
Pintu berderit ringan tatangkala Yue Liang Zhi melangkah ke luar dari kamar, hanfu hitam dengan perpaduan zhaoshan merah sedikit berkibar, wajah acuh ditambah mata dingin membuat fitur halusnya menjadi luar biasa.
Seorang pelayan terperangah melihat tempramen tak tersentuh dan reflek menunduk tanpa berani menatap ke arah wajah kecantikan kecil, “maaf menganggu istirahat nona Yue,” ucapnya sambil membungkuk. Semua orang dari Kekaisaran Yin tidak akan memandang rendah status anak itu, “Kaisar Yin meminta hamba untuk mengantar nona menuju kediaman lotus, Pangeran Yun Fengyin beserta kedua kakak nona juga sedang menunggu.”
Wajah acuh Yue Liang Zhi masih sama seperti sebelumnya, “pimpin jalan.”
Pelayan di depan Yue Liang Zhi mengangguk sambil merentangkan tangan kanan, mirip seperti kode mempersilahkan, keduanya segera berjalan beriringan. Sang pelayan melambatkan langah agar dirinya berada di belakang, Yue Liang Zhi juga segera melambatkan langkah mengikuti kelakuannya. Aada rasa tidak enak saat melihat anak itu berjalan beriringan bersamanya, seantero Kekaisaran Yin sangat menghormati Yue Liang Zhi, dia sebagai pelayan merasa bahwa dirinya tidak pantas.
“Jangan terlalu kaku, kita ini sama,” Yue Liang Zhi paham dengan rasa rendah diri sang pelayan, dia tidak terlalu mempermasalahkan setatus siapapun.
Kehangatan menyebar memenuhi hati pelayan, nona di depannya memiliki kebijaksanaan yang setara dengan Kaisar. Dia tersenyum penuh ketulusan, diam-diam bersumpah bahwa kedepannya akan memperlakukan anak itu dengan sangat baik.
Setelah beberapa menit, keduanya telah tiba di depan kediaman lotus. Beberapa tanaman rambat menempel di dinding pagar, pelayan segera mundur untuk menyelesaikan tugas lain, Yue Liang Zhi hanya mengangguk sebagai jawaban. Bai Yun dan Lei Hu menyambut kedatangan sosok merah, segera menerbitkan senyum cerah seakan mengalahkan sinar matahari.
“Jie...,” Yue Liang Zhi mendekat sambil memyibak rambut sebelah kanan yang tergerai ke depan, langkahnya ringan seperti mengambang, angin bertiup sedikit menerbangkan surai hitamnya.
Bai Yun menatap lekat Yue Liang Zhi, “apa meimei merasa tidak nyaman?”
“Yue'er benar-benar sudah sembuh?” Timpal Lei Hu meastikan.
Karena Yue Liang Zhi hanya diam, Bai Yun segera memutari tubuh adik kecilnya, “aya... Meimei harus banyak istirahat, cepat pulihkan—”
Yue Liang Zhi segera menghentikan pertanyaan tak berujung dari Bai Yun, “aku sehat, jiejie tidak perlu terlalu cemas.” Dia mengedarkan pandangan, “ada beberapa orang di halaman belakang,” kakinya kembali melangkah.
Bai Yun dan Lei Hu memiliki jejak keheranan, bukan heran karena keberadaan orang di halaman belakang, tapi heran karena Yue Liang Zhi tahu keberadaan beberapa orang sebelum keduanya memberi tahu. Tanpa minat untuk bertanya, Bai Yun segera mengekori Yue Liang Zhi, Lei Hu mencebikkan bibir sambil menarik kaki mengikuti langkah mereka.
Halaman belakang ditumbuhi bunga-bunga, kicauan burung menyertai perbincangan hangat Kaisar Yin Kong dan Yin Sheng, Yin Lin menuangkan teh sambil memakan beberpa kue kering dan sesekali menjawab beberapa pertanyaan. Pangeran Yun Fengyin memiliki pandangan acuh, tangan rampingnya sibuk membuka lembaran-lembaran buku, tempramennya terlihat menyendiri tanpa mendapat gangguan dari siapapun.
Dia menutup buku setelah merasakan aura seseorang, “Yue'er telah menerobos.”
Kaisar Yin Kong dan Yin Sheng menghentikan percakapan, tangan kanan Yin Lin menggantung di udara. Mereka saling memandang dengan bola mata yang sedikit bergerak-gerak, merasa penasaran dengan orang beruntung yang diajak bicara oleh manusia kaku. Sebelum pertanyaan ketiganya terjawab, terdengar suara gumaman kecil dari sudut halaman.
“Mmn...,” Yue Liang Zhi tersenyum singkat, dia sedikit membungkukkan tubuh bersama Bai Yun dan Lei Hu.
Kaisar Yin Kong segera berdiri dengan canggung, “nona Yue tidak perlu terlalu sopan... Mari duduk bersama, kami sedang menikmati teh,” ajaknya sambil menarik kursi yang berada di antara dia dan Pangeran Yun Fengyin.
Yue Liang Zhi mendaratkan bokong sambil sedikit berjinjit, tubuh kecilnya sedikit kesulitan untuk duduk dengan benar. Bai Yun dan Lei Hu menarik kursi, suasana ini terasa mencekam bagi dua pelayan lonceng perak.
“Nona Yue terlihat cantik bila dilihat dari dekat,” Yin Lin memandang Yue Liang Zhi dengan tangan kiri menyangga kepala.
Pangeran Yun Fengyin menuangkan teh ke dalam cangkir, “abaikan bocah itu,” ucapnya sambil menyodorkan cangkir.
