
Rasa penasaran membuat Yue Liang Zhi mendekatkan tubuhnya. Dia bahkan tidak lagi memiliki keraguan seperti tadi, keraguan dalam hati telah lenyap berganti dengan rasa simpati, rubah di depannya memiliki cinta yang dalam namun takdir baik tidak berpihak pada keduanya. Merasakan obsesi besar Lian Peiyu, dia tidak tahu harus memberikan respons seperti apa, dia sendiri sangat kosong perihal percintaan dan paling bodoh bila dihadapkan dengan hal-hal yang berbau romantis.
Qiao Qiao juga mendengar apa yang tuannya dengar, matanya sedikit memandang kosong, merasa tidak asing dengan kisah Lian Peiyu. Pernah mendengar tapi dimana, pernah merasakan tapi kapan, semakin mengingat semakin pikirannya jatuh ke dalam kegelapan.
Mata indah Yue Liang Zhi mengerjap beberapa kali, “kau rela menjaga gelang fuhuo yang sangat diinginkan oleh iblis Ashura, bahkan mengorbankan kebebasanmu, apa itu sepadan?”
Lian Peiyu tersenyum membayangkan sesuatu, “bukan hal sepadan dan tidak sepadan, aku rela melakukan apapun asalkan bisa melihat kembali senyuman Wang Xuemin,” jelas Lian Peiyu menunjukan gelang yang ada di pergelangan tangan. “Beruntung para Dewa belum mengetahui gelang fuhuo, jika sudah tahu, bersembunyi di lubang semut sekalipun pasti akan tetap tertangkap.”
Yue Liang Zhi menggelengkan kepala mengiringi penjelasan menghilangnya para kultivator yang memburu Lian Peiyu. Rupanya mereka masih hidup dengan sehat tanpa kekurangan sedikitpun, rubah betina hanya mengambil sedikit esensi kehidupan untuk menjaga tubuh manusianya. Sudah sangat jelas alasan Lian Peiyu melakukan semua ini, sekali lagi ini hanya demi Dewa Wang Xuemin agar mengetahui wujud manusianya bila sang Dewa kembali sewaktu-waktu dan demi menjaga gelang fuhuo. Cinta memamang dapat membuat seseorang buta!
Tengah asyik menyelami pikiran, Yue Liang Zhi tiba-tiba dikejutkan dengan tarikan pada tangan kanannya, “Lian Peiyu, apa yang ingin kau lakukan?” Tanyanya memiliki jejak kebingungan saat melihat Lian Peiyu memasangkan gelang fuhuo di pergelangan tangan.
“Kau lebih kuat dariku, sangat pantas menjaga gelang fuhuo. Lagi pula, kau keturunan ras naga dan mau tidak mau akan kembali ke dunia atas, biarkan sekte hitam mengejarku asalkan gelang ini aman bersamamu.” Terdengar helaan napas kasar dari Lian Peiyu, “aku yakin bahwa kau berhubungan dengan Dewa penjelajah waktu, bibirmu bisa berkata tidak, tapi energi dalam tubuhmu bisa membuatku berkata iya.”
Lidah Yue Liang Zhi seakan kelu dan tidak mampu berkata lebih lanjut, ingin mengelak namun dia tidak yakin pada dirinya sendiri, bisa saja yang dikatakan Lian Peiyu adalah kebenaran. Dia sendiri bimbang akan identitasnya, dan bingung akan alasan di balik perpindahan jiwanya ke tubuh Yue Liang Zhi.
Beberapa jam setelah keheningan berlangsung, Pangeran Yun Fengyin mendapatkan kembali kesadaran disusul Tao Jianying. Keduanya mengalami luka internal, Yue Liang Zhi hanya memandang sekilas lalu melemparkan botol obat tanpa sepatah kata. Setelah merasa luka Pangeran Yun Fengyin dan Tao Jianying telah membaik, Lian Peiyu menuntun mereka meuju lorong yang lebih dalam.
“Yue'er... Kenapa aku merasa kalian memiliki hubungan,” bisik Pangeran Yun Fengyin saat melihat kedekatan Yue Liang Zhi dan Lian Peiyu.
Tangan Yue Liang Zhi melambai meminta Pangeran Yun Fengyin mendekatkan tubuh, “dia rubah jinak...”
Rubah jinak macam apa yang suka memakan manusia?
Pada akhirnya, Pangeran Yun Fengyin hanya diam tidak lagi mempermasalahkan perubahan perilaku Lian Peiyu, dia sudah biasa dengan sifat Yue Liang Zhi yang mampu merubah perilaku orang lain.
Tao Jianying tentu berbeda dengan Pangeran Yun Fengyin, berulang kali tubuhnya menjaga jarak dari rubah licik di depannya, tak jarang menampilkan ekpresi datar saat tatapan Lian Peiyu tidak sengaja mengarah padanya. Timbul rasa takut bahwa Lian Peiyu bisa mencelakai mereka sewaktu-waktu, tapi dilain sisi dia sangat yakin bahwa Yue Liang Zhi telah membawa perubahan pada tempramen rubah ekor sembilan.
Pemandangan ruang bawah tanah yang seperti lorong telah berganti, sekarang, di depan mereka terpampang ruangan besar, puluhan pria tengah melakukan beberapa aktitas.
Tidak sesuai rumor!
Para kultivator yang dikabarkan mati kini masih hidup dan tengah melakukan perjamuan teh, rumor itu sekarang seperti lelucon belaka. Pangeran Yun Fengyin dan Tao Jianying membuka mulut, rahang keduanya seperti terjatuh tanpa bisa dikantupkan kembali.
