The Queen Of The Dark

The Queen Of The Dark
Rebirith Of The God Of War [Chapter XLIII]



Sssrrinnngg...


Ssssring... Srrrrinnngggg...


Bunyi pedang bergesekan mengema hingga beberapa meter, sedikit memercikkan bunga api kala bilah pedang menggesek cakar tajam. Raungan singa spirit beast membuat siapapun merasa pusing hebat, bulu spirit beast kumal menyulitkan dalam membedakan warna corak asli, itu sedikit memberikan gambaran akan pertarungan dan jalan hidup singa spirit beast.


Dua anak laki-laki berumur sebelas tahun bertarung hinggga berada di ambang kebuntuan, berusaha mati-matian melindungi anak perempuan yang telah terluka parah. Seragam sekte mereka compang camping disertai noda darah akibat robekan kulit yang masih menganga.


“Gege...,” panggil Wei Shuwan berada di persimpangan antara ketakutan dan kekhawatiran.


“Tetap berlindung,” Wei Jun berteriak sambil menangkis serangan.


Di sebelah Wei Jun, terlihat anak laki-laki berfitur halus tengah menampilkan wajah lesu. Tubuhnya telah memiliki banyak luka internal maupun eksternal, tanpa jeda mendapat serangan beruntun hingga terpental beberapa meter. Mendarat secara tidak etis, memerlukan pedang sebagai penyangga tubuh agar berada di posisi duduk yang melengkung, tangannya bergetar mencengkram gagang pedang.


“Jianying!!!” teriak Wei Jun dan Wei Shuwan secara bersamaan, bedanya Wei Shuwan menambahkan kata gege.


Pedang di tangan kanan Tao Jianying melengkung karena telah mengalami kerusakan, bilah pedang terbelah kasar hingga menyebapkan dorongan rasa asin dan manis dalam tengorokannya. “Uhuukk...,” seteguk darah keluar membasahi seragam biru, “pergilah selagi ada waktu, jangan menungguku.” Wei Shuwan berlari menghampiri dan menggantikan peran pedang patah. Tubuh kecil terhuyung menahan beban tubuhnya, walau masih dalam posisi yang masih seperti semula, itu terlihat lebih baik.


“Tidak, aku tidak akan pergi,” Wei Jun menangkis dengan beringas. Dia berhenti untuk mengambil napas dan menatap dua orang lain, “meimei pergilah! Kau juga sudah terluka parah, bawa saudara Jianying bersamamu!”


“Aku tidak mau! Kalian yang sebaiknya harus pergi, tinggalkan aku untuk mengalihkan perhatian spirit beast itu,” Wei Shuwan menyuarakan ide pengorbanan diri, lagi pula, dia adalah yang terlemah dan pantas ditinggalkan.


“Meimei!!!” Wei Jun muntah darah menghadapi sifat keras kepala adiknya, ketika perhatiannya teralihkan pada keduanya, dia mendapat cakaran di punggung. Seketika terpental menuju Wei Shuwan, menyemburkan lebih banyak gumpalan darah dari organ fital yang terluka.


Satu perempuan dan dua laki-laki tampak berantakan seperti gelandangan, tidak mencerminkan keagungan sebagai murid sekte. Tao Jianying, Wei Jun dan Wei Shuwan pasrah saat spirit beast berlari mendekat.


Merasa tiga lawan semutnya telah tumbang, spirit beast tanpa ragu-ragu membuka mulut dengan lebar bersiap mengunyah hidup-hidup.


Di tengah keputus asa'an, seorang anak perempuan menerjang dari balik pepohonan dan melolong garang, “Long Huo...”


Sosok itu mendarat dengan tangan kanan terangkat ke atas menantang langit. Ya! Itu adalah Yue Liang Zhi. Cahaya biru merambat keluar menuju tangan kanannya dan membentuk sebilah pedang, aura penindasan mutlak menyeruak membuat tubuh mengalami beban tak berwujud, dia menebas galak ke arah spirit beast. Singa spirit beast yang sudah memiliki kepintaran sendiri segera menghindar dengan bulu yang berdiri jejag, tebasan pedang Long Huo memunculkan kobaran api berwarna biru.


'Yue Liang Zhi?' pikiran Pangeran Yun Fengyin penuh dengan keterkejutan, dia sendiri tidak menyadari bahwasanya kondisi Bai Yun dan Lei Hu sama seperti dirinya. Saking terkejutnya, dia hanya terdiam bodoh tanpa menyadari penjaga bayangan yang bersembunyi di sudut sudah siap menerima perintah penyerangan.


Penjaga bayangan merasa tidak berguna dan bingung harus menangis atau tertawa, pada akhirnya memilih tawa konyol yang sumbang.


