
Gerbang Ibu kota Kekaisaran terlihat lebih ramai dari biasanya, tentu akan ramai, secara hari ini adalah hari ujian masuk sekte di wilayah Kekaisaran Huo. Kaki kuda menginjak salju yang telah mengendap, tekanan berat kereta menyebapkan roda seperti terperosok ke dalam hingga menyisakan jejak roda disepanjang jalan. Air yang mengalami kristalisasi mengakibatkan turunnya kepingan-kepingan salju, kulit dan ranting pohon yang semula kusam seperti akar renta kini bercahaya tertempel salju.
Benua Ziang hanya memiliki lima sekte, dua diantaranya berada di Kekaisaran Huo yaitu sekte Qinglong dan sekte Jianlong, dua lagi berada di Kekaisaran Shan yaitu sekte Tianshang dan sekte Yonheng, terakhir berada di Kekaisaran Yin yaitu sekte Baixue.
Kusir menarik tali kekang untuk menghentikan laju kuda yang telah beberapa hari melakukan perjalanan, sekelompok beranggotakan lima orang turun dari dua kereta, penjaga gelap yang datang bersama mereka kini tidak tampak batang hidungnya karena tengah berbaur dengan warga. Seorang laki-laki membantu pria menaiki kursi roda, mantel putihnya seakan menyatu dengan kepingan salju. Kedua tangannya terulur memberikan mantel lain, “pakailah mantel ini... Udara sangat dingin, tidak baik untuk kesehatan ayah.”
“Baiklah, ayah akan menuruti pengaturan Xiao Feng,” Raja Kangjian Yun menarik mantel hingga memutupi seluruh tubuh.
Pada cuaca musim dingin baik siang atau malam suhu akan terasa seperti menusuk ke tulang, Yue Liang Zhi mengeratkan mantel merah hingga menutupi hanfu hitam merahnya. Kedua tangan menarik tudung mantel menutupi surai hitamnya, rona merah menghiasi dikedua pipi, dia dapat melihat jelas uap yang membentuk gumpalan keluar dari mulutnya. Pandangan matanya menatap warna langit, itu terlihat suram dengan hujan salju yang turun perlahan, “sebaiknya kita mencari penginapan.”
“Aku rasa sangat sulit mencari penginapan yang masih kosong,” Lei Hu mengutarakan pemikirannya.
Pangeran Yun Fengyin tersenyum sambil mendorong kursi roda Raja Kangjian Yun, “paman To Mu sudah memesan kamar untuk kita di penginapan bangau emas.”
Bai Yun berada di kiri Yue Liang Zhi mulai merasa familiar, “penginapan bangau emas? Oh, paman To Mu sepertinya tidak hanya mendirikan rumah lelang saja,” matanya tidak sengaja jatuh pada tubuh anak perempuan berbaju compang-camping.
Itu adalah seorang pengemis, detik berikutnya pengemis melangkah mendekati Pangeran Yun Fengyin sambil menyodorkan mangkuk kecil, ada gulungan kertas kecil di dalamnya. Laki-laki itu tanpa ragu mengambil beberapa uang lalu menukarnya dengan gulungan kertas, “akan ada perwakilan murid dari kedua sekte?” Pangeran Yun Fengyin membaca sambil menyembunyikan kertas di belakang tubuh Raja Kangjian Yun.
“Eee... Eeee...,” pengemis kecil rupanya bisu, dia hanya bisa mengangguk seperti ayam yang tengah mematuk beras. Mata kecilnya mengitari kerumunan, tubuhnya tiba-tiba berbalik dan segera berlari menjauh.
Yue Liang Zhi tersenyum samar, “rupanya anggota lain,” ucapnya sambil menghela napas ringan.
Bai Yun dan Lei Hu langsung paham ucapan Yue Liang Zhi, mungkin secara tidak sadar IQ keduanya telah meningkat. Rombongan tersebut berjalan beriringan, begitu ujung kursi roda Raja Yun barat memasuki pintu penginapan bangau emas. Mereka disambut pertengkaran kedua kelompok kecil, pihak bertahan berisikan tiga laki-laki dan dua perempuan, sementara pihak penyerang berisi sepuluh laki-laki dan satu perempuan.
Jumlah yang tidak adil!
Kelompok Yue Liang Zhi saling melirik, pasalnya mereka mengenal anggota dari kedua belah pihak. Tidak salah lagi, itu Tao Jianying, Wei Jun dan Wei Shuwan. Sudah bisa ditebak lawannya adalah Chen Bai Mo beserta antek-anteknya, tidak heran karena sifat tuan muda klan Chen sangat congak dan suka memprovokasi.
Pengunjung yang lain hanya menonton sambil menjaga jarak, menurut mereka mundur tanpa mau ikut campur merupakan solusi tepat. Salah seorang pelayan melerai pertengkaran, bukannya berhenti, pertengkaran kedua kelompok itu kian menjadi-jadi. Pelayan itu terpental mundur dan memuntahkan seteguk darah, suara langkah kaki berat mengiringi kegaduhan itu.
“Kalian berani mengacau!!!” To Mu berteriak geram sambil menuruni tangga.