“Selamat datang Dewi...,” sambut mereka secara kompak.
Yue Liang Zhi mengerutkan alis hingga membentuk garis sejajar, dia merasa ada konspirasi di sini. Ekspresi wajahnya kembali normal seperti semula, tapi tatapan matanya masih tertuju pada para pria, tatapannya seakan bisa melucuti hanfu yang mereka kenakan.
Semua orang yang ditatap tiba-tiba merasa menjadi udang rebus matang tanpa kulit, siap dimakan dengan bumbu kecap pedas asin. (っ˘̩╭╮˘̩)っ
“Perkenalkan ini—” Lian Peiyu berhenti dan merutuki kebodohannya, bukankah dia tidak sempat berkenalan? Dia hanya melakukan siklus konyol dari pertengkaran, rukun dan bercerita masalah hidup, dan memberikan gelang fuhuo.
Terdengar kekehan kecil dari mulut Yue Liang Zhi. Merasa tidak bisa mencerna sirkuit otak rusak rubah ekor sembilan, berpikir bagaimana bisa Lian Peiyu memberikan gelang fuhuo tanpa bertanya lebih dulu siapa namanya. “Aku Yue Liang Zhi, ini penjaga Feng dan pendekar Jianying,” jelas anak itu sambil menunjuk Pangeran Yun Fengyin dan Tao Jianying.
“Ah ya... Mereka akan membawa kalian keluar dari sini,” tegas Lian Peiyu menghilangkan kecanggungan yang dia ciptakan.
“Dewi, apa tidak membutuhkan kami lagi?”
“Kami membuat kesalahan apa Dewi?”
“Jangan usir kami...”
Kalimat keluhan dan pertanyaan saling sahut menyahut.
Lian Peiyu tersenyum canggung sambil melambaikan tangan ke kiri dan ke kanan secara berulang, “tidak, tidak... Kalian sama sekali tidak melakukan kesalahan, aku hanya ingin saudara-saudara sekalian berkenan melanjutkan hidup di luaran sana. Hidup kalian masih panjang, jangan terlalu memperdulikan Dewi ini.”
Mulanya, Yue Liang Zhi puas dengan alasan Lian Peiyu, tapi dia segera tersedak saliva saat mendengar kalimat terakhir. Bukankah rubah ekor sembilan terlalu narsis? Mengakui diri sendiri sebagai Dewi, percaya diri saat membohongi mereka dan bahkan tanpa rasa bersalah mengambil sedikit keuntungan dari mereka.
Walaupun sangat berat meinggalkan Lian Peiyu, para pria hanya bisa mendesah pasrah. Yue Liang Zhi berjalan dibarisan paling depan bersama Lian Peiyu, dibelakang dua perempuan itu sudah ada Pangeran Yun Fengyin dan Tao Jianying, sudah pasti paling belakang berisi rombongan para pria. Mereka semua berjalan melewati hutan bagian pinggir, lebih memilih jalan berputar dari pada bertemu anggota sekte hitam yang tengah menggila. Rombongan merka mulai melangkah keluar dari hutan, sambutan matahari mulai terbenam menjadi kebahagiaan tersendiri bagi para pria, tepatnya merasa seperti baru pertama kali melihat matahari terbenam diufuk barat. Terlihat Bai Yun, Lei Hu, Wei Jun dan Wei Shuwan yang masih setia menunggu ketiganya.
Keinginan terpendam Bai Yun adalah memeluk adik kecilnya, tapi itu tidak mungkin terjadi. Untuk saat ini dia hanya bisa memandang teduh, bahkan matanya sedikit mengembun saat Yue Liang Zhi berjalan kearahnya.
Lei Hu, Wei Jun dan Wei Shuwan tidak memiliki ekspresi berlebihan.
Ding...
[Selamat, tuan berhasil menolong 60 kultivator. Pengurangan dari 997 menjadi 937, peluang terbukanya ruang moderen semakin dekat...,] pemberitahuan dari Qiao Qiao menggema di kepala Yue Liang Zhi.
Bukankah Yue Liang Zhi baru mendapat jackpot, dia tidak bermaksud menolong, tapi membawa mereka keluar dari hutan sudah termasuk dalam hitungan sistem. “Kami kembali tanpa kehilangan anggota tubuh,” ucapnya membuka pembicaraan. Dia memberi pengertian bahwa dirinya, Pangeran Yun Fengyin dan Tao Jianying baik-baik saja.
Tao Jianying tersenyum samar, “betul kami masih hidup berkat saudara Yue, bahkan saudara Yue dapat membuat anggota sekte hitam saling bunuh.”
Wei Shuwan segera mengalungkan tangannya pada lengan Yue Liang Zhi, “wah... Saudara Yue sangat hebat, kapan-kapan ajari aku teknik bela diri.”
Yue Liang Zhi hanya menjawab dengan senyuman, dia tidak tahu kapan akan bisa bertemu lagi dengan murid sekte Qinglong ini. Tangannya dengan halus melepaskan cekalan Wei Shuwan pada lengannya, “kami harus segera melanjutkan perjalanan, tidak bisa ditunda lagi.”
“Hari sudah mulai gelap, kenapa terburu-buru?” Wei Shuwan sedikit merengek tidak rela.
Wei Jun melangkah maju memenangkan Wei Shuwan, “meimei, saudara Yue memiliki kepentingan. Kau tidak boleh mencegahnya begini, patuhlah dan menjadi baik untuk kali ini.”