Yue Liang Zhi menebas ke arah kanan, singa merasa waspada segera kembali meloncat menghindar. Tanpa menyerah, dia berputar memutari spirit beast dengan mengoreskan pedang ke tanah, terakhir dia memusatkan qi dalam tubuhnya dan...


Baaannggg...


Api meledak membumbung tinggi memenjarakan spirit beast. Dia mengumpat keras tatangkala spirit beast dapat menerjang api tersebut, mencetuskan pemahaman tengah berhadapan dengan hewan yang memiliki kekuatan elemen api. Walaupun dia merupakan ras naga, tapi tetap saja belum memiliki api abadi yang dapat membakar tanpa khawatir padam, terlebih dirinya bahkan baru menjadi kultivator. Api biru hanya mampu membakar bulu kumal spirit beast, kemarahan telah menyesatkan membuat singa tetap mengaun dan bergerak kesetanan menuju ke arahnya.


Dia segera bersalto ke belakang dan mendarat pada batang pohon, “tidak ada cara lain,” sedikit terbesit rasa krisis. Tangan kanannya melempar pedang Long Huo ke atas, saat pedang hendak menusuk membelah tubuhnya, dia segera menekuk jari tengah dan jari manisnya di depan dada, “belah!”


Pedang Long Huo memecah, lebih tepatnya memiliki duplikat berjumlah puluhan dengan kemiripan tanpa bisa dibedakan. Dia melompat menuju spirit beast dan berteriak penuh semangat. Tanpa kenal mundur memajukan tangannya dan seketika puluhan pedang Long Huo menembus tubuhnya tanpa mengoreskan luka, satu persatu melesat cepat menancap di tubuh gosong singa. Raungan singa spirit beast kembali mengejutkan burung yang semula telah kembali ke sarang.


“Liang Zhi...,” Pangeran Yun Fengyin, Bai Yun dan Lei Hu berteriak serempak.


Bukan hanya teriakan dari ketiganya saja, bahkan Tao Jianying, Wei Jun dan Wei Shuwan juga ikut berteriak serempak, “nona muda.”


Yue Liang Zhi mengabaikan pangilan, dia tetap terjun dengan puluhan pedang yang mengitari tubuhnya bagaikan tameng. Puluhan pedang Long Huo serentak menyerang menimbulkan raungan-raungan mengema hinga radius berpuluh-puluh meter, suara itu sangat mendominasi bagai mesin penghancur gendang telinga. Dua rombongan berbeda tujuan segera melindungi telinga dengan mengalirkan qi, bahkan Pangeran Yun Fengyin membentuk array spiritual yang mampu meredam suara.


“...” mereka merasakan kagum, bingung dan kehabisan kata-kata setelah mendapati suguhan yang mendominasi.


Debu masih bertebaran mengelilingi lokasi pertempuran, membentuk awan lokal yang mengepul dan memberikan efek perih di mata. Sangat kuat! Itulah pikiran pertama semua orang. Yue Liang Zhi membunuh tanpa ampun bahkan langsung merekmasi singa tersebut, tangan kanannya memegang pedang Long Huo yang perlahan memudar menjadi cahaya biru indah, sedangkan tangan kirinya memegang kristal spirit beast.


Ding...


“Baik,” Yue Liang Zhi menghembuskan napas ringan, dia terkesan sedang berbisik ringan.


[Liang Zhi jurus apa yang tadi kau gunakan?]


'Entah, aku hanya menebak pedang Long Huo bisa membelah diri... Pedang ini dapat merubah ukuran sesuai pengguna, jadi aku yakin betul! Besar kemungkinan pedang dapat bekerja sesuai pikiran tuannya,' Yue Liang Zhi berjalan mendekat, dia melemparkan beberapa obat kepada rombongan Tao Jianying.


Qiao Qiao terpaku ditempat, dia tidak menyangka jurus tadi hanya percobaan kecil Yue Liang Zhi, bolehkan sekarang dia menangis darah?


Itu terlalu santai!


Menghadapi spirit beast yang telah mengalahkan dua murid sekte sendirian sudah melupakan hal luar biasa, mereka yang telah mendapatkan bimbingan dan arahan bisa terpukul dibandingkan anak lima tahun yang baru berkultivasi kurang dari setahun. Pukulan kenyataan yang terlalu beringas.


“Nona, apa anda baik-baik saja?” Pangeran Yun Fengyin mulai melakukan aksi pertunjukan, pangilannya bahkan tidak menimbulkan kecurigaan padahal dia sempat memangil nama Yue Liang Zhi saat pertarungan tadi.


Yue Liang Zhi tersenyum, “aku baik, bahkan sangat baik,” dia melempar tangkapkan kristal spirit beast.