“...” Kelompok Tao Jianying dan Chen Bai Mo masih sibuk bertengkar.
Aura kemarahan To Mu menyeruak hingga menghentikan perselisihan, di belakang tubuhnya muncul bayangan golem memegang kapak yang terbakar api. Panas api membuat semua berkeringat dingin, pelayan semula hanya memutahkan darah kini telah pingsan. Yue Liang Zhi terkejut, rupanya kultivasi To Mu telah mencapai tingkat golden core.
Seorang kultivator tingkat golden care otomatis akan membangkitkan chaos tianli, kebangkitan ini akan menyebapkan kultivator dapat mengendalikan satu atau dua elemen alam. Memang kultivator tingkat qi condensation dan qi fundation bisa merubah qi menjadi elemen, tapi ini memiliki batasan tertentu dan volume tertentu, selain terbatas juga akan mengonsumsi terlalu banyak qi si pengguna. Jika seseorang telah membangkitkan chaos tianli, menggunakan elemen dalam jumlah besar sekalipun itu tidak masalah, karena chaos tianli seperti menyatu dengan dantian.
“Jangan merusuh di penginapanku!” To Mu masih mengeluarkan tekanan, matanya sedikit melirik kelompok Yue Liang Zhi yang berada di ambang pintu.
Chen Bai Mo berdiri kaku, dia merasa telah membangkitkan singa yang tertidur, “kami tidak bersalah, mereka yang terlebih dulu mencari masalah dengan kami,” elaknya gesit, bahkan mendapat anggukan mantap dari orang-orang dikelompoknya.
Wei Shuwan merasa tak terima dengan tuduhan Chen Bai Mo, “saraf otakmu melenceng! Kau yang terlebih dulu mencari masalah, merebut kamar kami tanpa merasa bersalah,” dia menunjuk galak ke hadapan tuan muda klan Chen, “kau bahkan melemparkan kesalahan kepada kami, cih... Tidak tahu malu.”
Yue Liang Zhi dan Pangeran Yun Fengyin merasa dejavu, lagi-lagi kedua kelompok dari murid sekte Qinglong merebutkan hal sepele. Walaupun saat ini sangat sulit untuk mencari kamar kosong di penginapan lantaran banyaknya kultvator yang menginap, tapi mereka harusnya mencari bahan perdebatan lain,kan?
“Chen Bai Mo, cepat kembalikan kunci kami,” Tao Jianying mengulurkan telapak tangan kanan, jarinya bergerak sebagai tanda agar lawannya segera memberikan apa yang dia inginkan.
Melihat tidak ada respon dari Chen Bai Mo, To Mu segera menambah aura penekanan, “kembalikan kuncinya dan berikan aku konpensasi, kalian telah mengacaukan penginapanku,” dia tidak akan menutup mata akan kebenaran dan kesalahan. Lutut semua orang kecuali Yue Liang Zhi kini bergetar hebat, “tidak akan ada kesempatan kedua.”
Chen Bai Mo ingin menelan kasar air liurnya, tapi itu segera tersendat di tenggorokan, “aku berikan, aku berikan...,” tiga kunci keluar dari tas qiankunnya.
To Mu tersenyum singkat lalu meraih kasar kunci tersebut, “lalu dimana uang konpensasinya?” Matanya menangkap jejak bahwa Chen Bai Mo akan segera mengeluh, “berikan sekarang atau—”
Tanpa kata lebih lanjut, Chen Bai Mo mulai meneluarkan seribu koin emas, wajahya penuh dengan ekspresi tertekan, dia merasa telah dirampok oleh bandit. Niat awal ingin merusuh, namun betakhir dirusuhi. Tidak ingin situasi semakin merugikannya, dia akhirya memimpin kelompoknya untuk pergi, tentu dia masih menampilkan sikap kesombongan seakan gretakan To Mu merupakan angin lalu.
Merasa tidak ada keributan, kerumunan pelanggan kini mulai membubarkan diri. To Mu menekuk kedua tangan di dada, dia merasa puas karena sebulan yang lalu telah menerobos ketingkat yang sekarang.
Dari awal tidak ada yang mengamati kelompok Yue Ling Zhi selain pemilik penginapan bangau emas, langkah kaki kelimanya berjalan menuju ke depan. Keterkejutan menerpa batin Tao Jianying, Wei Jun dan Wei Shuwan. Mereka sangat hafal bentuk wajah Yue Liang Zhi, kecantikan seperti itu memang sangat langka.
“Saudara Yue,” pekik Wei Shuwan memekakan telinga.
Yang dipanggil hanya diam sambil menerbitkan senyum kecil, dia mungkin harus memberitahu identitas asli dirinya, “sekedar informasi... Aku bukanlah seorang bansawan, aku seorang pelayan.”
Sekedar informasi? Terdengar santai hingga cocok menjadikan jantung berdetak dua kali lipat.
Itu membuat Tao Jianyin dan kakak beradik Wei menampilkan ekspresi kaku, mereka tidak berpikir bahwa mengetahui identitas asli Yue Liang Zhi akan terlalu membuat mereka syok. Dua senior mengernyit heran, “ini ada apa lagi?” Tanya perempuan di samping Tao Jianying.