“Bocah?” Beo Yin Lin, mulutnya terbuka lebar mempersilahkan agar lalat hinggap di dalam rongga mulutnya.
Yin Sheng tertawa terbahak, menepuk pundak putranya hingga berguncang ringan, “putraku, kau pantas mendapatkannya...”
Yin Lin menangis tanpa air mata, dia terkadang mencetuskan pemikiran tentang tes darah antara ayah dan anak, kadang juga memikirkan bahwa dirinya adalah anak pungut yang diambil di pinggir jalan. Ah, hubungan ini terasa sedikit jauh dan hubungan antara paman dan ponakan terasa begitu dekat sedekat anak kandung.
Bai Yun dan Lei Hu berusaha keras menahan tawa, dalam hati tengah tertawa sambil meraung-raung. Yin Lin berusaha menggoda Yue Liang Zhi, Pangeran itu sama saja tengah mencencang air tak putus[1], sangat mustahil!
^^^[1]mengerjakan pekerjaan yang mustahil dan tidak mungkin untuk dikerjakan.^^^
Abaikan saja Yin Lin yang sedang memajukan bibir seperti bebek.
Yue Liang Zhi perlahan menyesap teh, mengirup aroma khas teh dapat membuat pikiran tenang. Yue Liang Zhi, Pangeran Yun Fengyin, Bai Yun dan Lei Hu hanya diam memasang telinga mendengarkan topik pembicaraan. Rupanya, Kaisar Yin Kong tengah membahas pembangunan rumah warga dan masalah air bersih. Setelah perang usai, para warga saling bahu-membahu membangun rumah. Puluhan desa di Kekaisaran Yin telah ditemukan memiliki sumber mata air yang kotor, beberapa warga bahkan mengalami diare.
Bai Yun meletakkan cangkir, rasa khawatir terlihat jelas dari raut wajahnya, “Itu buruk.”
“Sudah ada puluhan warga yang mati mendadak, apoteker hanya bisa memprediksi bahwa warga mati karena lemas,” Yin Sheng terlihat frustasi.
“Bagaimana bisa begitu parah?” Ucap Pangeran Yun Fengyin dan Lei Hu bersaan, setelah sadar akan sesuatu, kedua orang segera melakukan kontak mata.
“Tentu mereka akan mati karena kekurangan cairan,” Yue Liang Zhi memutar pelan cangkir dengan elegant, “saat seseorang kehilangan cairan sebanyak sepuluh persen atau lebih dari berat tubuh, berat dan suhu tubuh akan tidak terkontrol. Tubuh akan mengering dengan sirkulasi darah yang terhambat, kinerja organ vital tubuh menurun... Kalau terlalu lama, orang tersebut akan mati.”
Semua orang mendapat pencerahan!
Kue kering tersangkut di tenggorokan Yin Lin, dia terbatuk-batuk sambil meraih cangkir teh berlanjut dengan tangan kiri yang mengusap-usap dada, “ nona Yue tahu akan penyebap kematian para warga, katakan pada kami, apa nona tahu obatnya?”
Tangan kanan Yue Liang Zhi mengambil roti kering, “obatnya mudah, aku bahkan memiliki solusi agar air kotor menjadi jernih,” gigi putih susu mengigit roti kering lalu mengunyah dan berakhir menelan.
Halaman belakang kediaman lotus yang semula sepi kini menjadi ramai, pelayan berjalan bolak-balik sambil membawa barang. Tentu, barang tersebut adalah permintaan Yue Liang Zhi.
Mereka semua duduk dengan tenang tanpa melakukan pergerakan yang berlebihan, mengamati tindakan kecil Yue Liang Zhi secara seksama.
Tangan kecil dan ramping Yue Liang Zhi dengan cekatan mengambil wadah berukuran sedang, dia memegang sendok lalu memasukkan setengah sendok kecil garam dapur dan delapan sendok kecil gula pasir ke dalam wadah, terakhir memasukkan satu liter air matang. Gerakannya anggun bak seorang dewi, bahkan saat mengaduk selama saty menit, dia terlihat tenang dan memberikan efek menghipnotis pada mereka.
Senyum samar terlihat setelah dia meletakkan sendok, “sudah selesai, aku telah membuat oralit,” kedua telapak tangan saling menepuk.
“Sudah? Hanya begitu saja?” Yin Lin mengangkat kedua alis, jari telunjuk tangan kanan menunjuk garam, gula dan air, “ini dicanpur ini, lalu dilarutkan akan menjadi obat?”
“Ya...”
“Bisa benar-benar sembuh dan menyelamatkan dari kematian?” Yin Lin kembali memastikan.
“Benar,” Yue Liang Zhi mengangguk penuh percaya diri.
Pangeran Yun Fengyin meyakinkan Kaisar Yin Kong, Yin Sheng dan Yin Lin, “jika Yue'er bilang iya, itu berarti iya.”
“Betul, aku percaya pada Yue'er,” Lei Hu ikut meyakinkan dan mendapat tambahan anggukan dari Bai Yun.
Motto pengambilan keputusan kelompok kecil sangatlah ringkas dan jelas. Jika anak itu berkata "iya" itu berarti "iya", jika anak itu berkata "tidak" itu berarti "tidak", dan jika anak itu berkata "hidup dan mati tidaklah penting" maka itu memang berarti "hidup dan mati tidaklah penting". Sangat simpel hingga membuat orang lain frustrasi, memaksa pemikiran melompat ke jurang adalah pilihan terbaik setelah menghadapi keabnormalan pengambilan keputusan.