
Jin Quon berakhir luluh hingga membiarkan Xiu Jieru mengikuti ujian menjadi apoteker, lebih tepatnya Alchemist dari klan Xiu itu tengah menjilat dan mencari jalan pintas agar mendapat kesempatan menarik hati Wu Jingmi. Peserta yang seharusnya berisikan tiga orang kini telah berganti menjadi empat orang.
Tahap ujian pertama adalah Wu Jingmi akan memberikan pertanyaan pada para Alchemist, yang lolos tahap pertama akan memasuki tahap kedua yaitu memurnikan pil.
Semua Alchemist yang sebelumnya gagal dalam ujian telah mendengar akan ada empat orang mengikuti pengujian menjadi apoteker, mereka kini berbondong-bondong mengelilingi pojok ruangan pengujian.
Wu Jingmi berdiri dengan tangan kanan yang terlipat di belakang tubuh, dia mengangguk-angguk kepala melihat semua peserta sudah siap menerima pertanyaan darinya, “seseorang tidak bisa tertidur pada malam hari hingga pagi hari, hari kedua orang itu juga melakukan hal serupa. Hari-hari berikutnya orang itu terus melakukan hal tersebut, menurut kalian apakah gejala ini termasuk penyakit? Jika itu memang benar penyakit, bagaimana cara menanganinya?”
Jun Yunxue dan Jin Quon ikut mendengarkan dengan cermat, barang kali dapat menambah ilmu dari pertanyaan sang apoteker melegenda di dunia pengobatan.
Dua orang Alchemist memberi jawaban bahwa hal tersebut bukanlah penyakit, keduanya berangapan bahwa orang dalam konteks pertanyaan itu hanya tidak berniat tidur. Wu Jingmi menampilkan wajah yang terlihat kurang puas, beberapa orang bisa segera merasakan bahwa jawaban keduanya salah.
“Itu penyakit, kita bisa memberikannya obat tidur,” Xiu Jieru penuh percaya diri setelah memberikan jawaban kebalikan dari dua orang sebelumnya. Melihat Wu Jingmi mengangguk, dia segera menaikkan dagu sombong karena yakin jika kali ini jawabannya benar.
“Lalu bagaimana menurut junior?”
Yue Liang Zhi mendapati semua pasang mata di ruangan kini melirik ke arahnya. “Masalah sulit tidur nyenyak yang berkelanjutan adalah penyakit insomnia... Sebagian besar kasus insomnia terkait dengan kebiasaan kurang tidur, depresi, kecemasan, kurang olahraga, penyakit kronis, atau obat-obatan tertentu.”
Kaki Wu Jingmi berjalan cepat menuju sosok merah, “jadi nama penyakit ini insomnia,” dia merasa telah mendapat pencerahan hingga ekspresi wajahnya menjadi bersemangat. “Di daerah Kekaisaran lain telah banyak orang yang mengalami kasus ini, awalnya aku memperkirakan hal ini bukanlah penyakit, tapi sekarang aku yakin setelah mendengar ucapan junior. Lalu, apa junior memiliki solusi untuk penyakit ini?”
“Kita bisa menggunakan obat herbal,” Yue Liang Zhi memberikan tatapan serius. “obat herbal tian wang bu xin wan[1] digunakan untuk melancarkan sirkulasi darah, membantu menyehatkan fungsi ginjal dan membantu menenangkan pikiran. Banyak digunakan untuk orang yang mengalami gangguan kesehatan seperti insomnia, jantung berdebar, pelupa dan gelisah. Bisa juga digunakan untuk wanita menopause dengan gejala insomnia, gelisah, emosi yang tidak stabil dan depresi.”
Obat herbal tian wang bu xin wan juga sangat cocok untuk penderita yang mengalami gangguan aliran darah kurang lancar akibat faktor keturunan, istirahat yang kurang, kelelahan, peredaran darah yang tidak lancar, dan lain-lain.
“...” Semua orang membisu, pertanyaan demi pertanyaan mencuat ke permukaan. Apakah pengujian tahap pertama menjadi apoteker memang beradu pengetahuan?
Kenapa terdengar sedikit aneh?
Dua apoteker tua yang tersisa di ruangan merasa luar biasa, ini merupakan berkah dari langit lantaran dapat mendengar pengobatan herbal untuk penyakit insomnia.
Ungkapan rasa kesopanan sudah mencapai titik tertinggi, Jun Yunxue sedikit membungkukkan tubuh ke depan, “junior tampak sudah profesional diusia muda, pria tua ini sangat ingin tahu siapa guru yang telah mengajari junior ilmu pengobatan.”
