
“Kami baik-baik saja, senior tidak perlu khawatir,” jawab Wei Jun mewakili ketiganya.
“Mmmm... Aku mungkin juga perlu memperkenalkan ketiga orang di belakangku sekali lagi,” Yue Liang Zhi merasa lucu melihat ekspresi ketiga murid Qinglong, “penjaga Feng adalah Pangeran Yun Fengyin dari Kerajaan Yun barat, kalian tidak asing dengan nama itu, kan? Dua penjaga lainnya adalah pelayan sepertiku, nama aslinya Bai Yun dan Lei Hu.”
Sekali lagi Tao Jianying, Wei Jun dan Wei Shuwan menampilkan ekspresi konyol. Pikiran mereka melayang seperti layangan putus, tersiat pemikiran sepertinya mereka lupa membaca ramalan untuk hari ini. Dimulai dari Wei Jun pagi-pagi buta sudah tersandung batu, mantel Tao Jianying terbakar saat memadamkan api unggun, senior Shan Shan dan Wei Shuwan menghilangkan plakat murid sekte, Chen Bai Mo yang memprovokasi dan sekarang mendapatkan informasi tentang identitas asli sang saudara jauh.
Tao Jianying kembali memiliki akal sehat, “itu hanya identitas, kami tidak akan terlalu mempermasalahkan,” dia berusaha memasang senyum meyakinkan, hal itu sukses membuat wajahnya seperti seseorang yang menahan buang air besar.
“Ya, aku setuju dengan saudara Jianying,” Wei Jun menepuk beberapa kali lengan Tao Jianying.
Wei Shuwan kembali memeiliki keceriaan seperti semua, “saudara Yue sudah memperkenalkan nama asli Pangeran Yun, Bai Yun dan Lei Hu. Kini aku juga ingin memperkenalkan seseorang,” dia menunjuk dua orang senior dengan energik, “senior Shu Ming dan senior Shan Shan.”
“Hai...,” dua orang berbeda gender melambai ke arah kelompok Yue Liang Zhi.
Bai Yun dan Lei Hu balas tersenyum, Pangeran Yun Fengyin terlihat datar seperti biasanya. Raja Kangjian Yun memberi kode lewat tatapan mata, To Mu kembali mengingat kunci yang berada di tangan, “ambil kunci ini dan jangan lupa membayar biaya penginapan satu kamar permalam 2.000 koin emas.”
Biaya penginapan di Ibu kota seharga dua kali lipat dari penginapan di Kerajaan biasa.
Shu Ming mengambil kunci sembari merogoh tas qiankun, “nona Yue ingin kemana setelah ini?” Laki-laki itu mengulurkan kristal spirit beast tingkat rendah.
“Pergi istirahat,” jawab Pangeran Yun fengyin tidak sesuai, yang dipanggil siapa dan yang menjawab siapa.
Yue Liang Zhi memandang punggung To Mu, Pangeran Yun Fengyin dan Raja kangjian Yun yang mulai menjauh, “baik, sampai jumpa dipendaftaran besok.”
****
Udara dingin mendominasi membuat semua orang ingin menggulung diri ke dalam selimut, karena hari ini merupakan hari terakhir pendaftaran, mau tidak mau para kultivator yang ingin mengikuti ujian masuk sekte harus bangun lebih awal. Pangeran Yun Fengyin, Bai Yun dan Lei Hu kini tengah mengetuk pintu berusaha membangunkan Yue Liang Zhi. Ya, To Mu memberikan kamar pibadi untuk kelompok tersebut, dia berpikir bahwa mereka membutuhkan kamar pribadi yang memudahkan mereka berlatih sewaktu-waktu tanpa saling menganggu satu sama lain.
Pangeran Yun Fengyin tidak merasakan jejak keberadaan anak itu, tangan kirinya memutar knop pintu. Bunyi klik menusuk pendengaran ketiganya, terlihat kamar luas tak berpenghuni bahkan kamar itu terasa dingin tanpa ada penghangat ruangan, “Yue'er bangun terlalu pagi,” ucapnya yakin bahwa Yue Liang Zhi sudah pergi dari beberapa jam yang lalu.
Bai Yun menangkap sesuatu yang menarik perhatiannya, dia mengambil secarik kertas di atas nakas lalu membacanya pelan, “kita harus datang tepat waktu? Sepertinya Yue'er meminta kita segera datang melakukan pendaftaran, ini musim dingin kenapa harus bangun terlalu pagi,” keluhnya.
Alun-alun terpampang jelas memiliki lapisan penahan seperti aray tipis, bedanya aray pelindung tidak bisa ditembus, sedangkan aray ini bisa ditembus dan hanya berfungsi menahan agar salju tidak jatuh mengenai arena pengujian. Bai Yun dan Lei Hu berdecak kagum, mata keduanya mengitari pemandangan yang terbilang langka, bahakan sampai melupakan antian panjang.
