tangan kanan. Serigala segera tumbang dan menimpa tubuhnya, hal ini sukses membuatnya lengah, pada saat yang bersamaan, salah satu serigala datang dan langsung mengigit lengan kirinya, “aaagggghhhh...,” Yue Liang Zhi meringis kesakitan.
Dengan tiba-tiba, serigala yang tengah mengigit lengan Yue Liang Zhi mengeluarkan suara ringikan, detik berikutnya, dia merasakan gigitan pada lengan kirinya mulai mengendur.
Lei Hu segera membantu Yue Liang Zhi menyingkirkan serigala yang berada di atas tubuhnya, Bai Yun juga membantunya untuk berdiri, “serigala itu mati?” Yue Liang Zhi berdiri sambil memegangi lengannya yang berdarah, dia melihat jarum beracun yang menancap pada serigala, pandangan matanya menlusuri tribun para penonton. Matanya terpaku pada seorang pangeran yang tengah meletakkan busur panahnya, pangeran itu mengenakan hanfu serba putih.
'Pangeran itu baru saja memanah, namun tidak menggunkan anak yang semestinya?' Yue Liang Zhi mengamati daerah bulu serigala yang terkena jarum beracun, matanya kian terpaku saat melihat bulu serigala yang terkena air, 'air? Tidak mungkin dia memanah dengan air bukan? Es, dia memanah dengan jarum beracun yang telah dilapisi es...'
...****************...
Dalam tribun para penonton, seorang anak laki-laki berusia empat belas tahun tengah menatap dingin kepada Kasim Kekaisaran Huo, tidak ada yang menyadari arti tatapannya itu, perlahan tangannya mengepal tatangkala mendengar dekrit Kekaisaran yang tidak adil. Dia hanya bisa pasrah tanpa bisa berbuat apa-apa, sebagai seorang Kaisar sudah seharusnya berlaku adil pada setiap orang.
“Mmmmm...,” Pangeran Yun Fengyin mengangguk patuh, saat melihat anak-anak seusianya berlari karena ketakutan, amarahnya semakin menjadi-jadi. Dia semakin menampilkan ekspresi dingin saat melihat para Pangeran melepaskan anak panah, anak panah itu sangat menghambat lari anak-anak yang tengah berlari di lapangan dan alhasil, para serigala berhasil memangsa mereka.
Dia membuang muka saat salah salah satu serigala mengoyak kaki anak laki-laki, kejadian itu terjadi tepat di bawahnya.
Sesaat kemudian, Pangeran Yun Fengyin terkejut dengan aksi heroik anak yang baru berusia lima tahun, begitu pula dengan Kasim, Raja, Ratu, Pangeran dan Putri. Terlebih, saat serigala bersiap menerkam anak perempuan itu, Pangeran Yun Fengyin berpikir pasti akan ada korban yang berjatuhan lagi.
Namun ternyata salah!
Matanya membulat sempurna saat anak perempuan yang tidak memiliki kultivasi dapat menghabisi beberapa serigala liar, telinganya mendengar percakapan para prajurit yang berada di belakangnya, 'tidak memiliki kultivasi dan bukan dari daerah rampasan?'
Tangan Pangeran Yun Fengyin perlahan meraih busur panah dan anak panah pribadi milik organisasi serigala putih, dia melihat dengan teliti saat anak perempuan itu menolong kedua anak lainnya. Aksi heroik anak itu kembali membuat dia membuka mulut, sudut bibirnya berkedut saat melihat anak itu melakukan posisi kayang.
Busur yang Pangeran Yun Fengyin pegang perlahan diangkat tinggi, dia menembak dengan penuh konsentrasi tinggi. Keringat kecil menetes pelan saat serigala bergerak ke kiri dan kanan, dia khawatir menembak anak kecil itu.
Syuuttt...
Anak panah itu melesat mengenai serigala yang tengah mengigit lengan anak perempuan, terdengar ringikan kecil dari serigala. Semua orang yang ada pada tempat kejadiam segera menatap Pangeran Yun Fengyin tajam kecuali Raja Kangjian Yun.
“......” yang di tatap hanya menatap acuh sambil meletakkan busur panah, memasang wajah seakan kejadian tadi bukanlah hasil perbuatannya.
“Pangeran Yun Fengyin, kenapa kau membantu mereka? Kau ingin berkhianat pada Kekaisaran?” Tanya Kasim Zixin.
“Berkhianat? Untuk apa? Aku tidak bermaksud berkhianat, lihat! Mereka yang berlarian di tengah lapangan... Mereka masih anak kecil, bahkan ada yang lebih muda dariku, apa salah mereka?” Tanya balik Pangeran Yun Fengyin.
“Tentu salah, mereka semua dari daerah rampasan!!” Tegas Kasim Zixin sambil berdiri.
“Semua? Apa Kasim Zixin tahu, dua anak yang sedang berhadapan itu,” Pangeran Yun Fengyin menunjuk Yue Liang Zhi dan Bai Yun, “mereka bukan dari daerah rampasan, mereka dibawa oleh prajurit Kekaisaran secara paksa!! Dan lihat anak di samping mereka, dia adalah putri dari Kerajaan Lei, apa dia dari daerah rampasan? Bukan!! Dia adalah anggota dari Kerajaan yang kita serang, dia adalah seorang Putri!!”
Kasim Zixin diam seribu bahasa, kalimat yang Pangeran Yun Fengyin ucapkan telah menyentuh titik sensitifnya.
“Maka dari itu, ijinkan Pangeran yang rendah ini untuk mengangkat mereka bertiga menjadi pelayan dalam kediaman hamba,” Pangeran Yun Fengyin membungkuk hormat.
Tanpa keduanya sadari, satu orang Pangeran sebenarnya tengah melangkah mendekat.
“Saudara Feng, bukankah tidak bijak jika mengangkat seorang tawanan menjadi pelayan?” Potong Pangeran Yelu Yun sambil menyindir.