Dari gerak geriknya, dia memang terlihat baik dan tepatnya sangat baik. Seulas senyum kecil melengkung dikala mata indah mengamati kristal spirit beast, terlihat puas akan hasil pekerjaannya.


Bai Yun berjalan mendekat untuk menegaskan kondisi adiknya yang tidak terluka, “nona muda benar tidak terluka?”


“Katakan bagian mana? Kami akan mencarikan beberapa obat-obatan untuk mengurangi rasa sakit nona muda.” Lei Hu mengikuti arus, dia bisa berbohong tentang nama panggilan, tapi dia tidak bisa membohongi hati nurani kecilnya yang khawatir.


Yue Liang Zhi tertawa ringan, menolak perhatian hangat.


Tao Jianyang membungkuk sambil memegang kuat dadanya, darah kering mengotori sudut bibirnya, “nona, terimakasih telah membantu kami.”


“Tidak, tidak,” Yue Liang Zhi melarang Tao Jianying membungkuk, “kalian sembuhkan diri terlebih dahulu!”


Tao Jianying, Wei Jun dan Wei Shuwan mengangguk seperti anak ayam yang mematuk beras. Memang benar, sekarang yang terpenting adalah menyembuhkan luka pada tubuh. Terlebih itu merupakan perintah pertama dari sang dermawan, mereka akan nemberikan banyak wajah tanpa penolakan. Beberapa jam kemudian, ketiganya merasa jauh lebih baik dan berganti pakaian yang lebih pantas, lantas segera melangkahkan kaki menuju rombongan Yue Liang Zhi. “Salam nona muda,” Tao Jianying mengepalkan tangan kanan dan di tangkupkan dengan tangan kiri, membungkukkan tubuhnya, “sekali lagi saya ucapkan terimakasih atas pertolongannya.”


Nona muda menangguk ringan, berkedip menggemaskan.


“Ah maaf karena kami kurang sopan,” Tao Jianying teringat akan sesuatu, “perkenalkan namaku Tao Jianying, panggil saja Jianying dan ini dua bersaudara dari klan Wei...”


Mendapat lirikan Tao Jianying, dua bersaudara segera tersenyum lebar. “Wei Jun,” Wei Jun menunjuk adiknya, “dan ini Wei Shuwan.”


Dia berwajah di atas rata-rata, tapi tidak sampai melampaui fitur halus Tao Jianying. Ekspresinya jujur dan membawa sedikit kesan sembrono, dia dan adiknya mempunyai sembilan poin kemiripan bila dipandang dalam lirikan pertama.


“Nona, salam kenal...,” Wei Shuwan tersenyum manis, dia memiliki umur yang sama dengan Yue Liang Zhi, “kami dari sekte Qinglong di Kerajaan Lan.”


“Wah!” Yue Liang Zhi menaikkan kedua alisnya sebagai tanda keterkejutan, “kalian rupanya dari sekte Qinglong... Kalau begitu, salam pada pendekar Jianying dan dua pendekar bersaudara.” Dia melirik Pangeran Yun Fengyin untuk memberi kode ringan, “aku Yue Liang Zhi dari klan Yue yang ada di Kekaisaran Yin.”


Yue Liang yang artinya bulan, Zhi artinya alami. Berarti bulan yang alami, menyinari langit kelam dan paling terang di antara benda-benda langit di malam hari.


“Yue Liang Zhi nama yang bagus, mari berteman denganku,” Wei Shuwan mengulurkan tangan. Oh, merupakan tipe seseorang yang polos dan naif, menawarkan pertemanan pada siapapun yang dia anggap sebagai orang baik saat pertemuan pertama.


Wei Jun menampel pelan tangan adiknya, “kau ini selalu saja tidak sopan, nona Yue adalah dermawan kita,” dia tersenyum kikuk ke arah Yue Liang Zhi.


“Tidak perlu diambil hati, aku sama sekali tidak keberatan,” Yue Liang Zhi melambaikan tangan kecilnya, “oh... Perkenalkan juga penjaga Feng, penjaga Bai dan penjaga Lei,” menunjuk Pangeran Yun Fengyin, Bai Yun dan Lei Hu secara berurutan.


Wei Jun sedikit membungkukkan tubuhnya tanda perkenalan, dari garis pandang ini mulai mengambil kesimpulan menganggap tiga orang penjaga pasti lebih hebat dari nona Yue. Jika Yun Fengyin, Bai Yun dan Lei Hu tahu tentang pemikiran itu, mereka pasti akan mengeluarkan keluhan dan keluhan.


“Jika berkenan, bolehkah kami tahu kemana tempat yang akan dermawan Yue tuju?”