Benar, di balik kesuksesan seseorang pasti ada orang lain yang mengajari di belakang punggung. Telah mengajari dari titik terendah hingga mencapai titik kehebatan memukau, bersiap melindungi dikeadaan terjepit dan mewariskan ilmu penting tanpa ragu. Itu semua merupakan tugas seorang guru.
“Guru junior tidak dikenal oleh orang banyak, beliau terlalu tertutup pada dunia luar.” Yue Liang Zhi berusaha mencari alasan logis.
Jin Quon terlihat santai, “ya... Itu wajar bagi orang hebat untuk bersembunyi.”
Setiap orang yang mendengar pengakuan Yue Liang Zhi mewajarkan hal tersebut, memang banyak kultivator maupun apoteker yang bersikap low profile. Bahkan ada beberapa dari mereka namanya dikenal oleh publik, namun tidak tahu wujud sang kultivator dan apoteker yang namanya tersohor hingga seantero dunia.
Xiu Jieru menelan kasar salvianya, dia seperti memakan tomat mentah puluhan ton setelah disuguhi pemandangan mencubit hati. Sangat asam!
Sebagai salah satu anggota klan Xiu, Xiu Jieru merasa semua perhatian dan pandangan penuh damba dari semua orang seharusnya menjadi miliknya. Tidak! Itu memang miliknya, dia harus mempermalukan Yue Liang Zhi sekarang juga.
Deheman ringan keluar dari tenggorokan Wu Jingmi, “dua junior bisa memasuki tahap kedua pengujian.”
“Baik.”
Mata murid Jin Quon mulai berbinar tatangkala menatap tubuh kecantikan merah, dia berpikir akan melakukan penamparan secara instan.
Yue Liang Zhi mengambil meja yang berada di dekat jendela, dia sengaja ingin mengambil tempat dengan udara bebas. Tangan seputih susu mengusap tekstur terluar tungku, lirikan matanya tak sengaja menangkap pergerakan Xiu Jieru yang tengah mendekat ke arahnya.
“Nona, bisakah kita bertukar tempat? Aku merasa membutuhkan udara segar, semoga nona mau memberiku muka.” Xiu Jieru berucap penuh lemah lembut, suaranya pelan mendayu-dayu dan memikat hati siapapun agar mau menuruti keinginannya.
Pahatan surgawi berdiri termenung, matanya menyipit menelusuri sudut tungku pil di meja sebrang. “Baik, silahkan ambil meja ini,” dia melangkah menjauh untuk mendekati meja lain.
Ujian tahap kedua akan berlangsung, pil yang akan dimurnikan adalah pil yang tingkat memurnikannya membutuhkan konsentrasi lebih tinggi dibandingkan ujian menjadi Alchemist. Wu Jingmi meminta agar kedua peserta memurnikan pil berterkaitan dengan kesehatan jantung.
Yue Liang Zhi dan Xiu Jieru mulai memasukan tanaman roh ke dalam tungku, perbedaan aura keduanya tampak menonjol seperti langit dan bumi. Aura ketenangan menyelimuti seluruh pergerakan merah, sementara peserta lain menampilkan aura congak menyundul langit.
“Bagaimana? Dia terlihat hebat, kan.” Jun Yunxue merasa banga walaupun kecantikan merah bukanlah murid pribadinya.
Wu Jingmi merengutkan alis hingga membentuk garis yang sejajar, “tidak perlu terlalu bangga, dia bahkan bukan muridmu!” Pikirannya kembali teralihkan pada bakat mumpuni yang sedang memurnikan pil penuh ketenangan, “tapi, dia memang seseorang Alchemist berbakat. Selain itu, tingkat kultivasinya juga membuatku terkesan.”
Suara lain ikut menimpali, “ketenangannya dalam memurnikan pil seakan kegiatan itu bukanlah hal berat, bahkan terlihat seperti seseorang yang tengah menyalurkan hobi. Kita telah menjabat sebagai apoteker selama puluhan tahun mungkin kalah darinya, ah... Membuat pria tua ini membuka mata akan lebarnya dunia, masa depan pengobatan benar-benar akan sampai pada kejayaannya.” Jin Quon menghela napas berat.
.
.
[1] Tian Wang Bu Xin Wan sudah digunakan sejak zaman dinasti Ming. Obat ini terbuat dari berbagai macam bahan-bahan herbal yang aman dikonsumsi tanpa adanya efek samping. Formulasi obat ini pertama kali dituliskan oleh Hong Ji In dalam bukunya She Sheng Mipou pada tahun 1638.
(Di chapter ini saya sengaja menggunakan obat herbal yang memang benarg-benar ada, sementara nama-nama pil yang dimurnikan di novel TQOTD hanya karangan semata.)