“Dulu saat kau menjadi seorang Putri, apa kau tidak pernah melihat hal yang seperti ini?” Tanya Bai Yun masih mendongakkan kepala, pertanyaan darinya membuat Pangeran Yun Fengyin segera memasang telinga.
Lei Hu menggeleng, “tidak, aku tidak pernah berpergian kecuali ke acara Kaisar Shan. Aku terlalu malas berbaur dengan para Pangeran dan Putri lainnya, kau tahu kan bahwa aku adalah putri seorang selir.”
“Tapi selir Guang Yao merupakan selir kesayangan Raja Lei, kau seharusnya tidak perlu terlalu mengasingkan diri” Bai Yun mengalihkan pandangan ke tubuh Lei Hu, “menurutmu, apa Kekaisaran Shan sudah tahu bahwa Kerajaan Lei telah mengalami penyerangan?”
“Belum,” jawab Pangeran Yin Fengyin paham dengan perasaan Lei Hu, secara Raja Lei Yi merupakan sahabat Raja Kangjian Yun sekaligus anggota organisasi serigala putih, “Kaisar Shan hanya tahu bahwa saat melakukan perburuan, Raja Lei Yi mengalami menyerangan dan mati bersama selir Guang Yao. Sekarang Kerajaan Lei dipimpin oleh Raja Lei Tuoli, kakak kandung Raja Lei Yi.”
“Bohong! Ayah dan ibuku mati di tangan orang-orang Kaisar Huo! Mereka menyerang ke dalam istana, selir-selir yang lain juga terbunuh.”
“Aku tahu itu, masalahnya setelah ayahmu terbunuh. Dia segera naik tahta, memperistri Permaisuri sebelumnya dan berdalih bahwa selir-selir Kerajaan Lei telah dibebaskan,” Pangeran Yun Fengyin berusaha memenangkan kemarahan Lei Hu.
Otak Lei Hu berpikir keras, paman Lei Shilin dan Permaisuri Xia Qui tidak terlihat saat penyerangan dari Kaisar Huo. Semua selir mati, para putra dan putri Permaisuri tidak mendapatkan penyerangan ekstrim. Mungkinkan ada konspirasi di sini? Kenapa orang-orang Kerajaan Lei diam mebisu tentang tragedi tersebut?
“Seluruh anak kecil Kerajaan Lei saat itu juga menjadi tawanan, pasti ada salah satu warga yang mengeluh terhadap Kaisar Shan,” Lei Hu merasa rumit.
Pangeran Yun Fengyin menggeleng, “seluruh warga asli di wilayah Kerajaan Lei telah dijadikan pekerja paksa, hanya ada prajurit dan orang-orang Kekaisaran Huo yang menyamar menjadi warga baru.”
“Hei... Apa kalian tidak bosan berdiri saja, cepat kemari!” teriak Yue Liang Zhi dari kejauhan membuyarkan lamuan ketiganya. Pangeran Yun Fengyin, Bai Yun dan Lei Hu berjalan mendekat. Ketiganya bingung dengan tiga kursi kosong dibelakangnya, “oh... Aku sudah bangun jam 07:00 pagi, karena kalian terlihat lelah jadi aku langsung saja kemari dan mengantri untuk kalian. Kakak baik, maaf telah membuatmu tidak nyaman,” dia menghilangkan ketiga kursi sembari menatap kultivator perempuan yang semula berada di belakang barisan kursi.
Kultivator perempuan menampilkan senyum canggung saat menjadi pusat perhatian keempat orang di depannya, “santai saja, aku merasa itu wajar,” jawabnya masih terkejut melihat kursi datang dan menghilang dari udara kosong, jika barang-barang dari tas qiankun pasti dia akan melihat anak kecil itu menampakkan tas tersebut, tapi kenyataannya tidak.
“......” Pangeran Yun Fengyin, Bai Yun dan Lei Hu tidak hanya menatap sampai ke tubuh kultivator perempuan saja, tatapan mereka terus berlanjut seperti membentuk garis lurus. Antrian terlalu panjang sampai-sampai barisan paling belakang terlihat sekecil semut, mereka bertiga tidak melihat pemandangan itu sebelumnya.
Tepatnya, mereka terlalu sibuk dengan percakapan dan pemandangan aray tipis!
“Antrianya sangat panjang,” Bai Yun menatap miris, dia merasa beruntung karena Yue Liang Zhi telah menyisakan tempat. Kalau tidak, dia berani jamin akan mendapat urutan paling belakang.